
“Apa! Sekretaris Pribadi? Sungguh gila Ka, bukannya itu sangat keren, Zefanya itu karyawan baru yang langsung jadi sekertaris pribadi Pak Gala .” Ucap Zefanya heboh, saat ini jam makan siang dan mereka duduk bertiga di cafe depan kantor.
Raka menguap dan mengusap wajah nya kasar. Sedangkan Zefanya termenung gelisah ia takut jika suaminya tidak mengizinkan Zefanya menjadi sekertaris pribadi Gala .
“Apa yang harus aku lakukan?” tanya Zefanya dengan tidak semangat.
“Bodoh!! Apalagi, langsung terima saja, gaji mu tinggi, kemana Pak Gala pergi kamu akan di bawa, demi apapun Zef, itu kesempatan buat kamu sangat luar biasa, benarkan Ka, bagaimana menurut mu?” tanya Alana menatap Raka .
Raka menguap ia memperhatikan Zefanya kemudian tersenyum.
“Kalian para wanita ini bodoh atau bagaimana sih, sudah jelas kalau Pak Gala itu tertarik sama Zefanya , makanya dia mengangkat Zefanya menjadi sekretaris pribadi, sedangkan kamu jangan pernah bermimpi bisa seperti Zefanya , Ra.” Ujar Raka .
Alana mendecih dan memukul lengan Raka dengan kuat. Zefanya mengernyit heran mendengar perkataan Raka yang tidak masuk akal.
“Kamu jangan ngaco Ka, tidak mungkin Pak Gala tertarik padaku, jangan mengada-ngada.” Ujar Zefanya .
“Zefanya kamu tidak tau, lelaki itu pandai dalam merayu, dia bisa saja sekarang menjadikanmu sekertaris yang membuat kamu akan terus berada di lingkaran hidupnya, setelah itu dia bisa mengikatmu dengan alasan pekerjaan.”
Alana pun nampak memikirkan ucapan Raka .
“Benar juga apa yang di katakan Raka , jangan-jangan Pak Gala tertarik sama kamu, jika benar maka langsung sikat saja sudah tampan, kaya, CEO muda, apalagi yang harus kamu pertimbangkan Zefanya .” Ujar Alana yang merasa gemas dengan sahabatnya itu.
“Masalahnya ada di Mas Reno , aku tidak yakin jika dia menginginkanku menjadi sekertaris pribadi Pak Gala .”
Alana mendengus sebal. “Astaga Zefanya jangan bodoh! Pekerjaan yang di tawarkan kepada mu itu bagus! Jika kamu menolak maka kamu akan kehilangan penawaran emas ini. Ini awal kehidupan kamu berubah menjadi lebih baik, kamu juga bisa membantu membayar keperluan rumah dan tidak mengandalkan Reno saja.”
__ADS_1
Alana benar-benar sangat kesal dengan kelakuan Zefanya yang selalu saja membawa-bawa Reno dalam semuanya.
“Davira kamu emang bener-bener ya, itu tandanya Zefanya istri yang baik, tidak seperti kamu yang tidak jelas memiliki pasangan atau tidak.” Ketus Raka memutar bola matanya jengah. Pasalnya Davira selalu saja mempengaruhi Zefanya dengan hal-hal buruk.
“Ck sebaiknya kau diam.” Ketus Davira yang merasa kesal.
Zefanya masih termenung, bagaimanapun ia harus membicarakan semua inu dengan suaminya. Jika Reno tidak setuju, Zefanya terpaksa mencari kerja di tempat lain saja dan benar-benar harus keluar dari Madava grup.
Zefanya berbaring di atas paha Reno sambil membaca buku pemberian Gala , buku itu sangat bagus, berisi kiat-kiat menjadi karyawan yang baik, dan di dalam buku itu juga ada terselip apa saja tugas seorang sekretaris dan Zefanya berdecak kagum, pekerjaannya tidak sebanyak seperti karyawan namun tanggung jawab nya lebih besar.
Zefanya menutup bukunya, dan bangun lalu mengubah posisinya menjadi duduk, sedangkan Reno masing sibuk dengan laptopnya.
“Mas Reno .” Panggil Zefanya , ia ingin segera membicarakan perihal naiknya jabatannya menjadi seorang sekertaris.
“Hem, ada apa sayang?” tanya Reno tanpa menatap wajah Zefanya .
“Ada apa sayang? Kamu mau bicara apa emangnya?” tanya Reno setelah menutup laptopnya dan menatap wajah cantik Zefanya.
“Mas Reno , sebenarnya aku telah dikeluarkan dari departemen keuangan tadi pagi.”
Reno menatap Zefanya dengan serius. “Di keluarkan? Bukannya kerja kamu selama ini bagus, kenapa bisa sampai di keluarkan.” Tanya Reno .
“Aku dikeluarkan dari departemen keuangan karena aku harus menjadi sekertaris Pak Gala selaku CEO Madava grup.” Jawab Zefanya.
“Apa? Sekretaris CEO?" tanya Reno yang tentunya sangat terkejut akan ucapan istrinya itu.
__ADS_1
Zefanya mengangguk. “Aku butuh izin dari kamu Mas, menjadi Sekretaris CEO aku akan lebih sering di kantor dan menemani nya pergi jika ada meeting dan rapat.” Sahut Zefanya dengan nada ragu.
Reno terdiam, ia menatap wajah Zefanya yang sepertinya sangat menginginkan posisi tersebut sebagaimana cita-cita Zefanya adalah ingin menjadi wanita karir untuk merubah hidupnya.
“Kenapa dia meminta kamu untuk menjadi sekertaris? Bukannya kamu Cuma karyawan baru.” Tanya Reno lagi.
“Aku tidak tau Mas, yang pasti Pak Gala menawarkan pekerjaan tersebut, dia sangat baik bahkan memuji pekerjaan ku, jadi bagaimana menurut mu, apa aku boleh menerima posisi itu?” tanya Zefanya dengan tatapan memohon.
Reno tampak terlihat sedang berfikir, jika ia tidak setuju pasti Zefanya akan kecewa, jika ia setuju Reno tidak bisa menjamin bahwa atasan Zefanya itu tidak tertarik pada istrinya. Reno sudah sering merasakan hal seperti ini, ia tidak tega jika Zefanya harus keluar dari perusahaan impiannya begitu saja.
“Aku mengijinkan mu sayang, kamu boleh mengambil posisi itu, tapi dengan satu syarat.” Ucap Reno memberikan syarat kepada Zefanya , yang tentunya itu akan membuat Reno bisa bernafas lega.
“Syarat? Kenapa harus ada syaratnya?” tanya Zefanya tidak mengerti akan jalan pikiran suaminya.
“Biarkan aku bertemu langsung dengan atasan kamu itu agar aku bisa menilai orang itu baik atau buruk.” Sahut Reno .
Zefanya membulatkan matanya, permintaan suaminya itu sungguh gila, Gala bukan sembarangan orang yang memiliki banyak waktu, apalagi untuk hal yang tidak penting.
“Mas itu mustahil, Pak Gala sangat sibuk, mana mungkin bisa bertemu dengan mu, lagi pula kenapa kamu ingin bertemu dengan nya sih?” tanya Zefanya dengan nada kecewa akan syarat dari suaminya itu.
“Aku ingin memastikan dia tidak memiliki niat lain terhadap mu Sayang, aku hanya mengkhawatirkan mu oke, aku harap kamu mengerti dengan permintaan ku ini.” Jawab Reno.
Zefanya hanya menunduk, Reno memang sangat perhatian bahkan sampai hal-hal kecil seperti ini, tapi kenapa Reno harus sangat khawatir?, Zefanya yakin jika ia bukan selera wanita kaya seperti Gala , Zefanya yakin orang seperti Gala punya selera tinggi ataupun sudah punya pasangan.
Dia tidak ingat saja jika Arya juga menyukainya, jika pria hanya memandang kasta maka banyak wanita yang tidak akan berguna di mata pria, sebaliknya pria hanya ingin wanita yang dicintainya tanpa memandang kasta sedikitpun.
__ADS_1
“Aku akan berusaha, tapi aku tidak yakin jika Pak Gala bisa bertemu dengan kita.” Jawab Zefanya dengan lesu.
“Di coba dulu sayang, aku yakin dia pasti bisa Jika memang kamu adalah salah satu karyawan terbaik yang dia pilih.” Jawab Reno mengusap rambut Zefanya dengan sayang.