
Hari ini Zefanya berangkat ke kantor lebih awal, ia juga menenteng sebuah paper bag yang berisi jas milik Gala .
Zefanya telah memikirkan semalaman bahwa ia harus mengembalikan jas tersebut dan juga minta maaf soal kemarin, ucapan Davira kemarin ada benar nya juga, Gala merupakan pemilik Madava grup , kedudukan nya sangat tinggi, Zefanya lebih baik menjaga sikap daripada harus kehilangan pekerjaan nya yang sangat berharga, gaji di Madava sangatlah besar bagi Zefanya , tidak akan ada perusahaan lain yang bisa memberikan gaji sebesar Madava, hal itu membuat Zefanya berpikir dua kali jika ingin keluar.
Zefanya masuk ke dalam ruangannya, ia mengernyit heran saat melihat mejanya sudah di tempati oleh Mira , setau Zefanya wanita itu berada di bagian pemasaran bukan keuangan. Bahkan saat ini Mira sedang adu mulut dengan Davira dan Raka berusaha memisahkan pertengkaran kedua gadis itu.
Zefanya sayup-sayup mendengar teriakan Davira yang sedang mengusir Mira dari tempat duduknya.
“Heh Mira , ngapain lo duduk di tempat temen gue, sama pindah ini tempat Zefanya .” Ujar Davira berkacak pinggang membuat Mira berdecih pelan kemudian menatap Zefanya yang baru saja tiba.
“Heh Davira ! Gue disini gara-gara di suruh Mbak Dina, kalau nggak disuruh juga ngapain gue ngembat kerjaan orang.” Ketus Mira .
“Kedudukan kita itu lebih tinggi dari lo, jangan seenaknya aja ya, pasti lo ini ngada-ngada, lo balik lagi aja deh ke deviasi pemasaran, kalau lo disini bisa-bisa lo malah korupsi.”
“Jangan asal fitnah ya mak lampir, ada juga lo yang korupsi, liat aja mana mampu lo beli barang-barang sebagus ini kalau nggak korupsi.” Ujar Mira menunjuk pakaian Davira dari atas hingga bawah.
“Gue kerja keras ya, enak aja orang secantik gue korupsi, nggak level tau nggak!”
“Udah-udah, jangan rebutin gue gitu, gue pasti adil kok sama kalian berdua, senin sampai kamis gue di rumah Davira , jum’at sampai minggu di rumah Mira .” Ujar Raka dengan kesal, bagaimana tidak kesal mendengar perdebatan keduanya yang tidak kunjung berhenti padahal Raka sudah berusaha untuk memisahkan mereka berdua.
“Dasar gila!” maki Mira pada Raka yang sedang tertawa.
“Pede banget lo, mana mau gue punya cowok kaya lo, dasar mesum!” pekik Davira sambil menjambak rambut Raka .
__ADS_1
Zefanya langsung menghampiri mereka, Davira langsung menatap ke arah Zefanya , sedangkan Zefanya merasa heran kenapa Mira berada disini, bahkan barang-barang Zefanya sudah di bereskan.
“Ya, liat dia. Dia seenaknya mengambil tempat kamu.” Ujar Davira menunjuk Mira yang sedang duduk di meja Zefanya .
“Gue nggak ngambil tempat dia, Zefanya gue ada di sini karena perintah Mbak Dina, gue nggak tau apa-apa sampai tiba-tiba di suruh nempatin tempat lo yang sekarang Ya.” Ujar Mira berusaha menjelaskan agar tidak terjadi salah paham antara dirinya dan juga Zefanya .
“Pasti lo Cuma alasan kan.” Cetus Davira , Zefanya merasa ada yang tidak beres karena tiba-tiba Mira menempati tempatnya saat ini.
“Aku akan menemui Mbak Dina sekarang juga.” Ucap Zefanya .
Zefanya melangkah dan berjalan ke arah kiri tepatnya di ruang manajer, Zefanya sempat melewati ruangan Pak Arya yang sepi, dan tidak ada pria itu disana lalu Zefanya melanjutkan langkahnya untuk menemuinya Dina.
Zefanya masuk ke dalam ruangan Manajer bagian Keuangan, yaitu Mbak Dina, wanita itu terlihat sedang fokus dengan layar komputer nya. Zefanya langsung berdiri di depan meja wanita itu.
“Maaf Mbak Dina, kenapa meja saya di tempati oleh Mira sedangkan saya masih bekerja disini?” tanya Zefanya dengan sopan.
Dina menatap Zefanya sambil menopang dagu merasa heran karena Zefanya bertanya hal yang sudah seharusnya Zefanya ketahui.
“Apa kamu nggak tau kalau kamu sudah di keluarkan dari devisi keuangan?” tanya Dina menatap Zefanya yang terkejut.
“A-apa dikeluarkan?”
Zefanya merasa shock atas pernyataan Mbak Dina, ia tidak merasa melakukan kesalahan apapun selama ini bahkan ia cukup tekun dengan pekerjaan nya, kenapa ia di keluarkan seperti ini.
__ADS_1
“Maaf Mbak Dina, kenapa tiba-tiba saya dikeluarkan padahal saya tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun bahkan saya tidak pernah telat berangkat ke kantor, ini sungguh tidak masuk akal.” Ujar Zefanya dengan tidak percaya.
Dina membuka laci mejanya dan memperlihatkan surat pernyataan bahwa Zefanya Alessandra resmi resign dari Madava grup . Hal itu cukup membuat Zefanya terkejut.
“Saya melakukan ini atas perintah Pak Gala , Zefanya apa kamu melakukan sesuatu yang membuat Pak Gala tidak senang sampai dia menyuruh saya untuk mengeluarkan kamu dari devisi keuangan?” tanya Dina, biasanya Gala tidak akan ikut campur dan akan menyerahkan semuanya kepada Yuda, tapi sekarang malah Gala yang mengambil alih semuanya.
Zefanya merasa resah ia menunduk dan menggeleng dengan keras, apakah Gala marah kepadanya soal kemarin karena Zefanya tiba-tiba keluar dari ruang rapat tanpa perintah Gala .
“Mbak Dina, apa Mbak dina tidak bisa membantu saya? Saya mohon Mbak, saya tidak ingin di keluarkan, Mbak dian bisa bicara dengan Pak Gala , aku butuh pekerjaan ini, aku mohon”.
Zefanya sudah menarik tangan Dina, ia memohon kepada wanita itu agar dirinya tak kehilangan pekerjaan yang dia impikan ini.
“Saya sangat tau gimana kamu Zefanya , kamu adalah salah satu karyawan terbaik di bagian Keuangan, tapi maaf saya tidak bisa melakukan apapun karena ini perintah mutlak, mungkin kamu bisa menghadap Pak Gala secara langsung.” Saran Dina.
Zefanya merasa tubuh nya lemas seketika, kenapa Gala melakukan ini padanya, apakah pria itu terlalu membencinya soal kemarin, sungguh sangat keterlaluan.
Saat ini Zefanya sudah berada di depan ruangan Gala , Dina mengantarkan Zefanya sampai di depan pintu, Zefanya menarik nafas dan menghembuskannya, bagaimanapun ia harus berani menanyakan langsung kepada Gala kenapa ia di keluarkan? Dan apa salah nya sampai di keluarkan?
Setelah mengumpulkan semua keberaniannya Zefanya lalu mengetuk pintu ruangan tersebut sebanyak tiga kali, saat ketukan yang keempat Zefanya merasa terkejut karena pintu itu langsung terbuka dan Pak Arya keluar dari sana, mereka saling berpapasan, Pak Arya menatap Zefanya dengan pandangan datar.
“Pak Arya ?”
Arya menghela nafasnya kasar. “Zefanya saya sudah coba bicara dengan Pak Gala mengenai dirimu, dan tidak membuahkan hasil, sebaiknya kamu coba sendiri, jujur saya tidak mau kau pindah.” Ujar Arya dengan berat hati.
__ADS_1
Zefanya hanya menunduk, Arya tidak bisa membiarkan Zefanya pindah, secara Zefanya adalah gadis incaran nya di antara semua gadis yang bekerja di Madava grup , jika bekerja tanpa ada wanita ini pasti rasanya sangat hambar dan tidak semangat.