Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Pria bermuka dua


__ADS_3

Sedangkan di apartemen Agnes, Reno dan wanita itu tengah asik bercumbu. Karena telah menolongnya, maka Agnes akan memberikan hal berharga kepada Reno sekaligus untuk membuatnya terbebas dari jeratan mantan kekasihnya.


“Agnes....” desis Reno.


“Nikmatilah, aku yakin kamu akan suka dengan kejutanku, kamu pasti sudah sering melakukannya dengan Zefanya, tapi aku masih gadis dan sudah pasti lebih memuaskan dari pada wanita itu.”


Agnes mulai menggoda Reno, dan Reno pun membalas semua perlakuan Agnes. Ini bukan untuk yang pertama kalinya Reno melakukannya selain dengan Zefanya, bahkan pria itu pernah melakukannya dengan Anita jauh sebelum Zefanya bekerja di Achazia company.


Agnes tersenyum senang saat Reno mulai menikmati apa yang ia lakukan, sejujurnya dia tidak memiliki niatan untuk menghancurkan rumah tangga Reno dan Zefanya. Agnes bersedia menjadi yang kedua dan akan membiarkan Reno tetap menjadi suami Zefanya.


Zefanya pulang dari kediaman Gala saat sudah larut malam, Zefanya terus melangkah sampai di depan rumah nya, dan langkah nya terhenti saat melihat Reno bersama Agnes disana, sudah larut malam kenapa wanita itu betah berlama-lama. Akhirnya Zefanya pun mendekati keduanya.


“Mas Reno..” panggil Zefanya.


“Sayang kamu sudah pulang?” tanya Reno menghampiri istrinya.


Agnes langsung melihat ke arah Zefanya dan tersenyum, namun Zefanya sama sekali tidak. Ia kesal sekali dengan perempuan di hadapan nya. Zefanya tau Agnes tersenyum ke arah nya namun wanita itu juga menilik penampilan nya saat ini.


“Hai Zefanya... Aku Agnes Direktur bagian departemen Reno.” Ucap Agnes sambil mengulurkan tangan nya. Zefanya hanya menatap tangan Agnes dan menaikkan sebelah alisnya dengan sinis.


Agnes yang merasa uluran tangan nya sia-sia pun menarik nya kembali. Reno melihat hal itu ia benar-benar tidak suka dengan kelakuan Zefanya.


“Aku tau anda atasan nya suami saya, namun kenapa masih berada disini?” tanya Zefanya dengan ketus.

__ADS_1


Hal itu membuat Reno terkejut, ia tidak menyangka Zefanya akan mengatakan hal seperti itu, Reno merasa tidak enak hati kepada Agnes sekarang.


“Zefanya jaga bicaramu..” ujar Reno dengan dingin.


Zefanya menoleh ke arah Reno, bahkan pria itu terlihat membela Agnes sekarang.


Agnes tersenyum kecil, ia sadar bahwa Zefanya mengusir nya secara halus. Keberadaan nya membuat situasi menjadi memburuk.


“Aku hanya mengantar Reno pulang, aku permisi dulu za.”


Zefanya menatap Agnes dengan sinis. Kemudian Agnes pergi, Reno mengisyaratkan ucapan maaf kepada Agnes atas kelakuan Zefanya.


Setelah Agnes pergi barulah Reno beralih kepada Zefanya dan mendekati gadis itu.


“Zefanya aku tidak suka kelakuan mu seperti tadi, Agnes adalah atasan ku di kantor kamu seharusnya menghormatinya, seperti aku menghormati Gala.”


“Atasan? Tapi makan bersama dan pergi ke apartemen nya seharian, apakah menurut mu itu wajar? Dan apa itu dia mengantar mu pulang? Apakah kamu tidak bisa mandiri lagi sekarang?” bentak Zefanya yang sudah sangat emosi dengan kelakuan suaminya, bukan hanya sekali dia memergoki suaminya itu.


Reno memejamkan matanya, ia merasa Zefanya sangat kekanakan.


“Zefanya berhentilah bersikap kekanakan, aku memaklumi mu dengan Gala, tapi kamu malah seperti ini, jangan membuat kesabaran ku habis menghadapi mu!”


Suara Reno mulai meninggi, tatapan nya terlihat kesal. Zefanya menatap Reno dengan pandangan berkaca-kaca dan tangan mengepal.

__ADS_1


“Terserah padamu! Bahkan kamu tidak pernah menjelaskan Agnes kepadaku, kamu egois, kamu selalu meminta aku agar hati-hati dengan Pak Gala tapi kamu sendiri yang malah dekat dengan wanita itu, aku bahkan mengenalkan Pak Gala sebagai atasanku kepadamu, lalu dimana letak kekanak-kanakan ku?”


Zefanya mendorong tubuh Reno dan masuk ke dalam, mood nya benar-benar sangat buruk karena Reno. Pria itu pun enggan masuk dan merayu Zefanya, karena apa yang di lakukan Zefanya salah, Reno tidak bisa membenarkan hal yang salah, cemburu Zefanya sangat keterlaluan.


Zefanya merebahkan tubuhnya di ranjang, ia menenggelamkan wajahnya di bantal, Zefanya merasa sangat kesal dengan Reno yang sama sekali tidak mengerti bagaimana perasaan nya.


“Aku akan buat perhitungan sama kamu, sudah cukup selama ini aku selalu sabar hidup susah dengan kamu, tapi kamu masih tidak melihat pengorbananku, kamu bahkan bermain wanita diluaran sana tetapi aku tetap diam saja, sekali saja kamu mengecewakanku lagi jangan harap aku akan menerima kamu, disini aku cantik, cerdas dan pintar. Tidak sulit bagiku untuk mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari kamu.” Desis Zefanya sambil mencengkeram bantal yang ada di pelukannya.


Memang benar apa yang dikatakan Davira selama ini, Zefanya sangatlah bodoh karena masih terus bertahan dengan Reno. Zefanya bertahan karena selama ini dia tidak memiliki siapa-siapa lagi selain suaminya, tetapi sekarang Zefanya tidak ingin selalu menjadi bodoh.


“Jika aku tega, aku sudah menjerat laki-laki diluaran sana, tapi aku masih memikirkan rumah tangga kita, bahkan disaat aku bersama Pak Gala melakukannya pun itu tidak seberapa dengan luka hati yang kamu berikan kepadaku Reno.”


“Sekali lagi aku melihatmu bersama wanita sialan itu, maka tidak segan aku pun akan bermain gila bersama Pak Gala, pria tidak bisa menjamin apapun saja masih berani menyakiti hati seorang wanita.” Guman Zefanya sambil menatap langit-langit kamarnya.


“Jika Davira tau, pasti wanita itu akan menertawakan aku, hidupku sangat miris sekali, ditinggal kedua orang tua, tidak memiliki siapa-siapa, dan sekarang aku tidak peduli lagi dengan yang namanya cinta, bagiku cinta adalah luka yang paling dalam.”


“Selama aku menjalin hubungan dengan Pak Gala, aku selalu dihantui rasa bersalah, tapi melihat suamiku sendiri yang lagi-lagi menghianati, aku melupakan rasa bersalah itu,”


Zefanya memejamkan matanya agar bisa menghilangkan rasa pusing di kepala karena merasa kesal. Hingga setengah jam berlalu Zefanya tetap tidak bisa memejamkan matanya akibat selalu berputar wajah Gala di kepalanya membuat Zefanya memutuskan membuka matanya itu.


“Sialan! Kenapa wajah Pak Gala selalu muncul di kepalaku, bukankah sekarang seharusnya aku sedang memikirkan bagaimana nasib rumah tanggaku jika Reno benar-benar menjalin hubungan lagi dengan wanita lain.” Pekik Zefanya kesal.


“Sekarang Pak Gala lagi ngapain ya? Kenapa selalu saja nama dia yang berputar dipikiran ku.” Ujar Zefanya memukul-mukul bantalnya.

__ADS_1


“Zefanya buka pintunya, kamu tega membiarkan aku tidur di luar?” teriak Reno dari balik pintu membuat Zefanya langsung menutupi telinganya.


“Biarkan saja pria brengsek itu tidur di luar, aku tidak peduli lagi dengannya, seharusnya dia merasa bersalah tapi malah menyalahkan ku, tunggu saja tanggal mainnya, dan aku akan membuat permainan ini begitu menyenangkan.” Setelahnya Zefanya pun mengistirahatkan tubuhnya dan terlelap.


__ADS_2