Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
kalah taruhan


__ADS_3

“Zefanya jawab aku dengan jujur!! Apakah kamu memiliki hubungan lain dengan Gala?” tanya Reno.


DEG.


Jantung Zefanya merasa hampir melompat begitu saja ketika Reno menanyakan itu semua, padahal Zefanya ingin proses perceraiannya nanti berjalan dengan mudah, jika Reno tau maka proses pun akan dipersulit dan Reno akan memojokkan Zefanya lah yang telah berselingkuh.


Hal itu memang membuat Zefanya terkejut, namun ia tidak gentar karena diposisi ini tidak hanya dirinya, namun Reno pun sama.


“Jadi sekarang kamu mulai menuduhku!” Suara Zefanya juga ikut meninggi.


“Bukan seperti itu, hanya saja aku merasa curiga, kamu terlalu dekat dengan nya”


Zefanya tersenyum sinis, ia merasa sangat muak sekaligus kesal.


“Reno kamu mengatakan untuk ku? Apakah kau tidak dekat dengan Rania juga? Kita sama-sama demi pekerjaan bukan? Kamu menyuruhku memahami mu, dan kau juga harus paham tentang ku!”


Reno diam, sifat Zefanya sangat jauh berbeda, Zefanya yang dulu tidak pernah membantah, dan selalu meminta maaf dan menyadari kesalahan nya, namun sekarang Zefanya malah melawan nya.


“Aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan Gala, aku disini aku suami kamu Zefanya, aku berhak marah jika kau keterlaluan.”


“Gala hanya terlalu baik, dia menawarkan ku pulang bersamanya tentu aku mengiyakan daripada menunggu berjam-jam sendirian, dan pria itu malah tengah asik berciuman dengan wanita lain!”


“Maksud kamu apa? Siapa yang berciuman dengan wanita lain, aku minta padamu jaga jarak dengan Gala, kamu harus tau batasan!”


Zefanya benar-benar kesal jika di atur terus seperti ini.


“Bagaimana bisa hal itu di lakukan, minggu depan aku ada perjDaviran bisnis bersama Gala ke luar negeri, sekitar 3 hari di Swiss”


Reno terkejut. “Apa Swiss? Aku tidak mengijinkan nya!!”


“Aku harus pergi, perjDaviran bisnis kali ini sangat penting.”


“Aku bilang tidak maka tidak!Dia bisa pergi sendiri kau hanya sekretaris yang mengurus bagian kantor, kan masih ada wakil.”

__ADS_1


Zefanya mulai merasa geram dengan kelakuan Reno sekarang.


“Sebaiknya jangan mengatur ku, aku tetap akan pergi demi pekerjaan ku, sebaiknya kau pikirkan juga pekerjaan mu saja, pikirkan juga selingkuhannya itu, aku tau kamu juga selingkuh di belakangku, bahkan kamu berada di apartemen Rania dan kalian berdua berciuman di depan rumah disaat aku menunggu kedatanganmu, aku muak dengan tingkah kamu Reno, kamu menjijikan.”


Sebenarnya Reno merasa terkejut saat Zefanya mengetahui dirinya sedang bercumbu dengan Rania.


Reno terdiam mendengar ucapan Zefanya. Kemudian wanita itu masuk ke dalam kamar dan membanting pintu dengan kuat. Reno merasa jika Zefanya memang sangat berubah semenjak menjadi sekretaris Gala, jujur pikiran nya mulai negatif kepada Zefanya sekarang.


--


Davira dan Raka sedang duduk di sebuah cafe yang terletak di depan Madava grup, tempat itu adalah tempat favorit mereka sekarang, selain harganya lumayan murah minuman nya juga enak. Raka meletakkan minuman pesanan Davira di atas meja. Davira merasa akhir-akhir ini hidupnya menyedihkan, ia menjadi miskin mendadak karena tidak mendapatkan sugar daddy baru.


“Minumlah, jangan terus melamun, kamu memang tidak laku, jadi jangan terlalu di paksa Na.” Ujar Raka.


Davira mendengus sebal. “Ya Tidak laku bagaimana, sebelumnya aku mendapatkan yang sangat luar biasa tapi sekarang tidak ada satupun.” Dengan lesu Davira menyuruput minuman nya.


“Itu artinya jodoh mu pria miskin, kamu tidak di takdirkan menjadi istri orang kaya.” Ucap Raka yang semakin gencar meledek Davira, dia sangat suka jika gadis Bar-bar itu tengah kesal.


“Eitss, jangan salah tapi aku tampan, kamu lihat gadis-gadis di perusahaan kita mana yang tidak ku kencani, kamu bisa bertanya pada mereka satu per satu, dan asal kamu tau ya, ini tidak cicil.” Ucap Raka sambil menunjuk ke arah sepatu baru nya, enak saja sudah beli mahal-mahal di tuduh cicil.


“Terserah, aku sudah lama tidak lihat Zefanya sekarang, aku ada menyuruhnya kesini, ini kan sedang jam makan siang.” Ucap Davira yang sedang merindukan sahabatnya itu.


Raka tersenyum. “Palingan juga sedang berolahraga dengan Pak Gala.” Ujar Raka.


“Hei gila! Kamu tau darimana sialan..” ujar Davira terkejut, dari mana Raka tau hubungan Zefanya dengan Gala, bahkan dirinya saja tidak mengetahuinya dan masih mencurigai Zefanya dan Gala.


“Ah kau terlambat sekali, saat rapat Pak Yuda pernah keceplosan berbicara dengan Pak Gala dan aku mendengar bahwa Zefanya sering ke rumah Pak Gala.” Sahut Raka, ia pernah mendengar percakapan kedua atasannya itu.


“Sialan! Ini gila.” Pekik Davira, tapi sejujurnya ia senang karena berarti sahabatnya itu sudah tidak mempan untuk dibodohi Reno lagi.


“Sstt diam!! Yang kita bicarakan datang.” Ucap Raka yang melihat kedatangan Zefanya.


Davira menatap Zefanya yang berada di depan pintu cafe, sungguh ia terkejut melihat penampilan teman nya yang berubah drastis, Zefanya terlihat glamour, fashion bahkan semua yang melekat di tubuhnya adalah barang branded.

__ADS_1


Zefanya tersenyum dan mendekati kedua teman nya itu.


“Kalian sudah lama disini?” tanya Zefanya setelah duduk dihadapan Davira.


Davira masih terdiam. “Ya kamu benar-benar sahabatku Zefanya Alessandra kan? Kamu sangat luar biasa sampai kami tidak mengenali mu lagi sekarang.” Ujar Davira dengan girang.


“Aku kira kamu bidadari yang baru saja turun dari kayangan Zefanya, rupanya sahabat kita.” Ujar Raka tanpa berkedip menatap Zefanya dari atas hingga bawah.


“Apa-apaan kalian, aku hanya sedikit merubah penampilan ku” ucap Zefanya yang duduk di depan Davira, gadis itu tersenyum lebar kemudian berbisik ke telinga Zefanya.


“Jangan lupa aku menunggu uang seratus juta dari kamu Zef.” Ujar Davira dengan tersenyum tipis.


Zefanya membulatkan matanya, bagaimana bisa Davira tau, Zefanya menatap keduanya secara bergantian.


“A-apa? Hei aku belum kalah taruhan.” Pekik Zefanya tidak terima.


Davira tersenyum. “Aku hanya tinggal menunggu kamu cerita kepada kami Zef, berani-berani nya kamu jadi baby girl seorang Gala Madava Demario, tapi tidak bercerita... Hmphh..”


Zefanya membekap mulut Davira alhasil gadis itu sesak napas dan melepaskan tangan Zefanya.


“Ssttt jangan ribut dan sebut namanya” ucap Zefanya memberikan kode kepada Davira dan Raka.


Davira tersenyum. “Astaga jadi apakah dugaan kami benar Zef?”


Zefanya berdehem dan menggeleng.


“Aku sudah jadi sekretaris pribadi, kalian salah besar.” Ujar Zefanya.


Davira menghela nafas kasar. “Aku tetap tunggu uangnya Zef, kamu sudah kalah taruhan, jangan mengingkari janji.”


Zefanya hanya diam ia tidak bisa memberitahukan hubungan nya kepada siapapun termasuk teman-teman dekatny a, karena Gala adalah orang nomor 1 di Madava grup, dan tentu nya Zefanya tidak boleh sembarangan.


__ADS_1


__ADS_2