
“Apa kamu tidak berniat masuk Zefanya Alessandra.” Suara Gala mampu membuat Zefanya terkejut, langsung saja Zefanya permisi kepada Arya dan masuk ke dalam, Zefanya juga membawa paper bag yang berisi jas milik Gala yang tempo hari pria itu berikan.
Zefanya melangkah masuk ke dalam dan saat ini berada di depan meja Gala , pria itu duduk sambil memperhatikan Zefanya dari atas sampai bawah, dan ia melihat Zefanya membawa sesuatu.
“Kamu membawa sesuatu? Apa yang ada di tangan mu?” tanya Gala penasaran.
“Ini jas milik anda tempo lalu, saya sudah mencucinya.” Ujar Zefanya sambil meletakkan paperbag berisi jas tersebut di atas meja pria itu. Gala tersenyum ia berdiri lalu melangkah mendekati Zefanya .
“Zefanya silahkan duduk dulu, saya tau kalau kamu ingin membicarakan sesuatu.” Gala mempersilahkan Zefanya duduk di atas sofa. Ingat di atas sofa bukan pangkuannya.
“Terimakasih Pak.” Zefanya kemudian duduk di atas sofa tersebut, ia menarik rok nya ke bawah agar paha nya tidak kelihatan karena rok nya hari ini lumayan ketat, entah kenapa Zefanya merasa risih karena sejak tadi Gala terus memperhatikannya.
“Coba katakan kenapa kamu menemui saya?” tanya Gala yang masih terus menatap paha mulus Zefanya yang tampak terekspos.
Zefanya memberanikan diri menatap Gala yang duduk sambil menyilangkan sebelah kaki nya itu.
“Maaf Pak, saya tidak tau apa kesalahan yang saya perbuat sampai bapak mengeluarkan saya dari departemen keuangan? Saya merasa tidak melakukan kesalahan yang fatal selama ini.” Ujar Zefanya mengatakan yang sebenarnya jika selama ini dia tidak pernah membuat masalah sedikitpun.
Gala tersenyum kecil, hal itu semakin membuat Zefanya bingung.
“Kamu tidak salah, kesalahan mu yaitu kinerja mu yang sangat baik.” Kata Gala dengan enteng.
Zefanya mengernyitkan alisnya dan menatap Gala ia masih tidak paham maksud dari perkataan atasannya itu.
__ADS_1
“Maksud anda apa Pak?’ tanya Zefanya .
“Masih belum mengerti ternyata? Kemarin kamu menjelaskan laporan keuangan departemen mu dengan sangat baik, saya juga mendengar dari Bian bahwa kamu adalah salah satu karyawan yang tekun dan kinerja mu cukup baik bagi perusahaan.”
Zefanya terdiam ia tidak tau menjawab apa, jadi kenapa Gala mengeluarkan nya dari sana jika ia sudah baik.
“Jadi saya mengeluarkan mu dari sana dan memberikan posisi khusus untuk mu.” Jelas Gala membuat Zefanya terkejut bukan main.
“Posisi khusus? Tapi saya masih karyawan baru disini.”
“Bukan suatu masalah, biasanya posisi ini butuh seleksi yang ketat namun saya sudah memilihmu, saya memberikan mu posisi menjadi sekretaris saya.” Ujar Gala menurunkan sebelah kakinya dan menatap serius wajah Zefanya .
Mata Zefanya membulat sempurna, ia sangat terkejut dengan apa yang di katakan oleh Gala , apa itu? Sekretaris CEO? Posisi itu sangat keren bahkan semua karyawan berlomba-lomba untuk posisi tersebut, bahkan Zefanya tidak akan bisa membayangkan itu semua, tetapi sekarang pemilik perusahaan sendiri yang menawarkannya agar dirinya menjadi sekertaris CEO.
Gala tersenyum. “Memang benar tapi kamu bisa belajar, pekerjaan menjadi sekretaris itu lumayan berat, kamu akan menjadi tangan kanan saya setelah Bian , dan bisa menggantikan posisi saya jika ada rapat mendadak, saya akan mengajari mu jika kamu kamu menerima tawaran ini.” Jelas Gala tersenyum tipis.
Zefanya menatap dalam mata Gala , ternyata pria itu tidak menyeramkan seperti bayangan nya. Tapi Zefanya tidak bisa memberikan keputusan sekarang ia butuh izin dari suaminya. Zefanya tentu menginginkan posisi tersebut namun ia harus memikirkan Reno menjadi sekretaris artinya setiap berada di kantor ia harus siap siaga di dekat Gala dan akan sedikit melalaikan tugasnya menjadi seorang istri.
“Pak Gala bisakah anda memberi saya waktu, saya harus memikirkan nya.” Jujur Zefanya karena ia masih harus mempertimbangkan semuanya dan tidak bisa mengambang keputusan begitu saja tanpa persetujuan suaminya itu.
Gala tersenyum dan mengangguk, ia harus terlihat tulus sekarang, wanita naif tidak boleh di paksa. Jika tidak maka wanita ini akan jauh dari genggamannya.
“Tentu saja, saya harap kamu memberikan keputusan yang terbaik.”
__ADS_1
Zefanya juga ikut tersenyum. “Baiklah Pak, terimakasih saya permisi dulu.” Pamit Zefanya.
“Tunggu sebentar” ujar Gala menahan Zefanya.
Hal itu membuat Zefanya tidak jadi beranjak dari tempat duduknya. Gala berdiri dan berjalan menuju rak buku yang berada di belakang Zefanya. Ia mengambil salah satu buku disana dan berjalan ke arah gadis itu.
“Kamu bisa membacanya untuk persiapan jika seandainya setuju dengan penawaran saya.”
Zefanya merasa terkejut saat wajah Gala berada tepat di samping nya. Zefanya tersenyum dan menerima buku tersebut yang sepertinya berisi kiat-kiat dalam dunia bisnis. Sedangkan Gala sedang mengagumi keindahan wajah Zefanya dari samping, leher putih jenjang dan aroma harum tubuh Zefanya yang menguar dari jarak dekat membangkitkan hasrat Gala .
“Terimakasih Pak, saya akan membacanya, saya permisi dulu.”
Zefanya bangun dari sana dan berjalan keluar ruangan tersebut, ia tidak menyadari jika Gala tengah menyeringai tipis, Gala memejamkan matanya sebentar menghirup aroma Zefanya yang tersisa di sekitar sofa tersebut. Gala harus pura-pura baik untuk membuat Zefanya masuk ke dalam jebakan nya, wanita naif tidak menyukai paksaan, apalagi perhatian lebih karena Zefanya sendiri sudah memiliki seorang suami.
“Tunggu saja permainanku Zefanya , kamu pasti akan terjatuh dalam jebakanku ini, aku yakin jika kamu akan mudah berpaling dari suami miskin kamu itu mengingat dia tidak pernah membahagiakan apa lagi perhatian terhadap kamu.” Guman Gala sambil memainkan korek yang ada di tangannya.
“Wanginya, lehernya yang jenjang dan kulit mulusnya mampu membuat candu, tidak ada yang akan bisa memiliki Zefanya Eleanor selain Gala Madava Demario.”
Menyukai istri orang memang tidaklah salah, tetapi berusaha memilikinya itulah yang salah, Gala menggunakan kekuasaan untuk membuat Zefanya lebih terikat lagi dengan dirinya.
“Masa nikahin anak orang malah dibikin susah, seharusnya suami Zefanya itu lebih berusaha keras lagi untuk membahagiakan istrinya, udah tau Zefanya cantik malah di bikin susah, banyak lelaki diluaran sana yang mau membahagiakan Zefanya .”
“Apalagi selama ini Zefanya harus menahan semua keinginannya, seharusnya yang menjadi suaminya itu good looking dan good rekening, bukan pria yang Cuma modal janji, jaman sekarang mana ada wanita yang mau dijanjiin terus selain Zefanya .”
__ADS_1
“Semoga saja habis ini Zefanya bisa mempertimbangkan semuanya, hidup bahagia jauh lebih baik dari hidup menderita, aku yakin Reno tidak sebaik itu, bahkan disaat Zefanya hampir dilecehkan saja entah pria itu ada dimana, yang pasti dia tidak bisa menjaga istrinya.”