DELET

DELET
Udah Mulai Cemburu Ni Yeeee…


__ADS_3

"Selamat pagi Pak…" sapa Sekretaris Hans kepada Edward yang baru saja tiba di kantor. Edward hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.


Tak berselang lama ia tiba di ruangannya, Sekretaris Hans masuk sambil membawa berkas-berkas penting.


"Permisi pak…" ketuknya sambil membuka pintu.


"Ini Pak berkas yang Bapak minta tadi, " katanya lagi.


" Letaklah di meja, nanti Aku akan menandatanganinya." Perintah Edward.


"Baik Pak… Kalau begitu Saya permisi dulu." Pamitnya sambil meletakkan berkas ke meja Edward dan keluar meninggalkan ruangan.


Edward yang sedari tadi memejamkan matanya karena tak dapat tidur tadi malam, Ia terus mengurut-urut kepalanya dengan pelan karena merasa sakit kepala. Ntah kenapa sejak kejadian tadi malam Ia selalu membayangkan wajah Alice.


"Tok tok tok…" Seseorang mengetuk pintunya.


"Masuk lah…" perintah Edward sambil membuka matanya.


Luna pun masuk ke ruangan Edward sambil senyum manis kepadanya, tanpa sadar ketika Ia melihat wajah Luna ntah kenapa Ia merasa melihat wajah itu adalah wajahnya Alice.


"Lohh… Bukannya dia belum tau kantorku ya?" kagetnya ketika melihat wajah Luna yang Ia anggap itu adalah Alice.


"Kok bengong sih sayang?" tanya Luna yang seketika membuyarkan bayangan Edward.


"Aissshh… Ada apa denganku? Kenapa aku selalu membayangkan wajah wanita itu." Fikirnya.


"Heii… Heiiii!!" panggil Luna.


"Ahh iya s-sayang." Jawab Edward.


"Kamu kenapa sih?" tanya Luna heran.


"T-tidak ada…" jawabnya sambil tersenyum.


"Ada apa? Apa ada masalah?" tanya Luna lagi sambil memegang wajah Edward dengan lembut.


"Mmm… Hanya masalah kantor." Jawabnya bohong.


"Oohh… Jangan terlalu di fikirkan." Saran Luna. Kemudian Edward hanya membalas dengan anggukan dan langsung hanyut dalam pelukan Luna yang sedari tadi duduk di pangkuannya.


"Meskipun Luna ada didekatku, Kenapa aku merasa ingin melihat wajah dia? Kenapa aku malah memikirkan dia?" fikirnya. Tak lama, Ia langsung mengeratkan pelukannya pada Luna.


"Heiii… Apa apa " tanya Luna. Edward tak menjawab dan Ia hanya menggeleng.


"Kalau gitu, Aku pergi dulu ya sayang. Hari ini Aku akan berangkat ke Singapur." Jelas Luna sambil berdiri.


"Loh… Ngapain? " tanya Edward.


" Apa kau lupa kekasihmu ini seorang model?" kata Luna sambil mendekatkan wajahnya ke Edward.


"Ahhh…. Baiklah." Jawab Edward.


"Berapa lama kau disana? " tanya Edward.


"Sekitar 3 bulan, Aku akan menjadi BA salah satu kosmetik terkenal." Jelas Luna.


Edward hanya mengangguk dan Ia meraih berkas yang harus Ia tandatangani. Luna pun pergi meninggalkan Edward yang sudah mulai terjun kedalam dunia kerjanya itu.


Sedangkan Alice yang berada di rumah, sedari pagi Ia tak konsen membersihkan rumah karena Ia masih teringat kejadian tadi malam.


"Aisshhh… Kenapa wajahnya begitu jelas di ingatanku." Protesnya.


Tak lama kemudian…

__ADS_1


📩📩 " Haii Nona. "


📩📩 " Hai kak Rian."


📩📩 " Apa kau punya waktu hari ini?"


📩📩 " Tentu… "


📩📩 " Bagaimana kalau hari ini kita pergi nonton, Ada film korea baru."


📩📩 " Ahhhh… Okeh okeh. Kalau begitu aku siap-siap dulu."


📩📩 " Mmm, baiklah… Sekitar setengah jam lagi aku akan menjemputmu."


Setelah asik bertukar pesan dengan Rian, Alice pun bergegas untuk bersiap-siap karena Rian akan membawanya pergi nonton.


Setelah setengah jam Ia selesai bersiap-siap.


"Titttttt….Titttttt…" suara Klakson mobil dari luar rumah.


"Itu pasti kan Rian…" katanya sambil berlari hendak keluar rumah.


Disaat Ia membuka pintu…


"Mau kemana kau?" tanya Edward yang baru saja keluar dari mobil.


"Tumben banget si dakjal pulang cepat begini… Perasaan baru dua jam yang lalu Ia berangkat kerja." Batin Alice kaget dengan apa yang Ia lihat.


Edward yang tidak konsen bekerja karena selalu membayangkan wajah Istrinya itu langsung pulang karena ingin melihat Alice.


"Kenapa kau pulang cepat?" tanya Alice.


"Suka-suka ku lah… Aku bosnya." Jawab Edward sambil berlalu masuk kedalam rumah.


"Aishhhh…" kesal Alice.


"Mmmm…. A-anuu… Kak Rian membawaku pergi nonton," jawab Alice ragu.


"Rian? Apa kalian sering berjumpa?" Tanya Edward yang sejujurnya ntah kenapa ia merasakan cemburu.


"Mm… Tidak juga." Jawab Alice.


"Apaa Kau mengizinkan?" tanya Alice penuh harap.


Sejujurnya, Ia ingin sekali mengatakan tidak. Tapi apalah daya gengsi terlalu tinggi dalam dirinya.


"Mmm…" jawabnya sambil mengangguk. Alice pun tersenyum bahagia.


"Senyumnya begitu manis…" bathin Edward.


Tak lama kemudian, Rian pun tiba dan Alice pun berlari bahagia untuk menghampiri Rian.


"Segitu bahagianya kau dengannya?" cemburu Edward ketika melihat reaksi yang di berikan Alice.


Dada nya begitu sesak… Tak tau harus mau berkata apa. Apakah cinta itu benar-benar tumbuh untuknya? Apakah rasa ini benar-benar nyata?


Ia pun mengikuti Alice dan Rian dari kejauhan. Setibanya mereka di Mall, tanpa ketinggalan satu momentpun Edward terus mengawasi mereka berdua.


"Beraninya kau menggenggam tangannya." Kesalnya ketika melihat Rian memegang tangan Alice.


"Hei hei hei… Apa-apaan ini." Kaget nya lagi setelah melihat Rian yang memegang pinggang Alice.


Ia mencoba memikirkan sesuatu agar Ia bisa mendekat dengan mereka tanpa di ketahui. Ia melihat disekeliling Mall, dan matanya tertuju pada toko pakaian. Ia pun menyamar menjadi kakek-kakek. Ia pun mulai berjalan mendekati Alice yang sedang duduk menunggu Rian membeli tiket nonton.

__ADS_1


"P-permisi Cuuuu… Apa kakek boleh duduk disini?" nyamar Edward.


"Tentu kakek…" jawab ramah Alice sambil tersenyum.


"Kakek kesini bareng siapa?" tanya Alice.


"Kakek tadi kesini bareng cucu kakek. Tapi cucu kakek ntah kemana perginya, Kakek ingin menonton film itu tapi kakek tidak ada duit," kata Edward yang sedang menyamar.


" Ohhh kakek mau nonton itu juga… Bareng kita aja ya kek." Tawar Alice kemudian Alice memanggil Rian untuk memesan tiga tiket.


Setelah Rian selesai membeli tiket, Ia pun mendekat ke Alice.


"Untuk siapa satu lagi?" tanya Rian bingung.


"Untuk kakek ini, katanya Ia ingin nonton film ini juga tapi nggak punya duit," jelas Alice.


"Wajah kakek ini seperti Edward. Ahh tapi nggak mungkin itu Edward, Dia kan nggak suka nonton yang beginian." Batin Rian.


Merekapun berdiri untuk masuk kedalam bioskop, Rian yang hendak memegang tangan Alice. Tiba-tiba dengan cepat Edward menghambur di antara Alice dan Rian, posisinya berada di tengah-tengah.


" Haha… Takkan ku biarkan kau memegang tangannya." Batin Edward.


"Kakek ingin memegang tanganmu," kata Edward nyamar. Alice pun tersenyum dan menggandeng tangan Edward.


Mereka pun duduk dengan posisi Rian disebelah kiri, Alice di sebelah kanan sedangkan Edward berada di tengah-tengah mereka.


"Sialann mereka nonton film romantis… Apa jangan-jangan mereka pergi berkencan?" bathin Edward.


"Aisshh…. Kakek ini menganggu moment ku bersama Alice aja." Bathin Rian kesal. Ia pun mencoba untuk menggapai bahu Alice. Edward pun menyadarinya dan langsung memukul tangan Rian.


"Auuu…" teriak Rian kaget.


"Mau apa kau dengan cucu ku?" tanya Edward.


"Cucumu?" tanya Rian.


"Dia sebaya dengan cucuku, jadi… Dia sudah ku anggap sebagai cucuku," Jelas Edward.


"Mau apa kau? Jangan macam-macam." Katanya lagi.


"A-aku hanya ingin meminta popcorn," bohong Rian.


"Ini…. Kau tak perlu memanggilnya," kata Edward sambil memberikan popcorn miliknya. Alice yang melihat mereka hanya tersenyum geli dan lanjut menonton.


Tak lama kemudian… Rian mencoba untuk menggapai Alice lagi, dan lagi-lagi Edward mengetahuinya.


"Sudahku bilang… Jangan macam-macam." Katanya.


"Apa kalian ini pacaran?" tanyanya.


"Ahhh… B-bukannnn… Aku sudah punya Suami." Jelas Alice.


"Ternyata dia mengakuiku sebagai suaminya." Fikir Edward bangga.


"Kalau begitu, akan ku beri pelajaran buat anak ini… Kemari kau, biar ku pukul kau dengan tongkat ku ini, beraninya kau menyentuh Istri orang," kata Edward sambil memukul-mukul Rian dengan tongkatnya.


"Au au au sakit kek…Sakittt kek," kata Rian sambil berlari keluar.


Akhirnya terjadilah kejar-kejaran diantara mereka berdua… Orang-orang yang awalnya fokus dengan film, sekarang malah fokus menonton mereka berdua.


*Author. *


Huaaaaa 😭😭😭 maapin Author ya guys kalau ceritanya nggak seru… Ini apaan dah judulnya. Author bingung mau buat gimana 😭😭😭.

__ADS_1


Dah lah… Maap ni yee maapp kalau ceritanya nggak nyambung banget. 😊😊. Jangan lupa tinggalin jejakkkk… Terus semangatin Authorr ya guysss.


Kecupan manis dari Authorr "Mmmmmuuuacccchh 😘😘😘. " Happy reading.


__ADS_2