
Zefanya duduk di mejanya sambil memeriksa dokumen-dokumen yang masuk hari ini sebelum di berikan kepada Gala untuk di tanda tangani, seharian ini Gala terlihat normal, Zefanya juga tidak ingin memberi reaksi berlebihan, ia bersyukur Gala fokus dalam pekerjaan nya, hari ini pria itu terlihat lebih sibuk.
“Zefanya antarkan dokumen yang sudah kamu periksa ke ruangan saya.”
“Baik Pak.”
Zefanya masuk ke dalam ruangan Gala dan meletakkan dokumen nya di atas meja, Gala terlihat sibuk memeriksa berkas-berkas lain nya.
“Pak, ini dokumen nya, saya permisi dulu.”
“Zefanya tunggu..”
Zefanya pun menghentikan langkah nya dan ia tetap berdiri disana.
“Zefanya jam 2 siang temani saya bertemu dengan klien di restoran biasa kita ada pertemuan, Yuda sedang tidak bisa hari ini.”
Zefanya mengangguk. “Baiklah Pak.”
Zefanya kemudian keluar dari ruangan Gala dan menutup pintu nya. Wanita itu kembali ke mejanya, Zefanya mengambil cermin kecil di tas dan menatap wajah nya, setiap Gala mengajak bepergian Zefanya merasa was-was, apalagi sekarang Gala terang-terangan menyerangnya kapan saja tanpa ragu.
Yang paling parah adalah saat di rumah nya itu, untung Zefanya langsung meminum pil pencegah hamil yang selalu di sediakan nya di rumah. Zefanya tidak bisa membayangkan jika ia hamil anak Gala, bisa-bisa satu dunia membenci nya, dan lebih menyedihkan Gala tidak mau tanggung jawab, Zefanya tau Gala hanya bersenang-senang saja dengan nya, jadi Zefanya memilih waspada.
Jam 2 siang Zefanya menemani Gala, sepanjang perjalan di dalam mobil Gala telponan dengan klien yang akan mereka temui, Zefanya juga fokus pada tab di tangan nya memeriksa laporan-laporan yang belum sempat di tanda-tangani oleh pria itu. Hingga tak lama kemudian Gala membelokkan mobil nya ke arah sebuah restoran mewah. Gala turun dari sana dan Zefanya mengikuti langkah Gala dari belakang.
Mereka melangkah ke lantai dua. Kemudian Seorang pria tampan dewasa melambaikan tangan nya ke arah Gala, Gala pun menghampiri pria itu.
“Anda sudah lama menunggu Mr. George?” tanya Gala.
Pria bernama George itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Silahkan duduk”
Gala dan Zefanya pun duduk disana, Georg sudah memesankan makanan untuk keduanya, karena ini merupakan jam makan siang.
“Pak Gala, apakah ini sekretaris mu? Kemana Yuda?” tanya Mr. George.
“Ah iya ini sekretaris baru saya yang bernama Zefanya, Yuda sedang ada urusan di luar seharusnya saya pergi dengan nya.”
Mr. George hanya tersenyum kecil dan menatap Zefanya, Zefanya bergidik ngeri saat melihat senyuman pria itu. Gala menyadari bahwa mata Mr. George selalu tertuju ke arah Zefanya.
“Mr. George sebaiknya kita langsung bahas soal proposal nya.” Ujar Gala yang sudah muak saat mata pria itu semakin jelalatan.
“Ah baiklah.”
Gala dan Mr. George pun membahas soal pekerjaan mereka. Zefanya menyuruput jus nya sambil memandang interior restoran yang mahal itu, hingga akhirnya tanpa sengaja Zefanya melihat Reno di meja yang paling ujung bersama seorang wanita. Zefanya memicingkan matanya dan memastikan bahwa itu benar Reno atau bukan dan ternyata benar.
“Cukup lihat saja, jangan hampiri mereka jika kamu tidak ingin malu.”
Zefanya menarik tangan nya kesal, benar juga apa kata Gala, ini tempat umum. Reno sama sekali tidak menyadari keberadaan Zefanya, pria itu masih terlihat bercengkrama bersama Agnes. Gala juga sempat melihat ke arah Reno. Ia mengenal wanita yang bersama Reno adalah putri tunggal dari pemilik Mattulesy company.
Setelah pertemuan itu selesai Zefanya dan Gala keluar dari restauran tersebut dan menuju parkiran. Zefanya masuk ke dalam mobil dengan wajah cemberut ia benar-benar kesal sekarang. Tak lama kemudian Zefanya kembali melihat Reno keluar bersama Agnes, dan kali ini benar-benar keterlaluan, Reno ikut masuk ke dalam mobil Agnes, pria itu tidak bawa motor nya.
Gala tersenyum melihat wajah Zefanya yang sudah merah menahan kekesalan nya itu.
“Ingin ikuti mereka? Kamu terlihat sangat kesal”
Zefanya menatap ke arah Gala dan mengangguk.
“Saya ingin memastikan nya Pak dan siapa wanita itu, apakah rekan kerja Mas Reno.”
__ADS_1
“Dia Agnes Mattulesy direktur Mattulesy company, aku mengenal nya kemungkinan dia adalah atasan Reno.” Sahut Gala.
Zefanya ingat bahwa nama Agnes pernah di sebut oleh Anita, dan Zefanya sama sekali tidak tau bahwa hubungan keduanya sedekat itu, Reno tidak pernah bercerita tentang Agnes padanya, berbeda dengan nya yang bekerja dengan Gala dan Reno tau akan hal itu, tapi pria itu sama sekali tidak menyinggung soal siapa itu Agnes.
Saat mobil Agnes mulai melaju, Gala pun mengikuti nya dari belakang, Zefanya merasa sangat kesal sekarang ia terus menatap mobil Agnes di depan nya itu. Gala terus mengikuti arah mobil Agnes, dan yang tidak di sangka ternyata belok ke arah sebuah apartemen di kawasan yang cukup elit.
Zefanya semakin terkejut sudah pasti itu apartemen Agnes kan, sedang jam kerja untuk apa suaminya pergi ke apartemen Agnes? Apa yang mereka lakukan?
Zefanya benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi, hatinya sesak dengan kelakuan Reno seperti ini. Mobil Agnes masuk ke dalam basement sedangkan, mobil Gala berhenti tepat di depan bangunan apartemen tersebut.
Ia melihat kondisi Zefanya yang tidak baik-baik saja. Zefanya melepaskan seatbelt nya.
“Pak Gala, saya sudah tidak bisa menahan diri saya lagi.” Ujar Zefanya.
Zefanya ingin berlari ke arah Reno dan meminta penjelasan, namun Gala lagi-lagi menahan tangan Zefanya, hal itu membuat Zefanya kesal.
“Jika kamu pergi, maka kamu tidak akan tau lebih jauh.” Ujar Gala.
“Maksud Pak Gala apa? Sudah jelas Reno ke apartemen perempuan itu, dan selama ini dia tidak pernah bercerita kepada saya bahwa Agnes atasan nya, sedangkan saya? Dia tau semua tentang saya bahkan sampai saya harus membuat pertemuan dengan anda.”
Gala menghela nafas, Zefanya mengepalkan tangan nya emosi bahkan saat ini suaranya meninggi terhadap Gala yang merupakan atasan nya. Zefanya menghela nafas, ia memejamkan mata sambil menyentuh kepalanya sendiri.
“Tenangkan dirimu, jangan gegabah, jika kamu menghampiri mereka dan marah-marah kamu yang akan malu, ingat sekarang kamu siapa, Sekretaris utama Madava grup, aku tidak mau kamu membuat keributan yang tidak bermanfaat.” Tegas Gala.
Zefanya memejamkan matanya kesal. “Pak, masalahnya itu Mas Reno, suamiku sendiri sedang disana bersama seorang perempuan.”
Gala malah tertawa dan hal itu membuat Zefanya semakin kesal. “Lantas, jika kamu menemui mereka apa yang akan kamu lakukan? Marah-marah? Memukul Agnes dan menjambak rambut nya?”
Zefanya terdiam, dugaan kendaraan memang benar tentu Zefanya akan marah-marah disana dan memberi pelajaran pada Agnes.
__ADS_1