Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Shopping


__ADS_3

Setelah menerima gaji pertamanya Zefanya memutuskan pergi bersenang-senang bersama Davira, Zefanya membeli apapun yang di inginkan mulai dari pakaian, sepatu tas dan make up, Zefanya tidak menahan diri nya lagi, hal itu membuat Davira heran bahkan gadis itu sempat terkejut saat Zefanya bercerita gaji pertamanya satu milyar dalam sebulan, langsung saja isi pikiran Davira negatif, ia yang menjadi sugar baby saja sebulan tidak sampai segitu. Kenapa Zefanya yang menjadi sekertaris gajinya bisa sebesar itu.


“Davira kamu tidak mau beli sesuatu? Aku yang bayar.” Ucap Zefanya sambil memilih-milih atasan yang cocok untuk nya. Davira menggeleng.


“Aku mau di traktir makan saja Zefa.” Kata Davira.


Zefanya tersenyum. “Setelah ini kita makan.” Sahut Zefanya.


Saat ini keduanya sedang berada di Mall dan Zefanya menenteng 10 paperbag dengan logo brand terkenal, ia juga ingin merasakan memakai pakaian mahal, Zefanya juga membelikan nya untuk Reno, 1 milyar tidak akan habis jika di foya-foya sedikit pikir Zefanya.


Akhirnya mereka memutuskan makan malam di salah satu restauran Jepang yang cukup terkenal. Davira menyantap makanan nya ia menatap ke arah Zefanya yang terlihat ceria bahkan sangat bersemangat.


“Zefanya....” panggil Davira.


“Hem ada apa Na?” tanya Zefanya yang masih menikmati makanannya.


“Apa kamu telah menjadi baby girl Pak Gala?” tanya Davira langsung.


Uhuk!!?

__ADS_1


Langsung saja Zefanya tersedak dan buru-buru meminum air putih nya, ia meraih tissue dan mengelap mulutnya yang basah. Davira memicingkan matanya curiga ke arah Zefanya.


“H-hei apa-apaan? Mana mungkin aku jadi simpanan nya!” bantah Zefanya, jangan sampai Davira tau apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Gala. Itu semua bisa membuat Davira terkejut pastinya.


Davira mengangguk. “Tapi kamu terlihat panik, apa sudah terjadi sesuatu di antara kalian.” Tanya Davira lagi, dia masih sangat penasaran karena biasanya Zefanya akan menahan diri untuk membeli sesuatu.


Zefanya mengumpat dalam hati, Davira memang blak-blakan, namun Zefanya tidak bisa memberitahu rahasia nya kepada siapapun termasuk Davira.


“Tentu saja tidak ada, kamu pikir apa yang kami lakukan? Pak Gala mengatakan gaji bulan pertama ada bonus tambahan makanya banyak, apalagi aku berhasil meyakinkan Mr. William untuk bergabung bersama perusahaan kita.” Jelas Zefanya dengan tenang agar Davira tidak berpikir lagi yang tidak-tidak tentang dirinya.


Davira hanya mengangguk dan berusaha percaya, walaupun ia tidak percaya, di dunia ini tidak akan ada pria yang baik dan membuang uang Cuma-Cuma jika tidak ada sesuatu yang di inginkan, Davira tersenyum ia hanya tinggal menunggu Zefanya jujur sendiri padanya. Davira bukanlah orang yang bisa dibohongi.


Zefanya hanya berdehem, ia sudah merasakan semuanya betapa kasar nya Gala. Langsung saja Zefanya merapatkan paha nya jika mengingat hal itu lagi. Zefanya menggelengkan kepalanya pelan agar tidak memikirkan lagi malam panas waktu itu.


“Itu tidak mungkin kan aku sudah ada Mas Reno, lagi pula Mas Reno sekarang sudah bekerja di Arthayasa grup.” Jelas Zefanya memberitahu Davira agar wanita itu tidak selalu merendahkan suaminya.


Davira membulatkan matanya. “Wah keren Zefa, selamat Zefa akhirnya Reno mendapatkan pekerjaan yang keren, jika sudah seperti itu sebaiknya kamu wajib setia dengan Reno, tapi jika suami kamu masih sibuk dan jarang perhatian, kamu sebaiknya beralih ke Pak Gala saja yang sudah pasti.” Kata Davira di depan Zefanya. Entah dari dulu kenapa dirinya sangat tidak menyukai Reno.


“Sebenernya apa yang membuat mu tertarik sama Pak Gala sih Ra?” tanya Zefanya heran, pasalnya Davira selalu saja memuji-muji atasannya itu, dulu saja Davira selalu memuji Arya, tetapi sekarang malah memuji-muji Gala. Apakah Davira hanya akan memuji-muji pria kaya saja?

__ADS_1


“Mata kamu emang udah ketutup Zefa, kamu masih bertanya? Aku jelaskan yang pertama tentu karena dia kaya dan harta nya tidak akan habis 7 keturunan, tujuh tanjakan dan tujuh belokan, yang kedua dia tampan, dan kadar ketampanan nya melebihi batas, perhatikan dengan baik seluruh bagian tubuh nya tampan termasuk seksinya itu, yang ketiga dominan, aku yakin pria seperti Pak Gala pasti akan panas di atas ranjang aku bisa melihat dari gesture nya, dan kamu tidak akan menemukan menemukan ketiga hal ini dalam diri seorang pria secara bersamaan, hal ini sangat langka Zefa.” Jelas Davira lagi-lagi malah membayangkan gestur tubuh Gala.


Zefanya hanya diam apa yang di katakan Davira memang fakta, Gala panas, liar dan menantang. Bahkan Zefanya saja sampai kewalahan menangani keganasan Gala, tapi dibalik itu semua Zefanya senang karena dibuat tidak berdaya dibawah Gala.


“Maka dari itu, lelaki seperti Pak Gala patut di lestarikan Zefa, populasi nya sangat langka.” Lanjut Davira.


“Jika Pak Gala menawari mu menjadi baby girl nya apakah kamu mau Na?” tanya Zefanya membutuhkan jawaban Davira.


Davira membulatkan matanya dan menatap ke arah Zefanya. “Oh Ya ampun ini gila, tentu saja aku mau tanpa pikir panjang, bayangkan saja uang bulanan lancar, liburan ke luar negeri, belanja barang branded dengan sesuka hati, di tambah wajah nya yang tampan dan nikmat nya di ranjang, sudahlah aku tidak akan melepaskan nya lagi, kebanyakan dijaman sekarang kaya tapi tua, lihatlah Pak Gala jauh diatas kasar ketampanannya.” Jawab Davira dengan tegas.


Davira langsung larut dalam khayalan nya jika ada yang modelan serupa seperti Gala. Zefanya hanya diam ia baru saja membuang kesempatan itu, namun Zefanya memang tidak harus menerimanya, ia harus ingat Reno, Gala hanya membuat nya bahagia sementara karena nafsu.


“Sudahlah jangan berpikir kotor Na, aku yakin kamu pasti sedang membayangkan hal yang tidak-tidak tentang Pak Gala.”


“Ck! Kamu merusak khayalan aku Zefa, oh iya Pak Arya juga sering menanyakan kamu, aku sampai bosna setiap hari ditanyai terus.” Ujar Davira mengingat jika Arya setiap hari selalu menanyakan keadaan Zefanya kepadanya membuatnya jengah.


“Sudahlah jangan diladeni, lagian ngapain Pak Arya nanya-nanya terus.”


“Ya karena kalian sekarang jarang bertemu, bukannya biasanya Pak Arya selalu memberikan kamu hadiah.”

__ADS_1


Zefanya mendengus kesal, pasti setiap berkumpul dengan Davira selalu saja membahas tentang pria-pria.


__ADS_2