
Dua hari setelah Alisa dan Maya balik ke kampung, sejak itulah Alice mulai rajin kekantor Edward hanya sekedar untuk mengantarkan makanan, para staf disana sudah sangat mengenal baik Alice.
"Selamat siang nyonya muda," hormat sekretaris Hans pada Alice.
"Selamat siang, apa kak Edward ada di ruangannya?"
"Bos sedang meeting nyonya muda."
"Ooo, kalau begitu aku titipin bekalnya kak Edward aja deh," ucap Alice sembari memberikan bekal yang ia bawa kepada Hans.
"Kenapa nyonya muda tidak menunggu saja?"
"Aku sedang buru-buru, nanti aku akan kesini lagi untuk memastikan bekal ini sudah dimakan atau belum sama kak Edward!"
Alice memberikan bekalnya pada Hans dan ia pun langsung pergi meninggalkan kantor yang sangat besar dan luas itu. Meskipun ia istri seorang direktur berlian serta pemilik gandum terbesar se Asia, Ia selalu berpenampilan sederhana namun casual.
Alice menjauh dari kantor itu dan masuk kedalam supermarket yang tak jauh dari perusahaan Edward. Setelah ia selesai membeli kebutuhannya, Ia pun kembali kekantor Edward seperti janjinya tadi.
"Apa meetingnya sudah selesai?" tanyanya pada sekretaris Hans.
"Sudah nyonya muda, tapi…" jawabnya ragu.
"Tapi kenapa?" tanyanya penasaran.
"Sebaiknya Nyonya muda tidak usah masuk kedalam."
"Ada apa emangnya didalam?"
"Anu… Aduhh, Saya sangat takut untuk mengatakannya."
"Katakanlah!!!"
"Ada nona Luna didalam nyonya muda," jawabnya lagi sambil menundukkan kepalanya.
Dengan wajah yang sangat marah, Alice membuka pintu ruangan Edward sangat kasar. Dan ia menemukan suaminya dan mantan kekasih suaminya itu sedang bemesraan.
Dengan emosi, Ia berjalan ke arah mereka berdua dan langsung menampar Luna.
"Apa-apaan kau ini, Alice!!" teriak Edward marah padanya.
"Apa maksudmu?? Kenapa kau malah membela si pelakor ini?"
"Plakkk…." Edward menampar Alice.
__ADS_1
"Jangan pernah sekalipun kau mengatakannya pelakor!! Baguslah jika kau sudah melihatnya, jadi kami tidak perlu bersembunyi lagi, saat ini juga aku akan menikahi Luna!"
"Apa kau bilang?? Kau ingin dia menjadi maduku? Lebih baik kita cerai daripada dia harus menjadi madu ku!!!"
Emosinya semakin memuncak, dan saat ia hendak menampar Edward, Tiba-tiba…
🌺🌺🌺🌺
"AAKKKKHHH!!!" teriak Alice terbangun dan langsung terduduk.
"Ada apa ada apa? Kau kenapa?" kaget Edward yang spontan ikut bangun.
"Aku bermimpi."
"Mimpi apa?"
"Kau melakukan poligami!!"
"Ha? Hahahaha."
"Kenapa malah tertawa? Atau jangan-jangan kau beneran akan poligami?"
"T-idak, itu tidak mungkin! Sudahlah jangan difikirkan, ayo kita tidur lagi!"
"Bagaimana jika itu benar nyata adanya?" fikirnya sambil terus memandangi Edward.
"Aishh, beberapa hari ini dia selalu pulang terlambat! Atau jangan-jangan benar, Dia masih berhubungan dengan Luna, dan mereka akan menikah!! Aakkkhh!!" fikirnya terus sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Karena masih merasa sangat ngantuk, Alice berbaring disamping Edward dan langsung tertidur.
🌺🌺🌺🌺
Keesokan paginya, Alice sedang sibuk memasak didapur sambil terus memikirkan tentang mimpinya yang semalam. Ia terus berfikir bahwa bagaimana jika mimpinya itu benar nyata adanya, apa mungkin Edward masih berhubungan dengan wanita itu dibelakangnya? fikirannya terus berkecamuk, fikirannya pagi ini sangat kacau karena ucapan Edward di dalam mimpi itu begitu terngiang-ngiang di fikirannya.
Sangkin sibuk dengan fikirannya, Ia tak menyadari bahwa Edward sudah ada di belakangnya dan langsung memeluknya dari belakang.
"Ada apa?" tanyanya ketus.
"Kau kenapa?" bingung Edward.
"Ntahlah."
"Apa kau masih memikirkan mimpimu itu? Kan sudah kukatakan jangan difikirkan, itu hanya mimpi! Mimpi adalah bunga tidur."
__ADS_1
"Bunga tidur bunga tidur, mana ada bunga tidur yang seperti itu!!!" jawabnya emosi sambil terus mengaduk nasi goreng yang sedang ia masak dengan sangat kasar.
"Jujurlah padaku, apa kakak masih berhubungan dengan Luna?"
"T-idakkk!"
"JANGAN BOHONG!! Aku melihat dimata kepalaku sendiri kalian sedang bemesraan!!"
"Aishh, bagaimana aku harus mengatakan padamu, itu hanya mimpiiiiii… OMG… Aku tidak ada hubungan apa-apa lagi padanya, tidak tidak tidak dan tidak akan pernah!!" jawab Edward putus asa.
"Kalau gitu, hari ini kakak jangan kekantor!!"
"Apa!! tidak bisa, Aku hari ini akan ada pertemuan dengan klaen dari luar negri!"
"Bohong!! didalam mimpi ku, Kakak juga sedang melakukan meeting, setelah itu wanita gila itu datang dan kalian bemesraan."
"AISHHHHHH… AKKHH 😫😫😫, Aku katakan lagi ya padamu sayang, Kau hanya bermimpi, itu takkan terjadi!" katanya putus asa sambil memegang pundak Alice.
"Bagaimana jika itu beneran terjadi?"
"Itu tidak akan terjadi! percayalah."
Akhirnya Edward berhasil menenangkan Alice dan fikirannya jika tidak, pagi ini pasti akan terjadi perang dunia! dengan perasaan legah, Edward mengajak Alice untuk sarapan bersama dan agar wanita itu tidak terus berfikiran buruk padanya, dengan segala cara ia membujuk Alice, Edward pun menyuapi Alice makan dengan harapan Alice akan lupa dengan mimpinya.
"Awass aja jika kakak beneran selingkuh dibelakangku!!" katanya dengan wajah datar dan membuka mulutnya untuk memakan nasi yang disuapi Edward.
"Aisshh, kenapa mimpimu harus seperti itu, membuatku hampir gila!!" katanya dengan suara kecil.
"Kakak bilang apa?"
"Ahh, t-idak! Aku hanya bilang, Aku takkan selingkuh, tapi kalau poligami boleh dong?" katanya sedikit menggoda.
"APAA!!"
"Bercandaa sayang…" jawabnya sedikit grogi.
Selesai sarapan, Edward pun keluar rumah untuk berangkat kerja dan ditemani Alice keluar sambil membawakan tas kerja Edward.
"Ingat! jika tidak ada pekerjaan lagi, langsung pulang!" katanya sambil menyalami Edward dan memberikan tas Edward.
"Iya iya, sudah dulu ya, aku berangkat dulu!" jawabnya lalu mengecup kening Alice.
Edwardpun melajukan mobil sport merah kesayangannya itu dengan kecepatan biasa dan mulai menjauh dari halaman rumah, sedangkan Alice terus berdiri di depan halaman rumahnya sambil terus menatap arah mobil Edward. Ntah karena curiga Edward salah belok arah atau memang selalu memperhatikan mobil suaminya itu pergi dengan selamat?
__ADS_1