
Pukul 09.00 aku sudah standby di kios sop buahku. Bahkan aku sudah melayani beberapa pembeli.
Dan akhirnya aku kembali melihat motor sport merah yang baru sampai di toko sebelahku.
Meskipun aku sangat membencinya karena bau durian dan pembawaannya yang mrnyebalkan , tapi entah kenapa aku tetap terpesona saat pria itu menunjukkan wajahnya yang semula tertutup helm.
Menatap wajahnya, sesaat bisa membuat hatiku merasa tenang. Pahatan di wajahnya benar-benar terlihat sangat sempurna. Sampai-sampai aku tidak bisa mengedipkan mataku untuk beberapa saat.
Ini terasa sangat berlebihan mungkin, tapi entah kenapa aku tidak bisa mengendalikan apa yang dirasakan oleh hatiku.
"selamat pagi!" sapanya, dan tanpa aku sadar ternyata dia sudah selesai membuka toko nya.
"se.. selamat pagi" jawabku gugup.
Hello Clara..! kenapa kamu jadi gugup begini? Dia cuma bilang selamat pagi lho, bukan bilang aku mencintaimu.. Ups!!
Dia menjentikkan jari tengah dan jempolnya didepan mataku. Sampai aku terkaget.
"kenapa bengong?" katanya. "mana jepitan hidung kamu? Atau sekarang sudah tahan dengan bau durian?"
"ihh.. apaan sih? gue lupa tau! gue belum ambil jepitannya didalem." jawabku sambil berlalu kedalam toko. Sebenarnya alasan utamaku segera masuk kedalam itu bukan karena lupa bawa jepitan, tapi karena terlalu gugup berhadapan dengan pria itu.
Ya ampun Clar..! Kamu gak boleh jatuh cinta sama dia! Dia kan bau duren! Meskipun wajahnya sangat tampan sih,, gak bisa dipungkiri.
Ketika aku kembali kedepan, sudah ada beberapa pembeli yang sedang menunggu. Itu terus berlanjut sampai hampir tiba jam makan siang.
Sambil istirahat, aku menghitung uang, sudah dapat berapa sih aku setengah hari ini?
Tapi tiba-tiba..
"Hai Clar..!"
Aku langsung menoleh, " eh.. kak Aldo.." huft, sebenernya aku males ngehadepin dia, tapi gak enak juga kan kalo aku cuekkin?
"kamu lagi apa? Aku ganggu gak?"
"mmm.. gak juga, lagian gak lagi ada pembeli." jawabku, sambil terus menghitung uang.
"itu, kamu mau sampai kapan pakek jepitan di hidung kamu?" katanya, sambil menunjuk ke hidungku.
"gak tau!" jawabku. " mungkin aku bakalan terus pakek ini selama menghadapi duren itu!" kali ini aku menunjuk toko durian.
Eh.. kalo dipikir-pikir, aku belum tau lho nama si penjual duren itu. Dari awal kan aku gak pernah kenalan sama dia! Tapi bodoamat lah, gak usah dipikirin..
Kak Aldo terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"kenapa kak?"
__ADS_1
"eh? gapapa kok.. aku cuma lagi sedikit bingung.. "
"bingung kenapa?"
"aku sedang memikirkan kata yang tepat untuk.."
"untuk?"
"untuk..."
"hai Clar..!" Sapa Ririn yang datang di jam makan siangnya.
Ririn kan memang memintaku untuk mempertemukannya dengan kak Aldo, jadi tadi aku langsung hubungin dia saat aku tau kak Aldo mau dateng.
"Eh, kak Aldo kan?" tanya Ririn, pura-pura nggak tau.
"iya,, kamu itu Ririn yang sahabatan sama Clara dari SMA kan?"
"bukan cuma dari SMA kak, tapi dari masih sangat kecil, kita udah bersahabat. Bener kan Clar?" Ririn menatapku.
"iya bener" aku tersenyum.
Yesss! Setelah Ririn dateng, aku jadi terbebas dari yang namanya kak Aldo. Dan lagipula aku melayani cukup banyak pembeli saat mereka terus asyik mengobrol.
Tadinya aku mau nunjukin wajah si Mas duren sama Ririn, karena dia sangat penasaran dengan orang yang aku puji-puji ketampanannya.
Tapi, karena Ririn asyik banget ngobrol sama kak Aldo,, gak jadi deh!
****
Sebenarnya aku tidak suka dengan pria yang suka membual rayuan-rayuan gombal. Bisa-bisa, dia bilang gitu juga ke tiap cewek. Iya nggak??
Jadi aku lebih suka pria yang agak dingin, yang hanya menampakkan kehangatannya pada orang terdekatnya.
Bukan kata-kata manis yang keluar dari mulutnya, tapi sikap romantis dan perhatiannya hanya tertuju pada satu orang, yaitu pasangannya dan tidak mengumbar ke orang lain.
Ngerti maksudku kan?
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00, dan alhamdulillah daganganku sudah habis.
Jadi aku memutuskan untuk segera menutup toko, dan ketika aku sedang menutup rolling door, tiba-tiba aku melihat Nadia menghampiri toko durian disebelahku.
Dan tidak lama kemudian, Nadia pulang dengan menenteng buah durian berukuran lumayan besar.
Wahh gawat..! Bisa-bisa aku susah tidur malam ini.
Seperti biasa, sebelum aku pulang ke kost-an, aku mampir dulu ke pasar traditional untuk belanja keperluan jualan ku dan juga stock daging dan sayuran untuk aku masak dan makan sendiri.
__ADS_1
Tapi kali ini, aku memutuskan untuk mampir ke minimarket juga untuk membeli cemilan. Ya.. aku sangat suka makan, apalagi ngemil.
Sungguh merupakan sebuah berkah untukku, ketika aku yang sangat suka makan ini memiliki berat badan yang tidak mudah naik.
Dan dengan tinggi badanku (172cm) yang cukup proporsional untuk ukuran seorang cewek, jadi kalaupun naik 1 atau 2kg tidak terlalu terlihat.
Aku pulang dengan naik ojek online. Ini jauh lebih hemat daripada aku naik taksi.
****
Hari ini aku berjualan dengan hati yang cukup riang, dan tanpa ada penjepit dihidungku. Karena, sudah pukul 10 pagi pun si Mas Duren belum datang.
Mungkin hari ini dia gak jualan.
Dan seperti sudah terbiasa, kak Aldo datang lagi kesini.
Dia sebenarnya mau apa sih terus datang kesini?
Sayangnya hari ini aku tidak bisa memanggil Ririn untuk teman ngobrolnya. Soalnya Ririn ada meeting di restoran pada jam makan siang ini.
Jadi ya.. mau tidak mau aku menemaninya ngobrol sambil makan sop buah.
30 menit rasanya sangat lama ketika kita bersama dengan orang yang tidak kita sukai.
Tapi aku beruntung, sekaranglah waktunya kak Aldo kembali lagi ke kantornya karena jam makan siang hampir habis.
Pria itu menyalakan motornya, lalu pergi.
Aku beranjak untuk membereskan mangkuk-mangkuk itu. Dan ketika itu aku melihat Nadia kembali menuju toko duren yang memang sedang tutup.
Nadia berdiri mematung, dengan tatapan kecewa sambil berbalik menghadap jalan raya.
"Nadia!" aku memanggilnya.
"Clara..?" dia tersenyum dan menghampiriku.
"kamu tiap hari beli duren ya?"
"kok kamu tahu?"
"ya kan aku suka ngeliat kamu beli duren disitu." kataku, sambil menunjuk toko duren yang tutup. "lagian, malam itu kan kamu mabuk duren!"
"haha.. iya ya..! Aku jadi malu sama kamu. Eh, tapi sekarang toko duren nya kok tutup?"
"nggak tau tuh!" aku menghela napas. " seharusnya kamu bersyukur, kalo kamu keseringan makan duren, nanti perut kamu bisa sakit."
"sebenernya aku bela-belain beli duren tiap hari tuh bukan karena aku terlalu suka duren, tapi aku mau ketemu Mas Keanu."
__ADS_1
Oh, jadi nama si tampan itu Keanu?
Aku benar-benar baru mengetahuinya hari ini..