DELET

DELET
Salah Masuk Bioskop


__ADS_3

## SEBELUM MELANJUTKAN BACANYA JANGAN LUPA PASTIKAN BAHWA KAMU SUDAH BERUSIA 18 KE ATAS YA.## HAPPY READING.


******


"Kau mau nonton apa?" tawar Edward setelah mereka tiba di dalam bioskop.


"Film apa aja," jawabnya sambil mengangkat bahunya.


"Oke, gimana kalau kita nonton komedia aja, film bajai ku terbang cintaku melayang," tawar Edward.


"Hahahahaha, apaan judulnya itu, tapi nggak masalah juga lucu sepertinya itu," jawab Alice sambil terbahak-bahak.


"Okehh, duduklah disini dulu biar aku saja yang membeli tiketnya!" perintah Edward.


Alice pun duduk di bangku yang sudah disediakan, dan Edward pergi ke arah kasir untuk memesan tiket.


"Tiket untuk film itu dua ya mbak," pesannya sambil menunjuk ke arah poster film yang ada di belakang sang kasir.


"Maaf tuan, tiketnya barusan habis terjual," jawab sang kasir sambil melipatkan kedua tangannya.


"Oalah, yaudah deh tiket itu aja," pesannya lagi sambil menunjuk poster yang satunya lagi.


"Maaf sekali lagi tuan, semua tiket sudah terjual habis," jawabnya sang kasir.


Dengan perasaan kecewa, Edward kembali ke arah Alice yang sedang menunggunya membeli tiket.


"Tiketnya sudah habis semua," melasnya sambil menatap Alice.


"Yahhh, gagal nonton dong," kecewa Alice.


Mereka terdiam sejenak sambil melihat kesana kemari, bingung akan pergi kemana, tak sengaja mata Edward tertuju pada satu toko yang bernama "Bioskop Mini."


"Alice, itu ada bioskop juga disana," katanya sambil tersenyum.


"Dimana?" tanyanya.


"Itu, ayo kita nonton disana saja," jawabnya lagi sambil menggandeng tangan Alice dan berjalan ke arah toko tersebut.


Setibanya mereka di depan toko tersebut, Mereka melihat toko itu sangat sepi dan juga sebelah pintunya seperti disengaja di tutup.


"Apa kakak yakin ini bioskop?" tanyanya sedikit ragu.


"Ntahlah, tapi lihat,," jawabnya sambil menunjuk nama toko itu.


"Iya, tapi kenapa bioskop sangat sepi begini?" tanya nya lagi.


"Ayolah kita masuk, sepertinya ini bioskop baru buka makanya masih kurang peminatnya, jika kita tidak kesini trus kita mau kemana lagi?" celotehnya terus sambil menarik tangan Alice untuk masuk.

__ADS_1


Setibanya mereka di dalam, Mereka melihat begitu banyak ruangan yang tertutup, bioskopnya sangat aneh, tidak seperti bioskop pada umumnya dan juga disaat Edward melihat film apa aja yang ada disana, Ia malah di tawarkan dengan kaset-kaset yang bisa dikatakan bergenre dewasa semua.


"Kau mau nonton apa?" tanyanya sedikit ragu pada Alice.


Alice yang masih kebingungan dengan kaset-kaset itu tidak mendengarkan pertanyaan Edward, malah dia semakin dibingungankan dengan film-film yang ditawarkan.


"Sepertinya film-film ini tidak pernah ada di bioskop," batinnya sambil melirik film-film tersebut.


"Tuan, Mbak, mau nonton yang mana?" tanya sang kasir ramah.


"Kenapa kami harus milih kaset ya mba, apa bioskop disini nontonnya tidak berbarengan dengan penonton yang lain?" tanya Alice.


"Tidak mbak, disini kami menyediakan hanya khusus untuk dua orang saja," jawabnya ramah.


"Ooo seperti itu, yaudah kami nonton yang ini aja," jawab Alice sambil memberikan kaset yang sudah ia pilih.


Edward yang melihat kaset pilihan Alice, Ia sangat kaget dan langsung menariknya lagi, sebab film yang di pilih Alice benar-benar bergenre dewasa semua.


"T-idak usah yang ini," katanya sambil mengambil kaset itu.


Sang kasir hanya tersenyum-senyum seperti mengerti apa isi dari kaset itu sambil terus mengetik di kaybord komputernya.


"Kenapa?" tanya polos Alice.


"Pokoknya jangan!" jawab Edward.


"Tidak boleh!! Aishh, apa dia tidak bisa berbahasa inggris," katanya berbisik.


"Sudah mbak, Kami nonton itu aja," kata Alice yakin. Edward hanya geleng-geleng kepala dan pasrah.


"Ruangannya di ruang no 10 ya mbak, kalau boleh tau status mbak dan tuan apa ya?" tanya sang kasir.


"Suami, Istri," jawab Alice.


"Ooo okeh, ini kuncinya mbak, mohon di tunggu sebentar staf kami nanti akan memutarkan film ini darisana," katanya sambil memberikan kunci ruangan.


Merekapun berjalan kearah ruangan yang di tunjuk oleh sang kasir itu, Alice membuka ruangan itu dan mereka menemukan ruangan yang bangku bioskopnya hanya pas untuk dua orang saja dan di depannya terdapat layar besar, Edward pun masuk duluan sambil menenteng popcorn dan minuman yang sudah ia beli saat masuk ke bioskop tadi.


"Jangan menyesal dengan film yang sudah kau pilih," katanya sambil berbisik dan duduk.


Alice yang mendengar sedikit kebingungan apa maksud dari Edward, tanpa berbicara apa-apa ia pun ikut duduk di samping Edward.


Tak lama kemudian, Staf pun masuk dan memutarkan film yang sudah mereka pilih tadi, setelah itu sang staf langsung mematikan lampu dan menutup pintu ruangan itu dan pergi.


Pada durasi awal, film itu berjalan selayaknya film biasa pada umumnya, Mereka masih menontonnya dengan santai sambil memakan popcorn, ruangan itu begitu hening tak ada suara apapun selain suara dari film tersebut.


Lalu, pada menit ke 50 an, tiba-tiba mereka melihat adegan dewasa, Alice yang kaget langsung ngeh apa yang di maksudkan Edward tadi. Mereka hanya terdiam, tak berani saling pandang, Semakin lama film itu semakin hanya memberikan tontonan yang sangat tidak wajar.

__ADS_1


"Film apa ini?" protesnya sambil menutup mata.


"Sudahku katakan jangan ini, Kau malah bersikeras ingin menontonnya," jawab Edward yang sedang menahan sesuatu.


"Jika aku tau ini film dewasa, Aku takkan memilihnya," kata Alice sambil terus menutup matanya.


Mereka terdiam kembali, keadaan begitu hening, bahkan saat ini mereka tidak fokus pada film tersebut, melainkan fokus dengan fikiran masing-masing, keadaan begitu canggung, Mereka terus terdiam, Edward yang sedari tadi mencoba untuk menahan sesuatu, sebagai naluri seorang pria normal terbesit di logikanya untuk melakukan adegan tersebut.


Tak bisa di pungkiri, meskipun mereka sudah menikah, Mereka belum pernah melakukannya sama sekali.


"Ehem, ehem," Edward mengeluarkan suara batuk yang ia buat-buat.


"A-pa kakak haus?" tanya Alice.


"T-idak, aisshh, kenapa keadaan jadi canggung begini," katanya yang sudah tidak bisa menahan sesuatu yang sedari tadi ia tahan.


"Alice," panggilnya mantap.


"Iya," jawab Alice ragu, malu, canggung.


Dengan sigap Edward mengangkat tubuh Alice dan mendudukinya di pangkuannya, kini posisi Alice duduk di pangkuan Edward dan mereka saling pandang satu sama lain.


"Aku sudah tidak kuat menahannya," katanya sambil memeluk Alice.


"Menahan? Kakak sakit?" tanyanya polos.


"Tidak, Aku ingin melakukan itu," jawabnya lagi, dan Alice terdiam sambil menelan ludahnya.


"Bagaimana pun dia suamiku, Dia berhak atas diriku," fikirnya sambil menatap Edward.


"Mmm," jawabnya mengangguk getir.


Dengan sigap, Edward langsung mendorong tubuh Alice kepelukannya dan mencium bibir Alice dengan sangat rakus, Alice yang mendapatkan ciuman panas seperti ini untuk pertama kali, Ia masih susah untuk mengimbanginya, lama kemudian ciuman itu semakin panas dan kini ia bisa menyeimbanginya.


Perlahan, ciuman itu berpindah ke leher jenjang Alice, lalu turun lagi tepat di tengah-tengah belahan dadanya. Edward langsung menghentikan aksinya dan memandang Alice dengan harap, Alice yang ngerti apa maksud Edward, Ia hanya mengangguk dan menutup matanya kembali.


Lagi-lagi dengan kasarnya, Edward membuka kancing baju Alice dengan kasar sehingga tak hanya bajunya saja yang terbuka tetapi BH Alice pun ikut terbuka. Akhirnya terjadilah adegan yang sama seperti saat ini mereka tonton.


Semakin lama, adegan mereka semakin lebih panas di bandingkan film yang mereka tonton, Mereka terus menikmati adegan itu, sehingga membuat mereka lupa dimana mereka sekarang.


****


"Author."


Huaaaaaa, maaf ya gaes jika adegan panasnya nggak sampai pada titik akhir, karena Author juga tidak mengerti hahaha, maklum Author belum pernah melakukannya karna Author belum nikahh huaaaaa 😭😭😭 hahaha. Habis ini Author langsung tobat nasuha karena membuat adegan puanasssss hahahaha. (Canda Gaes)


Dah lah, terimakasih buat kalian yang masih setia dengan cerita ini, ingat ya gaes jika kalian menyukainya jangan lupa tinggalkan like, komen, and vote ya.

__ADS_1


Dukung selalu Author ya gaes biar Authornya semakin semangat berimajinasi. Kecupan manis dari Author "Mmmmuuuaachh 😘😘."


__ADS_2