Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Gala Madava Demario


__ADS_3

“Pak kita berangkat sekarang?”


Gala mengangguk. “Jalankan mobil nya Ka.”


Azka pun melajukan mobil tersebut menyusuri jalanan ibukota, Gala menyandarkan kepalanya, baru hari pertama di jakarta ia sudah membuang banyak energi, tapi Gala memang tidak tega melihat perempuan itu tadi dan teriakan nya juga menganggu, itulah alasan ia membenci Jakarta dimana penduduk nya masih memiliki empati berlebihan, Gala tersenyum kecil, ternyata ia masih memiliki hati nurani juga. Namun Gala masih terus mengingat wajah gadis tadi walaupun sedang menangis Gala tau wajah itu sangat cantik baginya, semoga mereka bertemu lagi.


Gala masuk ke dalam gedung Madava grup di dampingi oleh Azka, Gala memperhatikan seluruh isi kantor nya yang belum berubah semenjak 4 tahun terakhir. Penampilan Gala saat ini tidak mencerminkan seorang CEO, ia hanya memakai celana jeans, kemeja dan sendal, dan rambut gondrong yang di tutupi oleh topi, namun itu semua tidak penting, Gala melangkah masuk ke dalam ruangan nya sendiri, dan Bian yang berada disana terkejut.


“Ya ampun Gal, gue kira lo siapa main masuk-masuk aja.” Bian langsung menurunkan kedua kaki nya yang semula berada di atas meja.


“Gue rasa kayanya lo nyaman banget gantiin posisi gue sementara.”


Bian nyengir tanpa dosa, ia berjalan mendekati Gala.


“Lo benar Gal , gue memang harus menikmati nya walaupun sementara, tapi Gal apa lo harus datang sekarang, setidaknya biarin gue menikmati detik-detik terakhir disini.”


Gala membuang muka malas. “Gue mau meriksa kantor yang dibawah tanggungjawab lo.”


“Aman terGal dali berkat Bian Anggara, jadi tidak perlu khawatir, gimana sama pengobatan lo? Gal apa rambut lo sekarang sepanjang ini, tapi tetap tampan sih hahahaha.” Ucap Bian sambil tertawa. Gala mendengus dan menepis tangan Bian yang berada di rambut nya.


“Gue udah sembuh dan lo bisa lihat sendiri sekarang, cepet adain rapat sekarang gue harus ngecek semua laporan perusahaan.”


Bian membulatkan matanya saat Gala mengadakan rapat dadakan.


“Apa! Sekarang? Jangan gila semua dewan direksi udah gue suruh pulang karena lo bilang bakal datang besok.” Gala menatap Bian dengan datar.


“Beritahu mereka untuk datang, jika tidak datang maka siap-siap di pecat.”

__ADS_1


“Lo bikin ngeri banget sih Gal ! Oke gue bakal suruh mereka semua datang, tapi syaratnya biarin gue duduk di ruangan ini sehari lagi.”


“Lo harus pergi sekarang, kembali ke posisi awal lo, ini tempat gue.”


Bian merengut dan beranjak berdiri.


“Lo gak pernah berubah Gal , untung tampan, Gal apa pengobatan lo cepat selesai sih? Sebaiknya lo balik ke Singapura lagi deh, kadang lo masih membutuhkan terapi.”


“Lo ini banyak bicara banget sih Yud.” Ujar Gala menatap kesal sahabatnya.


Bian mengigit bibir nya, kecelakaan parah yang di alami Gala membuat nya harus menjalankan pengobatan di Singapura dan menyuruhnya mengurus perusahaan. Gala menjalani terapi khusus agar cepat pulih karena tulang saraf nya rusak, beruntung ia tidak hilang ingatan, Gala juga mengalami cedera yang parah di bagian rahang dan kaki nya.


“Tapi Gal apa lo makin tampan? Lo pasti oplas ya?” tuduh Bian menatap wajah Gala yang semakin tampan dari 4 tahun yang lalu.


“Bodoh, wajah gue original sebaiknya lo yang oplas deh, muka lo buluk banget.”


Bian membulatkan matanya,”Cih!! Sialan, segini tampannya lo bilang buluk? Mata lo bermasalah Gal .”


Dewan direksi semua terpaksa hadir dalam rapat mendadak yang di adakan oleh Gala, saat ini mereka berada di dalam rapat dan Gala yang memimpin langsung rapat tersebut dan memeriksa semua laporan nya. Beberapa di antara dewan direksi wajah nya menjadi pucat, Gala menghela nafas dan melempar satu persatu laporan yang menurut nya tidak masuk akal itu ke lantai.


Gala berdiri dan menumpukan kedua telapak tangan di atas meja, ia melihat semua dewan direksi yang wajah nya menunduk ketakutan.


“Saya tidak ingin memberitahu apapun dan saya rasa kalian sudah tau apa kesalahan yang kalian lakukan”.


“Jika tidak berniat bekerja dan hanya meraup keuntungan perusahaan saja, sebaiknya tidak usah bekerja, langsung saja resign, karena Madava grup tidak membutuhkan orang-orang tidak berguna seperti kalian!”


Semua yang berada di ruangan itu terdiam, bahkan Bian tidak mengatakan apapun, suara Gala memang tenang namun itu lebih menakutkan.

__ADS_1


“Saya beri kesempatan untuk kalian semua untuk mengutamakan kinerja demi Perusahaan, mulai sekarang saya akan mengambil tindakan langsung jika kalian melakukan tidak seperti yang saya minta, rapat selesai.”


Gala kemudian keluar dari ruangan tersebut. Bian dan Kevin mengekori Gala dari belakang.


“Yud, gue dengar perusahan merekrut karyawan baru, berikan CV dan Resume mereka gue harus melihat nya, jangan-jangan lo sembarangan pilih.” Ketus Gala.


“Baiklah, hanya ada 10 orang karyawan baru yang terpilih, gue akan mengirimkan profil nya ke lo nanti.”


Gala hanya mengangguk dan berjalan menuju lobi, ia benci sekali orang-orang yang bermain dalam pekerjaan. Archazia merupakan perusahaan yang di rintis dari nol oleh kakeknya, dan di wariskan secara turun temurun siapa pemegang saham terkuat dialah yang pewaris selanjutnya, dan akhirnya Archazia company jatuh ke tangan Gala, walaupun ia harus bersaing dan sedikit melakukan cara kotor, tidak ada yang bersih dan suci jika menyangkut dunia bisnis.


Zefanya memandang jas yang di gantung di dekat lemari nya, ia masih penasaran siapa.yang menolong nya itu dan ia harus memberi jas ini kepada siapa. Zefanya menghela nafas kasar, ia mengingat sudah mengurung dirinya selama dua jam di dalam kamar, apa Reno masih ada di luar atau tidak. Akhirnya Zefanya melangkah dan membuka pintu kamar. Zefanya terkejut saat melihat Reno masih duduk disana.


“Mas Reno?” Reno buru-buru berdiri dan menatap wajah Zefanya yang terlihat sembab.


“Sayang akhirnya kamu keluar, aku mohon maafkan aku.”


Reno menarik tangan Zefanya dan mengenggam nya dengan erat, wajah itu menyiratkan rasa bersalah yang begitu mendalam. Zefanya memang tidak bisa lama-lama marah dengan Reno, ia terlalu mencintai pria itu.


“Hm aku maafkan.” Jawab Zefanya .


Reno langsung memeluk Zefanya dengan erat dan memejamkan matanya, ia bisa bernafas lega saat Zefanya tidak lagi marah terhadapnya.


“Terimakasih sayang, aku sangat menyesal asal kamu tau, maafkan aku, aku seperti ini agar kita bisa hidup bahagia kelak, aku adalah lelaki jika kita sudah menikah pasti aku akan berusaha bertanggung jawab terhadap kamu dan membahagiakan kamu.”


Zefanya melepaskan pelukan Reno dan menyentuh wajah itu.


“Mas Reno bagiku kamu sudah menjadi yang terbaik, jadi tidak perlu berusaha terlalu keras dan memaksakan nya, aku mengerti posisi mu.”

__ADS_1


Reno tersenyum dan memeluk pinggang Zefanya dengan erat, ia merasa menyesal karena akhir-akhir ini sedikit mengabaikan istrinya itu.


“Maafkan aku sayang, aku mencintai mu, dan aku nggak akan pernah membiarkan ada orang yang menyakitimu.” Bisik Reno sambil memeluk pinggang Reno erat, mata mereka saling bertatapan.


__ADS_2