Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Jadilah wanitaku


__ADS_3

Zefanya menarik nafas panjang dan merebahkan tubuh nya atas dada bidang Gala. Gala langsung memeluk tubuh Zefanya dan mengusap rambut panjang itu. Baru kali ini Gala sangat menikmati bercintanya, bahkan ia tidak ingin berhenti, Zefanya membuat Gala sangat puas di dalam mobil ini.


“Hei kamu lelah?” tanya Gala sambil merapikan rambut Zefanya yang menutupi wajah cantik wanita itu.


“Biarkan aku istirahat sebentar Pak.” Ucap Zefanya dengan nada manja, membuat Gala ingin menerkam gadis itu lagi.


“Apakah suamimu itu selalu merasakan seperti ini?” tanya Gala lagi.


Hal itu membuat Zefanya mengangkat wajah nya dan menatap Gala, Zefanya pun mengangguk mengiyakan ucapan Gala, karena memang Reno selalu merasakan semua itu dari Zefanya.


“Saya benar-benar sangat iri pada suamimu itu sekarang.” Jawab Gala.


Ya tentu Gala sangat iri kepada Reno yang bisa bersama Zefanya setiap saat merasakan setiap inchi tubuh wanita itu yang indah, bahkan di cintai oleh wanita itu. Zefanya hanya tersenyum mendengar ucapan Gala.


“Bukannya rasa penasaran anda terhadap saya sudah hilang Pak? Anda sudah berhasil itu artinya ini sudah selesai.” Sahut Zefanya, ia yakin jika Gala hanyalah penasaran dengan tubuhnya, karena memang selama ini ia tau jika parasnya lah yang mampu mengikat banyak pria seperti Saga, Arya dan sekarang Gala.


Gala menarik tangan Zefanya dan menatap mata itu dengan dalam.


“Kamu benar Zefa, rasa penasaran saya sudah terobati, tapi ini belum selesai, Zefanya maukah kamu menjadi wanita saya? Saya akan memberikan semua yang tidak pernah di berikan oleh suami kamu itu, apapun yang kamu minta saya akan memenuhinya.” Kata Gala dengan serius, dia bisa memberikan apapun untuk Zefanya asal wanita itu mau menjadi simpanannya.


Zefanya terdiam dan membulatkan matanya, ia tidak mengerti maksud dari Gala apa. Menjadi wanitanya? Zefanya tidak paham, tapi ia tidak boleh membiarkan Gala mengikat nya karena Zefanya masih punya Reno yang berstatus sebagai suaminya.


“Maaf Pak, tapi saya tidak bisa. Saya punya mas Reno kami memiliki masa depan bersama dan hidup bahagia berdua.” Sahut Zefanya dengan sopan, ia tidak boleh membiarkan Gala masuk kedalam rumah tangganya, karena untuk bersatu dengan Reno, Zefanya harus melewati banyak rintangan.


Gala mendesah kecewa, ia benar-benar ingin Zefanya menjadi miliknya, Gala bersumpah akan memberikan apa saja yang wanita itu inginkan. Reno, pria itu miskin mana mungkin sanggup mencukupi dan membahagiakan Zefanya. Semuanya akan lebih mudah jika Zefanya materialistis namun kenyataan nya tidak.

__ADS_1


“Saya paham, tapi pikirkan kembali.” Pinta Gala agar Zefanya mau memikirkan tawarannya itu, ia akan siap menunggu sampai waktu itu tepat.


Zefanya hanya mengangguk, ia bangkit dari tubuh Gala.


Hujan sudah berhenti namun langit masih mendung. Zefanya mengenakan rok nya kembali dan pakaian nya yang tidak terlalu basah itu. Zefanya merasa bersalah pada Reno, namun ia meras batin nya puas karena telah merasakan bercinta dengan Gala yang selama ini selalu ia bayangkan setelah ciuman panas di rumah pria itu.


“Mas Reno, maafkan aku, tetapi ini bukan sepenuhnya salahku karena memang selama ini kamu selalu mengabaikan ku karena pekerjaanmu itu.” Ucap Zefanya dalam hati.


Gala memakai kembali celana dan pakaian nya, rambut nya yang setengah basah itu di usap ke belakang. Dan tak lama kemudian petugas kehutanan dan mobil nya tiba disana, mereka terlihat menyingkirkan batang pohon kayu besar yang menghalangi jalan itu.


Gala melirik ke arah Zefanya yang menatap ke jendela dengan pandangan kosong. Tidak ada percakapan di antara mereka. Gala sadar ia egois, meminta Zefanya menjadi wanita simpanan nya di saat wanita itu sudah berkeluarga dan memiliki suami.


Setelah batang pohon kayu itu berhasil di singkirkan Gala melajukan mobil nya kembali, tidak ada percakapan di antara mereka keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Gala memikirkan bagaimana caranya agar Zefanya bersedia menjadi wanita nya, apakah ia harus menyingkirkan Reno terlebih dulu? Gala menggelengkan kepalanya pelan, hal itu tidak bisa di lakukan karena Zefanya bisa membencinya. Gala harus memikirkan banyak cara untuk menjerat Zefanya.


“Kamu tidak boleh gegabah , aku yakin suatu saat nanti Zefanya lah yang akan memohon kepadaku.” Batin Gala.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 Jam akhirnya mereka tiba di kediaman Zefanya, hari mulai menggelap. Zefanya melepaskan seatbelt nya.


“Pak saya masuk dulu.” Kata Zefanya.


“Zefa, tunggu.” Gala menahan tangan Zefanya dan mengecup bibir tebal itu di iringi gigitan kecil, hal itu cukup membuat Zefanya terkejut karena saat ini berada di dekat rumah nya, bagaimana jika suaminya itu melihat jika Zefanya tengah berciuman dengan atasannya.


“Pak...” pekik Zefanya.


“Terimakasih untuk hari ini, saya tidak akan pernah melupakan nya.” Bisik Gala di telinga Zefanya di iringi remasan pelan, hal itu membuat mata Zefanya terpejam. Zefanya hanya mengangguk menanggapi ucapan Gala.

__ADS_1


“Zefa, saya harap kamu mempertimbangkan permintaan saya, jika kamu menginginkan sesuatu katakan pada saya, maka saya akan memberikan semua yang kamu inginkan.” Ucap Gala sambil mengusap pipi halus Zefanya. Wanita itu tersenyum dan menyingkirkan tangan Gala yang berada di pipi nya.


“Saya masuk dulu Pak, semoga tidur anda nyenyak malam ini.” Ujar Zefanya setelah itu ia turun dan menutup pintu mobil Gala. Gala tersenyum tidur nyenyak apanya yang ada ia tidak bisa tidur malam ini karena terus membayangkan keindahan tubuh Zefanya, wajah wanita itu, Gala benar-benar tidak bisa menahan dirinya.


Gala melajukan mobilnya, diperjalanan dia tidak henti-hentinya tersenyum sambil membayangkan wajah Zefanya, jika saja bisa maka Gala akan menculik wanita itu dan mengurungnya di dalam kamar.


“Arghh! Kamu membuatku tergila-gila Zefa, pelet apa yang kamu gunakan untuk menjerat ku.” Teriak Gala membanting stir mobilnya.


Drt drt..


Ponsel Gala berdering menampilkan nama Bian disana, Gala memutar bola matanya malas saat melihat nama itu.


“Sialan kamu mengganggu saja.” Pekik Gala saat sudah menerima panggilan tersebut.


“Heh pria mesum, gimana sama kerjasamanya? Sudah berhasil meyakinkan Mr. William?”


“Tentu saja berhasil, Zefanya mampu meyakinkan Mr. William, tidak kaya lo tidak berguna.” Ketus Gala.


“Sialan, Mr. William hanya ingin bertemu sama lo, maka dari itu gue gagal.”


“Jangan banyak omong, gue mau pulang.”


“Lo masih dijalan?” tanya Bian.


“Iya gue baru aja nganterin Zefanya pulang, dan gue sekarang juga mau pulang badan gue lemes seharian.” Setelah itu Gala mematikan sambungannya.

__ADS_1


__ADS_2