DELET

DELET
Kehadiran Rian


__ADS_3

*Memperkenalkan



NAMA : Alicea Putri Sutomo


UMUR : 18 Tahun


status : Pelajar di SMA swasta elit.


sifat : Ramah, humoris… Sedikit bar- bar.


Anak tunggal dari Bapak Sutomo dan Ibu Sutomo.



NAMA : Edward Brahmana


umur : 27 Tahun


status : Pengusaha berlian terbesar se asia serta direktur gandum terbesar se asia


sifat : Cuek, dingin, sombong, pendiam, serta kasar.


Putra tunggal dari keluarga terkaya yaitu keluarga Brahmana atau yang sering dikenal adalah keluarga Pak Bram. Serta memiliki kekasih yang bernama Luna.



NAMA : Aluna


umur : 27 Tahun


status : Seorang model terkenal se asia, kekasih edward


sifat : Judes, sombong, matre.


* Perkenalan selesai


*dikediaman pak sutomo


"Brakkk… " Alice menghempaskan pintu kamarnya dan terduduk lemas sambil menangis.


" Kenapa hidup ini tidak adil… Hikss hikss… " keluhnya sambil menangis.


Tak tau harus bagaimana dan harus berbuat apa. Dia hanya bisa meratapi nasib yang begitu buruk menghantam padanya. Gadis kecil ini tak pernah terfikirkan sedikitpun olehnya sebuah pernikahan diusia sedini mungkin.


Cukup lama ia duduk dilantai, Ia pun berdiri dan mengambil buku kecil yang selalu menemaninya dikala sedih. Ia pun seakan-akan mengeluarkan keluh kesahnya dengan buku yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya itu. Bukannya ia tak punya teman, tetapi ia memang tak suka jika orang lain mengetahui tentang kelemahannya.


"Andai senja tak pernah berdustaaa…Andai petir tak pernah hadir disaat hujan melanda. Mungkin…Kesengsaraan, kesedihan, bahkan penderitaan tak pernah sekejam ini… Ohh tuhann… Apa yang harus ku lakukan? Mungkinkah ini takdir yang kau berikan untukku?" tulisnya menangisss.


"Hikss hikss… Apa yang harus aku perbuat? Ahh aku harus memohon ke bapak agar tidak jadi menjodohkanku," katanya sambil mengusap air matanya dan beranjak dari kursi.


Alice pun keluar dan menjumpai pak Sumoto yang sedang nonton tv bersama ibu. Alice pun langsung menangis dan terduduk tepat di bawah kaki Bapaknya dan memohon untuk membatalkan perjodohan ini.

__ADS_1


" Pakk… Hikss… Alice mohon Pakkk hiksss… Bapak harus batalkan pernikahan ini hikss. Apa bapak tidak sayang lagi sama Alice iya, pak? Hikkss kenapa bapak bisa setega ini?" tangisnya memohon. Ibu Sutomo yang melihat anaknya bergitu ia pun menitikkan air matanya.


"Benar pak, apalagi Alice kan masih kecil. Apa tidak terlalu muda buat dia untuk menikah?" komentar Bu Sumoto.


"Maaf kan bapak nak, tapi apa yang harus bapak perbuat. Bapak udah nggak sanggup untuk membayar hutang kepada pak Bram hikkss… Bapak melakukan ini juga karena terpaksa hikss… Ini juga demi keluarga kita. Alice harus menerima ya nak… Jika kamu menikah dengan anak pak Bram kamu pasti akan bahagia dan juga kamu pasti tidak akan kekurangan seperti ini," jawab pak Sumoto sambil memeluk anak dan istrinya.


" Sudahlah Alice keluar dulu…Assalamu'alaikum," ucapnya kecewa.


"Kamu mau kemana malam-malam begini, Nak?" tanya buk sumoto.


"Alice, mau menenangkan fikiran, Bu." Jawab alice sambil berlalu keluar.


Ntah kenapa rasanya cuaca sedang berpihak dengan suasana hati Alice saat ini. Hujan turun begitu deras dan Alice berlari meninggalkan halaman rumahnya dan menuju ke jempatan gantung yang tak jauh dari rumah.


"AAAAAAAHHKKK… KENAPA HARUS TERJADI KEPADA KUUUUU… " teriaknya sambil menangis.


Tak jauh dari Alice berdiri. Juga ada seorang pria yang sedang menatap alice dari kejauhan. Alice yang merasa di perhatikan pun merasa bahwa orang tersebut sedang menatapnya.


"Siapa dia? Kenapa dia menatapku seperti itu," batinnya sambil menatap balik lelaki itu.


Tiba-tiba lelaki itu berjalan dan terus mendekatinya dengan tatapan sinis dan begitu dingin.


" Loh… Loh… Kenapa dia berjalan kesini. Stop plisss stopp." Batinnya sambil berharap. Lelaki itu terus berjalan dan berhenti tepat di sampingnya.


"Menangislah! Aku akan menemanimu,," ucapnya membuat Alice terkejut.


Lelaki itu pun mengalihkan pandangannya dan menatap kosong ke arah bawah jempatan. Alice pun ikut mengalihkan pandangannya dan ia melanjutkan nangisnya.


"Hikss hikss… Setidaknya aku sedikit legah," jawab Alice kemudian ia melanjutkan nangisnya.


"Hahaha… Legah kau bilang? Bagaimana bisa legah jika kau terus menangis dan terus menangis seperti ini… Seperti anak kecil," jawabnya sambil terkekeh.


"Kau bilang aku anak kecil? Jangan panggil aku anak kecil paman." Jawabnya sambil sedikit tersenyum.


" Apa… Kau memanggil ku paman? Sejak kapan aku menikah dengan bibi mu.… Haha." Jawabnya sambil bercanda.


" Hahaha… " ketawa Alice.


"Hahh kalau gini kan bagus… Seru juga yaa hujan-hujanan begini haha…Kenalkan namaku Rian," katanya memperkenalkan diri.


"Aku Alice." Jawab Alice.


"Kenapa kau menangis seperti ini? Nggak malu apa dilihatin sama anak kecil. Upss… Lupa kau kan anak kecilnya. Hahaha canda candaa," kata Rian sedikit bercanda.


"Hahaha… Bisa aja kau hmm… Nggak kenapa-kenapa. Eh btw sebelumnya aku tidak pernah melihat mu di kampung ini. Apa kau masyarakat baru disini?" tanya Alice.


" Hei heii bocahhh. Umur mu berapa sih? Enak aja bilang kau-kau. Gini-gini umurku sudah 27 tahun," komentar Rian


"Upsssss… Hahaha… Sorry kak sorry. Ya maklum lah kan aku nggak tau, soalnya wajah dengan umurnya suka berbohong haha… Umurku 18 tahun, Wahh apa aku harus memanggilmu paman saja?" jawab Alice sedikit malu sebenarnya, tetapi karena gadis ini pandai dalam berkata-kata jadi malu nya selalu tertutupi.


"Ehh…Enak aja. Panggil aja kakak. Ehh daripada kita ngobrol disini mending kita berteduh disana saja," katanya sambil menunjukk ke pondopo yang tak jauh dari jembatan. Merekapun berlari menuju pondopo dan berbincang-bincang disana.


"Kakak belum jawab loh pertanyaan Ku tadi.…" ketus Alice.

__ADS_1


"Pertanyaan yang mana?" tanya Rian kebingungan.


"Ituloh aku belum pernah lihat kakak di kampung ini… Kakak warga baru ya disini?" tanyanya ulang.


"Ohh… Bukan… Aku kesini kerumah paman Ku… " jawabnya.


"Paman…?" tanya alice.


" Iya… Itu Tuan Bram. Yang punya usaha gandum itu." Jawabnya menjelaskan.


"Bram? Maksudnya Bram yang meminjamkan hutang ke bapak ya?Jangan-jangan yang mau di jodohkan denganku kak Rian lagi. Aahhh.. Kalau pun iya nggak nolak mah aku udah ganteng, ramah, humoriss,adududud…Haahaha Suami idaman." Batinnya sambil senyum-senyum. Rian yang melihat Alice senyum-senyum sendiri malah kebingungan.


"Woii… Malah senyum-senyum sendiri pula," kejutnya sambil menyentuh bahu Alice pelan.


"Masyaallah… Lembutnya sentuhannya hahaha." Batin Alice semakin senyam senyum nggak jelas.


" Ohh yaudah aku tinggal ni yaa," gertak Rian pura-pura akan meninggalkan Alice.


"Eh eh eh… Jangan tinggalin aku lah…Aku kan takut." Kaget Alice menghentikan langkah Rian. Rian pun duduk kembali.


"Kakak lagi liburan ya kesini?" tanya Alice.


"Nggak… AKu kan baru menyelesaikan S2 di Amrik teruss kesini itu buat kerja bareng sama paman," jelasnya.


"OOh… Berarti kakak bakalan tinggal disini dong?" tanya alice lagi.


"Hmmm… Maybe." Jawabnya singkat.


"Fix… Ini pasti dia orangnya yang akan dijodohkan padaku… Aku harus tanya sama bapak nanti." Batinnya sambil menerka-nerka…


"Eh…udah jam 11 nih kita pulang aja yuk lagian kita udah basah kuyup ntar kamu malah masuk angin lagi," ajak Rian sambil melihat jam yang ada ditangannya.


"Rumah kamu di arah mana?" tanya Rian.


"Nggak jauh kok… Itu yang rumah di ujung itu… " jawab alice sambil menunjuk arah rumahnya.


"Ohh yaudah… Kalau gitu aku tinggal duluan ya… " pamitnya.


"Ohh.. Iya. Makasih ya kak udah nemani aku heheh." Jawab Alice nyengir.


Rian pun berjalan dan melambaikan tangannya. Tak lama kemudian, Alice pun berjalan menuju rumahnya,


dengan perasaan sedikit nano-nano…



NAMA : Rian Wijaya


umur : 27 Tahun


status : Pewaris perusahaan berlian dari keluarga wijaya. Dan masih single, serta sepupu edward.


sifat : Hampir sama dengan Edward, hanya saja Ia tidak sombong. Tipe orang yang dingin tetapi juga terkadang tipe orang yang hangat serta ramah, sedikit humoris

__ADS_1


__ADS_2