Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Perjalanan


__ADS_3

Zefanya siap dalam perjalanan bisnisnya, Gala mengatakan mereka hanya pergi satu hari jadi Zefanya tidak membawa barang apapun selain tas selempang nya. Zefanya sudah meminta izin kepada Reno, gadis itu mematut penampilan nya di cermin. Zefanya hanya memakai rok span atasan berbahan sivon berwarna putih, seperti biasa rambut itu di kuncir ke belakang, Zefanya memoleskan lipstik berwarna soft pink di bibir nya, penampilan nya cukup sederhana.


Setelah selesai Zefanya mengambil tas dan keluar dari rumah nya, kemudian ia berjalan kaki menuju ke depan gang karena Gala sudah menunggu disana, benar saja pria itu sudah berdiri di depan mobil, saat Gala menoleh Zefanya kagum melihat ketampanan pria itu, entah kenapa apa saja yang melekat di tubuh Gala semuanya terlihat cocok.


“Maaf Pak, anda sudah menunggu lama?” tanya Zefanya .


“Baru sekitar 10 menit kita berangkat sekarang.” Ajak Gala.


Zefanya mengangguk, akhirnya mereka masuk ke dalam mobil dan mobil tersebut melaju meninggalkan kediaman Zefanya . Perjalanan ke tempat itu membutuhkan waktu 3 jam.


“Zefa perjalanan nya akan lama jika mengantuk sebaiknya tidur.” Titah Gala.


Zefanya tersenyum, akhirnya ia bisa kembali bersikap normal saat berhadapan dengan Gala. Zefanya belum mengantuk ia memperhatikan jalanan melalui jendela mobil.


Zefanya melihat mobil Gala melewati jalanan yang kiri kanan nya hutan dan terlihat sangat sepi sampai membuat Zefanya takut, kenapa bertemu dengan klien perjalanan nya seperti ini.


“Pak Gala, apa rumahnya di tempat terpencil seperti ini?” tanya Zefanya .


Gala mengangguk. “Sebentar lagi kita sampai, rumah nya memang jauh maka dari itu usahakan kedatangan kita tidak sia-sia apakah kamu paham?”


Zefanya mengangguk, ia harus bisa di andalkan disini, karena Gala ingin mengajak Mr.William bekerja sama dalam perusahaan nya.


Akhirnya mereka tiba di sebuah rumah berbentuk tradisional dan terlihat sangat unik. Gala dan Zefanya turun dari sana, Zefanya berdecak kagum melihat keunikan tempat tersebut, bahkan air mancur nya terlihat sangat aesthetic, patung-patung leluhur berada di setiap sudut tempat tersebut.


Zefanya mengikuti langkah Gala masuk ke dalam, ruangan tersebut di terangi oleh pencahayaan yang temaram. Hingga akhirnya seorang pria muncul dari sana, Gala membungkuk hormat kepada pria tersebut sama hal nya dengan Zefanya .

__ADS_1


“Gala akhirnya kamu datang sendiri menemui saya.”


Gala tersenyum. “Iya Mr, maaf saya menyuruh Yuda untuk mewakili saya.”


Mr. William tersenyum dan menepuk bahu Gala. “Tidak apa-apa Ken, dan kamu datang bersama siapa? Apakah gadis ini kekasih mu?” tanya Mr. William


Zefanya yang ditatap pun tersenyum canggung dan menggeleng.


“Bukan Mr. William dia adalah sekretaris saya.” Jawab Gala.


“Perkenalkan saya Zefanya .” Ucap Zefanya sambil membungkukkan tubuh nya dengan sopan, Mr. William tersenyum ia suka orang-orang yang sopan dan punya tata krama.


“Masuklah kita bicara di dalam saja.”


Gala dan Zefanya akhirnya mengikuti langkah Mr. William masuk ke dalam, rumah tersebut benar-benar memiliki kesan yang berbeda, bahkan Zefanya juga melihat banyak barang-barang antik lainnya disana, aura di dalam rumah Mr. William terasa lebih hangat.


Mr. William tersenyum saat Zefanya sudah menjelaskan semuanya.


“Gal, sekertaris kamu sangat pintar, kamu menemukan nya dimana? “ tanya Mr. William yang kagum akan kecerdasan Zefanya .


Gala tersenyum “Dia ini sangat spesial Mr, William, makanya aku mengangkatnya menjadi sekretaris.” Kata Gala sambil meletakkan tangan nya di bahu Zefanya dan tersenyum, hal itu membuat Zefanya gugup dan tersenyum kecil.


Zefanya senang saat Gala memujinya spesial, tetapi dia juga gugup saat tangan Gala berada di bahunya.


“Saya akan segera menandatangi nya, tunggu saja kabar baik nya, berterima kasihlah pada sekretaris mu Gal, karena dia berhasil meyakinkan saya agar bekerja sama dengan perusahaan kalian.” Kata Mr. William tersenyum kecil.

__ADS_1


“Tentu saja Mr. Saya akan sangat berterima kasih kepada sekertaris saya yang mampu membuat anda menerima kerjasama ini.” Ucap Gala.


Sedangkan Zefanya hanya tersenyum ia merasa senang dengan reaksi Mr. William, ia tidak akan membuat kedatangan mereka ke tempat ini sia-sia. Bahkan Zefanya membuat Mr. William kagum akan kecerdasan bahkan kecantikan Zefanya . Memang wanita itu sangat istimewa, Zefanya nyaris sempurna. Dan jika disandingkan bersama Gala, wanita itu bahkan lebih cocok menjadi istrinya ketimbang sekertaris.


Zefanya memiliki banyak kelebihan hingga kelebihan itu mampu menutupi kekurangan Zefanya , bahkan jika orang yang baru melihat saja pasti akan terpesona dengan keanggunan wanita cantik itu.


“Kalau begitu kami permisi Mr. Hari sudah mulai mendung, dan kami khawatir perjalanan kita pulang akan terhambat karena cuaca yang tidak mendukung.” Pamit Gala.


“Kamu seperti sama siapa saja Gal, bahkan saya akan merasa senang jika kalian bisa menginap disini, di daerah sini sangat sepi, saya takut terjadi sesuatu kepada kalian.”


“Tidak Mr. Kita bisa pulang sekarang juga, lebih baik kita cepat pulang agar cepat tiba di rumah, lagian saya juga tidak bisa membawa istri orang untuk menginap dadakan.” Sahut Gala.


Mr. William pun tersenyum, ia mengerti jika pasti suami Zefanya akan sangat khawatir jika istrinya belum juga pulang hingga malam hari.


Saat sudah jam 3 Sore Zefanya dan Gala memutuskan pamit dari kediaman Mr. William, cuaca saat itu memang mendung namun keduanya memutuskan tetap pulang. Gala tidak berniat macam-macam karena rencananya memang menemui Mr. William bukan untuk menjebak Zefanya . Gala sudah memikirkan semuanya dengan matang, jangan sampai kejadian seperti kemarin bisa terulang dan membuat Zefanya malah menjauhinya. Dan pasti semua rencana yang sudah ia susun akan gagal.


Cuaca semakin mendung dan rintik-rintik hujan pun mulai turun. Gala mengendarai mobil nya dengan kecepatan standar. Ia melirik ke arah Zefanya yang fokus ke depan.


“Zefa, kamu sangat hebat, saya bangga sama kamu saat melihat kepandaian kamu hari ini.” Kata Gala dengan senyum kecil.


Zefanya hanya tersenyum. “Itu sudah tugas saya Pak, anda mengatakan jangan sampai kedatangan kita sia-sia, maka dari itu saya berusaha semaksimal mungkin.” Jawab Zefanya .


Gala tersenyum, Zefanya terlihat menarik di mata Gala sekarang. Mobil terus melaju, namun angin kencang dan hujan deras tidak kunjung berhenti, saat mereka melewati jalan sepi di daerah kawasan hutan pinus itu, angin kencang nya semakin menjadi.


“Pak Gala awas!!” pekik Zefanya .

__ADS_1


Ckiitt!!!


__ADS_2