
"Loh kenapa bisa basah gini kamu, Alice?" tanya bu Sumoto bingung.
"Alice kehujanan, Buk." Jawab Alice. Tak lama pak Sumoto datang dan melihat bapaknya yang berjalan menuju ke arahnya Alice pun berniat untuk pergi ke kamarnya.
"Buk… Alice naik dulu ya mau ganti baju sekalian mau tidur. Alice ngantuk bu," alasan Alice.
"Ohh… Yaudah. " Jawab Buk Sumoto.
"Loh… Kamu kenapa basah gini?" heran Pak sumoto. Alice tak menggubrisnya dan terus berjalan ke lantai atas untuk menuju ke kamarnya. Sedangkan bu Sumoto mendekati pak Sumoto untuk memberitahu bahwa Alice kehujanan.
Tak lama kemudian setelah selesai membersihkan diri Alice merasakan haus dan ia pun keluar kamar untuk ke dapur mengambil air minum. Saat menuju ke dapur ia melihat orang tuanya sedang duduk di ruang tv dan berbincang-bincang.
"Gimana kalau kita jual saja rumah ini bu. Biar bisa membayar hutang-hutang kita ke pak Bram. Bapak tidak tega melihat Alice bu," kata pak Sumoto.
"Trus jika rumah ini dijual kita akan tinggal dimana pak?" tanya bu Sumoto.
"Bapak bingung bu. Disisi lain bapak tak iklas jika Alice harus menikah disaat umurnya masih segini. Tapi, disisi lain bapak tak bisa berbuat apa-apa," keluh pak Sumoto.
"Apa? Jangan sampai rumah ini dijual…Hikss hikss… Jika rumah ini dijual dimana kami harus pindah. Ya Allah…betapa egoisnya aku, sungguh aku anak durhaka. Aku tak bisa memahami kondisi kedua orang tua ku, seharusnya aku sebagai anak tidak setega ini kepada mereka," batin alice sambil menitikkan air matanya.
Ia pun mencoba untuk mendekati orang tuanya. "Pak… Buk… " panggil Alice. Pak Sumoto dan Ibu Sumoto pun menoleh kebelakang dan melihat Alice.
"Rumah ini tidak usah di jual pak, Alice siap jika dengan cara menikah dapat melunasi hutang-hutang bapak ke pak Bram hikss hikss… Alice nggak papa pak, asalkan bapak jangan menjual rumah ini, jika di jual kita harus tinggal dimana, hanya rumah ini harta bapak dan ibu satu-satunya. Alice mohon pak, Alice menerima perjodohan ini pak hikss hikss…" ucap Alice sambil menangis terduduk tepat di bawah kaki bapaknya.
Pak Sumoto yang mendengar penjelasan anaknya tak dapat membendung air matanya lagi.
"Maafkan bapak nak maafkan bapak belum bisa menjadi seorang ayah yang baik buat lamu hikss hikss…" kata pak Sumoto menangis dan memeluk Alice.
"Tidak… Alice lah yang seharunya meminta maaf dengan bapak karena Alice belum bisa menjadi anak yang baik pak. Maafkan Alice pak hiks hiks…" jawab Alice semakin menjadi-jadi tangisnya.
Buk Sumoto yang melihat anaknya seperti itu tak dapat berbuat apa-apa selain menangis.
☎☎"Kringgg… Kringg…" suara telepon berbunyi.
📞📞"Halo dengan siapa ini?" angkat bu Sumoto.
📞📞"Ohh iya ada… Bentar ya… Pak ini telvon dari pak Bram," sambungnya sambil memberikan telepon ke pak Sumoto.
📞📞"Halo… "jawab pak Sumoto.
📞📞"Ohh… Iya baik pak baik. Kalau begitu aaya beritahu anak dan istri saya dulu ya pak…" sambungnya.
📞📞"Oke baiklah… Kalau gitu saya tutup dulu… Assalamu'alaikum." Tutup Pak Sumoto.
"Kenapa pak?" tanya bu Sumoto.
"Kata pak Bram besok ia dan keluarga mau datang bu… Makan malam sekalian membicarakan tentang perjodohan ini," jelas pak Sumoto.
"Inikah akhir kisah ku? Kisah indah yang selalu ku mimpi-mimpikan. Apakah kisah itu akan benar-benar lenyapp… " batin Alice merintih.
__ADS_1
"Pak Bu… Alice ke kamar dulu ya…" pamit Alice sambil berdiri dan berjalan untuk menuju ke kamarnya.
Saat Alice hendak melangkah ke anak tangga.
"Besok kamu tidak usah masuk sekolah ya Alice…" perintah Pak Sumoto.
Alice menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya dan ia tak memberikan ucapan apapun, Ia hanya tersenyum getir dan mengangguk lalu ia mempercepat langkahnya dan masuk ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.
"Hiksshh hikssh…" tangisnya pecahh. Tak ada yang mampu Ia lakukan, ia hanya bisa menangis dan menangis sehingga ketiduran.
Adzan Shubuh pun berkumandang. Alice terbangun dan langsung menuju kamar mandi untuk wudhu dan sholat. selesai Sholat pa pun berdoa.
" Ya Allah… Jika ini takdir baik yang engkau berikan kepadaku… Maka dekatkanlah takdir ini ya Allah. Tetapi, jika ini takdir yang salah, jauhkan lah takdir ini ya Allah. Hikshh hikssh… Jika dengan cara seperti ini aku menemukan jodohku, luluhkan lah hatiku ya Allah. Tetapi, jika bukan seperti ini aku menemukan jodohku. Aku mohon ya Allah berilah aku petunjukmu… Aamiin."
Setelah selesai Sholat Alice pun merebahkan dirinya di atas kasur. Ia baru tersadar sejak kemarin siang ia tak ada memegang hp nya sama sekali.
"Hp Ku mana ya…" katanya sambil mencari-cari hp nya. "Ahhh… Akhirnya jumpa juga," ucapnya ketika menemukan hp nya.
Tak lama ia sedang memainkan hp nya tiba-tiba ia menerima pesan masuk dari grup chat. Yang dimana isi anggota grup itu hanya bertiga. Alice, Alisa dan Maya. Mereka berdua teman dekat Alice bisa disebut juga sahabat.
📩📩"Pagi guys… Udah siap-siap kah buat ke sekolah hari ini?" sapa Alisa di grup.
📩📩"Ohh sudah tentu udah dongg… " balas Maya.
📩📩"Guys… Hari ini aku nggak masuk dulu." Balas Alice sambil mengirim emot sedih.
📩📩"Loh… Kenapa? Apa kau demam?" tanya Alisa dan Maya.
📩📩"Whatt? Kau seriusann? Kenapa sampai setega itu bapakmu?" tulis Maya.
📩🔉"Kalian kan tau kalau keluarga ku saat ini sedang jatuh dan hutang bapak begitu banyak. Jadi mau tidak mau jalan satu-satunya adalah dengan menjodohkan ku dengan anaknya agar hutang bapak bisa terlunasi. Hiksh hiks…" pesan suara Alice.
📩📩" Kau yang sabar ya Alice… " kirim Maya dan Alisa.
📩📩"Sudah ya aku mau jalan-jalan pagi dulu buat nenangin hati dan fikiran ku," kirim Alice.
📩📩"Okeh…" jawab Maya dan Alisa.
Ia pun meletakkan hp nya di kasur, dan Alice pun keluar kamar.
"Mau kemana nak? Sarapan dulu yuk," ajak bu Sumoto. Alice hanya mengangguk dan duduk.
Suasana rumah pagi ini benar-benar sangat berbeda yang biasanya Alice selalu berkicau seperti anak kecil… Pagi ini ia begitu murung dan pendiam.
"Apa Kau baik-baik saja Alice?" tanya bu Sumoto. Lagi-lagi Alice hanya mengangguk.
Setelah selesai sarapan.
"Bu, Alice keluar ya… Mau mencari angin," pamit Alice sambil membuka pintu.
__ADS_1
"Hati-hati ya nakk…" jawab pak Sumoto yang baru saja keluar dari kamar. Alice hanya mengangguk dan pergi meninggalkan rumah.
Saat di perjalanan. Lagi-lagi ia berjumpa sama Rian.
"Pagi Nona cantikkk… Mau kemana nih pagi-pagi, mau mulung yaa?" sapa Rian sedikit bergurau.
"Haha… Iya nih, nyari botol-botol kali aja kalau pagi bakalan dapat banyak hahaha," jawab Alice retjeh.
"Hahaha bisa aeee lu…" saut Rian.
"Kenapa rasanya adem banget ya kalau lagi bersama kak Rian. Hus… Jangan sampai jatuh hati Alice, Ingat lau sebentar lagi akan menikah," batin Alice.
"Mau jalan pagi kan? Aku ikut ya…Sekalian lihat-lihat pemandangan disini," kata Rian.
"Mmm…" jawab Alice mengangguk sambil tersenyum.
"Cantik bangett…" batin Rian.
"Mmm btw… Kita mau kemana nih?" tanya rian.
"Kita kesana saja yuk Kak… Disana pemandangannya bagus bangettt kakak pasti bakalan suka," ajak Alice sambil berjalan.
"Ayo sini Kak… Bagus bukan pemandangannya," ucap Alice.
*Yang dilihat Rian
"Cantik banget …" batin Rian
"Wahhh… Iya bagus banget… Tapi sayang bagusnya udah hilang." Ucap Rian.
"Hilang kemana?" tanya Alice.
"Hilangnya karena udah ada di kamu. Hahaha…" gombal Rian.
"Hahahah… Dasar gombal…" jawab Alice tertawa. Alice melihat ada bunga sangat indah dan ia memetiknya.
"Cantikkan Kak," kata Alice sambil menunjukkan bunganya.
"Cantiknya udah di lamu… Haha," jawab Rian.
"Mulai deh… Mulai haha…" jawab Alice.
"Coba sini Aku pegang… Gimana?" tanya Rian yang menancapkan bunga di kepalannya.
__ADS_1
"Ganteng…" batin Alice. "Hahahaha…Lucu…" kata Alice.
Pagi ini adalah pagi yang tak pernah terduga sekalipun oleh Alice, yang sejak kemarin murung, saat ini ia bisa tersenyum hanya gegara orang yang baru ia kenal.