Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Ciuman


__ADS_3

“Zefanya kamu sudah datang? Mari masuk, maaf merepotkan mu siang-siang begini.” Kata Gala mempersilahkan agar Zefanya masuk.


“Tidak usah sungkan Pak, ini juga bagian dari pekerjaan saya.”


Zefanya mengikuti langkah Gala masuk ke dalam, Zefanya ternganga melihat ruang tamu yang sangat luas seperti lapangan sepak bola, lantai nya marmer mahal, perabotan Gala tidak terlalu banyak namun Zefanya yakin harga nya pasti mahal. Saat ini Zefanya terlihat seperti orang norak karena terus menganga dan matanya tak henti berbinar karena interior rumah Gala.


“Zefa, mana filenya?”


“Sebentar Pak.”


Zefanya buru-buru merogoh tasnya, ia menyerahkan flashdisk berisi data-data kantor kepada pria itu, Gala langsung memasukkan ke dalam laptop nya, Zefanya juga ikut duduk di sebelah Gala sambil memperhatikan setiap benda yang berada di di rumah Gala.


“Pak Gala tinggal di rumah sebesar ini sendirian?” tanya Zefanya.


Gala mengangguk. “Saya baru-baru saja tinggal disini, semenjak kembali dari Singapura.”


Zefanya mengangguk. “Apakah bapak nggak kesepian?”


Gala tertawa. “Kesepian, tapi saya kan lebih sering di kantor dari pada di rumah.”


“Iya juga, bapak kan sering menghabiskan waktu di kantor.” Gala menoleh ke arah Zefanya, wanita itu tetap menawan tanpa make up dan pakaian sederhana.


“Zefa bagaimana keadaan mu? Apakah sudah sembuh?” tanya Gala.


Zefanya mengangguk. “Sudah Pak, sekali lagi terimakasih untuk kemarin, dan kenapa anda tidak berada di kantor?”


Pertanyaan Zefanya yang mendadak membuat Gala menatap ke arah gadis itu untuk beberapa saat.


“Saya pulang lebih awal, karena Bian membutuhkan file penting ini, aku sudah mengirim untuk nya dan dia yang akan menggantikan saya rapat nanti.”

__ADS_1


Zefanya mengernyitkan alisnya. “Kenapa tidak Pak Gala sendiri yang menghadirinya?”


Gala tersenyum. “Ternyata kamu cerewet juga ya, saya adalah CEO jadi saya bebas melakukan apapun Zefa.”


Zefanya mengatupkan bibir nya, baru kali ini Gala mengatakan nya cerewet. Padahal semuanya hanya alasan Gala agar bisa melihat Zefanya, seharian ia merasa sangat bosan di kantor jika tidak ada Zefanya.


Gala tersenyum dan bangun dari posisi duduk nya menuju ke arah pantry.


“Kamu sudah makan siang? Saya bisa membuatkan mu sesuatu.”


Zefanya merasa tertarik ia melihat Gala sedang mengeluarkan bahan-bahan makanan dari kulkas. Ternyata pria itu bisa memasak? Sungguh Gala definisi pria yang sangat sempurna menurut Zefanya.


“Pak Gala bisa memasak?” tanya Zefanya.


“Sedikit, saya tidak tau masakan saya enak bagi orang lain atau tidak.” Ujar Gala sambil memotong-motong sayuran nya, pria itu terlihat sudah sangat akrab dengan peralatan dapur.


Zefanya masih tidak menyangka dengan pertemuan pertama mereka, hingga akhirnya menjadi sekretaris pria itu, Zefanya benar-benar sangat malu jika mengingat pertemuan pertama mereka, seandainya saat itu Zefanya tau kalau Gala adalah boss nya sudah pasti ia tidak tau menaruh mukanya dimana.


“Ya ampun Pak, ini benar-benar sangat hebat, daging nya enak”. Ucap Zefanya, ia mencicipi masakan lain nya, Zefanya menggelengkan kepalanya dua kali semuanya lezat dan layak di sebut makanan, bahkan masakan nya saja masih kalah di bandingkan Gala.


“Pak apakah anda pernah ikut kursus memasak kenapa semua nya enak.” Ucap Gala sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.


“Tidak pernah, saya terlalu lama tinggal sendirian makanya lumayan bisa memasak.”


Zefanya hanya menganggukkan kepalanya. Gala tersenyum melihat Zefanya yang terlihat lahap, sempat terlintas di benak Gala memasukkan obat perangsang saja ke dalam minuman ataupun makanan, namun Gala menepis semua niatnya, semuanya masih terlalu cepat.


Zefanya mencuci piring di wastafel ia tidak enak sudah makan gratis tapi tidak melakukan apapun. Gala melihat Zefanya yang sedang mencuci piring tersebut, pria itu berjalan dan mendekat ke arah Zefanya sambil membawa sebuah gelas di tangan nya.


Zefanya tidak sadar bahwa Gala sudah berada di belakang nya sekarang. Dengan perlahan Gala meletakkan gelas tersebut di wastafel, hal itu membuat Zefanya terkejut karena jarak Gala saat ini sangat dekat dengan nya. Zefanya pun akhirnya menoleh, langsung saja mata mereka beradu tatap.

__ADS_1


Tangan Gala terulur menyentuh kran air dan mematikan nya sehingga tidak terdengar lagi gemericik air, hal itu membuat jantung Zefanya berdebar, tangan Gala kemudian mendarat di bibir Zefanya, ibu jari nya menekan bibir bawah Zefanya yang tidak ada lagi lipstik tersebut.


“Pak Gala.” Lirih Zefanya.


Tatapan Gala seolah terlihat berbeda, Zefanya merasa bahwa nafas nya sesak hanya karena di tatap oleh Gala secara intens dan dalam terlebih usapan jemari tangan Gala terasa dingin di permukaan bibir nya, Gala sudah sangat penasaran ingin merasakan bibir Zefanya.


“Saya suka bibir kamu Zefa, terlihat manis.” Desis Gala tepat di depan wajah Zefanya. Zefanya menelan salivanya saat mendengar suara Gala dengan nada rendah itu.


“Bolehkan saya merasakan bibir ini?”


Zefanya merasa semuanya bagaikan mimpi, terjadi begitu saja saat bibir Gala memagut bibir nya dengan pelan. Zefanya merasa panik dan jantung nya berdegup kencang, tangan nya mencoba memberontak, namun Gala meraih kedua tangan Zefanya dan menggenggam nya dengan erat.


Lalu Gala ******* habis bibir Zefanya dengan menggebu-gebu, mengigit bibir bawah dan atas itu secara bergantian, ini benar-benar gila Zefanya merasa seluruh tubuhnya lemas menerima ciuman panas Gala.


Zefanya memejamkan matanya, Ciuman yang di berikan Gala begitu panas, membara dan menggelora membuat tubuh Zefanya seperti terbakar.


Zefanya mendorong sedikit tubuh Gala karena ia kehabisan nafas, Zefanya menunduk dan merasa sangat bingung sekarang. Gala memagut bibir Zefanya kembali, namun Zefanya memalingkan wajahnya, alhasil ciuman Gala mengenai pipi gadis itu.


“P-pak Gala j-jangan seperti ini.”


“Kenapa? Jangan takut.” Ucap Gala sambil menyentuh pinggang Zefanya.


Wanita itu menjauh dan menggelengkan kepalanya, Zefanya tidak bisa membiarkan Gala melakukan hal seperti ini lagi, ia tidak mau hasrat yang di pendam nya meledak.


“M-maaf saya harus pulang sekarang.”


Zefanya menyingkirkan tangan Gala, setelah itu ia mengambil tas nya di meja makan dan berlari meninggalkan Gala sendirian.


Gala memejamkan mata dan menghela nafas nya kasar.

__ADS_1


“Dasar bodoh, Seharusnya kamu bisa lebih sabar lagi Gal.”


Gala menghela nafasnya, ia merutuki dirinya yang tergesa, tapi ia memang tidak tahan melihat bibir penuh Zefanya, dan rasanya benar-benar sangat manis, lembab dan membuat candu. Ini gila, pasti Zefanya akan merasa canggung dan tidak nyaman, tapi Gala akan membuat Zefanya nyaman, kali ini ia akan melangkah lebih cepat.


__ADS_2