Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Penolong


__ADS_3

Zefanya dan Davira berkeliling Mall, saat ini mereka tiba di toko pakaian wanita, ia menemani gadis itu memilih dress yang cocok untuk di kenakan sebagai kencan dengan sugar Daddy-nya. Zefanya iseng-iseng melihat harga sepotong atasan sederhana namun terlihat cantik, Zefanya membulatkan matanya saat mengetahui harganya selangit padahal hanya pakaian biasa.


"Ya ampun di pasar juga banyak yang kaya gini dan nggak semahal harga disini." guman Zefanya, maklum ia tidak pernah membeli pakaian mahal di atas ratusan ribu, daripada uang nya di buang-buang sebaiknya di tabung untuk masa depannya nanti.


"Zefa mana yang cocok warna mocca atau Army?" tanya Davira mengangkat gaun-gaun di tangannya dan menunjukkan ke arah Zefanya.


"Kayaknya warna mocca cocok buat kulit kamu deh Ra."


"Hmm tapi aku juga suka yang warna ini, yasudah beli dua-dua aja deh." ucapnya kemudian Davira memanggil salah satu karyawati disana.


"Aku mau semua baju yang sudah aku bawa ini, jangan lupa baju yang aku taruh disana juga aku ambil."


"Baik nona" jawab karyawan tersebut.


Zefanya langsung membulatkan matanya saat sahabatnya itu ingin borong atau bagaimana.


"Zefa, pilih dress yang kamu suka, atau kamu mau yang lain, biar nanti membayarnya jadi kamu jangan sungkan sama aku." ujar Davira menyuruh Zefanya untuk memilih barang yang dia suka


Zefanya hanya tersenyum kecil. "Nanti aja, kalau suka nanti aku pilih, aku ke toilet sebentar mau buang air kecil." ujar Zefanya


"Oke, jangan lama ya aku malas sendirian di sini." ujar Davira.


Zefanya mengangguk, ia kemudian berlari mencari toilet terdekat yang ternyata tidak jauh letaknya dari toko pakaian tersebut. Zefanya masuk ke dalam toilet dan tanpa ia sadari sejak tadi ada seorang pria yang mengikuti nya. Saat Zefanya tiba di pintu toilet dan masuk pria itu juga ikut masuk dan mencengkram tangan Zefanya dari belakang membuat sang empunya terkejut dengan kedatangan pria itu secara tiba-tiba.


"Saga! Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!" pekik Zefanya dengan tangan yang masih di cengkeram Saga.

__ADS_1


Zefanya menghentakkan tangan nya dengan keras namun tidak bisa, kekuatan Saga itu terlalu kuat, Saga hanya menyeringai kemudian menarik Zefanya dan memojokkannya ke dinding toilet, hal itu membuat Zefanya merasa ketakutan, Zefanya ingat ia pernah menolak Saga berkali-kali, di saat pria itu mengejar nya.


"Lepaskan aku!" teriak Zefanya lagi, namun Saga menyeringai dan mengusap pipi Zefanya dengan pelan.


"Lepaskan? Tentu saja aku tidak akan melepaskan mu sayang!, Aku tidak terima jika kamu bersama Reno sialan itu." ujar Saga dengan mata yang memerah, ada kobaran api didalam matanya yang menandakan pria itu sedang emosi saat menyebut nama Reno.


Zefanya memejamkan matanya merasa ketakutan, bahkan keringat dingin sudah membanjiri pelipis nya.


"A-aku tidak bisa menerima mu Ga, aku sudah punya Mas Reno, aku mohon kamu mengerti dan cari wanita lain saja." ujar Zefanya menahan sakit ditangannya.


Saga tersenyum kecut."Semudah itu kamu bilang cari wanita lain? Dasar wanita munafik! Kamu menggunakan wajah mu ini untuk memikat banyak lelaki kan? Dan salah satunya aku Zefanya Eleanor."


Saga tertawa sinis dan kemudian beralih mencengkram dagu Zefanya, hal itu semakin membuat wanita itu ketakutan.


"Hmphh lepas! Lepashh"


Zefanya meronta sekuat tenaga saat bibir nya di ***** paksa, dan resleting rok nya di turunkan ke bawah, namun tenaga Saga jauh lebih besar.


Srek!!


Zefanya merasa ketakutan saat atasan blouse nya di robek paksa oleh Saga dan pria itu menyeringai saat melihat bahu mulus wanita idamannya.


"Aku jamin suamimu yang miskin itu akan langsung meninggalkan mu" ujar Saga tersenyum senang.


"J-jangan!!! HENTIKAN KU MOHON" Zefanya berteriak dengan keras, Saga benar-benar sudah kalap, ia menarik kedua tangan Zefanya ke atas dan melepas bra itu dengan kasar, dan meremas squishi milik Zefanya dengan kencang, air mata Zefanya sudah jatuh bercucuran, dan itu malah membuat Saga kembali menyeringai.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu berhenti melawan, agar aku berbaik hati membawa mu ke hotel tidak disini...."ujar Saga mengusap lembut pipi wanitanya saat ini.


BRAK!!!


Baik Zefanya ataupun Saga terkejut saat melihat pintu toilet itu di tendang dengan keras hingga pintu nya terbuka, Zefanya melihat seorang pria dengan topi hitam muncul disana, Zefanya merasa malu dengan keadaan nya saat ini yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja.


"Sialan siapa kamu?, sebaiknya keluar dan jangan ikut campur dengan urusanku" bentak Saga dengan kedua tangan yang mengepal.


Bugh!!!


Zefanya membulatkan matanya saat melihat pria itu memberi bogem mentah di wajah Saga sampai ia jatuh tersungkur di lantai dengan kedua hidung berdarah. Saga menyeringai dan ia kembali berdiri sambil menatap tajam pria yang telah berani-beraninya memukul dirinya.


"Sial, ternyata kamu ingin berurusan dengan ku hah!" sentak Saga.


Saga siap untuk menghajar pria itu namun belum selesai tangan Saga sudah di putar dan tubuh nya kembali terbanting di lantai. Dan tepat di saat itu juga topi hitam yang menutupi kepala pria itu terjatuh, dan Zefanya bisa melihat wajah tampan itu dengan jelas, bahkan rambut hitam yang terlihat sedikit memanjang itu seolah melengkapi ketampanan si pria.


Saga terbatuk saat leher nya di cekik oleh pria itu. "Aku tidak ingin ikut campur, tapi kamu telah berani-beraninya mengganggu seorang wanita dan berusaha melecehkannya disini, jika kamu tidak mau pergi, maka aku akan melaporkanmu atas tindakan pelecehan."


ucap pria itu sambil melepas cengkraman nya di leher Saga. Saga terlihat kesal ia berdiri dan menatap penuh benci ke arah Zefanya sebelum akhirnya pergi.


Kemudian pria tampan itu beralih ke arah Zefanya, Zefanya merasa malu ia berusaha menutupi asetnya yang terpampang jelas dengan blouse yang sudah koyak tersebut, namun tiba-tiba Zefanya merasa sebuah jas hitam mendarat di wajahnya akibat lemparan.


"Pakai lah, lain kali hati-hati, semoga hal semacam ini tidak akan terulang lagi kepadamu."


Setelah mengatakan itu pria itu keluar dari toilet dan memakai topi nya kembali. Zefanya terlalu gemetar sampai ia tidak bisa mengucapkan terimakasih. Zefanya menangis dan tangan nya mengambil jas hitam itu dan memakaikan di tubuh bagian atas nya yang telanjang.

__ADS_1


__ADS_2