
"Huaaa… Badan ku rasanya lengket bangett," gumam Alice sambil memegang ganggang pintu dan hendak membuka kunci pintu.
"Loh… Kok nggak terkunci, perasaan tadi aku menguncinya." Batin Alice kaget karena pintu tidak terkunci.
Ia pun masuk kedalam rumah dengan perasaan bingung dan keheranan.
"Darimana saja kau?" tanya seseorang yang sedang duduk di sofa.
"Aaaa…" kaget Alice.
"Ahh… A-anu, aku habis dari supermarket membeli bahan dapur," jelas Alice.
"Lain kali, jika kau ingin pergi kau harus izin kepadaku terlebih dahulu!!" perintah Edward, kemudian ia berdiri dan berjalan mendekati Alice sambil memegang segelas air putih.
Alice yang merasa akan di dekati merasakan sedikit canggung serta ia merasakan sedikit perasaan takut.
"Apa yang akan dia lakukan?" batin Alice.
"Jika kau berani seperti ini lagi… Kau pasti akan tau akibatnya apa!" bisik Edward tepat di telinga Alice sehingga membuatnya merasa merinding, ia hanya menganggung canggung.
"Sekarang aku mau kau membuatkan makanan yang lezat, karena sebentar lagi kekasihku akan kemari," perintah Edward.
Dengan perasaan yang sedikit kesal, ia pun mengangguk dan hendak berjalan kedapur, tiba-tiba…
"Brukkk…" Alice tak sengaja menyenggol tangan Edward dan menumpahkan air yang ada di tangannya, dan Alice pun tersungkur ke lantai karena kehilangan keseimbangan.
"YAKKKKK… APA KAU SENGAJA MELAKUKAN INI HA?" marah Edward karena tumpahan air mengenakan kakinya.
"Ma-maaf… Aku tidak sengaja… Auuuu." Ucap Alice sambil menahan sakit karena tangannya luka kena pecahan gelas.
"SIMPAN MAAF MU ITU, SEKARANG KAU LAP KAKIKU INI… CEPATTTT!!!" perintah Edward sambil memberi kakinya.
"I-iya sebentar aku ambil kain lap dulu…" jawab Alice sambil berdiri untuk mengambil lap.
"AHHHH TIDAK PERLU… AKU MAU KAU LAP DENGAN BAJU MU," kata Edward sambil menunjuk baju Alice.
"Apaaaaa!!" kaget Alice.
"APA KAU TULI? LAP DENGAN BAJU MU… CEPATTTT!!!" bentak Edward.
Dengan terpaksa, Alice pun duduk kembali dan perlahan mengelap kaki Edward menggunakan bajunya.
"Aisshhh… Dasar dakjal… Jika tidak karena orang tua ku, mungkin kau sudah almarhum ku buat." Kesal Alice sambil mengelap kaki Edward dengan kasar.
"Aa… Aaa… Sialannnnn… Apa yang kau lakukan, kakiku sakit." Komentar Edward sambil kesakitan.
"Tidak ada, aku hanya menuruti apa yang kau suruh." Jawab Alice santai.
"Sudahlah… Kau bersihkan saja pecahan kaca itu. Kerja mu tak ada satupun yang baik, kau membuatku muak," kata Edward sambil menjauhkan kakinya.
"Setelah itu, kau masak masakan yang enak!!" perintahnya sambil berjalan ke kamarnya.
Alicepun segera membersihkan pecahan kaca dan lagi-lagi tangannya terkena pecahannya.
"AUUUUU… Aishhh… Lihat saja kau Edward, akan ku balas semua ini." Kesalnya sambil menahan sakit.
Setelah selesai membersihkan pecahan gelas, Alice pun langsung menuju dapur dan memasak masakan dengan bahan-bahan yang ia beli tadi.
__ADS_1
"Ayam goreng udah, Sayur asem udah, Ikan bakar juga udah. Sepertinya ini cukup, ngapain juga aku masak banyak-banyak buat si dakjal itu dinner bareng pacarnya. Cihhh… Apa aku harus memasukkan cicak kali ya kedalam masakan ini… Biar mereka pas makan, bukannya makan daging ayam malah makan daging cicak, hahahaha." Gumamnya sambil meletakkan hidangan yang sudah ia buat ke meja makan.
Tak lama ia menata meja makan, Edward turun dari kamarnya dengan menggunakan pakaian yang formal dan mengecek apakah semuanya sudah selesai apa belum.
"Mmmm… Masakan mu tidak terlalu buruk." Komentar Edward sambil melihat hidangan.
"Apa-apaan ini… Kenapa dia terlihat begitu berbeda dari yang biasanya." Alice tertegun melihat Edward yang emang telihat tampan malam ini.
"APA YANG KAU LIHAT?" tanya Edward membentak.
"Ahh… Tidak… Aku hanya terkejut melihat titisan dajal berdiri didepanku," ucap Alice keceplosan mengatain Edward, Ia pun sontak menutup mulut dengan tangannya.
"APAAAA? TITISAN DAJAL? BERANINYA KAU MENGATAIKU." Kaget Edward.
"Ahhh tidakkkkk… Maafkan aku, aku keceplosannnnn," kata Alice sambil berlari menuju kamarnya.
"Heiiii jangan larii kauu… Kesiniiiiii!!" teriak Edward hendak mengejar Alice, tapi tiba-tiba…
"Tin… tong…" Bel rumah berbunyi.
"HEIII BUKA PINTU ITU…" suruh Edward berteriak.
"Tidakk mauuu…" jawab Alice dari dalam kamar.
"Aku tidak akan mengapa-apain mu… Ayo cepat buka pintunya, itu pasti kekasih ku…" suruh Edward.
Dengan terpaksa, Alice pun keluar kamar dan berlari kecil ke pintu..
"Mmmm… Siapaaa?" tanya Alice sambil membuka pintu.
"Saaa… " ucap Luna terhenti karena ia mengira Edward lah yang membuka pintu ternyata bukan.
"Apa kau kekasihnya Tuan Edward? " tanya Alice sedikit ragu.
"Aisss.… Dasar bodoh, jelas-jelas pasti dia kekasihnya si dajal. apa aku tadi mengatakannya tuan Edward? Aah sudahlah…" batin Alice.
"Iya…" jawab Luna singkat. Alice pun mengizinkan Luna masuk dan memberitahu dimana keberadaan Edward.
"Heeii sayanggg…" teriak Luna sambil memeluk Edward.
"Heiii…" jawab Edward tersenyum.
"Siapa dia sayang? Kau tidak sedang selingkuhkan dibelakangku?" tanya Luna sinis.
"Ahhh tidak… Diaa…" belum sempat Edward melanjutkan ucapannya. Tiba-tiba.
"Aku pembantu baru disini Nona…" jawab Alice santai.
"Apa itu benar sayang?" tanya Luna lagi.
"Ahh… I-iya…" jawab Edward terpatah-patah karena kaget mendengar ucapan santai dari Alice.
Luna pun pergi meninggalkan Edward dan menuju kemeja makan.
"Wahhh… Makanannya sangat banyak, sepertinya makanan ini enak," kata Luna sembari duduk dan menatap makanan yang ada di depan matanya.
"Siapkan minuman!!" perintah Edward sambil berbisik ke Alice. Alicepun hanya bisa mengangguk dan menuju dapur untuk membuatkan minuman.
__ADS_1
Saat ia hendak membuat minuman.
"Apa kau benar-benar pembantu dirumah ini?" tanya Luna yang tiba-tiba datang menghampiri Alice.
"Aisshh… Nggak dia nggak kekasihnya ternyata mereka sama saja. GALAKKK." Batin Alice tidak menghiraukan Luna yang ada di sampingnya dengan memberikan tatapan yang tajam.
"APA KAU TIDAK MENDENGAR APA YANG KU KATAKAN?" kesal Luna sambil menjambak rambuk Alice.
"Auuu…" Alice kesakitan.
"Aku disini hanya pembantu…" jawab Alice, kemudian Luna melepaskan tangannya dari kepala Alice.
"Sepertinya kau menyukai kekasihku, dari tatapan mu itu sudah terlihat sangat jelas bahwa kau memiliki rasa dengan kekasihku," kata Luna Marah sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang.
"Aisshhh… Hei nona, jika itu benar kenapa? aahhh… Apa kau takut kalah saing dariku? hahahah.… Terlihat sangat jelas sekali dari wajahmu itu, kau sangat takut jika Edward akan jatuh hati padaku." Lawan Alice sambil mengacak pinggang dan menatap tajam balik Luna.
"BERANINYA KAUUU!!" bentak Luna.
"Plakkk…" Luna menampar wajah Alice begitu kuat.
Edward yang mendengar seperti ada suara tamparan dengan cepat ia berlari kedapur untuk memastikannya.
"Apaa yang terjadi disana!!" teriak Edward sambil berjalan ke dapur.
Luna yang sontak kaget, langsung berpura-pura jatuh kelantai sambil megang pipinya dan berpura-pura mengangis. Edward yang kaget langsung menghampiri Luna.
"Lunaaaaa…" teriak Edward sambil melangkah cepat ke arah Luna.
"Apa yang sudah terjadi?" tanya Edward bingung.
"Diaa mendorongku dan menamparku.… hikss hikss…" kata Luna berbohong.
"Ia mengatakan aku tidak pantas untukmu, dan dia akan merebutmu dariku." Bohongnya lagi sambil melirik Alice dan memberikan senyum licik.
"Aisshhh… Sialannn, beraninya dia memfitnahku." Kesal Alice.
"Berani-beraninya kau melakukan itu kepada kekasihku…" marah Edward sambil mendekat ke Alice dan…
"Plakkkk…" Edward menampar Alice.
"Sampai kapan pun kau tidak akan bisa membuatku jatuh cinta padamu…" ucap Edward kesal.
Alice yang sudah tidak tahan mendengar semua ocehan itu, sontak membuatnya kehilangan kendali dan…
"Plakkkk…" Alice mendekat ke arah Luna dan menamparnya.
"Beraninya kau menampar kekasihku…" marah Edward sambil hendak mengangkat tangannya dan ingin menampar balik Alice, sayangnya…
"Bukkkkk…" dengan cepat Alice menggapai tangan Edward dan membatingnya.
"SUDAH CUKUPP YAAA AKU MENDENGAR SEMUA BACOTT KALIAN…" teriak Alice sehingga membuat Luna terkaget setengah mati karena melihat Alice membanting Edward.
"TERNYATA KAU BEGITU NAIFF… DEMI SI PEMBOHONG INI KAU BERANI MENAMPARKU, APA KAU LUPA HA SIAPA AKU? APA AKU HARUS MEMBERITAHU WANITA SIALAN INI SIAPA APA AKU INI? CIHH… TERNYATA TUHAN ITU MENCIPTAKAN MAKHLUK ITU ADIL, WAJAH BOLEH TAMPAN TAPI PUNYA OTAK, OTAK UDANG…" marah Alice sambil berdiri berkacak pinggang.
"Jika kau ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, Kau bisa melihatnya dari sana," jelas nya lagi sambil menunjuk ke arah CCTV yang ada disudut dapur.
"Dan… Buat kau yang ingin tau siapa aku ini sebenarnya. Tanyakanlah pada lelaki sialan ini," kata Alice semakin berani dan menunjuk Edward.
__ADS_1
Setelah merasa puas dengan makiannya, Alice pun pergi meninggalkan dapur dan menuju ke kamarnya.