
"Ya ampun Zefa, apa yang terjadi sama kamu?"
Davira yang baru saja menemukan Zefanya terlihat shock dan panik, ia menyusul karena Zefanya terlalu lama dan tidak menyangka hal buruk telah menimpa teman nya. Davira semakin khawatir melihat penampilan Zefanya yang berantakan dan gadis itu menangis dengan keras sambil terisak.
"Zefa, katakan ada apa?" tanya Davira memeluk tubuh Zefanya.
"A-aku hampir di dilecehkan sama Saga hiks...".
Davira membulatkan matanya dan langsung mengeratkan pelukannya kepada Zefanya.
"Kurang ajar! Kenapa dia masih terus mengikuti mu, kita harus lapor polisi sekarang Zefa." Zefanya memejamkan matanya dan menggeleng.
"Aku masih terlalu takut, aku ingin menenangkan diri Ra." ucap Zefanya dengan sesenggukan.
Davira merasa prihatin kecantikan Zefanya terkadang membuat gadis itu berada dalam bahaya, inilah makna pepatah yang mengatakan cantik tidak selalu bahagia, itulah yang sering terjadi pada Zefanya. Davira membantu Zefanya berdiri, wanita itu terlihat lemas, Davira menyentuh jas mahal yang ada di bahu Zefanya.
"Zefa, milik siapa jas ini?" tanya Davira.
"Ada seorang pria menolongku, jika tidak ada dia aku rasa sesuatu yang buruk akan terjadi padaku Ra, bahkan aku belum sempat mengucapkan terimakasih karena terlalu ketakutan akan kejadian tadi."
"Apa pria tampan yang memakai topi tadi? Ia terlihat keluar dari tempat ini".
Zefanya mengangguk. "Iya seharusnya aku menahan nya tadi, untuk berterimakasih bagaimanapun dia telah menolong mu."
Zefanya tidak mengucapkan apapun ia menatap jas yang melekat di tubuh nya, wajah tampan itu melekat dengan jelas di ingatan nya, bahkan pahatan wajah pria itu terlihat begitu sempurna, Zefa akui pria itu tampan, dan saat ini ia merasa penasaran.
*****
Zefanya menyentuh jas berwarna dark brown yang melekat di tubuh nya, saat ini ia berada di dalam mobil Davira, gadis itu mengantarnya pulang karena Reno tidak bisa menjemputnya. Zefanya ingat dengan jelas wajah pria tampan itu.
__ADS_1
"Ya, aku penasaran sekali dengan pria yang menolong mu? Karena menurut ku dia seperti bukan dari kalangan biasa."
"Maksud kamu?"
"Badan nya tinggi tegap seperti model, wajah tampan itu terlihat sangat sempurna, jujur aku belum pernah liat pria setampan itu, walaupun penampilan nya sederhana aku tau dia pasti berasal dari kalangan atas."
Zefanya jadi ingat bagaimana keren nya pria itu saat menolong nya seperti adegan di drama yang pernah ia tonton. Wajah tampan itu masih terpatri dengan jelas di ingatan Zefanya.
"Kamu lihat jas yang menempel di tubuh mu merk yang harganya puluhan juta, Oke sudah jelas pria itu kaya."
Zefanya hanya diam, bagaimana cara ia mencari tau nama pria tadi untuk mengucapkan terimakasih, ia bahkan tidak mengenalnya, Zefanya menghela nafas kasar yang jelas ia merasa trauma sekarang, kejadian tadi adalah paling menakutkan yang pernah di alami.
Zefanya tiba di tempat tinggalnya nya, selama ini ia hanya tinggal di apartemen kecil yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor, harga sewa rumah di kota besar sangat mahal, jadi Zefanya harus pandai-pandai berhemat, ia tinggal di lantai lokasi yang tidak terlalu bagus.
Zefanya melepaskan heels nya, ia melihat ada sepatu Reno, berarti pria itu ada di dalam. Zefanya masuk ke dalam dan membuka pintu nya, benar saja ia melihat Reno sedang fokus di depan layar laptop nya bahkan tidak menyadari kehadiran Zefanya. Zefanya merasa heran bukankah Reno mengatakan tidak bisa menjemputnya tapi kenapa Zefanya itu disini, apakah komputer lebih penting? Freya merasa kesabaran nya juga ada batas nya.
"Kamu sudah pulang? Sejak kamu berangkat kerja tadi pagi aku disini, maaf pekerjaan kali ini sangat penting." Ucap Reno namun sama sekali tidak menoleh ke arah Zefanya. Zefanya merasa sangat kesal, kenapa pria itu tidak ingin tau apa yang di alami nya sekarang, bahkan terlihat sama sekali tidak peduli, walaupun Zefanya tau pekerjaan yang di lakukan Reno penting, bukankah seharusnya pria itu juga memperhatikannya, Zefanya mendesah kecewa ia berjalan melewati Reno begitu saja.
Reno menoleh ke arah Zefanya yang baru saja berlalu ia mencium aroma parfum lelaki yang melekat di tubuh istrinya, dan Reno sadar bahwa ada pakaian asing yang melekat di tubuh Zefanya. Reno tidak mudah tertipu pria itu cukup peka apalagi harum nya lumayan mencolok.
"Dari mana saja?" tanya Reno.
Zefanya menghentikan langkah nya. "Aku baru saja pulang dari mall bersama Davira."
"Kamu berbohong" Reno melangkah mendekati Zefanya yang berdiri di ambang pintu dan mengendus jas itu.
"Kamu bersama seorang pria kan?"
__ADS_1
Zefanya membalikkan tubuh nya menghadap Reno kali ini Zefanya merasa kesal.
"Reno aku tidak suka kau menuduh ku seperti ini!"
Raut wajah Reno berubah, bukan ia menuduh tapi Reza selalu berfikiran negatif kepada istrinya, ia sadar bahwa Zefanya menjadi incaran empuk kaum pria berdasi di luar sana, sedangkan dirinya belum memiliki pekerjaan yang jelas, terkadang Reno merasa tidak percaya diri dengan keadaan nya sekarang.
"Bukan seperti itu, hanya saja ini bukankah kau tidak memilikinya? Apakah kau seharian bersama pria lain?" Freya menatap Reza dengan kesal.
"Kamu tidak tau apa yang aku alami seharian ini! Kamu bahkan tidak membiarkan aku berangkat sendiri, pulang kerja sendiri!!! Aku tau pekerjaan yang kau kerjakan itu penting tapi tidak bisakah kau memperhatikan aku juga?"
Suara Zefanya sudah meninggi sedangkan Reno masih datar, ia paham akan hal itu, tapi saat ini ia harus berusaha mati-matian agar keadaan nya sama derajat dengan pria lain yang ingin mendekati istrinya di luar sana.
"Maafkan aku, tapi aku bekerja keras demi kita Sayang, aku memiliki kehidupan yang layak" Zefanya membuang mukanya, ia rasanya ingin menangis.
"Kamu bahkan tidak tau aku hampir saja di lecehkan, jas ini berasal dari orang yang menolong ku, kamu tidak pernah peduli pada ku!! Selalu hal lain yang kau utamakan!"
BLAM!!
Zefanya menutup pintu kamar nya di depan wajah Reno, pria itu terkejut dan menghela nafas kasar, ia tidak tau bahwa Zefanya sampai hampir di lecehkan, Reno menyesal atas salah paham nya.
"Zefa... Buka pintu nya sayang, maafkan aku..."
"Sayang..."
Reno mengetuk pintu itu dan tidak ada jawaban. Reno menghela nafas kasar, Zefanya pasti kecewa dengan nya, pria itu menundukkan wajahnya, jika ia berada pasti Zefanya tidak akan berada dalam bahaya, pasti Zefanya bangga memilikinya, Reno selalu berfikir bahwa ia penuh akan kekurangan, ia miskin dan merasa tidak percaya diri dengan orang-orang yang berada di sekeliling Zefanya.
"Zefanya maafkan aku, aku harap kau buka pintu nya sayang, kita harus bicara, aku tau aku salah karena mengabaikan mu, tapi aku hanya ingin menjadi seorang pria yang hebat agar kamu tidak malu memiliki kekasih sepertiku."
__ADS_1
Zefanya menangis di atas ranjang saat mendengar perkataan Reno, ia masih enggan membuka pintu tersebut, Zefanya bahkan tidak malu memiliki kekasih seperti Reno ia bukan wanita mengincar harta, bahkan hidup seperti ini saja asalkan bersama Reno sudah membuat Freya bahagia, sungguh pria itu tidak perlu bersusah payah menjadi yang terbaik, karena bagi Freya, Reno adalah yang terbaik.