
Zefanya hampir telat ke kantor, karena begadang semalam sampai membuatnya tertidur sangat pulas, padahal hari ini sangat penting, Davira mengatakan jika CEO lama mereka akan datang ke Perusahaan hari ini, untuk melakukan pemeriksaan kinerja karyawan secara langsung.
“Mas Reno cepetan, aku bisa telat.” Zefanya sudah memukul punggung pria itu, lampu merah yang terlalu lama membuat Zefanya frustasi.
“Sabar Sayang, lampu merahnya lama, setelah ini Mas akan ngebut kok.”
Kemudian lampu berubah menjadi hijau, Reno langsung menancap gas kecepatan motor nya membelah jalan ibu kota, Zefanya mengeratkan pelukannya di pinggang Reno dengan erat, hingga tidak sampai 10 menit mereka tiba di depan gedung Madava grup, Reno menurunkannya tepat di depan pintu lobi, pria itu terlanjur baik. Zefanya buru-buru turun dan melepaskan helm nya.
“Mas Reno terimakasih sudah mengantar walaupun aku hampir telat.”
“Sama-sama sayang, nanti pulang aku jemput oke.” Kata Reno sambil mengusap rambut Zefanya , gadis itu tersenyum dan mengangguk. Reno ingin sekali mencium Zefanya tapi ia ingat ini adalah tempat kerja istrinya, jangan sampai nanti Zefanya di cap buruk oleh karyawan lain karena bermesraan di area kantor.
“Aku masuk dulu Mas.” Ujar Zefanya mencium punggung tangan suaminya.
“Semoga hari kamu baik sayang, jangan lupa makan siang.” Tutur Reza.
Zefanya melambaikan tangan nya ke arah Reno dan masuk ke dalam pintu Lobi itu. Reno tersenyum, ia memakai helm nya lagi dan kemudian motor Reno melaju kencang meninggalkan gedung Madava grup.
Gala sedari tadi hanya memperhatikan hal itu dari kaca mobilnya dan tersenyum miring. Gala melihat tangannya yang memegang resume profil kerja Zefanya Alessandra, ia ingat wanita itu adalah wanita yang di tolongnya tempo lalu, baru saja ia berharap mereka bertemu dan ternyata malah Zefanya adalah salah satu karyawan di perusahaannya.
Zefanya masuk ke dalam ruangannya, Davira langsung berdiri dan menarik tangan Zefanya agar mendekat dengan nya.
“Astaga Zefanya , gimana bisa kamu telat hari ini?”
“Aku telat bangun tidur kamu tau, jadi apa yang harus kita lakukan.” Tanya Zefanya karena rapat diadakan mendadak.
Davira menghela nafasnya kasar. “Apanya? Sudah jelas kamu ikut Pak Arya masuk ke dalam ruangan rapat.”
__ADS_1
“A-apa? Aku?!”.
Arya datang menghampiri Zefanya kali ini pria itu terlihat sangat sibuk, Arya menyerahkan sebuah berkas laporan kepada Zefanya .
“Ah Zefanya akhirnya kamu datang, 20 menit lagi rapat besar akan di mulai, kamu harus ikut bersamaku, pelajari ini sebelum rapat di mulai.”
“Kenapa Pak? Kenapa harus aku? Maksudnya, saya tidak ada persiapan apapun, kenapa tidak beritahu sejak kemarin jika ada rapat penting?” tanya Zefanya .
“Maaf sekali, ini perintah Pak Gala secara mendadak, kamu adalah karyawan dengan kinerja terbaik di departemen kita dan sering ikut rapat, lagi pula kamu juga yang bertanggung jawab atas laporan bulanan, aku yakin kamu pasti bisa.”
Arya menepuk pundak Zefanya perlahan kemudian pria itu masuk ke dalam ruangan nya. Sedangkan Zefanya , ia merasa kebingungan, masalahnya ini, rapat melibatkan CEO, orang yang memiliki kedudukan nomor 1 di Archazia company, tentu saja Zefanya merasa sangat gugup.
Davira menepuk punggung Frey dengan pelan.
“Semangat Ya, aku yakin kamu bisa, menurut gosip yang aku dengar Pak Gala baru kembali dari Singapura aku penasaran dengan wajah nya, dengar-dengar sih sifat nya kejam.” Ujar Davira.
20 menit kemudian rapat di mulai, Zefanya sudah berada di ruangan rapat bersama Arya dan dewan direksi lainnya yang juga membawa salah satu perwakilan karyawan untuk membantu mereka. Zefanya merasa jantung nya berdegup kencang sejak tadi, ia tidak pernah merasakan rapat yang sangat menegangkan seperti ini.
Dan detik kemudian pintu ruangan rapat terbuka, dan suara ketukan sepatu yang bergesekan dengan lantai terdengar jelas mengingat suasana ruangan yang sangat sunyi senyap.
Gala masuk ke dalam ruangan rapat di iringi oleh Bian dan beberapa bodyguard nya. Zefanya menatap pria tampan dengan wajah dingin yang baru saja masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi yang sudah disiapkan. Zefanya akhirnya menyadari bahwa wajah itu sangat tampan, entah kenapa Zefanya merasa tidak asing dengan pria yang menjabat sebagai CEO mereka itu.
“Selamat pagi semua nya, terimakasih kepada dewan direksi sekalian yang sudah hadir dalam rapat kali ini.”
Suara itu akhirnya mengingat Zefanya pada seseorang. Zefanya memperhatikan wajah tampan itu secara detail, dan akhirnya Zefanya ingat pria yang menolong nya tempo lalu di toilet? Wajah mereka sama, jadi pria itu adalah CEO di perusahaan nya? Kenyataan gila seperti apa yang di alami nya sekarang.
Zefanya terlihat melamun memikirkan hal itu sampai tidak tau jika Gala menatap ke arah nya juga.
__ADS_1
“Rapat merupakan tempat untuk berdiskusi, bukan untuk melamun apalagi menghayalkan hal yang tidak penting, nona berbaju putih.”
Semua dewan direksi menatap ke arah Zefanya , bahkan Arya menyikut gadis itu hingga akhirnya Zefanya sadar bahwa ia telah mendapatkan teguran langsung dari atasannya sendiri, langsung saja Zefanya merasa sangat gugup sekarang.
Zefanya menyadari hal itu, sontak ia menunduk meminta maaf, dan berusaha fokus, sedangkan Gala menyeringai saat melihat Zefanya yang gugup.
“Zefanya , aku harap kamu fokus dengan rapat ini.” Desis Arya menatap serius wajah Zefanya .
“Maafkan aku Pak.” Zefanya merasa bersalah, seharusnya ia tidak memikirkan hal lain saat rapat.
Gala tersenyum kecil melihat Zefanya yang merasa gugup dan gelisah sekarang.
“Baiklah saya ingin kamu yang pertama menjelaskan tentang laporan nya.”
Zefanya merasa jantung nya seolah berhenti berfungsi, Arya pun menyalakan microphone nya, ia tau Gala sedang mengetes kinerja Zefanya saat ini.
“Saya akan menjelaskannya Pak.” Sahut Arya mengambil alih.
“Saya meminta karyawan anda, Zefanya Eleanor? Bagaimana jika kamu menjelaskannya di depan, saya tau kamu karyawan baru, kebetulan sekali saya juga ingin melihat apakah kamu pantas berada di perusahaan ini atau tidak.” Ucap Gala dengan nada tenang dan penuh intimidasi, tatapan tajam itu seolah ingin menguliti siapa saja yang berhadapan dengannya.
“Gallo keterlaluan... Kasihan dia.” Bisik Bian di telinga Gala.
Arya sudah berusaha mencoba menyelamatkan Zefanya , ia menatap ke arah Zefanya dan meyakinkan bahwa gadis itu pasti bisa. Zefanya menghela nafas ia berusaha tenang, jika tidak bisa maka ia akan di remehkan dan posisi nya terancam. Akhirnya Zefanya memberanikan diri untuk maju.
“Baiklah saya akan menjelaskan nya langsung, kepada bapak.”
Gala kemudian mempersilahkan Zefanya untuk mengambil alih, setelah mengumpulkan semua keberanian dan rasa percaya dirinya, Zefanya mulai menjelaskan mengenai laporan keuangan bulanan yang terpampang jelas di depan layar saat ini.
__ADS_1