Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Awal penghianatan


__ADS_3

“Pak Gala awas!”


Ckiitt!!!


Gala mengerem mobilnya mendadak saat melihat ada sebuah batang pohon besar yang tumbang sehingga menghalangi jalan, hujan turun semakin deras, Zefanya juga merasa kebingungan, di sekitar tempat itu hutan dan tidak ada jalan pintas yang bisa di lewati untuk menuju pulang saat ini.


“Pak Gala, bagaimana ini?” tanya Zefanya cemas, karena hujan pun semakin lebat dan tidak memungkinkan untuk mereka melanjutkan perjalanannya.


“Zefa, kamu tunggu disini sebentar biar saya yang mengecek keadaan pohon itu.”


“Tapi hujan nya deras sekali Pak, saya takut terjadi sesuatu sama Pak Gala.” Sahut Zefanya.


Namun Gala tetap turun dari mobil, langsung saja tubuh nya basah terkena air hujan. Gala mendekati batang pohon tersebut, situasinya benar-benar gawat, batang pohon itu sangat besar tidak bisa di lewati mobil dan tidak bisa di angkat sendirian, belum lagi jalanan yang kiri kanan nya hutan, cuaca menjadi lebih gelap karena mendung.


Zefanya yang merasa jika Gala terlalu lama pun ikut turun.


“Pak, bagaimana?” tanya Zefanya.


“Zefa, sudah saya bilang kamu tunggu di dalam mobil saja.” Kata Gala sedikit berteriak.


Suara hujan yang begitu deras membuat suaranya teredam. Akhirnya Gala menarik tangan Zefanya dan mereka masuk kembali dalam mobil. Gala sudah basah kuyup, sama hal nya dengan Zefanya pakaian wanita itu sudah basah karena terkena air hujan.


Gala menyalakan mobil nya lalu menepi ke pinggir jalan, agar tidak terlalu kena hujan. Zefanya mengusap lengan nya ia merasa kedinginan. Gala melihat blouse Zefanya itu basah, sehingga lekuk tubuh itu tercetak dengan jelas. Dan itu membuat Gala melihatnya dengan jelas.

__ADS_1


Entah kenapa Gala merasa tubuhnya sangat panas di saat hujan seperti ini. Zefanya memainkan tangan nya resah, terjebak satu mobil bersama Gala bukanlah hal yang baik, Zefanya merasa sangat canggung.


“Zefa, apa kamu kedinginan?” tanya Gala.


“Sedikit Pak, hujan nya masih sangat deras.” Sahut Zefanya.


Tangan Gala kemudian terulur menyentuh helaian rambut Zefanya dan menyelipkan nya ke belakang telinga, hal itu membuat Zefanya semakin menunduk. Tak lama kemudian dengan perlahan Gala meraih tangan Zefanya dan menggenggam nya, hal itu membuat Zefanya terkejut namun ia tidak menepis nya. Zefanya menatap ke arah Gala, hingga saat ini mereka saling bertatapan.


“Tangan anda hangat Pak.” Ucap Zefanya , hal itu membuat Gala tersenyum, ia mengira Zefanya akan menolak ternyata tidak sama sekali. Gala kemudian mendekatkan wajah nya ke arah Zefanya dan mengecup bibir itu lagi.


“Zefa, saya juga merasa kedinginan.” Desis Gala tepat di depan wajah Zefanya, sebelah tangan Gala menyentuh dagu mungil itu. Zefanya mengerjapkan matanya, ia ingin menolak namun tatapan Gala seolah menghipnotis nya di tambah suasana hujan dan cuaca yang sangat dingin.


“Pak Gala....” lirih Zefanya, matanya pun mulai terlihat sayu akan tatapan dan elusan tangan Gala.


Gala mencium bibir Zefanya dengan lembut, hal itu mampu membuat Zefanya tidak berdaya akan kelembutan yang diberikan Gala.


“Jangan takut, tidak akan ada yang tau.” Ucap Gala sambil mengusap paha wanita itu, Zefanya merasa jantung nya berdegup kencang karena tubuh nya seolah tidak menolak dengan sentuhan Gala. Jujur saja selama setelah ciuman itu, Zefanya selalu membayangkan Gala saat melakukannya, rasa ciuman itu masih membekas sampai sekarang.


Zefanya tidak mengatakan apapun, sampai akhirnya ia merasakan Gala memagut bibirnya kembali dengan intens kali ini Zefanya tidak terkejut lagi. Gala ******* bibir atas dan bawah Zefanya secara bergantian dengan panas dan menggila. Zefanya merasa hasrat tidak tertahankan, hingga akhirnya ia mengalah dan membalas ciuman Gala. Zefanya membuka mulutnya dan membiarkan lidah Gala masuk kesana, mereka saling mencecap, ******* dan bertukar saliva, Zefanya sudah kehilangan akal sehat. Padahal dirinya sudah memiliki suami dan hal ini tentu saja salah karena sama saja dengan perselingkuhan.


“Pak Gala j-jangan.” Ucap Zefanya saat tangan Gala akan menjelajahi tubuhnya.


Zefanya menahan tangan Gala, pria itu memutuskan ciuman nya, ia menatap wajah Zefanya yang sudah memerah itu.

__ADS_1


“Yakin bisa menahan nya?” tanya Gala dengan seringai liciknya.


Gala kembali menggoda Zefanya agar wanita itu mau melakukan hal yang mungkin salah ini berdua dengannya.


“Pak Gala, saya mohon j-jangan ini tidak benar, bapak harus ingat kalau saya sudah menikah.” Cicit Zefanya sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangan nya, hal itu membuat Gala menyeringai. Dengan cepat ia menarik tubuh Zefanya dan memangku nya, hal itu membuat Zefanya sangat terkejut, posisi mereka terlalu intim.


“Pak Gala..” Pekik Zefanya ia merasa terkejut.


“Kamu tidak bisa berbohong, bukankah kamu berjanji akan selalu mematuhi setiap perintah saya?” tanya Gala sambil membelai pipi mulus sekertarisnya itu.


Zefanya menghadapkan tubuh nya ke arah Gala, ia menatap wajah tampan atasan nya itu, Zefanya lelah berpura-pura menutupi sisi liar nya. Jika ia tidak menahan diri, bahkan ia berani menghadapi Gala sekarang.


Zefanya memberanikan tangan nya menyentuh pipi Gala, mata mereka saling bertatapan.


“Karena jika aku patuh dalam hal ini, maka anda harus menanggung resiko nya.” Ucap Zefanya sambil mengusap dada bidang Gala secara perlahan. Gala menyeringai, dan mengangkat dagu Zefanya dengan telunjuk nya.


“Saya ingin kamu patuh dalam hal ini, jadi tunjukkan dirimu yang sesungguhnya Zefanya Eleanor.” Bisik Gala di telinga Zefanya di iringi gigitan kecil membuat mata wanita itu. Tangan Zefanya memainkan kancing kemeja Gala secara perlahan, dan wanita itu tersenyum nakal, di luar masih hujan bahkan cuaca semakin menggelap.


Awalnya Zefanya menahan diri karena takut citranya akan rusak di depan Gala untuk yang kedua kalinya Zefanya masih menahan diri, Zefanya tidak sebodoh itu ia tau Gala menginginkan nya.


“Anda yakin mau melakukannya dengan saya? Saya sudah pernah melakukan ini sebelumnya dengan suami saya? Apa bapak tidak jijik dengan seorang bekasan pria lain?” tanya Zefanya yang masih mengusap-usap dada bidang Gala.


“Persetanan dengan kamu istri pria lain atau bukan, yang pasti saya menginginkan kamu sekarang Zefanya Eleanor.” Desis Gala menatap tajam mata Zefanya yang juga menatapnya dengan tak kalah tajam.

__ADS_1


“Ini untuk pertama dan terakhir kalinya, saya ingin membuat rasa penasaran anda hilang, maka lakukanlah sesuka anda, saya siap.” Bisik Zefanya dengan sensual.


Tentu aja Gala menyeringai ucapan Zefanya, untuk pertama dan terakhir kalinya? Tidak semudah itu, jika Zefanya sudah masuk kedalam perangkap Gala, itu berarti Zefanya tidak akan ada celah lagi untuk keluar dari perangkap seorang Gala Madava Demario. Semua bisa ditangani dengan mudah, tapi yang pasti sekarang Gala merasa senang karena Zefanya mau menyerahkan dirinya.


__ADS_2