Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Arya


__ADS_3

"Zefa, Pak Arya datang" ucap Davira, mereka yang berada di ruangan tersebut semua berdiri dan membungkuk hormat, saat seorang pria tampan dengan senyuman memikat itu masuk, pria tinggi dengan senyuman lembut tersenyum ramah kepada semua karyawan disana. Kemudian pria bernama Arya Biantara itu menghentikan langkah nya tepat di depan meja Zefanya.


                         


"Selamat pagi Pak Arya." ucap Davira dengan senyuman lebar, Arya hanya membalas senyuman Davira dengan singkat dan beralih ke arah Zefanya.


                         


Zefanya hanya tersenyum kecil menatap direktur tampan itu. Pria itu meletakkan sebuah paper bag hitam kecil berlogo brand terkenal di meja Zefanya, hal itu membuat Zefanya terkejut dan merasa tidak enak, Davira membulatkan matanya melihat hal itu.


                         


"Pak Arya..." ucapan Zefanya terpotong


                         


"Ini buat kamu, saya membeli nya saat perjalanan bisnis di Italia kemarin, semoga kamu suka dengan pemberian saya."


                         


"T-tapi ini terlalu berlebihan, aku.." Pria bernama Arya Biantara itu tersenyum.


                         


"Jangan selalu menolak, jika berkasnya sudah selesai antarkan keruangan saya"


                         


"Baik Pak" jawab Zefanya dengan sopan.


                         


Arya tersenyum dan hendak melanjutkan langkah kaki nya, namun langkah kakinya kembali terhenti.


                                                               


"Ah iya, jangan menyuruh orang lain mewakili mu mengerti, harus kau sendiri yang mengantarnya ke ruangan saya."


                         


Zefanya hanya mengangguk kaku, kemudian pria itu sudah berlalu dan masuk ke dalam ruangan nya sendiri. Zefanya menghela nafas panjang,ia merasa tidak enak, bahkan saat ini ia sudah menjadi pusat perhatian. Davira yang melihat hal itu tersenyum dan menyenggol bahu Zefanya.


                         


"Astaga! Zefanya Eleanor, Pak Arya sepertinya tertarik sama kamu, dia sangat tampan, masih muda, aku dengar juga masih lajang, tunggu apalagi Zefa sikat!" seru Davira dengan semangat. Tentu saja semangat, Davira kan penggemar pria tampan,mapan dan kaya.

__ADS_1


                         


Zefanya hanya diam dan menghela nafas kasar, entah apa yang dia rasakan saat ini, antara terkejut, tidak enak, dan lainnya.


                       


"Tidak boleh begitu, lagian mana mungkin Pak Arya tertarik sama aku." ucap Zefanya.


                         


Davira rasanya ingin mati di tempat dan kemudian mencekik Zefanya. "Ah sudah lah, bicara sama kamu tidak guna, aku harus melihat apa isi nya."


                       


Davira meraih paper bag di atas meja Zefanya, ia sangat penasaran karena brand tersebut adalah salah satu brand aksesoris mewah. Davira membuka paper bag itu dan isi nya sebuah kotak yang juga brand mewah tersebut, kemudian Davira berdecak kagum saat melihat isinya sebuah cincin sederhana namun sangat indah dan elegan, model nya tidak terlalu mencolok.


                         


"Astaga Zefa, ini benar-benar sangat indah, harga nya pasti mahal" ujar Davira memutar-mutar kotak cincin tersebut.  


                


Zefanya yang melihat Davira memegang cincin itu, ia sama sekali tidak tertarik, walaupun cantik dan harganya fantastis.


                         


                         


"Sebaiknya ambil untuk mu saja, nanti mas Reno marah sama aku, apalagi aku memakai barang pemberian pria lain." ujar Zefanya menolak cincin mahal itu.


                       


Davira memejamkan matanya, dan menarik nafas panjang, ia benar-benar kesal akan kebodohan temannya itu.


                       


"Fiuh... Zefanya Eleanor aku tidak tau otak mu terbuat dari apa, barang ini sudah jelas harganya jutaan, bahkan bisa mencapai puluhan juta atau ratusan, suami kamu sendiri saja belum tentu sanggup memberikan nya, dan kamu tau siapa yang memberikan ini, Manager Arya Biantara! Manager, Zefa. Aku tidak habis pikir dengan pikiranmu itu!!" pekik Davira kesal dan serasa ingin mencakar wajah polos temannya itu.


                         


Zefanya menundukkan kepala mendengar teriakan Davira di telinga nya. "Tidak perlu barang seperti itu, cinta saja sudah cukup bagiku!"


                         


"Hah?! Cinta? Ini sudah tahun 2022 dimana-mana harus ada uang, bahkan kamu mau pipis ke toilet umum saja pakai uang, tidak ada cinta yang bertahan jika tanpa uang!" ujar Davira dengan emosi, baginya cinta cuma belakangan, percuma jika cinta tapi susah, cinta bisa tumbuh belakang, tapi harta tidak bisa belakangan.

__ADS_1


                         


Zefanya sudah kebal dengan ceramah Davira, ia tetap pada pendirian nya. Yaitu setia kepada Reno suami tercintanya. Ya walaupun selama ini Reno belum pernah membahagiakannya dengan materi.


                         


"Ada buktinya aku dan Mas Reno, dia setia dan aku juga." ujar Zefanya.


                         


"Kalian juga tidak akan bertahan lama, kamu ingin bertaruh? Jika kamu tidak bertahan maka kamu harus memberikan aku uang seratus juta, dan juga sebaliknya jika kamu bertahan, maka aku yang akan kasih kamu seratus juta."


                       


Entah kenapa Zefanya merasa tertantang ia merasa Reno selalu di remehkan oleh Davira, padahal suami nya itu pria yang baik sederhana dan penyayang.


                       


"Oke, siapa takut! Aku akan setia dengan Mas Reno sampai kapan pun." ujar Zefanya menerima tantangan dari Davira.


Menurut Zefanya, menikah itu soal hati bukan hanya sekedar materi.


Materi itu penting, sebagai aset masa depan. Tapi jika hati tidak mengehendaki, apa bisa di pertahankan?


Terkadang tanpa kita sadari , kita menilai seseorang dari kendaraan apa yang dibawanya , pekerjaan apa yang sedang ditekuni , rumah seperti apa yang ditinggalinya bahkan kita menilai seseorang dari sekaya apa keluarga besarnya. Padahal menikah itu bukan hanya perkara dunia saja. Ada yang lebih penting , yang harus di perjuangkan mati-matian , yaitu Hati.


Kamu bisa menjadi orang yang kaya harta namun tidak bahagia. Mengapa? Karena kamu tidak memilih dengan hati. Kamu bisa menjadi orang sederhana yang hanya memiliki tak seberapa tapi merasa bahagia luar biasa. Mengapa? Ya karena kamu memilih dengan hati.


Menikah itu perkara mudah. Hidup bersama setelah hari pernikahan itu yang susah. Menyelaraskan kebiasaan-kebiasaan ajaib yang tidak kita temui dikala perkenalan , kadang membuat diri merasa tertipu. Tapi jika kamu mengikutkan hati di kehidupan bersama setelah pernikahan , kamu akan tertawa. Keajaiban pasanganmu adalah awal kebahagiaanmu.


Materi itu penting. Tapi hati yang menentukan , apakah akan bertahan atau ditinggalkan?


Sekali lagi , percayalah jika hatimu tidak ragu maka sesungguhnya materi pun tidak akan menyulitkan mu. Mungkin setelah menikah , banyak hal yang tidak bisa kamu lakukan seperti waktu kamu masih sendiri. Tapi bukankah menikah itu berdua? Jadi buat apa masih meributkan hal lama yang hanya kamu lakukan sendiri?


                         


"Deal" Davira mengulurkan tangan nya, kali ini benar-benar kesal.


                       


"Dea!" Zefanya menjabat tangan Davira dan itu berarti mulai detik ini taruhan mereka telah resmi.


                                               


Zefanya tersenyum. "Aku menunggu 100 juta nya"

__ADS_1


                       


Kedua wanita saling tersenyum sebelum akhirnya fokus ke layar komputer masing-masing. Zefanya melihat di ponsel nya tidak ada pesan masuk satupun dari Reno.


__ADS_2