Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Perubahan sikap Reno


__ADS_3

Berhubung hari ini Zefanya diliburkan Gala untuk beristirahat gadis itu memutuskan datang ke tempat Vino, disana pasti ada suaminya karena kedua pria itu selalu bersama, Zefanya menenteng kotak makan siang, kebetulan hari ini tidak ada kegiatan ia memilih untuk memasak.


Zefanya baru saja membalas pesan dari Gala yang menanyakan keadaan nya, Zefanya melarang Gala datang lagi ke rumah nya bukan tanpa alasan, ia harus menjaga hati suaminya.


Zefanya tersenyum dan masuk ke gedung tersebut, tempat itu sudah menjadi seperti kantor mini bagi keduanya. Zefanya melangkahkan kaki nya ceria ia sengaja tidak mengatakan kepada Reno bahwa ia akan datang siang ini.


Namun saat sampai di depan pintu senyuman Zefanya langsung memudar, ia melihat sendiri seorang wanita berambut lurus hitam menempeli Reno bahkan berusaha duduk di pangkuan pria itu, Zefanya juga bisa melihat wanita itu terang-terangan menggoda suaminya, tetapi Reno tidak menyadarinya.


“Mas Reno.”


Suara Zefanya membuat Reno terkejut, bahkan ia mendorong sedikit tubuh yang sangat dekat dengan nya, Helen memasang tampang malas nya.


“Sayang... Kenapa tidak bilang kalau mau ke sini?” tanya Reno.


“Apa aku harus bilang dulu sama kamu?”


Zefanya menatap sinis ke arah Helen dan di balas sinis juga oleh gadis itu. Helen memang tau jika Reno memiliki seorang istri, tetapi Helen mencintai Reno dan tidak peduli dengan istrinya.


“Kak Zefanya ?, Kemana saja selama baru muncul, aku kira kalian sudah bercerai.”


Helen benar-benar membuat emosi Zefanya naik secara drastis, gadis itu sangat tidak sopan.


“Bukan urusan mu, sebaiknya diam dan jaga jarak dengan suamiku.”


Helen tersenyum sinis, Zefanya meraih lengan Reno dan memeluknya. Kemana saja Zefanya sampai tidak tau bahwa ada perempuan di tempat Reno.


“Mas, aku datang membawa makan siang untuk mu, sebaiknya makan dulu.” Ucap Zefanya sambil menarik lengan Reno menuju meja kosong, Vino yang baru muncul tersenyum melihat kehadiran Zefanya .

__ADS_1


“Zefanya kamu datang? Tumben sekali.”


“Hai Vin, kebetulan aku sedang cuti hari ini, duduklah aku membawa makan siang.” Ajak sambil membuka tutup makanan nya satu per satu.


“Tapi Kak Reno tadi sudah makan siang bersama Kak Agnes.”


Sontak gerakan tangan Zefanya yang membuka kotak bekal terhenti saat mendengar Helen mengatakan hal itu. Reno memejamkan matanya, kenapa Helen harus mengatakan hal itu depan Zefanya .


“Kamu tidak berniat menjelaskan apa yang di katakan perempuan itu?”


Desis Zefanya , Reno tau Zefanya saat ini marah. Reno hanya diam ia bingung harus mulai dari mana agar istrinya tidak marah, bahkan Reno belum memberitahu Zefanya bahwa ia berhasil naik jabatan di Mattulesy grup.


“Aku akan menjelaskan di rumah, karena aku masih banyak pekerjaan disini.”


“Oke, aku pulang sekarang, makanan nya kamu buang saja.”


Zefanya meraih tas nya dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.


“Biarkan saja, jika aku jelaskan sekarang maka akan semakin panjang.”


Helen mendecih. “Istrimu sangat kekanakan tidak mengerti posisi suaminya.”


“Sebaiknya kamu juga diam.” Ucap Reno dingin, hal itu berhasil membungkam mulut Helen. Reno menghela nafas ia kembali duduk di kursi dan fokus pada komputer nya, saat ini ia harus segera menyelesaikan pekerjaan yang Agnes berikan.


Zefanya keluar dari gedung itu, ia merasa dada nya sesak untuk kesekian kalinya, Zefanya merasa Reno mulai kurang terbuka padanya, Agnes? Siapa wanita itu, yang membuat Zefanya semakin kesal Reno tidak menjelaskan apa yang di dengar nya secara langsung, pria itu selalu saja lebih mengutamakan pekerjaan, Zefanya paham bahwa pekerjaan penting, tapi ia juga membutuhkan perhatian pria itu.


Zefanya mengusap air matanya yang baru saja jatuh itu dengan kasar, matahari bersinar sangat cerah sampai terasa ingin membakar kulit manusia yang berlalu lalang di jalanan. Zefanya tidak masuk kantor ia teringat kepada Gala, apakah pria itu mengurus semuanya sendirian? Zefanya memandang sepatu nya, flat shoes cantik pemberian Gala. Zefanya menepis ingatan nya kenapa ia harus ingat Gala di saat seperti ini.

__ADS_1


Suara ponsel yang berbunyi membuyarkan lamunan Frey, buru-buru gadis itu merogoh tas nya, Zefanya membulatkan matanya saat melihat nama Gala tertera disana.


“Halo Pak? Ada apa?” tanya Zefanya .


“Frey bisakah kamu datang ke rumah saya, antarkan file laporan yang kemarin kamu buat, saya membutuhkannya untuk rapat.”


“Baik Pak, kirim alamat rumah anda”.


Zefanya menutup panggilan nya, ia merasa heran bukankah seharusnya pria itu berada di kantor saat siang hari seperti ini? Kenapa malah di suruh ke rumah? Tetapi Zefanya tidak ada waktu memikirkan semua itu, yang jelas ini menyangkut tentang pekerjaan nya. Zefanya menyetop sebuah taksi untuk berangkat ke kediaman Gala.


Zefanya turun dari taksi nya tepat di depan pos keamanan, tidak sembarangan orang di izinkan masuk ke dalam. Perumahan itu merupakan salah satu paling elit, Zefanya bahkan mengangga melihat jalan ke dalam sangat luas bahkan rumah-rumah yang ada disana sangat megah.


“Mbak siapa? Ingin bertemu dengan siapa?” tanya satpam yang bertugas di sana.


“Saya ingin bertemu dengan Pak Gala Madava Demario .”


Pria setengah paruh baya itu menatap Zefanya dari atas sampai bawah.


“Pak Gala adalah pemilik perumahan disini, sudah membuat janji?”


“Saya sekretarisnya.” Kata Zefanya , ia merogoh tasnya lalu memberikan tanda pengenalnya kepada petugas keamanan tersebut. Akhirnya petugas pun percaya dan membiarkan Zefanya masuk.


Akhirnya Zefanya masuk kesana, ia tercengang saat melihat rumah-rumah disana sangat mewah dan megah, lingkungan nya juga sangat bersih dan terjaga, tidak heran banyak artis dan aktor menempati perumahan tersebut, tempat itu sangat jauh jika di bandingkan dengan tempat tinggal nya yang kumuh.


Zefanya merasa sangat malu karena berani membawa Gala ke tempat tinggal nya, Zefanya semakin di buat sadar diri saat melihat bagaimana kaya nya Gala, apalagi barusan ia mendengar bahwa semua unit perumahan disini adalah milik Gala, benar-benar sangat gila.


Kaki Zefanya terhenti di sebuah rumah megah. Rumah tersebut di rancang dengan bentuk minimalis dan material nya kaca, rumah itu adalah rumah paling besar dan megah yang berada di ujung jalan. Zefanya yakin saat ini ia berada di depan rumah Gala, sesuai dengan alamat lokasi yang di kirimkan oleh pria itu.

__ADS_1


Zefanya merasa menciut saat melihat rumah Gala, namun Zefanya memberanikan diri masuk ke dalam gerbang tersebut dan menuju pintu utama. Zefanya melihat mobil yang biasa di gunakan Gala terparkir di garasi. Zefanya menekan bel rumah tersebut sebanyak dua kali.


Hingga akhirnya pintu tersebut terbuka menampilkan Gala dengan tampilan kantor nya hanya saja pria itu tidak pakai jas, Gala hanya menggunakan kemeja berwarna putih yang kancing bagian atas nya terbuka.


__ADS_2