
"Kuat lah Alice… Kau tak boleh lemah… Bertahanlah… Ya Allah berikanlah aku kekuatanmu." Rintih batin Alice.
Alice pun mengambil barang-barangnya dan masuk ke kamarnya. Ia melihat kamar yang sangat berbeda jauh dari kamarnya dulu, yang dimana dulu ia tidur di atas kasur yang begitu empuk, kini, ia hanya diberikan kasur santai kecil sebagai alas. Lemari yang terbuat dari bahan plastik.
"bahkan seorang pembantupun membutuhkan tempat yang sangat layak…" batin Alice sambil duduk di atas kasur dan memandang disetiap sudut kamar.
"Hufttt… Kita lihat saja… Akan ku buat kau merasa bersalah atas semua ini Edward." Kesal Alice. Tak lama ia menatap kamarnya, tiba-tiba… Hp nya berbunyi…
📞📞 "Haloo…" salam Alice.
📞📞 " Halo nak… Apa kalian sudah sampai?" tanya buk Sumoto.
📞📞 "Mmm…"jawab Alice.
📞📞 "Apakah rumah mu disana sangat bagus? Apa kau nyaman dengan rumahnya nak?" tanya buk Sumoto lagi.
"Alice ingin pulang buk… Hikss… Alice nggak pengen disini." Batin Alice.
📞📞"Alice… Alice… Apa kau masih disana?" panggil Buk Sumoto.
📞📞"Rumahnya sangat bagus buk… Sepertinya Alice akan betah disini… Buk… Udah dulu ya Alice mau beres-beresin barang Alice dulu.…" pamit Alice dan ia langsung mematikan teleponnya.
"Maafkan Alice buk harus berbohong… Biarlah Alice yang menanggung semua ini… Hiks hikss.…" kata Alice sambil menangis, menangis dan menangis hingga ia ketiduran.
Malam Harinya…
"TOK TOK TOK… " Edward mengetuk pintu kamar Alice sangat keras sehingga Alice terbangun dari tidurnya dan langsung membuka pintu kamarnya.
"YAKKKK… SIALAN… KENAPA RUMAH INI MASIH KOTOR JUGA… AKU BARU PULANGG SUDAH KAU BUAT EMOSI DENGAN TINGKAH MU INI… INI BUKAN RUMAHMUU… KAU DISINI BUKANLAH MENJADI NYONYA, TAPI KAU HARUS INGATT… KAU DISINI HARUS MENJADI BABUKU!!" marah Edward sambil memegang tangan Alice yang begitu kuat.
"Tadi aku kelelahan…" jawab Alice.
"JANGAN BANYAK ALASAN… SEKARANG KAU BUATKAN AKU MAKANAN, AKU LAPARR…" perintah Edward sambil melepaskan genggamannya dan berlalu ke kamarnya.
__ADS_1
"Hufttt… Kesebaranku benar-benar sedang diuji saat ini… Jika tidak karena orang tua ku, mungkin saat ini aku bisa membunuhmu…" kesal Alice.
Alice pun pergi kedapur untuk memasak.…
"Mmmm… Bahan-bahan dapur pada kosong… Jadi aku harus masak apa ya?" katanya sambil kebingungan.
"Mmm… Masak nasi goreng aja kalau gitu…" ucapnya lagi sambil mulai memasak.
Edward yang sedang duduk didalam kamarnya sambil mengerjakan kerja yang belum selesai. Tiba-tiba ia mendapatkan pesan dari kekasihnya.
📩📩 "Sayang… Apa kau sudah lupa dengan kekasihmu? sampai-sampai kau sudah mulai jarang menghubungiku?" pesan Luna.
📩📩 "Maaf sayang… Beberapa hari ini aku begitu sibukk… " balas Edward.
📩📩 "Mmm… Baiklah… Aku besok akan pulang… Dan aku akan langsung menemui mu, aku sangatt rindu padamu…" pesan Luna.
📩📩 "Bukannya kau tiga bulan disana sayang?" balas Edward.
"Bagaimana jika Luna tau tentang pernihkan ku ini?" batin Edward.
Setelah lama ia memasak…
"Akhirnya selesai juga… Mmm… Aku harus memanggil si es balokkk itu… " kata Alice sambil beranjak naik keatas untuk memanggil Edward.
"Tok tok tok…" Alice mengetuk pintu kamar Edward.
"Makananmu telah siap," katanya dari luar kamar dan Alice pun kembali turun langsung menuju ke meja makan.
Edward yang mendengar langsung keluar dan berjalan ke arah meja makan, ia melihat Alice yang sedang duduk di meja makan…
"Mau apa kau disana?" katanya sambil berjalan.
"Yaa mau makan lah… nggak mungkin dangdutan…" jawab Alice.
__ADS_1
"Tempatmu bukan disitu… Bahkan kau tak pantas untuk duduk disitu!!" kata Edward.
"Apa sih mau si dakjal satu ni… Hufttt…" batin Alice…
"Tempat mu disanaa," katanya sambil menunjuk ke arah dapur.
"Maksudmu aku makan didapur sambil lesehan begitu?" tanya Alice kaget.
"HOHOHO… Kau benarr…" jawab Edward sambil duduk di meja makan. "Pergilahh… Jika kau terus disini kau akan membuat selera makanku hilang…" katanya lagi. Alice yang sudah emosi mencoba untuk tetap sabar dan ia mengambil makanannya lalu pergi ke dapur.
"Ahh satu lagi… Kau tak boleh mengatakan kepada siapapun tentang pernikahan ini… Besok pacarku akan pulang dari Australia, jadi jangan sampai dia tau tentang hubungan kita… Dan juga… Jangan pernah sekalipun kau katakan kepada orang tua mu ataupun orang tua ku semua ini… Jika tidak..… Kau akan tau akibatnya apa…" kata Edward sambil mengancam. Alice yang mendengar hanya bisa menarik nafas dan mengeluarkan nafasnya dengan kasar kemudian ia berlalu begitu saja tanpa menjawab apapun.
"Jika tidak karena ancaman mu itu, udah ku karate kauu…" batin Alice kesal.
"Hufftt… Bahkan Seekor anjingpun masih pantas untuk makan dengan sebuah alas…" ucapnya sambil duduk di lantai tanpa ada alas apapun. Hatinya begitu sakit atas apa yang dilakukan Edward padanya.
"Aku harus membiasakan diri… Aku tak boleh lemah… Bahkan untuk menerima semua perlakuannya aku juga butuh tenaga," katanya sambil makan makanannya.
"Apa aku terlalu kejam padanya?… Ahh sudahlah kenapa juga aku memikirkan itu." Batin Edward.
Selesai makan, Edward pun pergi kekamarnya untuk melanjutkan kerjanya yang sempat tertunta tadi. Sedangkan Alice setelah selesai makan, ia langsung membereskan bekas makan dia dan Edward kemudian mencucinya.
Setelah selesai ia pun masuk kedalam kamarnya.
"Meskipun kasur ini sangat tak nyaman, setidaknya aku masih punya kasur untuk tidur dan aku harus mensyukuri dengan apa yang aku miliki saat ini," kata Alice sambil berbaring di atas kasur dan tak lama iapun tertidur…
*AUTHOR*
Heii.… Terimakasih buat kalian yang masih setia dengan cerita ini. Maaf jikalau ceritanya kurang seru.
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote ya… Dukung selalu Authornya agar Author semakin semangat membuat ceritanya.
Udah Segitu aja deh.… Author bingung mau ngetik apa 😂😂. tetap setia ya guys dengan cerita ini. Terimakasih. Kecupan manis dari Author "Mmmmuuaacc 😘😘😘." BYE BYE.
__ADS_1