Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Agnes


__ADS_3

Zefanya tersenyum dan memakaikan Reno dasi, hari ini adalah hari pertama pria itu bekerja, tentu saja suaminya harus berpenampilan menarik. Jika suaminya berpenampilan rapi seperti ini, pria itu terlihat sangat tampan, karena memang dasar nya Reno tampan dan memiliki senyuman yang memikat, bahkan Zefanya khawatir jika banyak gadis yang tertarik pada suaminya itu.


“Kamu curang Mas, kamu terlihat sangat tampan jika seperti ini, yang ada kamu menjadi incaran para gadis di hari pertama mu bekerja.”rajuk Zefanya.


Reno hanya tersenyum, ia mendekati wajah Zefanya dan mengecup bibir wanita nya itu.


“Tapi aku sudah memiliki mu sayang, dan akan aku beritahu kepada siapa saja yang mendekati ku, jika Zefanya Alessandra adalah pemilik hati ini.”


Zefanya tersenyum, ia merapihkan dasi Reno. Zefanya melirik ponsel nya di meja nakas belasan panggilan tidak terjawab dari Gala, sejak tadi malam pria itu menghubungi nya, Zefanya tidak menjawab, Zefanya sengaja menghindar.


“Sudah selesai, sekarang kita berangkat antar aku ke kantor dulu.”ajak Zefanya.


“Siap my beloved wife, aku akan menjemput mu pulang juga kebetulan jam pulang kita sama.”ujar Reno.


Zefanya mengangguk dan tersenyum, Reno merangkul bahu Zefanya dan mereka keluar dari rumahnya menuju kantor.


****


Reno mengendarai motor nya sampai tiba di Mattulesy company, Vino di terima cabang perusahaan Mattulesy company yang berada di kawasan lain, tempat kerja mereka berbeda dan tidak bisa bertemu. Reno memarkirkan motor nya, ia menatap gedung pencakar langit yang tinggi tersebut, tempat di mulai nya masa depan nya sekarang, Reno mengumpulkan semangat nya, ia harus terlihat baik di hari pertama.


Reno berjalan menuju gedung utama dengan langkah santai, sampai akhirnya matanya melihat Agnes yang tangan nya sedang di tarik-tarik paksa oleh seorang pria.


“Lepaskan aku, sudah aku katakan aku tidak mau ikut denganmu Ebra.” Pekik Agnes.


Pria bernama Ebra Mahardika itu tersenyum sinis dan tetap memaksa Agnes untuk ikut bersamanya.


“Kamu tidak memutuskan aku begitu saja Nia! Ikut aku sekarang!”bentak Ebra.


“Aku tidak mau, aku harus bekerja.”ketus Agnes berusaha memberontak.

__ADS_1


Ebra mendecih. “Kamu tidak perlu bekerja, aku tidak menyuruh mu, sekarang ikut aku atau kamu akan menyesal Agnes Mattulesy!" bentak Ebra lagi.


Agnes memandang tatapan Ebra dengan takut, pria itu sangat mengerikan.


“Lepaskan tangan nya, kamu membuat nya kesakitan.” Reno langsung menarik tangan Agnes dan memposisikan tubuh gadis itu di samping nya. Ebra mendecih dan tersenyum sinis melihat Reno yang ikut campur dengan urusannya.


“Kamu siapa? Tidak usah sok ikut campur, Agnes adalah kekasih ku, dan aku berhak membawa nya.” bentak Ebra menatap bengis ke arah Reno.


Agnes mulai bersembunyi di punggung Reno.


“Anda tidak berhak membuat keributan di tempat ini, ini adalah kantor.”ucap Reno.


Ebra mengepalkan tangan nya kesal, ia langsung menarik kerah kemeja Reno. Hal itu membuat Agnes memekik kaget.


“Bajingan!! Kamu tidak usah sok mengatur ku sialan!”


BUGH!!


“Perempuan sialan!!” teriak Ebra menatap tajam Agnes.


Tepat di saat itu petugas security datang mengamankan Ebra yang hendak menyerang Agnes. Pria itu meronta saat di suruh kembali ke tempat mobil nya.


Agnes membantu Jong In berdiri, dan merasa sangat khawatir kepada pria itu. Dihari pertamanya Reno harus menyaksikan perdebatan antara dirinya dan Ebra.


“Reno, kamu baik-baik saja, maafkan saya, karena ini semua gara-gara saya.”ucap Agnes merasa bersalah.


Reno mengangguk, Agnes menatap khawatir pada luka di sudut bibir Reno.


“Kamu tidak terlihat baik-baik saja, ikut aku." ajak Agnes yang akan mengobati luka di sudut bibir Reno.

__ADS_1


Reno meringis saat Agnes mengobati luka di bibir nya, gadis itu membawa Reno ke ruangan nya. Agnes mengusap sudut bibir Reno perlahan dengan cairan antiseptik, ia merasa menyesal karenanya Reno jadi seperti ini.


“Apakah sakit? Maafkan saya, gara-gara saya kamu jadi di pukul oleh Ebra.”ucap Agnes khawatir, Reno menggeleng ia menatap wajah Agnes yang dekat dengan nya gadis itu terlihat sangat khawatir.


“Saya baik-baik saja, saya tadi khawatir melihat dia sangat kasar sama kamu.”jawab Reno.


Agnes menghela nafas nya kasar. “Kelakuan nya memang seperti itu dia kasar dan berlebihan, saya mewakili Ebra minta maaf padamu Za.”


“Tidak apa-apa, kamu baik-baik saja kan? Tangan mu sakit? Tadi aku melihat pacar mu itu menarik nya dengan kuat.”tanya Reno.


Agnes tersenyum dan mengangguk. “Aku sudah terbiasa seperti itu, maka dari itu aku putus dengan nya namun dia tidak terima.”jawab Agnes.


Reno merasa terkejut, selama berpacaran Zefanya dan sampai sekarang menikah pun ia tidak pernah bermain fisik, karena wanita makhluk yang lemah dan rapuh.


“Agnes, sebaiknya kamu meninggalkan pria seperti itu dia akan terus menyakitimu, saya masih heran dengan lelaki yang suka menyakiti secara fisik di jaman sekarang, kemarikan tangan mu biar saya lihat.”titah Reno.


Agnes mengulurkan tangan nya, Reno menyentuh pergelangan tangan Agnes yang memerah, lalu mengusapnya perlahan. Agnes menatap wajah tampan Reno, pria itu sangat lembut, sebelum Reno resmi masuk ke Mattulesy mereka sering bertemu untuk membahas soal pekerjaan sehingga lebih dekat, dan Agnes tau bagaimana kepribadian Reno, pria itu sangat menghargai wanita.


Agnes memandang wajah itu, dan pergelangan tangan nya terasa hangat sekarang.


“Reno, saya yakin jika istri mu pasti sangat beruntung memiliki pria seperti kamu “


Hal itu membuat Reno menatap ke arah Agnes, dan tersenyum.


“Saya juga merasa beruntung memiliki nya, dia mandiri dan selalu mengalah, dia wanita yang cantik, maka dari itu saya takut jika diluaran sana banyak pria yang menyukainya dan lebih sempurna dari saya.”


Agnes tersenyum sambil menatap wajah tampan itu. “Jika saya menjadi Zefanya maka saya tidak akan melepaskan pria seperti mu, walaupun banyak pria lain yang lebih sempurna, tampang dan kekayaan banyak di miliki oleh pria lain, namun sifat dan karakter tentu saja tidak.”jelas Agnes.


Reno hanya diam, Agnes memang tertarik kepada Reno sejak pertama kali bertemu, Reno sosok yang baik, sederhana dan pekerja keras, namun semenjak Agnes tau jika Reno sudah memiliki seorang istri, jadi ia memilih mundur, karena Agnes sadar akan sulit membuat seorang pria setia berpaling di bandingkan seorang wanita.

__ADS_1


Dan Agnes berharap jika dia tidak akan pernah merusak hubungan orang lain, bagaimanapun juga dia sesama wanita yang juga akan merasakan terluka jika orang yang dicintainya direbut.


__ADS_2