Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Perhatian Zefanya


__ADS_3

Zefanya bangun lebih awal ia bahkan membuat bubur pagi ini di antarkan kepada Gala yang sedang sakit, Zefanya menaruh bubur ke dalam kotak makanan nya dengan telaten dan rapih. Reno yang baru saja bangun melihat Zefanya yang sudah sibuk dengan bekal nya, semalaman Reno tidur di ruang tamu, karena mereka tidak ada yang mengalah untuk saling meminta maaf.


“Masak bubur untuk siapa, pagi-pagi begini?” tanya Reno.


“Untuk Pak Gala, dia sakit aku akan berangkat lebih awal untuk mengantarkan ini dulu ke rumah nya.” Sahut Zefanya, ia tidak menoleh ke arah Reno sama sekali.


Reno hanya tersenyum kecil selama ia sakit Frey tidak pernah membuat bubur untuk nya, tapi kenapa Gala terlihat begitu spesial.


“Untuk Gala? Kamu terlihat perhatian sekali kepada atasan mu” sindir Reno, Zefanya hanya diam saja dan memasukkan kotak-kotak bekal nya ke dalam tas mini tersebut.


“Aku sekretarisnya, kamu ini kenapa?”


“Tidak ada, kamu memperlakukan nya begitu spesial, dan aku tidak protes.”


“Jangan berfikir macam-macam, sebaiknya berkaca bagaimana kau dengan Rania.”


Zefanya membawa kotak bekal nya dan berjalan melewati Reno begitu saja. Ketika mereka tidak ada yang mengalah maka jadilah seperti ini, Reno ingin melihat kesadaran Zefanya sedangkan Zefanya merasa tidak bersalah atas tindakan nya kemarin.


Reno menatap punggung Zefanya yang sudah menghilang dari balik pintu utama, bukan Reno ingin berfikir negatif tentang istrinya sendiri, tidak ada yang tau bagaimana yang sebenarnya.


Zefanya masuk ke dalam rumah Gala, pria itu memberitahu Zefanya password rumah nya dan kunci cadangan juga, jadi Zefanya di bebaskan masuk ke dalam rumah Gala kapan saja. Zefanya masuk ke dalam dan meletakkan bubur yang di bawa nya di atas meja pantry. Keadaan rumah Gala selalu saja sepi karena pria itu tinggal sendirian.


Zefanya pun masuk ke dalam kamar Gala, ia melihat pria itu masih tertidur padahal jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Zefanya mendekati ranjang Gala, ia sedikit ragu untuk membangunkan Gala, tapi ini sudah pagi dan Gala harus sarapan.


“Pak Gala, bangun anda harus sarapan”


Gala mengerjapkan matanya perlahan, ia langsung melihat wajah Zefanya begitu membuka mata, Gala tersenyum.


“Zefanya kamu datang?” tanya Gala.


Zefanya tersenyum dan mengangguk, Gala bangun dan bersandar di kepala ranjang.


“Pak bagaimana? Apakah anda masih kurang sehat?” tanya Zefanya begitu perhatian.


“Hem sepertinya begitu.”


Zefanya mengangguk. “Saya membuatkan anda bubur, bagaimana jika anda sarapan dulu?”


Gala tersenyum. “Bawa kemari, aku malas berjalan keluar.”


“Baiklah Pak”

__ADS_1


Zefanya keluar untuk menyiapkan bubur nya, Gala menatap kepergian Zefanya, ia meraih cermin di laci meja dan menatap wajah nya saat ini, Gala menghela nafas lega.


“Bersyukurlah walaupun belum cuci muka kamu tetap tampan Gal.”


Gala kemudian ia kembali menyimpan cermin nya, Gala berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi. Gala memang sudah sehat.


Gala keluar dari kamar mandi dan duduk di atas ranjang, Zefanya datang membawakan nampan berisi bubur dan air putih tersebut. Zefanya meletakkan nya di atas meja.


“Pak Gala, silahkan sarapan dulu.”


Gala berdehem dan meraih mangkuk tersebut, ia menatap Zefanya yang sedang memainkan ponsel nya, sebenarnya ia tidak ingin makan sendiri, tapi bagaimana cara menyuruh nya. Zefanya melirik ke arah Gala yang tidak kunjung memakan bubur nya.


“Pak Gala kenapa? Apa bapak tidak suka?” tanya Zefanya.


“Ha? Bukan seperti itu, hanya saja aku malas makan sendiri, jadi aku...”.


Zefanya menaikkan sebelah alisnya, menunggu lanjutan perkataan Gala.


“Jadi aku ingin di suapi, cepat suapi.” Ucap Gala sambil meletakkan mangkuk bubur nya di dekat Zefanya.


Zefanya terdiam, ia baru saja mencerna apa yang di katakan Gala tadi, Gala minta di suapi? Demi apa CEO nya yang gagah dan perkasa minta di suapi?, Zefanya ingin tertawa dengan keras namun ia menahan nya mati-matian.


Gala mengangguk. “Sudah berapa kali ku katakan jangan bicara formal saat seperti ini, kita tidak di kantor.” Ujar Gala yang merasa risih saat Zefanya selalu memanggilnya Pak, padahal ia lebih senang Zefanya memanggil namanya.


“Baiklah Gala, sekarang makan bubur nya..” ucap Zefanya sambil mengangkat sendok nya ke arah mulut Gala, pria itu membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Zefanya. Mata Gala tidak lepas dari wajah cantik itu, jika seperti ini ia rasanya ingin sakit selalu agar di perhatikan.


Zefanya di buat salah tingkah karena mata Gala terus menatap ke arah nya dengan intens.


“Kenapa terus melihat ke arah ku? Apa ada yang aneh?” tanya Zefanya.


Gala tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“Hanya ingin saja, lagian pemandangan di depan ku sangat indah.” Jawa Gala.


Zefanya tersipu karena perkataan Gala, namun ia mencoba menyembunyikan. Suap demi suap bubur tersebut masuk ke dalam mulut Gala, hingga mangkuk nya kosong. Zefanya mengambil gelas air putih dan memberikan nya kepada Gala.


“Gala, setelah ini aku akan berangkat ke kantor.” Kata Zefanya.


“Tidak usah masuk kantor, disini saja temani aku.” Ujar Gala


“T-tapi kann...”

__ADS_1


Gala menarik tangan Zefanya mendekat ke arah nya, hingga bibir mereka saling bersentuhan.


“Ini perintah ku, apa kamu paham?...” desis Gala, sambil menyelipkan rambut Somi Zefanya berjatuhan ke belakang telinga. Zefanya pun mengangguk mematuhi perintah Gala yang tidak bisa di ganggu gugat itu.


“Sekarang tidur disini.”


Zefanya membulatkan matanya saat Gala menggeser tubuh Zefanya ke samping dan memeluk nya dengan erat, Zefanya merasa kikuk dan janggal, jantung nya sejak tadi berdegup kencang.


“Pak Gala, tidak bisakah saya duduk saja.” Zefanya menggeliat risih saat Gala melesakkan kepala dan wajah nya ke bagian leher Zefanya.


“Siapa yang menyuruhmu memanggilku Pak di saat seperti ini.” Ucap Gala dengan dingin.


“Maaf, maksud ku Gal..”


Gala tersenyum ia menghirup aroma tubuh Somi dalam-dalam. Zefanya pasrah ia melihat Gala tidak macam-macam, posisi mereka saat ini sangat intim. Akhirnya Zefanya memberanikan diri mengusap rambut hitam Gala yang halus itu.


“Terimakasih Zefa.” Lirih Gala, Zefanya masih dapat mendengar hal itu.


“Untuk apa?” tanya Zefanya.


“Karena sudah memperhatikan ku, aku merasa bahagia, aku tidak punya siapa-siapa di negara ini.”


Zefanya hanya mengangguk, Gala mengangkat wajah nya memperhatikan wajah Zefanya, otomatis Somi juga menatap wajah Gala sekarang. Gala merasa nyaman dengan Zefanya, ia memang sering bersenang-senang dengan banyak wanita, namun rasa nyaman sangat sulit di peroleh, terlebih Zefanya yang memberikan nya perhatian lebih.


“Yang penting sekarang kamu baik-baik saja”


Gala menyentuh wajah Zefanya dengan pelan dan lembut.


“Zef, apa kamu tidak mau menerima penawaran ku? Maksud ku, aku ingin kamu selalu ada untuk ku, seperti ini, aku tidak mempermasalahkan hubungan mu dengan Reno, aku Cuma mau kamu selalu ada di sisiku, aku tidak peduli jika kamu lebih mencintai Reno.”


Zefanya terdiam. “Gal, aku hanya seorang sekretaris, hubungan seperti itu tidak pantas terlebih aku sudah menikah, maafkan aku”.


Zefanya sudah menolak Gala sebanyak empat kali. Gala meraih tangan Zefanya dan mengenggam nya, ia menatap mata Zefanya dengan begitu dalam hingga membuat relung dada Zefanya sesak, tatapan itu terlihat memohon, tidak angkuh, dan terlihat tulus.


“Aku tidak berbohong bahwa aku memang bisa mendapatkan wanita lain, tapi semua yang ada padamu tidak mungkin ada pada mereka, sikap, perhatian, bahkan kenyamanan tentu itu tidak ada pada wanita lain, please Zefa tidak kah kamu berfikir dua kali?” tanya Gala dengan memelas dan melupakan sikap angkuhnya yang selama ini melekat pada dirinya.


Zefanya merasa tertegun Gala merasa nyaman dengan nya? Apa yang harus Zefanya katakan sekarang. Sedangkan Gala tidak memikirkan harga diri lagi, ia padahal tidak ingin memohon seperti ini, namun ia membutuhkan Zefanya bukan hanya karena hasrat saja namun semua yang ada pada Zefanya membuat Gala menginginkan itu, ia butuh seseorang di samping nya.


“Aku tidak akan menjadikan mu hanya sekedar pemuas nafsu, derajat mu tinggi, aku membutuhkan seseorang yang selalu ada di samping ku, dan kamu adalah orang itu, aku pernah memiliki wanita dan sangat mencintainya, tetapi wanita itu malah menghianatiku dan memilih pria lain yang mempunya baik waktu untuknya, sedangkan aku selalu saja sibuk bekerja, setelah itu aku tidak pernah merasakan nyaman lagi kepada perempuan selain dirimu.”


Zefanya benar-benar terdiam dan tidak bisa berkutik akan permintaan Gala. Sedangkan Gala berharap Zefanya menerima penawaran nya, jika gadis itu bersedia maka Gala benar-benar akan menjadikan Zefanya sebagai Ratu.

__ADS_1


__ADS_2