Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Berusaha Menyingkirkan


__ADS_3

Zefanya berada di kantor, ia hanya siap-siap jika Gala nanti memanggil nya untuk masuk ke dalam ruangan, namun sudah dua jam Zefanya duduk tidak terdengar tanda-tanda Gala akan memanggilnya.


Bian tiba-tiba datang menghampiri Zefanya di mejanya.


“Pak Bian.” Sapa Zefanya dengan sopan saat melihat Bian.


“Zefanya, apa Gala ada di dalam?” tanya Bian kepada Zefanya.


“Pak Gala ada di dalam silahkan masuk Pak.”


“Terimakasih.” Bian tersenyum, kemudian melangkah masuk ke dalam ruangan Gala, ia melihat Gala duduk di kursi sambil menaikkan kedua kaki nya ke atas meja, tangan itu memainkan ponsel seperti sedang menonton sesuatu yang sangat serius, bahkan tidak menyadari kehadiran Bian di ruangannya saat ini.


“Apa yang lo liat pria mesum!” ujar Bian.


“Oh ****, kurang ajar lo Yud.”


Gala terkejut sampai ponsel nya jatuh, buru-buru ia mengambil dan mematikan ponsel nya gawat jika ketahuan. Bian memicingkan mata dan menatap curiga ke arah Gala yang gelagapan itu.


“Apa yang lo liat hah? Apa lo malah nonton video porno di kantor? Sungguh sangat tidak terpuji, setelah kemarin kepergok, sekarang lo berani di sini?”


Gala mendengus sebal. “Ck sebaiknya lo diam aja deh Yud, gue lagi nggak mood debat sama lo.”


“Lo kira kita bakal ikut debat capres.” Bian tertawa kemudian mendekati Gala.


“Apa semalam lo nggak dikasih jatah ya makannya hari ini lo lemes banget kurang belaian.”ucap Bian sambil cekikikan.


Gala membuang muka nya, ia memang sedang sangat kesal karena di abaikan oleh Zefanya.


“Dia menolak menjadi partner tetap, apa yang harus gue lakukan Yud?” tanya Gala.

__ADS_1


“Lo benar-benar gila Ken, Zefanya itu istri orang, walaupun naik motor dan terlihat tidak mampu gue yakin kalau suaminya itu lebih baik daripada lo.”


Gala menyeringai, ia merasa kesal karena saingan nya modelan pria seperti Reno.


“Tapi gue lebih segalanya di atas nya, bahkan sangat jauh, coba lo katakan apa yang harus gue lakukan agar dia mau sama gue.”


“Tidak ada cara, dan gue rasa lo masih waras tidak menyingkirkan suaminya.” Jawab Bian.


“Rencananya sih mau gue singkirin biar nggak ada penghalang lagi.” Sahut Gala dengan santai.


Bian menggelengkan kepalanya, isi kepala Gala penuh dengan kelicikan jika menyangkut suatu hal yang di inginkan.


“Sebaiknya jangan gegabah, lo juga pernah menjalani hubungan dan hubungan itu rusak gara-gara orang lain, gue harap lo nggak bikin hidup orang lain kayak lo.”


Gala mendengus sebal. “Yud, lo buat mood gue semakin buruk karena mengingatkan kembali moment buruk itu.”


“Ken, jika memang lo cinta sama Zefanya, lo harus buat dia bahagia walaupun nggak bersama, yang mencintai tidak harus memiliki, tapi yang memiliki sudah harus mencintai, dan gue yakin lo Cuma main-main sama Zefanya karena wanita itu memiliki paras yang cantik.” Ucap Bian.


Bian tidak tau bagaimana lagi cara menasehati sahabatnya, padahal Gala pernah merasakan sendiri ada di posisi Reno dimana kekasihnya selingkuh di belakangnya, bahkan kekasih Gala sampai hamil anak pria itu dan meninggal saat melahirkan.


“Oke terserah apa mau lo, jika ingin bermain-main dengan Zefanya jangan sampai melibatkan perasaan.”


Gala tersenyum sinis. “Lo kira gue cinta sama dia? Gue Cuma tertarik karena fisik nya aja, dan gue nggak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang aku inginkan.”


Gala kembali menyeringai, ia memiliki banyak rencana lain agar Zefanya masuk sepenuhnya dalam jebakan nya. Ia akan melakukan hal apapun itu walaupun dengan cara kotor sekalipun, namun Gala tetap harus terlihat baik di depan Zefanya walaupun ia memiliki akal yang licik.


Semenjak Zefanya menghindar Gala juga jarang memanggil Zefanya ke ruangan nya kecuali ada perlu, Gala tidak lagi membawa Zefanya saat rapat ataupun ada pertemuan dengan klien di luar kota atau luar negeri. Minggu lalu Gala berangkat ke Jepang untuk perjalanan bisnis ia lebih memilih pergi bersama Bian dan tidak membicarakan hal itu dengan Zefanya, hal itu memang membuat Zefanya lebih nyaman akan tetapi Somi merasa posisi nya saat ini hanya sekedar jabatan sekretaris dan tidak ada pekerjaan, Zefanya tidak menginginkan hal seperti ini.


Zefanya duduk dengan lesu di meja nya, kerjaan nya hanya membuat laporan-laporan kecil saja, sudah lima hari Gala berangkat ke Jepang, tentu pria itu tidak ada di kantor, Zefanya berpikir bahwa sekarang Gala seperti tidak menganggap nya ada? Apakah pria itu marah?

__ADS_1


“Aish terserah lah, palingan juga sudah dapat gadis lain!” gerutu Zefanya saat mengingat Gala.


Hari ini Zefanya menerima gaji pertamanya, karena sudah satu bulan kerja sebagai sekretaris Gala. Zefanya mengecek ponsel nya dan ia terkejut melihat berapa nominal uang yang masuk ke dalam rekening nya.


“S-satu milyar?”


Zefanya mengerjapkan matanya berkali-kali sampai ia bangun dari kursi nya. Apakah Gala tidak salah? Jika gajinya segini ia bisa langsung membeli sebuah rumah yang cukup mewah. Bukan nya Zefanya mata duitan tapi ia tidak pernah mendapatkan uang sebanyak ini, apalagi melihat jumlah nya.


“Ya ampun apa aku sedang bermimpi?”


Zefanya langsung buru-buru menelfon Gala, ia harus memastikan uang yang masuk ke dalam rekening nya benar untuk nya atau salah alamat.


“Halo Pak Gala.”


“Halo Zefa, ada apa?” tanya Gala dari seberang sana.


Zefanya diam sejenak, saat mendengar banyak suara tawa wanita di sekitar Gala, pasti pria itu bersenang-senang.


“Maaf Pak, saya ingin menanyakan soal gaji saya, kenapa bisa sebanyak itu? Apakah anda tidak salah?” tanya Zefanya.


“Tidak, kamu pantas mendapatkan nya, itu hadiah untuk mu karena selama ini sangat penurut, sudah dulu aku sedang sibuk.”


Gala kemudian mematikan ponsel nya secara sepihak, Zefanya menghela nafasnya kasar, Gala bahkan terlihat tidak boleh di ganggu sekarang, pria itu sibuk bersenang-senang.


Rasa-rasanya Zefanya sangat menyesal karena telah menelpon pria itu, ada sedikit rasa tidak rela saat mendengar suara tawa di seberang sana.


Apakah Gala memang pria seperti yang pernah Zefanya pikirkan? Apakah Gala hanya ingin memiliki tubuhnya saja dan berharap Zefanya akan mau menerima tawaran itu dan Gala akan menganggapnya sebagai wanita pemuas nafsunya saja?


Memikirkan semua itu membuat kepala Zefanya bertambah pusing, masalah uang saja belum mendapatkan titik terang, dia tidak ingin sampai suaminya tau dan berpikir yang tidak-tidak dan mencurigai hubungannya dan Gala. Zefanya harus menyimpan uang itu dengan baik untuk masa depannya kelak, Zefanya sudah memikirkan masa depan yang indah bersama suaminya.

__ADS_1


Zefanya sudah memikirkan masa depan yang indah bersama suaminya.


__ADS_2