
Reno memperhatikan Gala secara detail bahkan tampang dan penampilannya saja sudah membuat Reno berkecil hati, namun ia tidak boleh seperti ini Zefanya adalah istrinya, ia berhak akan hal itu.
“Pak Reno apa yang ingin anda bicarakan sampai ingin bertemu secara langsung?” tanya Gala ramah agar Reno bisa menilai bahwa dirinya tidak searogan yang ia pikirkan.
“Begini Pak Gala, sebenarnya Mas Reno...” Zefanya ingin membantu menjelaskan kenapa suaminya ingin bertemu dengan dirinya, tetapi ucapannya langsung terpotong begitu saja.
“Pak Gala, saya tidak ingin mengatakan banyak hal, yang perlu anda ketahui Zefanya sudah memiliki suami, dan saya adalah suaminya.” Ucap Reno dengan gentle sambil merangkul bahu Zefanya, hal itu membuat Zefanya terkesiap, Reno terlalu to the point.
Gala tersenyum ia memandang ke arah Reno, pria itu memiliki tampang yang lumayan dengan tinggi badan yang proposional tapi apakah tampang saja cukup di jaman sekarang?.
“Saya mengerti maksud anda, tapi anda tidak perlu khawatir, posisi yang saya berikan kepada Zefanya sangat cocok, hal itu tidak seperti yang anda bayangkan, Zefanya bukan asisten pribadi tetapi sekretaris yang akan mengurus semua hal yang menyangkut tentang perusahaan.” Jelas Gala
Reno mendengar penjelasan Gala dengan seksama, wajah Gala terlihat jelas serius dengan pekerjaan, dan tidak memiliki niat lain terhadap wanitanya.
“Dan saya juga tidak sembarangan pilih akan posisi ini, Zefanya cocok karena ia memiliki kualitas, pintar dan cerdas, walaupun masih karyawan baru saya rasa posisi sekretaris cocok untuk nona Zefanya Alessandra.”
Reno tidak bisa mencari celah apapun, Gala terlihat meyakinkan, bahkan Reno semakin yakin Gala memilih Zefanya karena kinerja nya yang baik sebagai karyawan baru. Reno juga bisa melihat bahwa Zefanya sangat menginginkan posisi itu, gaji nya juga lebih tinggi dari karyawan biasa.
“Baiklah, aku rasa Zefanya bisa bekerja sama dengan anda Pak Gala, tolong ajari Zefanya dengan baik.” Kata Reno yang sudah pasrah.
Gala tersenyum. “Tentu saja Reno, maaf sebelumnya bolehkan saya tahu tentang pekerjaan anda?” tanya Gala hati-hati, padahal dirinya sudah mengetahui status Reno.
Senyuman Zefanya mendadak menghilang, karena ia tau jika Reno sangat sensitif soal pekerjaan.
“Hanya seorang karyawan biasa.” Jawab Reno.
“Wah bagus, tentunya Pak Reno bisa bekerja dari nol hingga nanti sukses, bukannya itu lebih baik dari pada langsung sukses tanpa tau proses.” Ujar Gala.
Reno hanya mengangguk dan tersenyum baru kali ini ada yang memujinya.
“Terimakasih Pak Gala”
Zefanya merasa kagum kepada Gala, selama ini suaminya itu selalu di remehkan, namun Gala malah memuji nya, Zefanya jadi merasa bersalah karena selama ini salah menilai pria itu, ternyata dibalik muka dingin pria itu, Gala adalah orang yang baik.
Zefanya bahkan senang saat melihat Reno nyaman mengobrol bersama Gala, padahal mereka baru pertama kali bertemu. Hingga akhirnya ponsel Reno berbunyi, pria itu pun mengangkat panggilan nya.
__ADS_1
“Halo Vin..”
“Oke baiklah aku kesana sekarang”.
Reno menatap ke arah Zefanya, gadis itu seolah mengerti bahwa Reno akan pergi.
“Sayang maafkan aku, sepertinya aku harus pergi sekarang karena Vino menunggu ku di tempatnya, kamu bisa pulang sendiri saja ya.” Ujar Reno.
Zefanya menghela nafasnya kasar, kemudian tersenyum dan mengangguk.
“Aku bisa pulang naik taksi, pergilah.” Jawab Zefanya.
Resa tersenyum dan mengusap rambut Zefanya. Dengan pelan.
“Pak Gala terimakasih untuk hari ini, saya permisi dulu.” Kata Reno dengan sopan.
Gala tersenyum. “Baiklah, hati-hati Pak Reno.”
Reno langsung bergegas keluar dari cafe tersebut dan menaiki motornya lalu pria itu berangkat dengan cepat. Saat ini hanya tinggal Zefanya dan Gala yang berada di tempat itu. Zefanya merasa canggung saat ini, sebaiknya ia langsung pulang.
“Baiklah, saya akan mengantar mu.” Jawab Gala, ia juga ikut berdiri saat Zefanya berdiri. Zefanya merasa kikuk ia merasa tidak enak.
“Tidak usah Pak, saya bisa naik taksi saja.” Ujar Zefanya yang berusaha menolak halus tawaran Gala.
Gala tersenyum. “Saya akan mengantar mu.”
Zefanya akhirnya pasrah tidak enak juga menolak Gala sebagai atasan nya. Pria itu berjalan ke arah meja kasir dan membayar tagihan pesanan mereka. Zefanya mengikuti langkah Gala keluar dari tempat itu.
Akhirnya Zefanya berada dalam satu mobil dengan Gala, Zefanya merasa nyaman di dalam mobil Gala kursi nya empuk, benar-benar jauh berbeda dibandingkan naik motor.
“Zefanya, suamimu sepertinya sangat baik, jarang sekali ada pria seperti Reno, bahkan dia rela bertemu dengan saya hanya karena ingin memastikan istrinya baik-baik saja.” Ujar Gala memecah keheningan di antara mereka, hal itu membuat Zefanya menoleh.
“Hem Mas Reno memang baik, maka dari itu saya setia dengannya, bagaimana dengan pasangan Pak Gala? Saya rasa pasti wanita itu juga beruntung memiliki pria baik seperti Pak Gala.” Ucap Zefanya.
Gala tersenyum. “Aku sepertinya kurang beruntung, karena belum mendapatkan yang tepat sampai sekarang.” Jawab Gala.
__ADS_1
Zefanya hanya mengangguk, dan merasa sedikit terkejut pria sempurna seperti Gala belum memiliki pasangan? Sungguh sangat Mustahil menurut Zefanya.
“Berhenti Pak, disini saja. Rumah saya masih masuk ke dalam.” Kata Zefanya.
Gala menghentikan mobil nya, ia menatap ke arah gang tersebut, ternyata Zefanya tinggal di tempat yang jauh dari kata layak, Gala tidak menyangka karena gadis itu terlihat oke secara penampilan dan wajahnya sangat mendukung.
“Kamu tinggal disini?” tanya Gala yang sedikit terkejut akan tempat tinggal Zefanya.
Zefanya mengangguk, entah kenapa ia merasa sedikit malu dengan Gala, padahal ia biasa saja saat Arya juga mengantarkannya pulang waktu itu.
“Terimakasih atas tumpangannya Pak .” Ujar Zefanya dengan ramah.
“Ingin saya antarkan sampai ke dalam?” tanya Gala.
Zefanya menggeleng dengan keras, manusia seperti Gala tidak cocok masuk ke sana, bagaikan langit dan bumi, perbedaan nya terlalu mencolok.
“Tapi saya ingin masuk ke dalam, biar saya tau rumah kamu yang mana.” Ujar Gala sedikit memaksa.
“Tapi Pak....”
Zefanya memejamkan matanya pasrah saat Gala sudah turun dari mobil dan berjalan kaki masuk ke dalam gang tersebut. Zefanya pun mengekori pria itu dari belakang dan mensejajarkan langkahnya dengan Gala.
Rasa-rasanya Zefanya semakin kagum saja dengan sikap ramah Gala. Baru kali ini Zefanya merasa kagum selain kepada Reno.
Saat Arya yang mendekatinya, Zefanya selalu berusaha menghindar dan bisa menolak ajakan atau ucapan pria tersebut. Namun berbeda dengan Gala. Seakan tersihir oleh paras dan ketampanannya, Zefanya selalu saja patuh akan ucapan pria itu.
Zefanya menatap Gala atas dasar kekaguman nya kepada beliau. Sosok Gala Di mata Zefanya begitu membuat Zefanya takjub, dan hal itu memicu Zefanya untuk bisa berbuat lebih banyak di usia muda untuk karirnya.
Mengagumi atasan di kantor itu bisa jadi positif ataupun negatif. Tergantung bagaimana Zefanya menyikapinya. Bisa jadi malah kagumnya berubah menjadi rasa cinta. Jatuh cinta pada atasan. Kalau Zefanya sih menghindari yang namanya jatuh cinta dengan atasan karena, apalagi status Zefanya adalah istri orang.
Kepemimpinan Gala tak perlu diragukan lagi. Zefanya serasa berhadapan dengan kamus berjalan. Segala topik menjadi bahasa obrolan mereka dari mulai pekerjaan, objek wisata, perekonomian hingga sedikit politik.
Biarpun orangnya enak diajak berbicara ataupun bercanda, tetap Zefanya tetap menjaga sikap terhadapnya dan merasa segan. Walaupun merasa akrab ia juga harus terlihat profesional.
Bahkan Reno saja bisa percaya kepada Gala seolah memang Gala adalah pria yang sangat baik.
__ADS_1