
"oke. Kita lihat nanti. Apa yang akan kamu lakukan untuk memisahkan kami? Aku pastikan, itu akan sia-sia." aku maju satu langkah mendekati Nadia. "dan kamu harus ingat Nadia, aku sama sekali tidak takut dengan ancamanmu!"
Nadia mengangkat telunjuknya tepat didepan wajahku. "kamu-"
"ada apa ini?"
Keanu datang dan memotong kalimat Nadia. Lalu dia melingkarkan tangannya di pinggangku setelah dia memberikanku gelas minuman.
"Mas Keanu.."
"maaf Ibu guru, jika anda hanya membuat keributan disini, lebih baik anda segera pergi."
"ta.. Tapi Mas, aku tidak membuat keributan disini, aku hanya-"
"saya sangat kecewa dan menyesal sudah menyekolahkan Keisya di sekolah anda. Anda adalah guru, tetapi perilaku anda sama sekali tidak mencerminkan seorang guru."
Nadia menunduk. "Maaf Mas, tapi aku-"
Lagi-lagi Keanu memotong kalimat yang belum selesai Nadia ucapkan. "jangan minta maaf kepada saya, minta maaflah pada Clara, anda sama sekali tidak berhak untuk bersikap seperti itu padanya." Keanu menolehku, lalu memindahkan tangannya yang tadi berada dipinggang ku, sekarang naik merangkul bahuku.
"ma.. maafkan aku Clara." Nadia langsung bergegas pergi tanpa menunggu jawabanku. Apa aku memaafkannya atau tidak?
Keanu tersenyum dan menatapku. "jangan dengerin omongan dia ya.."
"tapi aku takut Mas.. Aku takut dia nekat melakukan apapun untuk memisahkan kita.."
"kamu jangan khawatir, aku sudah berjanji, akan selalu menjagamu dan hubungan kita." Keanu menepuk-nepuk bahuku. "tidak akan terjadi apa-apa.. hm?"
Aku mengangguk. "baiklah.."
"Clara!"
Aku langsung menoleh ke arah suara yang memanggilku. "Ririn?"
Ririn langsung memelukku. "sorry ya Clar, gue telat. Soalnya tadi ada meeting dadakan yang penting banget."
"it's oke, gak masalah. Yang penting lo dateng di acara penting gue." Kami melepaskan pelukan.
"Selamat ya Clar.. Pak Keanu.." Ririn mengulurkan tangannya pada kami.
"oh, jadi ini sahabat yang sering kamu ceritakan itu?"
Aku mengangguk. "iya Mas.. Dia kerja dikantor Papa kamu lho."
"oh ya?"
"ih Pak Keanu tega! Kita pernah ketemu di kantor beberapa kali."
"maaf, aku gak terlalu merhatiin."
"yaudah gak apa-apa, yang penting sekarang aku titip sahabat ku yang terbaik, jangan sampai Pak Keanu menyakitinya."
"tanpa kamu ingatkan, saya pasti akan melakukan itu."
Para tamu masih sibuk dengan makanan dan acara hiburan yang diadakan cukup meriah ini. Banyak tamu-tamu penting yang datang, sebagai rekan bisnis Keanu, Om Arman, dan juga Papa ku.
Aku juga menerima ucapan selamat dari Sandra si sekretaris yang sempat aku cemburui itu. Dia datang dengan seorang pria yang cukup tampan. Mungkin itu kekasihnya.
Sudah pukul 23.00, barulah acaranya selesai. Aku merasa sangat lelah. Sehingga tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah, dan memilih tidur di hotel. Aku sekamar dengan Keisya dan juga Dinda, karena mereka ingin tidur denganku.
"huaaammmm.." aku menguap dan menggeliatkan tubuhku setelah kembali dari kamar mandi untuk membersihkan diri.
Keisya dan Dinda sudah tidur dengan lelap. Mungkin mereka juga merasa kecapekan.
Aku menarik selimut dan hendak membaringkan tubuhku.
Tok tok tok
__ADS_1
Akupun mengurungkan niatku, dan berjalan menuju pintu.
Siapa yang mengganggu malam-malam begini? Hauhh.. menyebalkan. Padahal aku sudah sangat ngantuk.
Suara decitan pun terdengar ketika aku membuka pintu.
"Mas Keanu?"
"kamu belum tidur?"
"hampir! Tapi karena ada yang ngetuk pintu, gak jadi deh."
"maaf, aku ganggu kamu."
"emangnya ada apa?"
"gak apa-apa.. aku cuma mau kasih ucapan selamat tidur."
Haish
"ck. kirain apaan."
Keanu terkekeh. "ya udah, tidur gih sana!" dia mengacak rambutku.
"gitu doang?"
"terus? Emang kamu mau nya gimana?"
"ya, gimana kek! Ucapin selamat tidurnya gak romantis banget."
Keanu tertawa pelan. "aku emang gak bisa romantis, aku belum pernah berpacaran sebelumnya, jadi aku gak pandai berkata-kata."
"ya udah." Aku hendak menutup pintu, tetapi Keanu menahannya. Dia melangkahkan kaki nya lebih mendekatiku. Dan sekarang jarak diantara kami hanya sejengkal saja.
Huhh.. jantungku..!
Cup
Dia mengecup keningku.
Wah.. ini sangat mengejutkanku!
"selamat malam, semoga mimpi indah."
Aku masih terpaku menatapnya sampai dia sudah tidak terlihat dihadapanku lagi.
"Mbak Clara lagi apa?"
Aku baru tersadar ketika Dinda bertanya dan menepuk bahuku.
"kamu ngagetin aja." aku berbalik setelah menutup pintu. "gak lagi ngapa-ngapain, mau kunci pintu aja. Kamu kok bangun lagi?"
"iya nih, aku mau pipis." Dinda berlari ke arah kamar mandi.
Aduh! Tadi Dinda lihat aku sama Keanu gak ya?
Tapi setelah keluar dari kamar mandi Dinda langsung tidur lagi dan tidak membahas yang barusan.
Ah.. mungkin Dinda memang tidak melihatnya..
***
Mataku mengerjap, dan aku langsung melihat ke arah jam.
Oh.. sudah jam 5 pagi.
Aku langsung mandi dan wudhu, setelah itu shalat subuh dan membangukan Dinda.
__ADS_1
"Din, bangun! Udah subuh..!"
"nggak ah, nanti aja. Masih ngantuk!" jawab Dinda dengan suara parau dan mata yang masih terpejam.
"emang kamu gak mau shalat?"
"nggak.. aku lagi M.."
"oh.. ya udah."
Akupun keluar kamar untuk mencari udara segar. Dan saat itu aku melihat Keanu juga keluar dari kamarnya dengan memakai training, kaos tangan panjang, dan juga handuk yang menggangtung di leher nya.
"kamu mau kemana Mas?"
"Eh, Clar.. Kamu udah bangun? Aku mau jogging. "
"oh.. jogging nya dimana?"
"paling keliling taman hotel aja." Keanu berjongkok membetulkan tali sepatunya yang terlepas. Lalu dia mendungakkan kepalanya menatapku. "kamu mau ikut?"
"hm? Nggak ah.. Aku gak bawa sepatu dan baju olahraga."
"terus kamu mau kemana?"
"mau cari udara seger aja."
"ya udah kalo gitu, duduk-duduk aja di taman. Mau?"
Aku mengangguk. "boleh."
Kami pun bergegas ke lantai bawah dengan menggunakan lift. Dan langsung menuju taman.
Aku menghirup napas panjang dan menghembuskannya. Lalu meregangkan otot-ototku. Sementara Keanu sedang berlari mengelilingi taman.
Ah.. Udaranya sangat segar. Meskipun matahari belum menampakkan sinarnya.
Aku duduk di kursi kayu yang ada di taman itu sambil memperhatikan Keanu.
Rasanya masih belum menyangka, kami sudah bertunangan sekarang.
40 menit pun berlalu. Keanu menghampiriku dan duduk disebelahku sambil mengusap wajahnya yang dipenuhi keringat, dan napas nya masih ngos-ngosan.
"kamu setiap hari jogging?"
Keanu mengangguk. "aku kurang bisa mengatur waktu untuk olahraga apalagi semenjak aku kerja di kantor. Jadi aku selalu sempatin setiap pagi buat jogging. Bagaimanapun kita harus tetap menjaga kesehatan dengan olahraga kan?"
"hemm.." aku mengangguk.
"kita masuk yuk! Mungkin yang lain sudah pada nunggu buat sarapan. Setelah itu kan kita langsung cekout."
"ayo!" aku langsung bergegas berdiri dan hendak masuk menuju hotel.
"Clara.. kok buru-buru banget?"
Aku menghentikan langkahku dan berbalik. "katanya yang lain udah nunggu.."
Keanu memparcepat langkahnya menghampiriku. "iya, tapi tungguin aku dong. Emangnya gak mau kayak gini?"
Dia mengaitkan jari jemarinya di tanganku. Sepertinya itu menjadi hobby barunya.
Haish
Tapi aku memang selalu merasa aman dan nyaman saat dia melakukan itu. Lebih tepatnya, ketika aku bersamanya, aku selalu bahagia..
Dan kebahagiaan itu bisa dirasakan bahkan dengan hal-hal kecil seperti ini.
Ini menyenangkan!
__ADS_1