Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
rambut rontok


__ADS_3

Zefanya baru saja sampai di rumahnya, Reno baru mengabari Zefanya bahwa ia lembur malam ini, Zefanya meletakkan paperbag nya di atas meja lalu merebahkan tubuh nya di atas ranjang usang kecil tersebut. Zefanya menghela nafas berkali-kali, Zefanya sadar bahwa miskin, tidak ada yang bisa di lihat darinya selain fisik, dan Zefanya seharusnya bersyukur sudah memiliki Reno yang selalu ada untuk nya.


Uang adalah sesuatu yang berharga bagi Zefanya, bukan karena ia mata duitan tapi karena ia butuh. Dan sekarang pikiran Zefanya melayang kepada Gala, apa yang mereka lakukan dua minggu yang lalu. Zefanya meraih ponsel nya dan membuka galeri, ada foto Gala disana mereka sebelumnya sering video call. Pria itu terlalu tinggi untuk di gapai.


Tepat disaat itu Zefanya merasakan ponsel nya berbunyi, dan ia membulatkan matanya saat melihat panggilan dari Gala, untuk apa pria itu telfon malam-malam. Zefanya berdehem lalu kemudian mengangkat nya.


“Halo Pak, ada apa?”


“Zefanya besok aku kembali, pastikan semua laporan nya selesai.” Perintah Gala.


Sialan sekali baru mendengar suara datar itu Zefanya langsung merasa tubuh nya bereaksi berlebihan.


“Baik Pak, selamat bersenang-senang.” Jawab Zefanya.


“Hem, apa yang sedang kamu lakukan sekarang Zefa?” tanya Gala.


Zefanya sedikit terkejut namun ia berusaha tenang “Tidak ada, saya mau mandi.” Jawab Zefanya.


“Aku mau ikut boleh?” tanya Gala.


Zefanya mendecih. “Boleh jika anda disini.”


Zefanya sengaja mengatakan hal seperti itu, karena ia tau Gala sedang perjalanan bisnis mana mungkin pria itu berada di sini, lagipun ini sudah jam 10 malam.


“Wah kebetulan sekali aku berada di depan sekarang buka pintu rumah mu.” Kata Gala membuat Zefanya membulatkan mata dan bangun dari posisi tidur nya, ia merasa sangat panik.


“Apa! T-tidak mungkin anda disini!”


“Makanya buka pintu nya, apa perlu aku langsung masuk?”


“Jangan Pak.” Zefanya mengigit bibirnya dan langsung meloncat turun dari ranjang, ia mengenakan kembali ****** ***** nya yang lecek dan berjalan menuju pintu utama. Zefanya menarik nafas dan menetralkan degup jantung nya, kemudian membuka pintu dan Zefanya benar-benar shock saat melihat Gala sudah berdiri di depan teras rumah nya.


“Pak Gala bagaimana bisa anda... Hmphh”


Tubuh Zefanya terdorong ke belakang saat Gala membungkam bibirnya dengan ciuman panas dan ******* bibir wanita itu tanpa ampun, membuat Zefanya tidak bisa bernafas karena ciuman Gala yang terlalu menuntut.


Gala menutup pintu rumah Zefanya dengan kakinya, bahkan ia menjatuhkan paperbag yang di bawa nya untuk Zefanya.


“Hmphh Pak nghh”

__ADS_1


“Kurasa aku benar-benar sudah gila karena mu Zefa.”


Belum sempat Zefanya membalas ucapan Gala, pria itu sudah membungkam bibirnya kembali dengan ciuman panas.


Srek!!


Bahkan Zefanya di buat terkejut saat kemejanya sudah di robek oleh Gala, pria itu menuntun Zefanya berjalan mundur, dengan tidak sabaran tangan Gala sudah melucuti rok Zefanya. Gala merasa ia benar-benar gila, Gala tidak bisa menahan dirinya lagi, hanya Zefanya yang bisa membuat nya bergairah dan menggebu-gebu, Gala hanya menginginkan Zefanya.


Reno memarkirkan motornya di teras rumah, hari ini lembur karena ada pekerjaan tambahan, tubuh nya terasa sangat lelah. Reno menghela nafas dan masuk ke dalam rumah nya, ia tidak melihat Zefanya kemungkinan gadis itu berada di dalam kamar nya sekarang, Zefanya melihat sebuah paperbag dengan logo brand terkenal berada di lantai ruang tamu, Reno mengambil paperbag itu tanpa rasa curiga dan meletakkan nya di atas meja, kemudian ia berjalan menuju kamar.


“Sayang! Kau ada di dalam? Kenapa pintunya di kunci?”


Knop pintu Zefanya bergerak-gerak karena Reno ingin membukanya. Zefanya merasa terkejut bahkan jantung nya hampir terhenti, ia meronta ingin lepas dari Gala. Namun Gala memeluk tubuh Zefanya dengan erat dan membekap mulut itu dengan kencang,


“Pak Gala, sebaiknya anda segera pergi dari sini cepat!”


Gala tersenyum, ia mengecup bibir Zefanya dan mengigit nya perlahan lalu menyentuh dagu gadis itu.


“Aku berharap kamu berubah pikiran menerima tawaran ku.”


Zefanya mulai merasa kesal. “Sebaiknya anda pergi sekarang! Cepat, dari jendela.”


Gala tersenyum. “Tentu aku akan pergi kamu terlihat sangat ketakutan, ah baru kali ini aku keluar dari jendela, tapi tidak apa-apa, sampai jumpa besok sayang.”


Gala tersenyum kemudian naik ke atas kayu jendela tersebut, ia sempat tersenyum ke arah Zefanya sebelum akhirnya melompat ke bawah, jendela kamar Zefanya rendah, sehingga cukup mudah bagi Gala. Zefanya langsung buru-buru menutup jendela nya kembali.


Gala tertawa, baru kali ini ia di usir oleh seorang wanita setelah bercinta harus lompat dari jendela pula, untung saja ia sudah menuntaskan hasratnya jadi tidak masalah.


Zefanya merasa sangat panik, ia buru-buru menuju kamar mandi untuk membersihkan diri secepat mungkin agar Reno tidak semakin curiga.


Reno duduk di ruang tamu sambil rebahan di sofa, ia lelah seharian lembur, dan kenapa Zefanya mandi nya sangat lama, ia juga heran kenapa Zefanya mengunci pintu kamar hal itu sangat jarang di lakukan bahkan hampir tidak pernah, walaupun mandi Zefanya tetap membiarkan pintu kamar nya terbuka dan tidak di kunci.


“Mas kamu sudah pulang?” tanya Zefanya basa-basi.


Reno bangun dari posisi nya ia tersenyum melihat Zefanya yang baru selesai mandi dan mengeringkan rambut nya dengan handuk nya.


“Hem kemarilah, kenapa mandinya lama sekali sayang?”


“Em itu aku tadi keramas makanya lama.” Jawab Zefanya.

__ADS_1


“Aku kira kau tidak ada di dalam, aku merindukan mu, maaf hari ini sangat sibuk.” Ucap Reno sambil meraih tubuh Zefanya dari belakang dan memeluknya. Zefanya hanya tersenyum menanggapi perkataan Reno walaupun hatinya tidak enak.


“Sini handuknya biar aku keringkan rambut mu.” Pinta Reno.


Zefanya menyerahkan handuk kecil berwarna putih itu pada Reno, dan membiarkan pria itu mengeringkan rambut nya. Reno tersenyum dan mengusap rambut Zefanya, namun ia merasa heran saat melihat rambut Zefanya banyak yang rontok.


“Sayang rambut mu banyak yang rontok?” tanya Reno.


Zefanya langsung gelagapan, ia berusaha menenangkan dirinya. “Benarkah? Aku juga tidak tau kenapa bisa rontok, mungkin karena aku keramas pakai shampoo baru.”


Reno tersenyum. “Sudah aku bilang jangan ganti-ganti shampoo, oh iya aku menemukan paper bag itu di lantai tadi, apakah punya mu?”


Zefanya merasa terkejut, ia melihat ke atas meja, benar saja ada paper bag kecil berlogo brand terkenal disana, dan Zefanya yakin itu adalah paperbag yang di bawa oleh Gala untuknya.


“Ah iya itu punya ku sepertinya terjatuh, hari ini aku banyak belanja karena gajian pertama.” Jawab Zefanya.


“Hem pantas saja, kamu membeli apa saja memangnya” tanya Reno.


“Gajian ku lumayan besar, jadi aku membeli kebutuhan pribadi, aku ada juga membelikan untuk Mas.” Jawab Zefanya.


Reno tersenyum dan memeluk Zefanya kembali lalu mengusap rambut yang setengah basah itu.


“Sayang haruskah kita liburan?” tanya Reno.


“Liburan? Kemana Mas? Tumben sekali” tanya Zefanya heran, pasalnya semenjak menikah mereka berdua belum pernah berlibur bersama.


“Aku merasa selama ini kita jarang ada waktu, jika hari libur aku ingin mengajak mu ke pantai hanya berdua.” Ajak Reno.


Zefanya tersenyum dan mengangguk, ia akan ikut kemanapun Reno mengajaknya, namun kenapa Zefanya merasa biasa saja, bukankah seharusnya ia bahagia jika Reno mengajaknya pergi?


“Hem terlihat menyenangkan, aku akan ikut kemanapun kamu mengajakku Mas” ujar Zefanya berusaha tersenyum senang.


Reno mengusap rambut Zefanya dan meletakkan dagu nya di pundak sempit gadis itu. Reno meraih dagu Zefanya agar mata mereka saling bertatapan.


“Aku mencintai mu sayang.” Ucap Reno.


Zefanya tersenyum dan membalasnya “Aku juga mencintai Mas.”


Zefanya merasa ia benar-benar menjadi wanita yang jahat saat ini karena telah berani-beraninya mengkhianati Reno.

__ADS_1


__ADS_2