DELET

DELET
Alice Kelelahan.


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Alice terbangun dari tidurnya sambil berjalan ke luar kamarnya dan ia mendapatkan rumah yang begitu kotor padahal baru saja tadi siang ia membersihkannya, sekarang sudah kotor lagi.


"Aishhhhh, ini pasti ulah si dakjal itu," katanya sambil berjalan ke kamar Edward.


Ia menggedor-gedor pintu kamar Edward begitu kasar, karena tak ada yang menyaut dari dalam ia pun langsung membuka pintu kamar Edward dan tak menemukan Edward disana, Ia hanya menemukan kamar yang begitu berantakan bak kapal pecah.


"Kemana diaa?" bingungnya sambil mengela nafas begitu kasar.


"Aishhhh, membuat pekerjaan ku aja dia," katanya kesal sambil membersihkan kamar Edward.


Setelah bersih, Alice pun keluar dengan lemahnya ia memandang rumah yang begitu berantakan.


"Apa yang telah kau lakukann?" batinnya kesal sambil melihat sekeliling rumah yang berantakan.


Mau tidak mau Alice pun terpaksa membersihkan kembali rumah yang tadi siang sudah bersih olehnya. Ia mulai menyapu lantai, kemudian ia lanjut mengepel lantai.


"Auuuu, pinggangku rasanya sakit sekali." Alice kesakitan sambil memegang pinggangnya.


"Sudah jam 7 saja, kemana dia kenapa dia belum balik juga." Alice memandang pintu sambil menerka-nerka kemana perginya Edward.


"Lebih baik aku masak aja, dia pasti kelaparan nanti," katanya lalu berdiri dan pergi kedapur untuk memasak.


Alice memasak ayam bakar, semur daging, serta sambal terasi untuknya. Setelah masak karena ia merasa lapar, Alice pun langsung menyantap sambal terasi yang ia buat sambil lesehan, ntah kenapa sekarang ia lebih nyaman makan dengan posisi lesehan dibandingkan makan di meja makan.


Setelah selesai makan dan berberes-beres, Alice pun membersihkan dirinya karena semenjak pulang dari bioskop dia belum ada mandi sama sekali.


"Sudah jam 9, kenapa dia belum pulang juga." Khawatirnya sambil mondar-mandir di depan pintu berharap Edward segera pulang.


Merasa lelah berjalan kesana kemari, ia pun duduk di kursi makan sambil menunggu Edward pulang ia pun memainkan hp nya.


📩📩 "Hai guys kalian apa kabar?" Alice.


📩📩 "Hai, kabar ku baik. Bagaimana dengan kabarmu?" Alisa.


📩📩 " Aku kangen kau Alice…" Maya.

__ADS_1


📩📩"Aku juga baik, aku juga kangen kaliann," Alice.


📩📩 "Waktu itu kalian janji mau kesini, kapan kalian akan main kesini?" Alice.


📩📩 "Setelah selesai ujian kami akan kesana, hei bagaimana dengan sekolah baru mu? Apa kau memiliki teman disana?" Alisa.


📩📩"Mmm… Lumayan, tapi aku lebih suka sekolah di kampung dan berteman dengan kalian aja," Alice.


📩📩"Kami akan kesana setelah ujian selesai," Maya.


📩📩 "Mmm baiklah aku akan menunggung kedatangan kalian. Belajar yang rajin-rajin." Alice.


"Kenapa dia belum balik juga sihh…" kesalnya karena belum ada tanda-tanda kepulangan Edward.


"Keburu dingin ni masakan," katanya sendu sambil menatapi masakan yang telah ia buat untuk Edward.


"Ehh tunggu dulu, kenapa tiba-tiba aku malah menanti kepulangannya?" kagetnya setelah sadar apa yang ia lakukan.


Antara percaya dan tidak, semenjak sore tadi ia terus mencari keberadaan Edward, ia merasa sedikit kesepian, meskipun dua bulan sejak mereka menikah Edward belum pernah bersikap manis padanya, tapi ia merasa lebih nyaman jika Edward ada didekatnya.


Karena merasa lelah menunggu Edward yang tak kunjung pulang, Ia pun merebahkan kepalanya di atas meja makan dan karena ia kelelahan, Alice pun langsung tertidur dengan pulas di meja makan.


Tak lama suara mobil terdengar dari luar, tandanya Edward sudah pulang. Ia melihat keadaan rumah yang tak terlalu terang.


"Apa dia sudah tidur?" fikirnya sambil terus berjalan.


Edward pun masuk kedalam, saat ia hendak menaiki tangga, tiba-tiba matanya tertuju ke arah dapur, Ia melihat ada seseorang yang sedang tertidur di meja makan dan beberapa hidangan yang terletak di atas meja tersebut.


Edward pun turun kembali dan berjalan menuju meja makan, dan ia menemui Alice yang tengah tidur karena kelamaan menunggunya. Edward pun berjalan mendekati meja makan dan duduk tepat di samping Alice yang tengah tertidur pulas, matanya tak berpaling sedikitpun, ia terus menatap wajah sendu gadis itu.


"Apa kau sedang menungguku?" gumamnya pelan.


Kemudian, ia mengalihkan pandangannya ke arah makanan yang ada di meja makan. Sejujurnya disaat ia dikantor, sebelum pulang ia sempat pergi makan dulu ke salah satu restaurant langganannya, tapi karena ia berfikir Alice yang sudah susah payah memasak untuknya, Edward pun memakannya.


"Kau pasti sangat lelah,"katanya sambil mentap Alice tak henti-hentinya.

__ADS_1


Karena merasa kasihan jika membangunkannya, Edward pun menggendong Alice dan membawa kekamar Alice, lalu merebahkan tubuh Alice ke kasur.


"Tidurlah dengan nyenyak," katanya sambil menyentuh pelan rambut Alice. Alice yang merasa ada yang menyentuh kepalanya, ia mengerang, dengan pelan Edward memukul pundak Alice dan Alice kembali tertidur pulas.


"Aku tak tau, ntah kenapa belakangan ini aku terus memikirkanmu, rasanya hampir membuatku frustasi. Kau selalu ada di bayangan ku meskipun Luna ada didekatku. Aku begitu mencintai Luna, tapi aku juga ingin berada didekatmu. Aku tak tau rasa apa ini," katanya dengan suara yang begitu pelan sambil menatap wajah Alice.


Setelah merasa puas dengan menatap wajah Alice, ia pun keluar dari kamar dan pergi kekamarnya.


******


Pagi harinya, Alice pun terbangun.


"Huaaaa…" nguapnya sambil mengucek-ngucek pelan matanya.


"Mmm, kenapa aku bisa di kamar? Perasaan tadi malam aku tidur di meja makan," katanya bingung.


"Ahhh jangan-jangan kak Edward yang sudah menggendongku ke kamar, apa dia sudah pulang?" gumamnya sambil berdiri dan keluar kamar langsung menuju ke kamar Edward.


"Apa kau sudah bangun?" tanyanya dari luar kamar, karena tak ada yang menjawab, Alice pun membuka pintu kamar Edward.


"Dia tidak ada, apa jangan-jangan dia belum pulang kali ya," katanya sambil terus berjalan masuk kedalam kamar Edward.


Tiba-tiba…


"Akkkhhh… A-apa yang sedang kau lakukan dikamarku?" kaget Edward yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan sehelai handuk yang terlilit dipinggangnya.


Alice yang melihat tubuh Edward, hanya bisa tertegun dan sedikit malu dan langsung membuang muka.


"I-itu… " gugupnya.


"A-aku hanya ingin memastikan apa kau sudah pulang apa belum," katanya sedikit malu, wajahnya kini semakin merah padam.


"Dan, terimakasih sudah menggendongku ke kamar," katanya lagi sambil keluar kamar Edward dengan terburu-buru.


"Aishhh, kenapa aku jadi gugup gini." kesalnya sambil berdiri di depan pintu kamar Edward.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?" aneh Edward melihat tingkah Alice pagi ini.


__ADS_2