
Adzan subuh berkumandang sehingga membuat Alice tersentak dari tidurnya. Ia mencoba untuk membuka matanya dengan perlahan, meskipun sulit ia tetap memaksakan diri untuk bangun dan menuju ke kamar mandi. Setelah itu ia langsung melaksanakan Sholat Subuh.
Setelah selesai Sholat, Alice keluar kamar dan melihat disekeliling rumah, rumah itu terlihat seperti kapal pecah seperti tak berpenghuni.
" Ini rumah atau kandang sapi sih… Kotor amat…" gumamnya sambil melihat seluruh sudut rumah.
"Sudah lah, sebelum tu es balok bangun dan marah-marah mending aku bersihin aja," icapnya sambil mengambil sapu.
Selesai menyapu, Alice pun langsung mengepel lantai.
"Ahhh…. Daripada bosan, ngepel sambil dengerin lagu ahh," katanya sambil mengambil hp dan menghidupkan lagu k-pop kesukaannya, Ia mendengarkan sambil mengikuti lirik lagu tersebut.
🎶🎶 "kkume gureum wireul geotdeon uri dul
deureulsurok dajeonghan maltu
eojireowo ne saenggage chwihan deut apa.
Always gipge saegin heunjeogi jara
mireonaejido moshal neo ttaemune
geujeo oneul gateun gibunimyeon
andwae neol wonhae beoryeojineun naldeul.
Good Morning
niga issdeon jariga heojeonhae
dajeonghaessdeon kkume I’m so lonely
heundeullineun nareul tashal ppun
tto naneun ne saenggage
I’m falling with you… " 🎶🎶🎶
__ADS_1
Sangkin asiknya mendengarkan lagu, ia sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedari tadi memandanginya dengan tatapan tajam.
"Apa yang sedang ia lakukan?" fikir Edward yang memandangi Alice dari lantai atas. Edward pun berjalan mendekati Alice, sayangnya Alice yang tengah sibuk dengan aktifitas yang ia lakukan tidak mengetahui jika Edward sedang berdiri dibelakangnya.
"Ahhhhkkk…" kaget Alice melihat Edward yang berdiri di belakangnya.
"Sejak kapan kau disitu?" tanya Alice yang masih kaget.
"Sejak ayam jantan bertelurrrr," kata Edward yang sambil menutup telinganya karena Alice yang berteriak tepat di telinganya.
" Aku lapar, buatkan sarapanku!!" kata Edward, kemudian ia pergi ke meja makan.
"Aishhhh… Dasar sialannn…" gerutu Alice sambil berjalan ke dapur untuk memasak sarapan.
"Apa coba yang mau dimasak… Bahan makanan saja tidak ada…" gerutu Alice sambil memikirkan menu sarapan.
"Ahh… Aku buat bubur saja kalau gitu… " katanya sambil mulai masak.
Tak lama kemudian, ia selesai masak dan mengantarkan sarapan kepada Edward yang sudah menunggunya sejak tadi.
" Ini makananmu tuann…" kata Alice sambil memberikan senyum kesalnya pada Edward.
"Aku mau minta duit..… Bahan dapur tidak ada sama sekali… Iya kali aku harus memasakkan mu batu dan pasir," kata Alice sambil menyodorkan tangannya pada Edward.
"Nahh," kata Edward sambil memberikan kartu ATM untuk Alice.
"Ini hanya boleh kau gunakan untuk kebutuhan rumah ini… Jangan mengira aku memberikan ini untuk kau berfoya-foya!!" katanya memperingati.
"Aishhh… Bahkan sepersen pun aku takkan mengambil duit mu ini…" kesal Alice.
"Akan ku pegang kata-katamu itu… " saut Edward sambil memakan sarapannya.
"Aku akan pergi menjemput kekasihku… Nanti malam ia akan kesini, jika ia bertanya padamu katakan bahwa kau pembantu dirumah ini… Apa kau paham?" jelas Edward lalu bertanya.
"Jika aku tak mau… Kenapa?" lawan Alice.
"Apa kau lupa kau memiliki hutang yang harus kau lunaskan padaku… Yaa… Jika kau tak mau kau pasti taulah akibatnya apa…" ancam Edward. Alice yang mendengar itu hanya bisa terdiam dan mengeluarkan nafasnya dengan kasar.
Edward pun pergi ke bendara untuk menjemput kekasih tercintanya itu. Butuh waktu setengah jam ia menanti kedatangan luna, tak lama ia melihat gadis yang telah ia nanti-nantikan di ujung jalan sedang celangak-celinguk sedang mencari seseorang.
__ADS_1
pandangan Luna berhenti mencari karena ia melihat Edward yang sedang berdiri di ujung jalan lainnya sambil tersenyum kepadanya.
"Benarkah dia kekasihku? Aishh… Betapa rindunya aku dengan senyuman itu…" batin Luna sambil berlari ke arah Edward sambil tersenyum bahagia.
"SAYANGGGGG…" kata Luna sambil berlari dan langsung memeluk tubuh kekar Edward.
"Heiii… Kenapa kau seperti anak kecil begini?" kata Edward sambil mengelus-elus punggung kekasihnya itu.
"Aaa… Aku merindukanmuuu," kata Luna manja.
"Aisshh… Jangan seperti ini, kau akan membuatku gila," kata Edward karna melihat tingkah kekasihnya itu.
"Cuppp," ciuman dari Luna mendarat dengan selamat di pipi Edward.
"Cuppp…" balas Edward tepat di bibir Luna. Mereka pun saling berpelukan untuk saling melepas rindu satu sama lain.
"Apa kau sudah makan?" tanya Luna sembari melepas pelukannya.
"Mmm… Sudah… Tetapi setelah melihatmu aku menjadi lapar," kata Edward.
"Hahaha.… Ololo My baby giant kelaparan… Ayo kita cari makan, kebetulan aku belum makan dari tadi…" ajak Luna.
"Baik Ratu ku yang cantikk…" jawab Edward.
Merekapun pergi meninggalkan bandara sambil bergandengan tangan dan saling melepas kerinduan satu sama lain.
*AUTHOR…
HAI GUYS.… BUAT KALIAN YANG INGIN TAU MUSIK APA YANG DIDENGAR ALICE. NIH AKU KASIH TAU JUDUL LAGUNYA APA.
"Good Morning-kassy." Cocok banget nih buat kalian penikmat musik yang melow… Rekomendad banget dehh. 😊😊.
Jangan lupa mampirr terus ke lapak aku yaaa guys… Jangan lupa kasih like, komen, rate and votenya jika kalian menyukai cerita ini. Maaf ya guys jika ceritanya kurang seru, Author masih butuh belajar, jangan lupa juga beri saran yang banyak buat author nya.
Kecupan manis dari Author "Mmmmuaachhh 😘😘… " BYE BYE BYE.
__ADS_1