
Setelah selesai dengan keributan, Alice mengajak Rian untuk meninggalkan bioskop.
"Mau kemana kita?" tanya Rian yang sedang berjalan di tarik Alice.
"Pulangggg… Ini sudah jam berapa, takutnya Kak Edward akan marah padaku." Jelas Alice sambil berjalan.
Edward yang mendengar perkataan Alice buru-buru kembali ketoko baju yang Ia datangi tadi untuk mengambil pakaiannya.
Dengan cepat Ia berlari keparkiran untuk kembali kerumah tepat sebelum Mereka tiba duluan.
"Ituu seperti mobil Kak Edward." Batin Alice yang tak sengaja melihat mobil Edward yang sedang melaju keluar Mall.
"Tapi itu tidak mungkin, lagian mobil yang seperti itu banyak bukan hanya dia saja yang punya." Bathinnya lagi sambil berdiri di depan mobil Rian.
"Apa yang sedang kau lihat?" tanya Rian yang sedari tadi sudah berada di dalam mobil.
"Ahhhh… Tidak ada." Jawabnya sambil masuk kedalam mobil.
Setibanya Edward di rumah, Ia langsung mengganti pakaiannya dan duduk di sofa sambil mengerjakan kerja kantor yang sempat Ia abaikan tadi.
Tak lama kemudian, Alice dan Rian pun tiba di depan rumah.
"Sampaikan saja salamku pada Edward." Kata Rian setelah mereka sampai di depan rumah.
"Kakak nggak mau mampir dulu? " tanya Alice.
"Tidak usah, ada yang harus Aku urus di kantor," katanya menolak.
"Mmm baiklah." Jawab Alice sambil keluar mobil. Setelah Ia keluar Rian pun melajukan mobilnya menjauh dari rumah Alice dan Edward.
"Semoga dia sedang tidur…" bathinnya berharap sambil membuka pintu.
"Kemana saja kau?" tanya Edward mengagetkan Alice.
"Ahhh… Bukannya tadi aku sudah bilang? Aku pergi nonton bersama Kak Rian." Jawabnya.
"Seseru itukah kalian pergi menonton? Sampai kau lupa kewajiban sebagai Istri, Sedari tadi aku menahan laparr," kata Edwad menggunakan nada yang sedikit keras.
"Bukannya Kau yang mengatakan bahwa aku ini hanya seorang Istri di atas kertas saja? Lalu kenapa kau mengatakan kewajiban seorang Istri?" tantang Alice yang membuat Edward begitu kaget.
"Apa kau lupa apa yang kau katakan malam itu? Kau boleh melakukan apapun dan aku akan tetap mejalani kewajibanku sebagai seorang Istri." Jawab Edward sambil menirukan perkataan Alice pada malam kemarin.
"Aishhh… " Alice mengeluarkan nafasnya bergitu kasar.
"Kau terlalu asik berjalan dengan Pria lain sampai kau lupa dengan kewajibanmu!! Kau lihatttt… Rumah ini begitu kotorrrr, makanan satupun tak ada, apa kau ingin membunuhku secara perlahan ha? " kata Edward mulai emosi.
"AKU MAU SEKARANG KAU MASAKAN AKU MAKANAN, SETELAH ITU BERSIHKAN RUMAH INI!!" perintah Edward.
"I-iya…" jawab Alice sambil berlalu kekamarnya untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah Ia membersihkan dirinya, Dia pun keluar kamar menuju dapur untuk memasakkan makanan untuk tuan Edward yang galak.
"Tuannnn makananmu sudah siappp…" katanya sambil tersenyum tipis dan mata sedikit membelalakan ke Edward.
"Mmmm…" jawab Edward yang masih memegang laptopnya karena kerjaan yang begitu menumpuk.
Setelah itu, Ia berdiri dan menuju ke meja makan.
"Makanan apa ini?" tanyanya yang masih berdiri di meja makan.
"Mie lah… Apa kau tidak bisa melihatnya ?" jawab Alice. Mendengar jawaban Alice yang seperti itu membuatnya emosi dan mencengkram tangan Alice begitu kuat.
"APA KAU SENGAJA INGIN MEMBUAT KU MATI HA?" tanyanya marah.
"Tidakkkk… Aku hanya memasakkan ini untuk kau makan bukan untuk membunuhmu." Jawab Alice sambil menahan sakit karena cekraman Edward.
"AKU ELERGI DENGAN MIEE!!!" bentak Edward.
"Ahhh mana ku tau kalau kau elergi." Jawab Alice kaget.
"SEKARANG KAU BUATKAN MAKANAN LAIN UNTUK KU. CEPATTTT!!!" perintahnya sambil melepas kasar tangan Alice.
Dengan cepat Ia berlari ke dapur untuk memasak lagi.
"Aishhhh… Baru kali ini aku mendengar orang elergi Mie." Ngomelnya sambil berdiri di depan kompor.
"HEIII AKU MENDENGAR APA YANG KAU KATAKANNNN!!" teriak Edward yang ternyata mendengar suara nyaring Alice.
"Dah lah masak nasi goreng aja kalau gitu," katanya sambil mengambil bahan yang ada di kulkas.
Setelah 15 menit lamanya Ia memasak nasi goreng, Akhirnya nasi goreng siap untuk disajikan.
"Ini makanan mu," kata Alice sambil meletakkan nasi goreng di meja makan.
Edward pun memakan nasi goreng tersebut. Ntah kenapa masakan Alice kini menjadi candunya, Ia takkan makan jika bukan Alice lah yang memasaknya.
Alice yang melihat mie yang Ia buat tadi tak disentuh sama sekali dan karena Ia juga lapar belum ada makan sedari tadi. Ia pun meraih mie tersebut dan hendak duduk bergabung dengan Edward untuk memakan Mie.
"Mau apa Kau?" tanya Edward yang melihat Alice hendak duduk.
"Mie itu tak Kau makan, sayang jika dibuang jadi Aku akan memakannya." Jawab Alice sambil memegang piring mie tersebut.
"Apa Kau lupa dimana posisimu?" ucap Edward.
"Aisshh… Dakjal sialan."
"Jangan coba-coba memakiku dalam hatimu itu!!" kata Edward yang membuat Alice kaget.
"Apa Dia seorang cenayang? Kenapa Dia bisa mendengar?" lirihnya sambil berjalan ke dapur dan duduk lesehan kemudian memakan Mie.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Edward kembali duduk di sofa dan melanjutkan kerjanya, sedangkan Alice langsung mencuci piring kotor. Kemudian Ia menyapu rumah.
"Akan Ku kerjai Kau." Bathinnya sambil menyapu ke arah Edward yang tengah sibuk dengan kerjanya.
Ia menyapu dibawah kaki Edward dengan kasar sambil memukul pelan kakinya.
"Au au au… Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Edward sambil mengelus kakinya yang sakit.
"Apa kau tidak melihat aku sedang menyapu?" kata Alice santai.
"Aissshh…" Ia mengeluarkan nafasnya begitu kasar lalu menaikan kakinya kesofa.
Setelah selesai menyapu, Alice pun mengepel lantai, Saat Ia hendak mengepel lantai yang dibawah meja. Kali ini dengan tidak sengaja tangkai pelnya mengenai anu Edward.
"AAHHHKKKKKK…" teriak Edward sambil uring-uringan di sofa.
"Ahhh kau kenapaaa?" kaget Alice melihat Edward kesakitan, dan Ia masih tidak sadar bahwa itu karena ulahnya.
"Anu kuu… Akkhhh…" katanya sambil kesakitan.
"Anu? Apaaa? " kaget Alice sekaligus bingung.
"K-kau… Apa yang kau rencanakan?" kata Edward sambil menahan rasa sakit.
" Tidak adaa…" katanya sambil kebingungan.
"Auuuu…" Edward kesakitan. Alice pun memperhatikan arah sakit yang dirasakan Edward.
"Ahhhhh… Pasti gara pel ini." Teriaknya kaget setelah mengetahui.
"B-bagaimana ini… Maaf aku tidakk sengajaaa," katanya sambil mencoba ingin menyentuh Edward.
"M-mau apa kau?" Kaget Edward melihat Alice yang mencoba menyentuh anunya.
"Biar ku lihat… Jangan-jangan berdarah." Jawab nya polos.
"Ahhh… Tidak usahhhh…" jawab Edward sedikit ngeri.
"Tidak apa, sini biar Aku lihat!!" Katanya lagi sambil memaksa Edward.
"Tidakkkk usahhhh," Kata Edward sambil berlari kekamarnya karena merasa sedikit takut dan malu dengan Alice yang seperti itu.
"Heiii mau kemana Kauuu…" teriak Alice melihat Edward yang lari terbirit-birit.
"Sudah tidak sakit lagii… Aku akan menyelesaikan pekerjaan Ku dikamar saja." Jawab Edward yang masih berlari menuju kamarnya.
"Mmmm… Yasudahlah kalau begitu Aku lanjutkan saja kerjaanku." Kata Alice yang tanpa berdosa itu, lalu Ia melanjutkan mengepel lantai.
Setelah selesai mengepel lantai, Ia merasa ngantuk dan menuju kamarnya untuk tidur siang sejenak.
__ADS_1