DELET

DELET
Si Pelakor Menghampiri.


__ADS_3

##CERITANYA LANGSUNG AUTHOR BUAT KEESOKANNYA LANGSUNG YA GAES, JANGAN TANYA APA YANG TERJADI PADA MALAM HARINYA 😂😂 POKOKNYA AHH MANTAP.## HAPPY READING.


🍃🍃🍃


Keesokan paginya.


"Tok… Tok."


"Sebentarr!" teriak Alice dari dapur dan berjalan menuju pintu.


"Iya, Sia…" ucapannya terputus karena ia melihat Luna lah yang datang.


"Heiii, Nyonya kesayangan," sapanya sambil membuka kacamatanya dan tersenyum manis pada Alice.


"M-au apa kau kemari?"


"Tentu saja aku ingin menemui kekasihku."


"Apa maksudmu?"


"Ahhh, hiyahiya aku lupakan, bukan kekasihku tetapi mantan kekasihku yang akan menjadi milikku kembali."


"Aishhh, pergilah kau dari sini."


"Hohoho, sudah berani ya kau mengusirku!"


"Tentu saja, ini rumah ku!"


Tengah asik beradu mulut, tiba-tiba Edward pun menghampiri mereka karena penasaran siapa yang sudah pagi-pagi mencari ribut dirumahnya. Saat ia sudah berada di belakang Alice, Ia sangat terkejut dengan kedatangan Luna yang tak terduga, bukannya malu, Luna malah langsung berlari ke kepelukan Edward dengan begitu manjanya.


"Sayang, Aku sangat merindukanmu."


"Apa yang kau lakukan? LEPASKAN!!" Edward menghempaskan tubuh Luna begitu kasar.


"Eh pelakor, beraninya kau menyentuh suamiku!!" teriak Alice berang.


"Sayang, lagi-lagi dia kasar kepadaku, tadi aku malah diusirnya." Luna terus berusaha untuk mendekati Edward. Namun, Kini Edward benar-benar tidak memiliki perasaan apapun lagi padanya.


"Aishh, lebih baik kau pergi dari sini!" usir Alice.


"BERANINYA KAU MENGUSIRKU!!" marah Luna dan ia menjambak rambut Alice.

__ADS_1


"Aakkh." Alice begitu kesakitan.


"STOP LUNA!! JANGAN PERNAH SEKALIPUN KAU MENYAKITINYA LAGI!!" marah Edward dan melepaskan jambakan Luna.


"Kenapa? Apa kau kurang senang jika aku menyakitinya?"


"TENTU SAJA!!! JIKA KAU SEKALI LAGI BERANI MENYENTUHNYA, AKAN KU PASTIKAN KAU AKAN TIBA DI NERAKA!!" ucap Edward penuh penekanan.


"Aishhh, Kalian selesaikanlah urusan kalian dulu, Aku pergi saja dari sini." Alice pun beranjak pergi dari rumah.


Dengan sigap Edward langsung berlari mengejar Alice keluar dan menarik tangan Alice.


"Tidak lagi," katanya sambil menggeleng.


Edward mengajak Alice masuk kembali sambil memegang tangan Alice.


"Kenapa kau malah mencegahnya, sayang? Biarkan dia pergi, jika dia pergi kita akan senang berduaan disini," kata Luna pede. Namun Edward tidak mendengarkan apa kata Luna dan ia hanya fokus dengan Alice.


"Bukan kau yang harus pergi dari sini, tapi dia!!" katanya sambil menunjuk Luna.


"Tunggulah disini, Aku akan menyelesaikan semuanya," katanya lagi.


Dengan emosi Edward menarik tangan Luna keluar rumah dan membawanya ke Cafe yang tidak jauh dari sana, sedangkan Alice hanya tertegun tak mampu berkata-kata lagi dan hanya bisa menatap lemah kepergian suaminya dengan mantan kekasih suaminya sendiri. Setibanya mereka di Cafe, dengan kasar Edward menghempaskan badan Luna dan terduduk di kursi cafe tersebut.


"Apa maksudmu, Luna? Apa yang kau mau?" tanya Edward sedikit emosi.


"Tentu saja aku menginginkanmu," jawabnya santai dan memegang tangan Edward.


"Jangan berani-beraninya kau menyentuhku!!" kata Edward penuh penekanan.


"Ada apa denganmu? Kau sangat berubah, Edward." Luna mengeluarkan suara lembutnya yang dulu menjadi candu bagi Edward.


"Aku masih sangat mencintaimu, Edward. Aku yakin, Kau juga masih mencintaiku kan."


"Aish, asalkan kau tau, awalnya iya namun dengan tingkah bodoh mu, Aku sangat muak melihat wajahmu kini."


"Kenapa? Apa karena dia? Lihat saja, apapun akan ku lakukan demi mendapatkan mu kembali, Edward. Tidak akan ku biarkan wanita itu yang mendapatimu!!"


"Apa yang akan kau lakukan, Luna?"


"Hahahaha, kenapa? Apa kau takut jika wanita mu itu terjadi kenapa-kenapa? hahaha, akan ku bunuh wanita sialan itu!!"

__ADS_1


"JANGAN BERANINYA KAU!! SECUIL SAJA KAU MENYENTUHNYA, AKAN KU PASTIKAN HIDUPMU PENUH DENGAN KESENGSARAAN!!"


"KITA LIHAT SAJA, EDWARD!! KAU YANG MENDERITA ATAU DIA ATAU AKU YANG AKAN MENDERITA!! HAHAHA. APAPUN AKAN KU LAKUKAN ASALKAN AKU MENDAPATKANMU KEMBALI."


"CIHHH, SEGITU TEROBSESINYA KAH KAU DENGANKU? HAHAHA, ATAU SEGITU TIDAK LAKUKANYA KAU DENGAN PRIA LAIN? SAMPAI KAPANPUN KAU TAKKAN BISA MENDAPATKAN AKU LAGI!! OKEHH, KITA LIHAT SAJA SIAPA YANG AKAN MENDERITA!!"


Dengan begitu kasar Edward membuka pintu cafe dan pergi meninggalkan Luna yang sudah sangat emosi.


"Aaakkkh, lihat saja kau, Edward! jika aku tidak bisa memiliki mu lagi, akan ku buat juga dia takkan bisa memilikimu!!" teriaknya melihat kepergian Edward.


*****


Setibanya ia dirumah, Ia masih menemukan Alice yang berjalan mondar-mandir di depan halaman rumah sambil menunggu kepulangan Edward.


"Kenapa kau terus mondar-mandir begitu?" tanya Edward sambil berjalan memasuki halaman rumah.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanyanya sedikit khawatir.


"Mmm, tidak ada… Aku hanya mengancamnya, jika dia berani menyakitimu lagi dia akan ku buat ke neraka."


"Aish, kenapa kau menakutinya?" katanya sambil meninggalkan Edward dan berjalan kedalam rumah.


"Heii, kenapa kau malah membelanya?" tanya Edward kaget lalu menyusul Alice masuk ke dalam rumah.


"Aku bukan membelanya! Tapi, apa kau bisa membuatnya langsung ke neraka ha? seni bela diri saja tidak bisa, sok-sok an membuatnya ke neraka."


"Tenang saja, Kau kan ada," katanya sambil mengangkat bahunya.


"Apa maksudmu?" tanya Alice langsung menghentikan langkahnya, membuat Edward kaget dan menghentikan langkahnya dan juga memundurkan tubuhnya dari Alice.


"M-aksudku, jika aku tidak bisa melakukannya, Kau pasti bisa secara kau kan pandai dalam seni bela diri," jelasnya sedikit takut.


"Kenapa harus aku? Aish, dasar pengusaha pelit!!! Duit mu banyak kenapa kau tidak menyewa bodyguard saja!!" protes Alice sambil mengacak pinggang.


"Kenapa aku harus menyewa bodyguard jika istriku bisa melakukannya," jawabnya berani.


"Aishhhh," Alice mengeluarkan nafasnya begitu kasar.


Alice pun berjalan kembali menuju dapur untuk melanjutkan masaknya yang sempat terhenti tadi, sedangkan Edward terus mengekor mengikuti Alice ke dapur.


Pagi yang penuh drama, tamu yang tak diinginkan pagi ini datang hanya membawa petaka bagi Alice dan Edward.

__ADS_1


📞📞 "Aku mau kau pantaulah gerak gerik wanita itu!" Edward berbicara dengan seseorang dari sambungan televon hp nya.


__ADS_2