Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
Perhatian Gala


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam Zefanya masih berkutat di depan komputer nya, gadis itu menyentuh perut nya yang sedikit nyeri. Bukan karena tidak makan, tapi Zefanya bisa merasakan bahwa menstruasi hari pertamanya telah tiba.


Zefanya mencoba mengusap sebentar perut nya lalu mencoba lanjut fokus lagi pada layar komputer, namun Zefanya merasa perutnya semakin kram, Zefanya mengigit bibir nya dengan kuat, bahkan keringat dingin mulai membanjiri pelipis nya.


Zefanya ingin pulang sekarang, tapi ia tidak sanggup. Zefanya meraih ponsel nya dan mencoba menghubungi Reno, ia sangat berharap pria itu bisa menjemput nya.


“Mas bisa kamu jemput aku?” tanya Zefanya.


“Sayang maaf sekali, aku nggak bisa jemput karena pekerjaan ku selesai sekitar pukul 9, kamu pulang jam berapa?”


Zefanya memejamkan matanya kecewa selalu saja suaminya lebih mementingkan pekerjaan nya.


“Nggak apa-apa aku pulang sendiri.”


Zefanya mematikan ponsel nya, ia benar-benar tidak sanggup melanjutkan pekerjaan nya sekarang perut nya sakit sekali, di tambah ia merasa kesal dan kecewa karena Reno. Tepat disaat itu Gala keluar dari ruangan nya.


“Zefa gimana udah selesai?” tanya Gala.


“Maaf Pak, bisakah saya lanjutkan besok?”


Gala tersenyum dan mengangguk, Zefanya mematikan komputer nya, Gala melihat gerak-gerik Zefanya yang seolah menahan sakit. Gadis itu meraih tas nya dan mencoba berdiri, Namun Zefanya merasakan darah haid nya mulai turun, Zefanya menghadap ke arah Gala.


“Lebih baik bapak pulang duluan.” Ucap Zefanya.


Zefanya menahan kram di perut nya mati-matian, ia memejamkan matanya lagi saat darah nya kembali mengalir sepertinya kali ini Gala menyadari nya. Pria itu langsung melepaskan jas nya dan melingkarkan di pinggul Zefanya dan menutupi darah haid yang mencetak di rok span berwarna krem itu, membuat gadis itu terkejut.


“Kenapa tidak bilang?” tanya Gala.


“Pak, Nanti jas bapak kotor.”


Zefanya merasa tidak enak hati merepotkan atasan nya.


“Sekarang saya antar pulang, kamu sudah terlihat pucat, masih sanggup jalan?” tanya Gala.


Zefanya mengangguk, Gala meraih tubuh Zefanya dari samping ia memeluk pinggang gadis itu dan menuntun nya jalan secara perlahan, lagi-lagi Zefanya di buat terkesiap dengan apa yang di lakukan Gala. Pria itu sangat peduli padanya. Jarak mereka sangat dekat bahkan aroma maskulin Gala tercium dengan jelas di indera penciuman Zefanya.


Gala memapah tubuh Zefanya masuk ke dalam mobil, kemudian pria itu ikut masuk dan mengendarai mobil nya. Zefanya yang berada di sebelah Gala hanya diam dan meringis kesakitan.

__ADS_1


“Bagaimana bisa tidak ingat hari haid pertama mu?” tanya Gala.


“Saya juga tidak tau, bulan ini dapat lebih awal.” Ucap Zefanya.


Gala menghentikan mobil nya di depan sebuah apotik, Zefanya mengernyit heran, kenapa tidak langsung ke rumah saja.


“Tunggu sebentar, saya tidak akan lama.” Kata Gala


Zefanya mengangguk, Gala turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam apotik tersebut, Zefanya hanya memperhatikan langkah Gala, ia menunduk dan menggenggam jas pria itu, apakah Gala memang seperti ini kepada setiap orang.


Tidak sampai 10 menit Gala sudah kembali ia membawa kantung plastik berisi obat pereda nyeri haid dan pembalut dan air minum.


“Minum obat nya dulu”


Gala membuka tutup botol tersebut dan pembungkus obat nya, Zefanya. Heran kenapa pria itu berani membeli pembalut, suaminya saja tidak pernah seperthatian Gala.


Zefanya meminum obat nya, lalu meraih termos di tangan Gala dan meminum air nya. Setelah itu Zefanya kembali bersandar di kursi mobil, ia memperhatikan Gala yang terlihat cekatan membereskan semua nya.


“Terimakasih Pak.”


“Tidurlah sebentar saya akan mengantar mu sampai rumah, besok tidak usah masuk kerja.”


Entah kenapa Zefanya merasa jantung nya mulai berdebar atas perhatian yang diberikan Gala. Zefanya membuka matanya dan menatap ketampanan wajah pria itu, Zefanya tidak bisa berbohong jika wajah Gala memang begitu sempurna.


“Tidak masalah, yang penting kamu istirahat dan cepatlah pulih.”


Ucap Gala sambil memberi usapan lembut di kepala Zefanya, lagi-lagi Zefanya merasakan getaran aneh itu muncul dalam dirinya, entah kenapa ia sama sekali tidak menolak jika terhadap sentuhan kecil dari Gala.


Gala tersenyum dan kembali melajukan mobilnya hingga akhirnya tiba di depan gang sempit kediaman Zefanya.


“Saya akan membantu mu sampai ke masuk ke dalam rumah.”


“Tidak usah Pak, saya bisa sendiri, saya sudah banyak merepotkan bapak.”


Gala tersenyum. “Saya tidak mau kamu kenapa-kenapa, jadi biarkan saya mengatakan kamu sampai rumah.”


Zefanya terdiam, Gala turun dari mobil dan membukakan pintu mobil Zefanya, kemudian ia meraih tubuh gadis itu dan menggendong nya, hal itu membuat Zefanya sangat terkejut dan tangan nya melingkar di leher Gala.

__ADS_1


“Pak saya bisa jalan sendiri, tidak enak nanti ada yang lihat.” Zefanya takut akan adanya gosip dan juga takut Reno melihat nya, pria itu pasti akan salah paham. Gala mulai berjalan menyusuri gang sempit yang terlihat gelap di malam hari.


“Saya yakin Reno tidak akan marah, dia juga pasti mengerti karena kamu sedang sakit.”


Zefanya hanya diam, ternyata Gala memang dasarnya perhatian kepada semua orang, seperti saat ini tentu saja Gala perhatian karena Zefanya adalah sekretarisnya, bodohnya ia kenapa jantungnya bisa berdebar sekarang.


Gala menggendong Zefanya sampai ke dalam kamar dan meletakkan gadis itu di tempat tidur. Kesempatan Gala bisa masuk ke dalam kamar Zefanya tanpa adanya Reno. Kamar gadis itu sangat sempit hanya ada satu ranjang, lemari dan meja disana.


“Terimakasih Pak, lagi-lagi saya merepotkan Pak Gala.


Zefanya tersenyum setulus mungkin. “Tidak masalah Zefa, semoga cepat pulih, saya pulang sekarang.”


Zefanya tersenyum dan mengangguk, Gala kemudian keluar dari kamar nya, bibir itu tersenyum penuh arti hingga akhirnya saat berada di depan pintu langsung berpapasan dengan Reno, pria itu terlihat terkejut dengan kemunculan Gala dirumahnya, tentu saja Reno membutuhkan penjelasan mengenai hal ini.


“Pak Gala?”


“Reno, kamu jangan salah paham dulu, saya mengantar Zefanya pulang karena dia sakit.”


“Apa sakit? Bagaimana bisa, padahal tadi pagi istri saya baik-baik saja.”


Raut wajah Reno langsung berubah menjadi sangat khawatir.


“Hari ini mungkin hari pertama Zefanya menstruasi dan dia mengalami nyeri, jadi saya mengantar nya sampai ke dalam rumah, dia sedang istirahat.”


Reno menunduk ia benar-benar sangat menyesal karena tidak bisa menjemput Zefanya hari ini, Reno merasa tidak bisa di andalkan sebagai suami, seharusnya ia juga mementingkan istrinya bukan hanya pekerjaan saja.


“Baiklah, Pak Gala. Sekali lagi terimakasih karena sudah mengantarkan istri saya.”


Gala tersenyum kemudian keluar dari rumah tersebut. Reno merasa kecewa pada dirinya sendiri sekarang, seharusnya ia tidak membiarkan pria lain ada untuk istrinya. Reno langsung masuk ke dalam kamar dan melihat Zefanya sedang berbaring di ranjang.


“Sayang bagaimana keadaan mu? Aku dengar dari Pak Gala kalau kamu sakit.” Tanya Reno sambil mengusap rambut Zefanya pelan, saat ini ia duduk di pinggir ranjang. Zefanya menoleh saat merasakan usapan tangan Reno, walaupun kecewa Zefanya tidak bisa mengabaikan suaminya begitu saja.


“Hem perut aku nyeri saat di kantor Mas, tapi sekarang sudah baikan.” Jawab Zefanya.


Reno menghela nafas lega. “Maafkan aku, ini semua salah Mas sayang, seharusnya aku selalu ada untuk mu, maaf”.


Zefanya benar-benar tidak tega walaupun pria itu sudah mengecewakan nya berkali-kali, Zefanya selalu tidak pernah marah lama kepada suaminya karena ia sayang pada pria itu.

__ADS_1


“Nggak apa-apa Mas, aku baik-baik aja, kamu nggak usah merasa bersalah.”


Reno meraih telapak tangan Zefanya dan mengecup nya, ia mencintai Zefanya , Reno berjanji untuk ke depan nya lebih memperhatikan gadis itu, Reno tidak akan membiarkan ada celah di antara mereka, apalagi ada orang lain yang berusaha untuk masuk hal itu tidak akan pernah terjadi, walaupun Gala terlihat meyakinkan namun Reno tetap waspada terhadap pria itu.


__ADS_2