
“Seperti biasanya kau selalu telat, Gumi,” ucap Nem menatap kesal Gumi.
“Maaf, tadi aku ada sedikit keperluan,” jawab Gumi dengan tawa ringan seperti ciri khasnya. “Di tambah lagi semenjak tiga tahun yang lalu terdapat prajurit keamanan Deapectrum menjadi lebih sulit untuk berjalan membawa senjata.”
“Gumi, ini adalah tuan Burney yang akan memakai jasamu dan Nem,” timpal Bu Bianca. “Nem yang akan memimpin misi seperti biasanya, jadi dia yang akan menjelaskan semuanya padamu. Tuan Burney, ini adalah Gumi, lulusan terbaik perguruan ini.”
“Aku harap kita bisa bekerja sama, nona.” Pria tua itu bersalaman dengan Gumi, sebuah senyum simpul tersinggung di sudut bibirnya yang keriput. “Dan siapa gadis ini?” Kali ini dia menatapku.
“Dia hanya salah satu murid di sini,” ujar Ibu. “Bee, hari ini latihan diliburkan, jadi pergilah.”
“Ba—baik bu,” jawabku dengan terbata.
“Siapa namamu?” Tanya tuan Burney menatap padaku. “Nona, siapa namamu?”
“Namaku Klay-Bee,” ucapku.
Mendengar jawabanku pria tua itu tampak berkutat dengan pikirannya, entah memikirkan apa.
“Dari mana nama itu?” Tanyanya lagi padaku.
“Nama itu tertulis di pakaian yang di pakai oleh ibunya saat melahirkannya,” sambar Gumi menjawab pertanyaan Tuan Burney. “Ada apa? Kenapa sepertinya tuan memikirkan sesuatu?”
“Maaf, aku hanya merasa kalau itu nama yang unik,” jawab tuan Burney dengan senyum namun aku dapat melihat dari ekspresinya kalau dia menyembunyikan sesuatu. “Baiklah, aku permisi dulu.”
“Aku akan mengantarmu tuan,” ucap Nem dengan gerakan tangannya mempersilakan Tuan Burney dan setelah itu bersama Tuan Burney berjalan meninggalkan kami.
__ADS_1
“Gumi masuklah!” Seru Ibu.
Gumi bersama Bu Bianca masuk ke ruangan Ibu. Aku menunggu Gumi di luar karena ada yang ingin aku tanyakan padanya. Sekitar lima belas menit aku menunggu, akhirnya Gumi keluar dari ruangan Ibu.
“Gumi...” panggilku ketika Gumi keluar dari ruangan Ibu.
“Kau masih disini. Ada apa?” Tanya Gumi sambil berjalan dan aku mengikutinya dengan berjalan di sebelah kirinya.
“Aku ingin tahu keadaan di luar sekarang ini. Maksudnya apa tentang prajurit keamanan? Apa sesuatu terjadi di luar sana?” Tanyaku yang penasaran mengenai kondisi di luar sana.
“Bukan sesuatu, tetapi banyak hal sudah terjadi selama kau berada di sini," jawab Gumi tanpa menghentikan jalannya.
“Bisa kau beritahu aku, hal apa saja yang terjadi?”
“Sepertinya Deapectrum tidak akan menjadi negeri pembuangan untuk selamanya, karena ada satu organisasi yang ingin mendirikan suatu pemerintahan dan menjadikan Deapectrum sebuah negara. Karena itu tiga tahun yang lalu banyak prajurit keamanan dibentuk di sini dan karena hal itu juga untuk saat ini akan sangat sulit berjalan dengan membawa senjata,” ujar Gumi panjang lebar. “Walaupun kemampuan para prajurit keamanan itu tidak seberapa tapi akan sangat sulit jika harus berurusan dengan mereka.”
“Kau ini bodoh ya?” Tiba-tiba Gumi memukul kepalaku setelah menghentikan langkahnya. “Kenapa perguruan ini di bangun di negeri pembuangan ini? Bukankah karena orang-orang seperti kita mudah melakukan suatu kejahatan karena tidak ada hukum di tempat ini? Dan lagi jika kita dikirim ke suatu negara untuk membunuh seseorang, mereka tidak akan bisa menangkap kita karena mereka tidak akan mendapatkan identitas kita sebab orang-orang di Deapectrum memang tidak memiliki identitas resmi, bukan? Jadi jika Deapectrum akan menjadi suatu negara dan terdapat pemerintahan maka perguruan kita akan terancam.”
“Lalu apa yang harus dilakukan agar perguruan ini bisa tetap ada?”
“Tenang saja, mendirikan sebuah pemerintahan tidak mudah dan lagi banyak organisasi yang selama ini memanfaatkan Deapectrum serta penyokong perguruan ini akan bertindak untuk menggagalkannya," jawab Gumi. “Tuan Burney adalah orang yang bergabung dalam salah satu organisasi yang tidak ingin pemerintahan dibentuk di Deapectrum. Dan sepertinya tugasku kali ini pun untuk membunuh seseorang yang ingin membentuk pemerintahan di Deapectrum. Maka itu sepertinya tugas kali ini tidak akan mudah.”
Mendengar apa yang dikatakan Gumi entah kenapa aku merasa senang, aku senang jika Deapectrum berubah menjadi sebuah negara bebas dan tidak lagi menjadi negeri pembuangan, di mana banyak penjahat dapat melakukan kejahatan tanpa takut untuk dihukum.
Aku jadi teringat perkataan anak laki-laki itu. Dulu dia bilang kalau dia akan merubah Deapectrum menjadi lebih baik. Kalau begitu apa dia adalah salah satu orang yang ingin membentuk pemerintahan di Deapectrum?
__ADS_1
Jika benar, apakah saat ini dia berada di Deapectrum? Jika dia berada di sini itu berarti aku dapat bertemu dengannya lagi.
Ya, itu benar. Hal itu juga yang membuatnya merasa yakin ketika berkata akan bertemu denganku lagi. Anak laki-laki itu, aku ingin menemuinya.
...****************...
“Benar, sebaiknya kau terima rekomendasi itu dengan begitu kau bisa lebih cepat lulus kan? Lalu memberitahu Bee tentang ujian akhirnya,” seru Ian.
Seperti biasanya kami bertemu ketika malam saat kami berlatih. Malam ini Marchi lebih memilih untuk beristirahat karena dia merasakan sakit kepala. Semakin hari sepertinya kondisi Marchi semakin buruk.
Marchi pasti terkena suatu penyakit namun tim medis tidak memberitahukan kami mengenai penyakit itu, mungkin saja Ibu melarang mereka.
“Kira-kira seperti apa ujian akhir itu?” Tanya Cleve menatapku yang berdiri di hadapannya ketika aku hendak mengeluarkan pedangku dari sarung. “Bee, apa aku harus menerimanya?”
“Sepertinya lebih baik jika kau menerimanya. Aquielle dan bahkan Gumi terlihat sangat ingin kau menerimanya,” jawabku. “Entah kenapa aku merasa ujian akhir sangat mengerikan.”
“Ya itu benar,” ujar Ian sambil melempar belati ke sebuah pohon dan mengenai apel yang tergantung di pohon tersebut. “Sepertinya ujian akhir tidak diadakan di Pulau Poegriye.”
“Apa maksudmu?” Tanya Cleve.
“Kau pernah dengar tentang Pulau Shikukai yang berada tidak jauh dari pulau ini?” Ian menatap aku dan Cleve secara bergantian. “Pulau yang hanya di huni oleh hewan buas karena disana hanya ada hutan. Pulaunya tidak terlalu besar dan berbentuk segitiga. Sepertinya ujian akhir di adakan disana karena setiap tahun sebelum ujian akhir Nyonya Margaux dan beberapa pengajar pergi dengan helikopter ketika malam hari. Tampaknya mereka tidak ingin jika kepergian mereka diketahui.”
“Kenapa kau baru cerita sekarang mengenai Pulau Shikukai itu?”
“Aku hanya baru terpikir hal itu,” jawab Ian menjawab pertanyaan Cleve. “Tapi aku tidak yakin apa yang aku katakan itu benar karena aku tidak tahu pasti kalau mereka pergi ke Pulau Shikukai dengan helikopter. Dan lagi setahuku untuk pergi ke pulau itu memang harus menggunakan helikopter karena tidak ada perahu yang mampu mengarungi lautan.”
__ADS_1
Perkataan Ian membuat diriku semakin penasaran mengenai ujian akhir. Seperti apakah hal tersebut?
...@cacing_al.aska...