Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
menerima tawaran


__ADS_3

Zefanya merasa bingung atas pertanyaan Gala, ia bingung harus menjawab apa, Zefanya masih memikirkan Reno walaupun saat ini mereka sedang bertengkar. Namun sorot mata Gala seolah begitu menginginkan nya, dan membuat hati dan pikiran Zefanya semakin bimbang.


“Gal...Aku...”


Suara pintu yang tiba-tiba terbuka membuat ucapan Zefanya terpotong.


“Brengsek! Dasar tidak tau diri lo Gal!”


Bian langsung menutup mata dengan telapak tangan nya. Zefanya merasa terkejut dengan kedatangan Bian, ia langsung buru-buru bangun, ia merasa sangat terkejut sekaligus malu sekarang. Gala memejamkan matanya kesal.


“Silahkan lanjut, gue nggak lihat, gue nggak lihat apapun kok.” Bian masih menutup mata dengan telapak tangan nya. Zefanya yang merasa malu pun buru-buru berlari keluar dan melewati Bian begitu saja. Zefanya mengumpat dalam hati, bagaimana bisa Bian datang tiba-tiba.


Setelah Zefanya pergi barulah Bian melepaskan tangan nya, ia mengintip Zefanya yang sudah turun ke lantai bawah. Bian langsung masuk ke dalam kamar Gala dan mendekati pria itu.


“Dasar pria mesum! Sudah sejauh apa hubungan kalian?” tanya Bian penasaran, Gala hanya menghela nafas kasar.


“Sejauh yang lo lihat, lo sangat menganggu, Bi.”


Bian sangat penasaran soal hal-hal kecil, apalagi tentang kehidupan Gala.


“Gue Cuma mau tau, bahkan lo sudah berani membawa nya ke rumah, lo benar-benar gila.” Maki Bian.


Gala menyeringai. “Sebentar lagi juga gue bakal dapetin dia.”


Bian mengangkat sebelah jempol nya ke arah Gala, kemudian pria itu duduk di atas ranjang.


“Gue datang kesini untuk memastikan keadaan lo, apakah kambuh lagi?”


“Sedikit.” Jawab Gala.


“Sebaiknya lo balik lagi ke singapura, mungkin lo belum sembuh total, gue siap kok jadi CEO lagi di perusahaan lo.”

__ADS_1


Gala menatap Bian sambil menaikkan alisnya, sedangkan Bian menyengir lebar.


“Dalam mimpi lo, lo seharusnya terima nasib lo”


Bian menghela nafas lesu. “Ck! Bilang aja lo nggak bisa meninggalkan sekretaris seksi lo itu kan?”


Bisik Bian. “Ck diam lo, karena lo datang tiba-tiba jadi Zefanya merasa malu.”


Bian mendekatkan tubuh nya ke arah Gala dan menatap pria itu.


“Katakan bagaimana pengalaman bercinta dengan nya? Sampai lo sangat ingin mendapatkan nya”


“Rahasia, nanti lo malah bayangin dia lagi.”


“Ck sialan, gue kan Cuma ingin tau.”


Gala tidak memperdulikan Bian, yang jelas bercinta dengan Gala tidak bisa di jabarkan dengan sepatah kata, wanita itu membuat hasrat nya menyala-nyala seperti terbakar.


Zefanya sudah menunggu 40 menit namun tidak ada tanda-tanda kedatangan Reno. 5 menit lagi kereta pertama akan segera berangkat. Zefanya terus mencoba menghubungi Reno namun pria itu tidak mengangkatnya. Hingga akhirnya kereta pertama tiba dan penumpang menaiki kereta tersebut, Zefanya memilih duduk disana dan terus menghubungi Reno.


“Mas Reno kamu dimana... Please angkat telfon nya..”


Namun Reno tidak menjawab panggilan Zefanya. Akhirnya Zefanya hanya bisa sabar menunggu, ia takut jika pergi maka Reno akan datang dan pria itu kecewa, jadi Zefanya memilih tetap menunggu hingga Reno datang.


Kereta demi kereta terus berlalu hingga waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Zefanya masih duduk disana walaupun ia sudah menunggu selama 4 jam, Zefanya menunduk lesu, apakah Reno benar-benar tidak datang?Panggilan Zefanya sampai sekarang tidak di angkat.


Reno berjanji akan mengajaknya berlibur di hari ini, tetapi pria itu tak kunjung datang, padahal Reno menyuruh Zefanya duluan karena dia mendadak ada pekerjaan. Zefanya menunduk dan air matanya jatuh, Reno ingkar janji. Zefanya merasakan ponsel nya berbunyi panggilan dari Reno, Zefanya memutuskan mengangkat nya.


“Sayang maafkan aku, aku tidak bisa datang karena ada masalah pada perusahaan.”


Zefanya tersenyum miris. “Ya sudah, aku juga berada di rumah Davira, selesaikan urusan mu.”

__ADS_1


Zefanya mematikan ponsel nya, ia kemudian menangis merasa kecewa sekali dengan Reno, selalu saja Reno seperti itu, tidak menepati janji dan membuat Zefanya kecewa, Zefanya mengerti Reno sibuk, tapi Zefanya sudah mempersiapkan semuanya, bahkan ia sangat bersemangat, namun lihat apa yang suaminya lakukan, lagi-lagi pria itu mengecewakan nya.


Zefanya yang sudah merasa putus asa pun memutuskan pulang ia mengusap air matanya yang jatuh dengan kasar, perasan kesal dan kecewa menggerogoti hatinya saat ini.


Zefanya memutuskan kembali ke rumah nya saat pukul 8 malam setelah berkeliling naik bus sendirian, ia merasa hari ini benar-benar sangat buruk. Zefanya membawa semua barang bawaan nya kembali ke rumah mereka, Zefanya tidak akan menunjukkan rasa kecewa nya kepada Reno, pria itu baru saja mendapatkan pekerjaan bagus jadi maklum Reno lebih mengutamakan pekerjaan.


Zefanya melangkahkan kaki nya dengan lesu, ia sudah menatap rumah kecil mereka dari kejauhan, namun Zefanya memicingkan mata saat melihat Reno berada di teras rumah mereka bersama Agnes.


Langkah Zefanya terhenti, dan kedua kakinya mendadak lemas, walaupun dari jarak lumayan jauh ia bisa melihat dengan jelas bahwa keduanya sedang berciuman. Bahkan barang bawaan yang berada di tangan Zefanya langsung jatuh begitu saja ke tanah karena ia sangat terkejut, hatinya benar-benar sangat sakit sekarang.


Zefanya melihat dengan jelas kedua bibir itu saling menempel bahkan memagut mesra, Reno terlihat memejamkan mata membalas ciuman Agnes.


Air mata Zefanya langsung jatuh, hatinya benar-benar sesak, ia menunggu Reno seharian seperti orang bodoh, tapi pria itu malah bersenang-senang dengan wanita lain. Zefanya membalikkan tubuh nya dan berlari meninggalkan rumah mereka, air mata Zefanya jatuh bercucuran, hatinya sangat sakit, melihat kelakukan Reno. Zefanya merasa dirinya benar-benar sangat bodoh, ia merasa kesabaran nya selama ini telah habis. Zefanya berada di depan gang dan mengepalkan tangan nya dengan erat, bahkan mobil Agnes ada disana.


“Brengsek!”


Zefanya mengumpat, dan mengusap air matanya dengan kasar, baru kali ini ia menangis karena seorang pria, Zefanya mengepalkan tangan nya dengan kuat, jika Reno sudah berani seperti dulu lagi, maka Zefanya juga bisa lebih parah, apa yang di harapkan dari Reno? Cinta? Zefanya mendecih ia benar-benar sudah muak dengan semuanya.


Zefanya mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi Gala.


“Halo Frey, ada apa?” tanya Gala di seberang sana.


“Kamu ada dimana Gal?” lirih Zefanya sambil mengenggam ponsel nya dengan erat.


“Di rumah, memang nya kenapa? Apa yang terjadi sama kamu Zef?”


Zefanya memejamkan matanya, ia membuat suaranya agar tidak bergetar.


“Soal penawaran itu, aku akan memberi jawaban nya sekarang.” Zefanya mematikan sambungan ponsel nya sepihak, ia menyeringai sakit hatinya bisa membuatnya jahat, percuma juga Zefanya menahan diri dan mengabaikan pria sempurna yang sudah jelas menginginkan nya, Zefanya tidak bisa mengabaikan Gala. Selama ini ia menahan diri karena memikirkan Reno, tapi sepertinya suaminya sama sekali tidak memikirkan perasaan nya.


Zefanya menyetop sebuah taksi yang lewat di depan nya, lalu ia masuk kesana, ia akan datang kerumah Gala dan memberi jawaban secara langsung, Zefanya sudah lelah menahan diri, ia ingin lepas, bebas dan melakukan apapun hal yang di inginkan sekarang.

__ADS_1


__ADS_2