Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan

Dari Sekertaris Malah Jadi Selingkuhan
air tumpah


__ADS_3

Gala bahkan tidak ragu melangkahkan kaki nya yang di balut sepatu pentofel mahal itu ke jalanan yang sedikit lembab karena baru saja di guyur hujan. Mata Gala memandang setiap flat yang ada disana, sangat tidak elit dan jauh dari kata layak, lingkungan nya juga tidak sehat. Mungkin jika Gala terus-terusan ada disini dia akan mual dan pusing.


“Pak Gala sebaiknya anda pulang tidak usah mengantar saya.” Kata Zefanya yang terus-terusan merasa tidak enak dengan lingkungannya yang tidak layak.


“Tidak apa-apa Zefanya , saya hanya ingin tau rumah kamu dan mampir sebentar.” Sahut Gala.


Zefanya menunduk, ia sangat segan membiarkan Gala berjalan di tempat seperti ini. Zefanya tidak tau harus mengatakan apalagi karena rumah nya sudah hampir dekat, Zefanya terus menunduk dan tidak tau ada motor yang melaju dari arah samping nya hingga Zefanya hampir saja tertabrak motor tersebut jika tidak ada Gala yang menariknya.


“ZEFANYA AWAS!” pekik Gala.


Gala menarik tangan Zefanya dan melindungi gadis itu dengan cara memeluk nya, langsung saja air bercampur dengan debu dan tanah yang lengket terciprat ke arah kemeja Gala dan mengenai bagian punggung, noda nya terlihat sangat jelas karena Gala mengenakan kemeja berwarna putih.


Zefanya merasa sangat terkejut atas apa yang menimpa nya barusan, ia ingin mengumpati pengendara sialan tersebut.


“Ya ampun Pak, Maafkan aku. Gara-gara aku kemeja Pak Gala jadi kotor.” Ujar Zefanya tidak enak hati. Pasti kemeja Gala mahal dan sekarang terciprat noda, bercak-bercak kecoklatan itu terlihat sangat jelas. Zefanya mana bisa mengganti pakaian mahal Gala.


“Bagaimana ini, pakaian Pak Gala jadi gini.” Ucap Zefanya lagi dengan panik, Gala pun menoleh kebelakang untuk melihat bagian punggung nya yang terkena noda.


“Tidak apa-apa Zefanya , saya bisa mengatasi nya, bersyukurlah karena kamu tidak tertabrak motor tadi.” Sahut Gala.


Zefanya menghela nafas kasar ia merasa tidak enak. Gala terlalu baik untuknya.


“Sekali lagi maafkan saya Pak, saya sangat menyesal, saya akan mencuci sedikit noda di pakaian bapak.”


Gala tersenyum, persis seperti dugaan nya bahwa wanita ini terlalu baik, bahkan gadis itu terlihat panik karena hal kecil.

__ADS_1


Akhirnya mau tidak mau Zefanya membiarkan Gala masuk ke dalam kontrakan kecil nya. Zefanya mempersilahkan Gala duduk, sedangkan Gala memperhatikan kontrakan Zefanya yang sangat kecil dan sempit itu.


“Seperti inilah rumah saya, maaf jika membuat anda kurang nyaman.” Kata Zefanya yang melihat Gala menatap ke sekeliling rumahnya.


“Zefanya saya juga manusia, kenapa harus tidak nyaman, tempat ini masih layak untuk berlindung dari terik matahari dan hujan, jadi untuk apa merasa tidak nyaman.” Sahut Gala sambil mendudukkan bokong nya di atas sofa. Zefanya memperhatikan sofa nya yang usang benar-benar sangat tidak kontras dengan Gala.


“Berikan pakaian anda biar aku mencuci agar bekas nodanya sedikit menghilang.”


Gala kemudian berdiri dan melepaskan kancing kemejanya di depan Zefanya . Zefanya merasa pipi nya memanas saat tidak sengaja melihat bagian dada dan perut Gala yang sixpack tersebut, pria itu memiliki tubuh yang bagus.


Gala maju beberapa langkah dan menyodorkan pakaian nya kepada Zefanya . Tetapi Gala heran saat Zefanya malah melamun dan tidak menerima kemeja yang ia berikan.


“Zefanya , kenapa melamun? Apa kamu akan terus berlama-lama membiarkan saya tidak memakai baju?” tanya Gala.


Zefanya menunduk karena malu, Ia kemudian meminjamkan kaos Reno kepada Gala, setidaknya selama baju Gala di cuci pria itu masih mengenakan pakaian.


“I’m addicted” desis Gala, ia akan betah berada di tempat manapun asalkan bersama dengan Zefanya.


Zefanya kembali dari ruang tamu ia melihat Gala sudah selonjoran di sofa sambil memainkan ponsel nya, baru kali ini Zefanya membawa pria lain saat tidak ada suaminya di rumah.


“Pak Gala, ini minumannya, maaf Cuma ada itu saja.”


Zefanya meletakkan segelas jus di atas meja. Gala memperhatikan Zefanya yang sudah berganti pakaian. Wanita itu mengenakan celana pendek di atas lutut dan kaus putih ketat yang mencetak kedua dada nya, mata Gala tidak lepas dari Zefanya . Bahkan pemandangan wanita itu jauh lebih segar di bandingkan jus yang di suguhkan.


Gala kemudian mengubah posisinya menjadi duduk. Zefanya kemudian duduk di sebelah pria itu.

__ADS_1


“Zefanya , kamu sudah membaca buku yang saya berikan tempo lalu?” tanya Gala.


Zefanya mengangguk. “Buku nya sangat bagus, saya jadi menambah ilmu berkat buku itu.”


“Wah begitu ya? Kamu terlihat sangat rajin membaca buku.” Ucap Gala sambil meraih gelas jus dan meminum nya dengan perlahan, Zefanya tidak menyadari saat ini Gala sudah duduk semakin dekat dengan nya.


“Kamu tinggal disini Cuma sama suami kamu ya? Atau ada anggota lain?” tanya Gala.


Zefanya mengangguk. “Saya Cuma berdua sama Mas Reno, tapi terkadang Mas Reno juga pulang larut atau tidak sama sekali.” Jelas Zefanya .


Gala merasa sangat iri kepada Reno sekarang. Gala tak henti-hentinya memandang keindahan Zefanya dari samping mata nya tidak pernah lepas, dari kedua payudara yang terlihat besar dan padat itu, seperti nya Gala harus membuktikan nya bahwa apa yang di lihat nya asli.


Byur!!!


Gala memplesetkan tangan nya hingga jus yang berada di tangan nya tumpah ke bagian dada Zefanya , gadis itu merasa terkejut karena bajunya basah, tentu saja Gala pun sama pura-pura terkejut.


“Ya ampun Zefa, saya minta maaf, saya tidak sengaja.” Ucap Gala berpura-pura merasa bersalah.


Zefanya menyentuh pakaian nya yang basah, Gala melirik payudara Zefanya yang semakin tercetak jelas karena terkena air, ternyata asli bukan hanya ilusi. Gala buru-buru meraih tissue di atas meja ingin menyeka nya.


Gala langsung menyeka bagian dada Zefanya dengan pelan dan lembut, bahkan telunjuk Gala yang kuku nya sedikit panjang itu dengan sengaja menekan bagian atas wanita itu, Zefanya mengigit bibir nya, ia tidak bisa membiarkan ini.


“Tidak apa-apa Pak, saya bisa sendiri.” Ucap Zefanya , wanita itu menahan tangan Gala, pria itu tersenyum dan mengangguk, Zefanya tidak bisa membiarkan Gala menyeka bagian sensitif nya, ia mudah terangsang karena hal kecil, Zefanya tidak mau sampai Gala tau akan hal itu, karena sangat memalukan, bisa-bisa image nya sebagai gadis polos bisa rusak nanti.


“Sekali lagi saya minta maaf Zefa, saya tidak sengaja menumpahkannya.”

__ADS_1


“Iya tidak apa-apa.” Jawab Zefanya yang masih mengusap-usap bekas air tumpah tersebut.


__ADS_2