
Setelah resepsi selesai, semua tamu undangan sudah pulang dan disana hanya ada dua keluarga dan dua sahabat Alice serta Rian.
"Mama sangat senang… Bolehkan mama memelukmu Alice?" pinta nyonya Bram. Alice hanya mengangguk dan tersenyum, dengan semangat nyonya Bram langsung memeluk dan mencubit pelan pipi Alice.
"Gemess nya menantu mama… Sekarang mama sudah memiliki anak perempuann…" girang nyonya Bram.
"Kemana habis ini kamu bawa Alice tinggal Edward?" tanya pak Bram.
"Aku akan membawanya pindah kekota pa…" jawab Edward dingin.
"Ta… Tapi aku harus sekolah…" komen Alice.
"Alice… Kini dia sudah menjadi suamimu… kau tak boleh membantah apa kata suami mu…" ceramah bu Sumoto.
"Aku akan memindahkannya di sekolah dekat sana pak…" jelas Edward kepada pak Sumoto.
"Ahhh baiklah itu terserah padamu… " jawab pak Sumoto.
"Sudah semakin larut nih… Ayo kita pulang ma… Rian…" ajak Pak Bram. Nyonya Bram dan Rian hanya mengangguk, lalu mereka pulang.
"Alice… Pak… Buk… Maya dan Alisa pulang juga ya…" pamit Maya.
"Kenapa pulang… Kalian tidur disini saja…" pinta Alice.
"Heii Nyonya.. Apa kau lupa kini status mu… Kau menyuruh kami disini agar kami menyaksikan kalian berdua… Ogah dahhh," kata Alisa. Mereka pun pulang.
__ADS_1
Di kamar…
"Panas banget malam ini… Mandi dulu ahh," kata Alice sambil menuju ke kamar mandi.
Selesai mandi, ia tak menyadari ada Edward di kamar sedang rebahan di atas kasur.
"Ahhhkkkk…" teriak Alice kaget melihat Edward. Edward pun ikut kaget dan terduduk melihat Alice yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.
"Ma… Mau apa kau dikamarku?" tanya Alice. Tanpa mendengar penjelasan Edward ia langsung mengambil bajunha dan memakainya di kamar mandi.
Setelah selesai memakai baju, Ia pun keluar dari kamar mandi dan menemukan Edward yang sedang duduk dan menatap tajam padanya. Karena merasa begitu lelah seharian, Alice pun berjalan menuju ranjang paling ujung untuk tidur. Saat ia mencoba untuk melewati Edward… Tiba-tiba…
"Mmm… " kaget Alice karena Edward menghentikan langkahnya.
"Apa maksudmu?" tanya Alice balik kaget.
"Cihh… Dasar munafik… Sudahlah kau tak perlu bersandiwara didepanku. Baik jika ini mau mu, Kau yang harus menanggung semua hutang-hutang bapakmuu!! " jawab Edward dengan nada besar sambil memegang tangan Alice begitu kuat sehingga ia merasakan kesakitan.
"Beraninya kau mengancamku… Cih… Heii tuann sepertinya kau salah mengancam orang, jika aku tidak mau. Mau apa kau ha? Kau kira aku takut sama ancamanmu itu…" lawan Alice.
"BERANINYAAA KAUU!!" bentakk Edward.
"PLAKKKK…" Edward menampar Alice.
__ADS_1
"YAKKKK BAJINGANNN… BERANINYA KAU MENAMPARKU!!" marah Alice.
"BRUKKK…" Alice membanting tubuh kekar Edward, sampai-sampai ia terjatuh dan kesakitan.
"Akkhhh… Sialan ternyata dia pandai karate…" batin Edward kesal.
" SEPERTINYA KAU TIDAK KENAL JAUH ISTRIMU INI YA TUANNN… CIHH… KAU KIRA AKU WANITA LEMAHH HUH… SEPERTINYA KAU HARUS BELAJAR KARATE PADAKU!" marah Alice lalu ia berjalan melewati Edward dan ia tidur.
Edward pun berdiri dengan menahan rasa sakit dan berbaring di ujung ranjang yang lain. Alice yang pura-pura tidurpun kembali mengerjainya dengan cara pura-pura tidur sambil menggeser badannya dan menendang tubuh Edward hingga terjatuh.
"Hahahaha… Rasain. Encok encok dah tu punggung." Batin Alice kegirangan.
"Ahhkkkk… Sialannn… Aduhhh punggungku…" kesal Edward sambil berdiri dan memegang punggungnya yang kesakitan.
"Aiss… Gadis sialann… Akan ku balas kau…" batin Edward sambil mengerjai Alice. Ia pura-pura untuk tidak melakukan perlawanan apapun dan naik ke kasur. Kemudian…
"Tappp…" Edward menarik bantal Alice sehingga kepala Alice terbanting di atas kasur dengan kuat.
"AAAAAA…" kaget Alice.
"YAK… BERANINYA KAUU MENARIK BANTALKU!!" bentak Alice.
"MAU APA KAUU? BERANINYA KAU MENDORONGKU!! " lawan Edward.
"KEMARII KAU SIALANNN…" marah Alice sambil mengambil bantalnya dan memukul kepala Edward.
__ADS_1
"AUUUU… YAAKKK… BERANINYA KAU MEMUKUL KEPALA KU…" kesal Edward sambil memegang kepalanya. Karena merasa tak terima, ia pun membalas dengan memukul kepala Alice dengan guling dan merekapun perang bantallah sepanjang malam.
Begitulah malam pertama mereka, tak seperti pada malam pertama pada umumnya yang dimana biasanya para pengantin baru tidak akan pernah melewati momen yang indah ini. Lain halnya dengan mereka, baru saja beberapa jam yang lalu menjadi pasangan suami istri… Sekarang sudah berasa berada di dalam ring tinju MMA.