Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Sensual


__ADS_3

Zefanya tiba di kantor tepat pukul 07: 00 pagi, ia tidak mau terlambat dan membuat kesalahan di hari pertamanya, semalaman Zefanya juga belajar dan membaca apa saja jadwal Gala hari ini.


Zefanya masuk ke dalam gedung Madava , suasana masih lenggang karena ini belum masuk jam kerja, wanita itu terlihat lebih rapi dari pada biasanya, kali ini Zefanya rela membeli sepasang blouse dan rok baru agar terlihat lebih berbeda. Seperti biasa rambut Zefanya yang panjang di ikat rapih ke atas agar tidak menganggu dalam bekerja.


Bersyukurlah Zefanya memiliki fisik yang mendukung jadi apa saja yang di kenakan gadis itu terlihat bagus dan elegan. Zefanya memasuki lift menuju lantai paling atas dimana ruangan Gala berada. Zefanya tiba disana dan ia melihat sebuah meja baru tepat di depan ruangan Gala lengkap dengan satu set komputer dan juga ada papan nama bertuliskan Zefanya Eleanor disana. Zefanya tersenyum dan menyentuh papan nama yang terbuat dari bahan semi kaca tersebut.


Zefanya meletakkan kembali papan nama tersebut, ia melangkah menuju ruangan Gala dan mengetuk pintu nya.


“Masuk” jawab seseorang dari dalam.


Setelah mendengar perintah dari Gala barulah Zefanya masuk ke sana, ia melihat pria itu sedang mengancing kemeja nya, Gala bahkan sudah datang lebih awal daripada Zefanya, pasti pria itu sangat tepat waktu.


“Selamat pagi Zefanya, hari ini kamu datang tepat waktu.” Sambut Gala.


Zefanya tersenyum. “Selamat pagi Pak tentu saja ini hari pertama saya menjadi sekertaris dan saya akan melakukan yang terbaik”.


Gala tersenyum, ia meraih dasi yang berada di atas meja lalu memakai nya. Zefanya hanya melihat hal itu, Gala terlihat kesulitan menyimpulkan dasi nya, hingga akhirnya selesai namun masih kurang rapi.


“Maaf Pak, itu..” tunjuk Zefanya.


“Iya kenapa?” tanya Gala yang tidak mengerti.


“Itu dasi anda kurang rapi Pak.” Ucap Zefanya.


Zefanya merasa gemas, akhirnya ia melangkah menghampiri Gala dan membenarkan dasi pria itu. Gala tersenyum sejak tadi ia hanya pura-pura tidak bisa pakai dasi agar Zefanya yang memakainya dan Gala bisa menikmati wajah cantik wanita itu.


Zefanya merapihkan dasi Gala hingga akhirnya selesai. Ia tersenyum saat melihat hasilnya.


“Terimakasih Zefa, kamu sangat cekatan ternyata.” Kata Gala.


Zefanya yang tidak tau apa-apa hanya tersenyum dan menganggap itu sebagai pujian tulus dari Gala. Pria itu lanjut memakai jas nya dan kembali menatap Zefanya.

__ADS_1


“Kamu sudah baca jadwal saya hari ini?” tanya Gala.


“Sudah Pak, pagi ini anda harus menandatangi kerja sama dari Corpou’s Group, lalu setelah makan siang ada rapat dengan klien dari Bimantara company.” Jawab Zefanya.


“Pastikan mereka benar-benar hadir dalam rapat, beritahu kepada Bian juga mengenai hal ini sekarang.” Titah Gala.


“Baik Pak, kalau gitu saya permisi dulu.” Ucap Zefanya sedikit membungkukkan tubuhnya.


Gala mengangguk, Zefanya keluar dari ruangan Gala untuk kembali ke meja nya, sedangkan Gala menyeringai puas jika seperti ini ia semakin mudah mendekati Zefanya, tetapi Gala juga harus bersikap senatural mungkin agar Zefanya tidak bisa membaca niat dibalik kebaikannya itu. Tentu saja ada harga yang harus Zefanya bayar akan jabatan yang ia duduki sekarang.


Zefanya mengikuti langkah Gala bersama Bian dan beberapa asisten lain nya, hari pertamanya sudah lumayan berat. Zefanya ikut Gala rapat, bertemu klien, dan memeriksa laporan yang harus di tanda tangani dengan cermat, Zefanya juga menyiapkan berkas apa saja yang di butuhkan dan itu tidak boleh ada yang salah.


“Zefa sudah di periksa berkas nya? Bawa ke ruangan saya.” Suara Gala terdengar dari intercom yang berada di samping komputer.


“Baik Pak.”


Zefanya membereskan berkas yang di bawa nya dan masuk ke dalam ruangan Gala, ia meletakkan berkas itu di atas meja.


Gala tersenyum dan menggeleng.


“Duduklah, kamu harus menemani ku memeriksa berkas nya agar tidak bolak-balik.”


“Baiklah Pak.”


Zefanya pun berjalan ke arah sofa dan kemudian di susul oleh Gala yang duduk di sebelah nya. Zefanya menggeser sedikit posisinya di karenakan mereka terlalu dekat, Gala meletakkan berkas-berkas nya di atas meja.


“Apakah saya banyak menyusahkan mu di hari pertama?” tanya Gala sambil membolak-balik berkasnya.


“Tentu saja tidak Pak.” Ucap Zefanya sambil menggelengkan kepalanya dengan keras, Gala hanya tersenyum.


“Apa kamu merasa kelelahan, kaki mu sakit?” tanya Gala sambil melirik ke arah kaki Zefanya yang sudah mengeluarkan kaki nya dari sepatu, hal itu membuat Zefanya terkejut lalu memasukkan kembali kaki nya, ia merutuki penglihatan Gala yang begitu jeli hingga sampai melihat kakinya.

__ADS_1


“T-tidak Pak, hanya saja hari ini kita banyak sekali berjalan.” Cicit Zefanya, jujur saja Zefanya merasa kaki nya pegal, sepatu yang di beli tidak terlalu bagus, mungkin saja bagian belakang kaki nya sudah lecet, bagaimana tidak ia mengikuti setiap langkah Gala yang lumayan cepat itu.


“Pekerjaan sebagai sekretaris memang lumayan berat, jadi kamu harus beradaptasi dengan baik, tapi kamu sudah terlihat sangat bagus di hari pertama, saya menyukai cara kerjamu Zefa.” Puji Gala membuat Zefanya tersenyum tipis.


“Terimakasih Pak.” Zefanya merasa senang akan pujian Gala saat ini.


“Coba periksa berkas nya” titah Gala.


Zefanya mengangguk, ia membuka berkas itu dan menjelaskan nya kepada Gala, pria itu duduk semakin dekat dengan Zefanya.


Gala memperhatikan setiap helai rambut Zefanya yang berwarna kecoklatan, Gala tidak paham lagi, baru kali ini ia menemukan seorang wanita yang sesuai dengan tipe idaman nya, kenapa tidak sejak awal ia menemukan Zefanya, dan kenapa wanita itu harus mempunyai status istri orang.


“Zefanya kamu menggunakan parfum apa?” tanya Gala yang merasa nyaman akibat bau parfum Zefanya.


Zefanya menoleh ke arah Gala. “Ini parfum murah Pak, apakah bau nya mengganggu anda? Jika benar maka saya akan menggantinya besok.” Ucap Zefanya.


Gala menggeleng. “Harum nya sensual.” Desis Gala sambil menatap Zefanya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


“B-baiklah saya akan ganti besok.” Sahut Zefanya.


Gala tersenyum, ia membuka tutup pena dan menandatangi berkas yang baru saja di jelaskan oleh Zefanya.


“Zefa, kamu tidak perlu turun untuk makan siang, saya sudah memesan makanan, kaki mu sedang sakit.” Kata Gala.


Zefanya merasa tidak enak kenapa Gala baik sekali padanya, Gala jauh dari kata sombong dan otoriter pria itu lembut dan tegas secara bersamaan.


“Terimakasih Pak, tapi anda tidak perlu repot-repot. Saya bisa makan bersama Davira dan Raka.” Jawab Zefanya.


“Jangan membantah Zefa, ini perintah dari atasanmu.”


Zefanya pun mengangguk, ia tidak bisa membantah perkataan Gala.

__ADS_1


__ADS_2