
Drrtt drtt drttt...
Suara ponsel Zefanya yang terus berbunyi sangat menganggu menurut Gala.
Zefanya langsung menghubungi suaminya lagi, Gala mendecih kesal ia memakai celana nya dan mendekati Zefanya lalu memeluk gadis itu dari belakang, dan mengecup punggung telanjang itu.
“Pulang bersamaku saja Frey." bisik Gala.
Setelah melakukan perbuatan yang tidak seharusnya berkali-kali, Gala mulai mengganti kosa katanya dengan aku-kamu, bukan lagi dengan kata saya.
“Sstt”Zefanya meletakkan telunjuknya di bibir Gala, pria itu tersenyum dan mengigit pelan telunjuk Zefanya sambil menggodanya.
“Halo Mas.”ucap Zefanya ketika teleponnya sudah terhubung.
“Sayang dimana aku sudah menunggu di bawah.” kata Reno di seberang sana.
“Baiklah aku turun sekarang Mas.”jawab Zefanya kemudian mematikan teleponnya.
Zefanya menyingkirkan kepala Gala yang berada di punggung nya.
“Pak Gala, aku pulang dengan Mas Reno, dia sudah menjemput ku di bawah.”kata Zefanya.
Gala menghela nafas kesal, sedangkan Zefanya meraih tas dan menyemprotkan parfum di sekujur tubuh nya agar Reno tidak curiga. Jika suaminya itu tau maka habislah dia.
“Pak, aku pulang sekarang.”Zefanya bergegas keluar, namun Gala menahan pergelangan tangan Zefanya.
“Pak Gala, aku mohon...”ucap Zefanya dengan wajah memelas.
Gala mendekati Zefanya dan mengecup bibir gadis itu.
“Zefanya tidak bisakah kamu terima penawaran ku? Aku hanya ingin kamu Frey, dan aku berjanji jika Reno tidak akan mengetahui semua ini.”ungkap Gala.
__ADS_1
Zefanya menatap wajah tampan yang terlihat memelas itu. “Pak Gala, aku minta maaf, jika Pak Gala mencari partner tetap sebaiknya cari wanita lain, aku tidak mau terikat karena memang aku sudah memiliki ikatan.”
Zefanya melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Gala, lalu bergegas keluar dari ruangan seolah tidak terjadi apa-apa. Gala menghela nafas kasar, ini bukan seperti rencananya, ini tidak benar, Gala mengira jika Zefanya sudah terbuai akan menuruti permintaan nya, namun masih ada Reno yang membuat semuanya terhalang.
“Sialan... Aku pastikan kamu akan menyesal menolak penawaran ku Zefanya Alessandra.”pekik Gala kesal sambil menendang meja yang ada di ruangannya.
Zefanya menemui Reno yang sudah menunggu nya di depan gedung, ia melihat pria itu duduk di atas motor sambil melambaikan tangan nya ke arah Zefanya. Zefanya tersenyum lalu berjalan mendekati suaminya.
“Mas Reno maafkan aku, apa Mas Reno sudah menunggu lama?”tanya Zefanya dengan rasa bersalah.
“Selama apapun itu tetap akan ku tunggu demi mu.” Jawab Reno sambil tersenyum dan memakaikan helm nya di kepala Zefanya, wanita itu tersenyum mendengar gombalan pria itu.
“Dasar kamu ini...”Zefanya memukul lengan pria itu.
“Naiklah”ajak Reno yang sudah menaiki motornya.
Zefanya kemudian naik di belakang Reno, lalu memeluk pinggang suaminya dengan erat, Zefanya sangat berharap semoga suaminya itu tidak mencium bau-bau aneh dari dirinya. Akhirnya Reno menyalakan motor nya dan mereka meninggalkan tempat itu.
“Hah sialan”
Gala kemudian melajukan mobilnya meninggalkan gedung Achazia, ia tidak puas jika Zefanya belum menjadi milik nya, namun adakah cinta di dalam sana? Tentu saja tidak hanya ada gairah dan hawa nafsu yang menggebu-gebu, dan cinta Gala yang sebenarnya untuk siapa? Gala tidak percaya dengan cinta, hatinya sakit jika mengingat semua yang berkaitan dengan cinta di masa lalunya.
Reno membawa Zefanya makan malam di salah satu restoran daging, pria itu membakar irisan daging nya lalu meletakkan di daun selada kemudian memberikan nya kepada Zefanya.
“Buka mulutnya sayang." titah Reno.
“Aaa...”
Zefanya membiarkan Reno menyuapi nya, mulut Zefanya sekarang terasa penuh, Reno tersenyum saat melihat Zefanya begitu menggemaskan. Entah kenapa Zefanya merasa bersalah kepada suaminya atas kelakukan nya sendiri, malam ini pria itu terlihat sangat ceria, dan Zefanya tega membiarkan Reno menunggu karena bercinta dengan Gala.
Semua terjadi begitu saja karena Zefanya tidak bisa di pancing, ia tidak bisa menahan diri.
__ADS_1
“Mas Reno, aku minta maaf.” Ucap Zefanya tiba-tiba.
“Hei kenapa harus minta maaf, memang nya kamu salah apa?” tanya Reno.
“Maaf karena membiarkan mu menunggu tadi.” Sahut Zefanya.
Reno menghela nafas dan tersenyum. “Sayang itu bukan apa-apa, aku bahkan selama ini jarang menjemput mu membiarkan mu berangkat sendiri, aku kurang perhatian karena sibuk, seharusnya aku yang minta maaf padamu.” Jawab Reno.
Zefanya menggeleng, perasaan bersalah semakin merundung nya saat ini, jika melihat ketulusan Reno kepadanya.
“Ah iya aku sebenarnya ingin memberitahu sesuatu padamu, hal ini sudah sejak lama.” Ungkap Reno.
Wajah Zefanya langsung berubah menjadi serius.” Memangnya kenapa Mas?" tanya Zefanya.
Reno tersenyum. “Aku di terima di perusahaan Matulessy company, besok adalah hari pertama ku di perusahaan itu sayang.”ungkap Reno dengan raut wajah bahagia.
Zefanya terdiam, ia merasa sangat terkejut dengan barusan yang di katakan oleh suaminya, Matulessy company? Perusahaan itu sangat besar dan Reno di terima disana? Itu sangat luar biasa.
“Mas Reno kamu serius? Arthayasa grup? Kamu di terima disana?” tanya Zefanya tidak percaya.
Reno mengangguk. “Aku sengaja menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan nya, Zefanya mulai sekarang kamu tidak perlu malu lagi, orang-orang tidak akan meremehkan mu lagi sayang.”ucap Reno.
Zefanya tidak bisa berkata apa-apa ia terlalu bahagia, Reno memang berjuang dari titik nol, ia memiliki kemampuan dan cita-citanya sangat tinggi, hingga saat ini tercapai.
“Mas Reno...”
Reno meraih tangan Zefanya dan mengenggam nya.
“Aku tidak akan lupa janji ku, saat ini kita sudah semakin dengan rencana kita sayang, aku pastikan semua nya menjadi nyata, bulan depan kita akan pindah rumah, kau harus tinggal di tempat yang layak, dan berhenti menabung dan menahan diri demi diriku dan kebutuhan hidup kita, sudah waktunya aku yang membahagiakan mu sekarang, setelah semuanya tercapai, kita akan melakukan program hamil agar keluarga kita menjadi lengkap.”
Perkataan Reno langsung membuat Zefanya sadar dan tertampar, selama ini Reno sibuk dan kurang perhatian demi masa depan dan hidup mereka, Reno sedang berjuang untuk bangkit, sedangkan Zefanya? Ia malah terbuai dengan rayuan maut Gala, pria itu tidak sebanding dengan Reno. Sudah jelas jika suaminya itu mencintai nya sedangkan Gala hanya menginginkan tubuh nya.
__ADS_1
Mulai sekarang Zefanya berjanji pada dirinya sendiri tidak boleh terbuai, ia harus ingat Reno, ia harus ingat bahwa ia memiliki suami yang rela berjuang untuknya.