Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 12. kita berteman??


__ADS_3

"Apa??" Ririn kaget mendengar ceritaku. "Lo serius kak Aldo ngelakuin itu?"


"Hm.." aku mengangguk. "gue juga gak nyangka banget Rin.. Gue sama sekali nggak curiga kalo dia itu pelakunya.."


Ririn tertegun..


"gue kasih tau lo, karena gue sayang sama sahabat gue.. Gue nggak mau lo suka sama orang yang salah.."


"thank's Clar.. Lo emang sahabat terbaik gue.." Ririn memelukku.


"kita pasti bisa dapetin cowok yang terbaik buat kita.." kataku sambil membalas pelukan Ririn.


****


Aku kira setelah selesai dari masalah ini, Keanu akan kembali baik-baik saja..


Tetapi pada kenyataannya, sepertinya tidak semudah itu dunia berpihak pada pria itu.


Wajahnya terlihat kecewa, ketika dia menjajakkan dagangannya pada orang-orang yang lewat didepan toko nya. Tetapi tidak ada seorangpun yang mampir untuk membeli duren nya.


Aku yang sedang melayani pembeli, sesekali melirik nya, dan tetap sama,, ekspresinya tetap menggambarkan kekecewaan.. sambil sesekali menghembuskan napas panjang.


"mbak.. biasanya kan mbak sekalian beli buah duren juga di toko sebelah?" tanyaku, pada salah seorang pembeli.


"nggak ah mbak,, takutnya, malah dikasih duren busuk, lagi!"


"tapi kan itu kemarin.. Lagipula kan tukang durennya udah ganti rugi ke semua pembeli yang dapet duren busuk!"


"iya sih, tapi lain kali aja deh.."


Aku menghampiri Keanu saat aku sudah selesai melayani pembeli.


Dan pria itu hanya melirikku sebentar, dan kembali menatap ke depan.


"Sabar.. Nanti pasti rezeki kamu juga dateng..!" kataku, memulai pembicaraan..


"aku kira, semuanya akan kembali baik-baik saja seperti semula.." dia menggeleng-gelengkan kepala. "tapi ternyata tidak semudah itu."


Aku belum menanggapi perkataannya..


"tapi ngomong-ngomong.. kamu sekarang udah kuat cium bau durian ya? kok aku lihat, akhir-akhir ini kamu nggak pernah pake jepitan lagi dihidungmu?"


Aku reflex memegang hidungku, lalu aku mengendus-endus.. "oh iya.. aku juga baru sadar kalo aku udah gak mual lagi pas cium bau duren.." aku tertawa.


"itu bagus.. berarti kamu gak perlu usir aku lagi kan?"


"yeee.. apaan sih? jangan mulai lagi..!"


"mulai apa?"


"kamu pasti lagi mancing aku supaya berantem lagi seperti waktu lalu? iya kan?"


"nggak! Aku juga nggak suka berantem kok.. Mending kita damai aja, gimana?" katanya, sambil tersenyun dan menaikkan kedua alisnya.


"Mmmm.. sebenernya aku nyamperin kamu itu mau bantuin kamu.."


"bantu.. apa?"

__ADS_1


"Aku mau menawarkan kerjasama!"


"maksudnya?"


"jadi, rencanaku, aku mau tambah menu di sop buah ku, yaitu sop duren.. atau sop buah plus duren! Aku mau ambil durennya dari kamu, nanti sambil aku promosiin lagi duren-duren kamu ke pelanggannku.. Gimana?"


"wah.. ide kamu bagus juga!"


"iya dong.. Clara..!!" ucapku sambil mengibaskan rambut.


"tapi kamu beneran tahan bau duren nya?"


"iya, aku yakin kok, bisa ngelawan bau duren itu! Gimana, deal?" aku menyodorkan tangan .


"deal..!" Keanu menjabat tanganku.


Yah.. Semoga rencana ini bisa berjalan dengan lancar..


Dan semoga bisa mengurangi rasa bersalahku atas perlakuan Aldo pada Keanu.


Bagaimanapun, aku adalah alasan Aldo untuk melakukan itu.


Aku sudah memberitahu Om Yugo yang polisi itu tentang masalah Aldo.


Mudah-mudahan Om Yugo bisa membantuku tanpa melibatkan Keanu, karena pasti dia nggak bakalan mau, sekalipun hanya dijadikan saksi..


****


Hari ini aku mulai berjualan dengan menu baruku.. Dan aku benar-benar sudah tahan dengan bau duren.


Malah aku sempat mencicipi rasa duren itu..


Alhamdulillaah.. Banyak sekali pelanggan yang menyukai menu baruku.


"wah.. sop buah plus durennya enak banget!" kata salah seorang pembeli.


"iya dong mbak.. aku pake durennya dengan kualitas terbaik. Pokoknya duren nya masih sangat seger.. Mau tau aku beli duren nya dimana?" tanyaku pada pembeli itu.


"emangnya dimana mbak? Aku juga mau beli..!"


"tuh..!" aku menunjuk toko duren Keanu. " aku beli disana, dijamin buah durennya bagus-bagus!"


"tapi katanya disana suka jual duren yang udah busuk!"


"jangan percaya mbak.. justru disana itu kualitas durennya paling bagus!"


Aku tidak berhenti mempromosikan duren nya Keanu. Dan benar saja.. Aku lihat, toko Keanu sudah dikelilingi banyak pembeli.


Ahh..


Rasanya lega sekali! Melihat semuanya kembali seperti semula. Dan aku kembali melihat raut yang sangat bahagia di wajah Keanu.


"Ekhmm.." Keanu berdehem, dan ternyata dia sudah berada di sampingku sekarang.


"ih, ngagetin aja!" kataku sambil mengusap dada.


"Makasih ya.."

__ADS_1


Aku tersenyum.. "sama-sama.. kan udah seharusnya sesama manusia kita saling bantu!"


Dia membalas senyumanku dengan sangat manis..


"tapi, apa kamu tidak keberatan jika aku menganggapmu sebagai.. teman?" tanyanya.


"teman?"


"iya..! Karena selama ini aku tidak pernah punya teman. Jadi biarkan aku merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang teman.. Boleh kan?"


"oh.. mmmm.. tentu saja! Teman?" kataku sambil mengangkat jari kelingking, dan Keanu mengaitkan jari kelingnya.


"Teman!"


Kami tertawa dengan cukup lepas, sebelum aku melihat ada orang yang mengintip dibalik mobil di seberang kiosku.


Wajah nya seperti tidak asing, dan itu terlihat seperti.. Aldo!


Ternyata dia masih membuntutiku.


Aku ingin segera menyelesaikan kasus nya, agar dia cepat-cepat dijebloskan ke penjara, karena perbuatannya yang sangat keterlaluan.


"ada apa Clar?" tanya Keanu


"oh. gapapa.. tadi aku seperti melihat ada teman sekolahku dulu di seberang sana. Tapi mungkin orangnya sudah pergi."


"gitu ya?" tanyanya, yang ku balas dengan anggukkan. "kamu mau tutup jam berapa?"


Aku melihat jam ditanganku. "sebentar lagi, paling sekitar pukul 4!"


"mau aku anter pulang?"


"oh.. gak usah Mas, aku ada janji sama sahabatku, mau ketemuan di kafe."


Aku memang ada janji dengan Ririn, tapi disisi lain ada masalah lain yang membuatku menolak tawaran Keanu.


Nadia!


Nadia pasti gak suka kalo aku dianterin sama Keanu. Karena waktu itu dia sudah sangat jelas mengatakan bahwa dia menyukai Keanu.


****


"Cie... Jangan-jangan lo mulai suka sama tukang duren itu ya? Buktinya, lo sampe rela berhadapan langsung dengan duren. Padahal kan dulu lo itu benci banget sama yang namanya bau duren! Sampai-sampai lo sering muntah gara-gara buah itu.." ledek Ririn.


"udah?" aku memiringkan kepala dan menatap Ririn. "cerewet banget lo!"


"yeee.. tapi emang bener kan?"


"gak boleh! Gue gak boleh suka sama dia!"


"kenapa?"


"soalnya Nadia juga suka sama dia!"


"Nadia yang tetangga lo di kost-an itu?"


Aku mengangguk. "iya.. Dari awal dia udah terang-terangan bilang kalo dia suka sama Mas duren itu! Kalo sekarang gue suka juga, terus gue ngedeketin si Mas duren, bukankah itu kayak gue nusuk dia dari belakang?"

__ADS_1


"ya enggak lah Clara.. Dia kan belum jadian sama si Nadia itu! Jadi status nya masih SINGLE!" Ririn menekan kalimat terakhirnya.


Begitu ya??


__ADS_2