
Setelah berbelanja di mall, Gala membawa Zefanya ke rumah nya. Gala membuka bagasi mobil dan mengambil semua barang belanjaan Zefanya. Selama memiliki sekretaris iya memilih mengirim Azka yang merupakan asisten pribadinya kembali ke Singapura, Azka sempat protes saat di pulangkan begitu saja seperti barang, namun ia bungkam saat Gala mengatakan gajinya tetap mengalir seperti biasa.
“Gal biar aku saja yang bawa semua.”
Zefanya tidak setega itu, ia baru saja memeras Gala dan kali ini membiarkan Gala membawa barang nya bukankah itu keterlaluan?
“Tidak masalah, biar aku bawa ke kamar.” Ucap Gala.
Zefanya akhirnya mengalah ia mengekori langkah Gala menuju kamar kosong yang berada di lantai 2, itu merupakan kamar tamu, namun Gala memperuntukkan untuk Zefanya. Gala sudah menawarkan agar Zefanya pindah ke lingkungan nya, namun Zefanya menolak karena alasan masih memikirkan Reno, setelah bercerai nanti Zefanya akan memikirkan semua itu.
Zefanya menata dress-dress cantik yang di belinya tadi di walk in closet, satu buah dress kisaran harga paling murah berharga puluhan juta. Zefanya menyusun tas-tas branded nya juga disana dan beberapa pasang sepatu, jika di bawa pulang tentu saja Reno akan curiga. Zefanya menatap tas berwarna hitam yang baru saja di susun tersebut, ia teringat taruhan nya dengan Alana dan ia akan memberikan uang seratus juta untuk sahabatnya itu.
Zefanya membuka walk in closet dan memilih dress rumahan berbahan satin yang berada di atas lutut. Zefanya melepaskan semua pakaian hingga dalaman dan bra nya lalu mengenakan dress satin tersebut. Zefanya mencepol rambut nya ke atas, apa yang di berikan Gala harus setimpal dengan apa yang di lakukan. Zefanya menatap pantulan dirinya yang terlihat sangat seksi di kaca kemudian menyeringai.
“Zefanya Eleanor... Kamu harus membuat Gala tidak bisa melupakan sentuhan mu..”.
Setelah mengatakan hal itu Zefanya langsung masuk ke dalam kamar Gala, ia melihat pria itu baru selesai mandi dengan handuk yang masih melilit di pinggul menutupi area privat nya. Dan Gala yang tidak tahan pun langsung memangsa Zefanya.
Gala mengusap rambut Zefanya dan mengecup punggung telanjang itu, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Zefanya tertidur dengan pulas setelah mereka bercinta mungkin kelelahan. Gala melihat ponsel Zefanya yang terus berbunyi di meja nakas, Gala mengambil ponsel tersebut.
Mas Reno is calling...
Gala menyeringai lalu mematikan panggilan itu dan mematikan daya ponsel Zefanya agar Reno tidak bisa menelfon lagi, pria itu sangat menganggu. Gala berfikir sampai kapan hubungan nya dengan Zefanya berlanjut? Yang pasti sampai ia merasa bosan. Tapi sepertinya akan sangat lama membuatnya bosan kepada Zefanya, karena semakin lama Gala merasa kenikmatan yang di berikan Zefanya membuatnya candu.
Zefanya menggeliatkan tubuh nya lalu menghadap ke arah Gala, ia membuka mata langsung di hadapkan oleh wajah tampan itu. Gala tersenyum melihat Zefanya yang sudah bangun, Gala mengusap pipi Zefanya.
“Kamu tidak pulang kan?” tanya Gala.
“Aku harus pulang Gal, kalau tidak pulang Mas Reno curiga.”
Gala menghela nafas kasar, ia ingin Zefanya setiap saat bersamanya tanpa memikirkan Reno.
“Malam ini tidak usah pulang, please..” ucap Gala sambil merengkuh pinggul ramping Zefanya, namun wanita itu tetap menggelengkan kepalanya, membuat Gala menghela nafas kasar. Zefanya tersenyum ia memberi kecupan di bibir Gala.
“Aku harus pulang Gal, besok kita bertemu lagi.”
__ADS_1
“Menyebalkan..”
Zefanya hanya tersenyum ia mulai bangkit dari tempat tidur, Zefanya meraih ponsel nya yang ternya mati di meja nakas, seperti sengaja di matikan, Zefanya menatap Gala dengan wajah datarnya pria itu terlihat kesal.
“Gal aku berjanji besok akan menginap, jangan marah.”
Gala menoleh ke arah Zefanya. “Beneran ya? Kamu janji kan?”
Zefanya tersenyum dan mengangguk. Gala tersenyum bahagia.
“Hari ini aku harus pulang.”
Gala akhirnya menghela nafas pasrah, ia harus banyak bersabar jika selama ada Reno di sisi Zefanya.
“Aku akan mengantar mu pulang.”
--
Gala mengantar Zefanya pulang kerumah nya jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tak lama kemudian mobil Zefanya berhenti di depan gang sempit rumah Zefanya. Zefanya tersenyum dan menatap ke arah Gala.
Gala mengangguk, Zefanya pun membuka pintu mobil dan keluar dari sana.
“Sayang tunggu...”
Namun belum sempat Zefanya melangkah Gala menarik pergelangan tangan nya. Kemudian ia mengecup bibir Zefanya dan memberi gigitan singkat disana, Zefanya tersenyum lalu menyentuh rahang Gala dan mengecup bibir itu singkat.
“Aku pasti merindukan mu.” Ucap Gala.
Reno yang baru tiba dengan motor nya tiba-tiba berhenti saat melihat pintu mobil Gala terbuka, dari kakinya saja ia tau itu adalah kaki Zefanya, setengah badan gadis itu berada di dalam mobil, Reno tidak bisa melihat apa yang keduanya lakukan karena kaca mobil Gala hitam.
“Zefanya”
Suara Panggilan Reno membuat Zefanya yang hendak membalas ciuman Gala membuka matanya, sama hal nya dengan Gala, ia melihat Reno berada di atas motor nya tidak jauh dari mereka.
Zefanya langsung menjauhkan dirinya dari Gala.
__ADS_1
“Sepertinya sedang tidak beruntung, sampai jumpa besok.” Ucap Gala di iringi senyuman. Zefanya tersenyum kemudian kemudian melangkah mundur dan menutup pintu mobil tersebut.
“Mas Reno.”
“Zefanya kemana saja? Apa yang kau lakukan sampai jam segini?” Reno turun dari motor dan melangkah ke arah Zefanya. Gala yang mengerti keadaan pun menurunkan kaca mobil nya.
“Maaf Ren, Zefanya sibuk mengerjakan pekerjaan yang aku berikan sehingga pulang larut malam.” Ujar Gala.
Reno hanya memandang Gala datar kemudian beralih kembali kepada Zefanya, entah Galapa ia merasa sangat curiga saat ini.
“Terimakasih sudah mengantar istri saya pulang, anda bisa pergi sekarang.” Ujar Reno dengan dingin.
Gala menaikkan sebelah alisnya, ia mengangguk kemudian menaikkan kaca mobilnya, setelah itu mobil Gala melaju meninggalkan tempat itu.
Kemudian Reno menatap ke arah Zefanya, gadis itu hanya memandang Reno datar dan berjalan lebih dulu masuk ke dalam gang. Sudah tidak ada lagi rasa kepercayaan Zefanya kepada suaminya, Reno telah berulang kali menghianati Zefanya, dan semua itu akan berkahir setelah kepulangannya dari Swiss karena Zefanya sendiri yang akan menggugat cerai suaminya.
“Zefanya katakan kepada ku apa yang kalian lakukan hingga pulang jam segini?” Reno mulai mencecar Zefanya saat mereka sudah masuk ke dalam rumah. Zefanya membuka sepatu nya dan berjalan menuju kamar.
“Ya bekerja lah, apalagi yang aku lakukan memang nya.”
“Aku menunggu di depan gedung Achazia, penjaga keamanan mengatakan jam 5 sore kamu dan Gala sudah pulang, Zefanya jawab aku!” suara Reno pun mulai meninggi.
Reno ia menahan tangan Zefanya hingga membuat gadis itu menghadap ke arah nya.
“Bekerja tidak harus di kantor saat pulang kerja kami ada pertemuan dengan klien.”
Reno tetap memicingkan matanya, aroma sekujur tubuh Zefanya sangat Galtara dengan wangi lelaki.
“Apakah bertemu klien sampai jam 10 malam?? Dan ponsel di matikan?” Reno benar-benar mencecar Zefanya dengan berbagai pertanyaan, Zefanya tau jika Reno mulai curiga.
“Ponsel ku kehabisan daya, ada apa dengan mu?” tanya Zefanya kesal.
“Zefanya jawab aku dengan jujur!! Apakah kamu memiliki hubungan lain dengan Gala?” tanya Reno.
DEG.
__ADS_1
Jantung Zefanya merasa hampir melompat begitu saja ketika Reno menanyakan itu semua, padahal Zefanya ingin proses perceraiannya nanti berjalan dengan mudah, jika Reno tau maka proses pun akan dipersulit dan Reno akan memojokkan Zefanya lah yang telah berselingkuh.