Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Mengganti warna lipstik


__ADS_3

Zefanya menghabiskan makan siang nya, Gala tidak mengizinkan wanita itu untuk keluar karena masih ada yang harus di kerjakan, alhasil Zefanya harus makan siang di ruangan Gala. Zefanya juga sempat membalas pesan dari suaminya lalu menutup kembali ponsel nya.


Zefanya merasa terkejut saat matanya terhalang oleh sebuah paper bag berlogo brand terkenal di hadapan nya, Zefanya mendongak ke atas ternyata Gala yang memberikan nya.


“Pakailah, kaki mu sakit jangan memaksa memakai sesuatu yang tidak nyaman Zefa.” Kata Gala.


“T-tapi Pak ini terlalu bagus, pasti harganya mahal.” Jawab Zefanya.


“Saya hanya ingin kamu menerima dan memakai nya sekarang.” Tegas Gala.


Zefanya tidak bisa membantah, ia menerima paper bag berlogo yang ia yakini mahal tersebut, Zefanya tau sepatu dan sendal dengan brand itu sangat fantastis karena merupakan brand kesukaan model-model terkenal, flat shoes saja harga nya bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta. Zefanya membuka paper bag dan kotak di dalam nya, ia berdecak kagum saat melihat sebuah flat shoes yang sangat cantik.


“Saya tidak tau ukuran kaki mu berapa tapi semoga ini muat.” Gala langsung meraih kaki Zefanya, hal itu membuat Zefanya terkejut namun tidak bisa membantah.


“Sebaiknya jangan terlalu menahan diri atas sesuatu yang kamu inginkan Zefa, tujuan bekerja mendapatkan penghasilan, dan penghasilan di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.” Ucap Gala.


Zefanya menunduk ia paham akan perkataan atasannya itu, memang benar selama ini Zefanya sangat menahan diri atas barang-barang yang ingin di beli, demi menabung untuk masa depan nya, ia bahkan menahan diri untuk membeli sepotong baju walaupun saat gajian, masa depan yang di rencanakan dengan Reno sudah sangat indah untuk kedepannya.


“Sudah selesai, sangat cocok di kaki mu.” Ujar Gala setelah memakaikan flat shoes di kaki Zefanya.


“Terimakasih Pak, sungguh saya merasa tidak enak dengan anda.”


Zefanya sangat menghargai Gala pria itu berbeda dengan laki-laki yang ingin mendekati nya, perhatian Gala tidak membuat Zefanya risih. Zefanya menurunkan kaki nya, benar sekali sesuatu yang mahal memang terasa berbeda sangat nyaman dan elegan di kakinya.


Zefanya menatap Gala yang sedang menandatangi proposal itu, Zefanya mengakui Gala sangat tampan, pria itu berkelas, bahkan memiliki sifat yang baik, dan Zefanya merasa bersalah karena kemarin berani membayangkan hal kotor tentang Gala yang sudah jelas sangat baik kepadanya.


--


Zefanya pulang lebih lama dari karyawan biasa, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam barulah Zefanya selesai dengan semua pekerjaan nya, rasanya ia sangat lelah namun Zefanya tetap harus bersemangat, ia melihat ponsel nya dan membaca pesan dari suaminya, dan seperti biasa ia harus pulang sendiri lagi.


Zefanya mengambil tas nya, dan keluar ruangan menuju lift. Namun saat Zefanya sudah berada di depan lift lampu nya di koridor tersebut tiba-tiba mati, dan hal itu membuat Zefanya terkejut.

__ADS_1


“Ya ampun kok bisa kaya gini.”


Zefanya merogoh ponsel nya untuk menghidupkan pencahayaan, namun tiba-tiba ia merasakan seseorang menyentuh bahu nya.


“Astaghfirullah.” Pekik Zefanya terkejut.


Zefanya mengarahkan senter ponsel nya dan ia terkejut saat mengetahui ternyata itu adalah Gala, pria itu tersenyum ke arah Zefanya.


“Pak Gala? Bapak belum pulang?” tanya Zefanya.


“Baru saja mau pulang, dan tiba-tiba mati lampu saya baru saja menyuruh pihak keamanan untuk memeriksa nya, sebaiknya kita lewat tangga darurat saja, ayo.”


Gala meraih tangan Zefanya dan menggenggam nya, hal itu membuat Zefanya tertegun baru kali ini tangan nya di genggam oleh pria lain selain Reno, tangan Gala terasa hangat. Gala meraih ponsel Zefanya dan mengarahkan senter nya sepanjang koridor menuju tangga darurat, Zefanya hanya bisa membiarkan tangan nya di genggam oleh Gala, lagi pula ia sedikit takut gelap.


Hingga akhirnya mereka tiba di basement bawah. Zefanya langsung menarik tangan nya, Gala yang sadar pun langsung melepaskan tangan Zefanya.


“Zefa, kamu pulang dengan siapa? Apa kamu menunggu di jemput suami kamu?” tanya Gala.


“Sebaiknya kita pulang bersama, saya akan mengantar mu ini sudah malam.” Tawar Gala.


Zefanya berfikir sebaiknya ia pulang bersama Gala saja, lumayan tidak keluar biaya lagi untuk ongkos taksi.


Zefanya pun mengiyakan ajakan pulang bersama, entah kenapa dia juga heran dengan dirinya, biasanya disaat Arya yang mengajak pasti Zefanya akan banyak beralasan.


Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka, Zefanya juga tidak tau harus berbicara apa untuk memecah keheningan.


“Zefa, saya lupa mengatakan padamu minggu depan kita akan perjalanan bisnis ke luar kota.”


“Luar kota? Bukannya Pak Gala mengatakan akan pergi dengan Pak Yuda?” tanya Zefanya.


Gala mengangguk. “Yuda tidak bisa ikut, ia harus mengurus kantor, jadi kamu yang harus ikut Zefa, kita hanya pergi satu hari.”

__ADS_1


Zefanya mengangguk. “Baiklah Pak.”


Akhirnya mobil Gala berhenti tepat di depan gang kediaman Zefanya.


“Terimakasih untuk hari ini Pak,”


“Tunggu”.


Zefanya tidak jadi turun, Gala mendekatkan wajah nya ke arah Zefanya hal itu membuat wajah Zefanya semakin mundur kebelakang, bahkan hidung mereka hampir saja bersentuhan sedikit lagi. Zefanya merasa wajah nya memanas saat wajah tampan Gala sudah sangat dekat dengan nya.


“Saya hanya ingin mengatakan, jangan ganti aroma parfum nya, karena saya suka.” Ucap Gala sambil menekan bibir bawah Zefanya, ia tidak mampu berkutik.


“Dan warna lipstik mu hari ini saya kurang suka karena sedikit mencolok menurut saya.”


Zefanya merasa hawa tubuh nya menjadi hangat seketika karena usapan ibu jari Gala di bibir nya.


Gala membuka seatbelt Zefanya dan menjauhkan wajah nya, Zefanya akhirnya busa bernafas lega, bahkan ia langsung duduk dengan tegak.


“B-baiklah Pak saya tidak akan mengenakan lipstik itu lagi.” Jawab Zefanya.


Gala tersenyum. “Kamu sangat patuh, aku harap kamu bisa mematuhi semua perintah saya ke depannya, apakah kamu siap Zefa?”


“Tentu saja Pak, anda adalah atasan saya.” Jawab Zefanya.


Gala menyeringai kecil. “Saya hanya memperingatkan mu untuk berhati-hati, karena sebuah perintah bisa dalam bentuk apa saja, entah itu baik ataupun buruk saya harap kamu mematuhi nya.”


Zefanya terdiam sejenak. “Baiklah Pak, saya turun dulu hati-hati di jalan.”


Zefanya langsung membuka pintu mobil Gala dan turun, kemudian wanita itu masuk ke dalam gang kediaman nya. Gala menyeringai dan menjalankan mobil nya, baru kali ini Gala sangat menginginkan sesuatu selain dari harta dan kedudukan.


Gala akan membuat Zefanya jatuh dalam genggaman nya tanpa paksaan, ia akan membiarkan wanita itu sendiri masuk ke dalam jebakan nya.

__ADS_1


__ADS_2