DELET

DELET
Jomblo Belaik: Dahlah Sekip.


__ADS_3

Malam ini suasana rumah benar-benar berbeda seperti biasanya. Yang biasanya rumah itu selalu sepi, malam ini rumah terlihat ramai meskipun makhluk yang ada didalam sana hanya berempat. Alisa yang super cerewet lah yang menyebabkan rumah itu tampak ramai.


"Aku lapar!!" rengeknya sambil memegang perutnya yang keroncongan.


"Aishh, kenapa kau hanya bisa merengekkk terus? Sini bantu kami masak dulu!!" kata Maya membentak seperti seorang ibu yang membentak anaknya.


"Kalian saja yang masak, Aku tidak mengerti jika urusan begitu!!" jawabnya santai, lalu Alisa pun pergi meninggal Maya dan Alice di dapur.


"YAKKKK, KENAPA KAU MALAH PERGI!! KEMARILAH ATAU AKU BUNUH KAU!!" teriak Alice sambil terus memasak.


"SEBELUM KAU MEMBUNUHKU, AKU YANG AKAN MEMBUNUHMU!!" jawab Alisa lagi sambil berteriak.


Edward yang baru keluar kamar terkaget mendengar ucapan Alisa.


"Apa kau katakan?" tanyanya dengan muka sangat datar.


"A-da apa denganmu?" kaget Alisa.


"Beraninya kau mengatakan pada istriku begitu!!" katanya marah dan memberikan ekspresi yang sangat menakuti Alisa.


Alisa yang ketakutan melihat Edward seperti itu langsung berlari kedapur dan bersembunyi di belakang Alice.


"Ada apa dengan suamimu? Dia sangat menyeramkan!" katanya sambil bersembunyi di belakang Alice, sedangkan Alice dan Maya hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat Alisa yang di juluki wanita gila smackdown bisa juga takut hanya karena gertakan Edward.


"Sudah ku katakan, lebih baik kau membantu kami masak, jangan malah jadi nyonya!!" kata Maya penuh penekanan.


"Tapi, Aku tidak tau caranya memasak!"


"Jadi, apa yang kau ketahui selain smackdown ha?" tanya Maya yang semakin kesal.


"Oppa…" jawabnya santai sambil tersenyum.


"Apa dia selalu seperti itu padamu? Dia sangat menyeramkan, aissh. Jika aku jadi mu mungkin aku tidak akan kuat hidup bersama dengan lelaki seram itu!!" ucap Alisa sambil duduk di kursi yang ada di dapur.


"Awalnya, tapi sekarang dia sangat maniss padaku… Dia emang seperti itu dengan orang-orang, jaimnya nauzubillah, gayanya mengerikan, tapi aslinya hello kitty bangett tau… Hahaha." Cerita Alice sambil terkekeh membayangkan wajah lucu Edward.


Setelah mereka selesai memasak dan menghidangkan di meja makan, Alice pun memanggil Edward yang sedari tadi dikamar karena sedang mengerjakan kerjanya. Sedangkan Maya dan Alisa dengan patuhnya, Mereka hanya duduk manis di atas meja makan sembari menunggu pemilik rumah untuk turun dan makan bersama mereka.


"Tok… Tok…" Alice mengetuk pintu kamar Edward.


"Masuklah…." jawabnya sambil terus pantengin laptop yang sedari tadi ia pegang.


"Ayo kita makan kak, makanannya sudah siap."


"Iya, sebentar."


"Aishh, sepenting itukah kerjaanmu sampai kau rela menunda makan? Sejak sore kau terus bekerja disini, lalu kau di kantor ngapain aja?" protes Alice sambil mengacak pinggang.


"Mmm, baiklah baiklah nyonya, Aku akan makan, ayo kita turun!" pasrahnya dan segera ia mematikan laptopnya.


"Jangan ngambek gitu dong, hanya gara-gara ini kau kesal padaku," rayunya sambil memeluk Alice.


Alice terus diam karena masih kesal dengan suaminya yang sangat gila kerja itu, tak ingat waktu bahkan tak ingat tempat, Edward akan terus bekerja, bekerja, bekerja dan bekerja sampai membuatnya sangat kesal.


"Aku mohonnn jangan ngambek gitu, jangan marah-marah kata orang cepat tua loh," bujuknya lagi sambil mengecutkan bibirnya.

__ADS_1


"Kata siapa emang?"


"Yaa… Kata pepatah."


"Siapa kali dia? Siapa namanya, sebutkan biar aku karate tu mulutnya!!"


"Aishh, jika seperti ini terus yang ada aku akan kenyang karena ocehanmu daripada nasi."


"APAA!!!"


"Aku tau bagaimana cara membuatmu diam!!"


Dengan cepat Edward memeluk Alice dan mengecup keningnya sangat dalam, dan benar saja cara itu sangatlah ampuh, tak bisa dipungkiri, saat Edward melakukan hal itu membuat Alice salah tingkah.


"Ayo kita turun." Edward menarik tangan Alice dan berjalan bersamanya menuju meja makan.


Setibanya mereka di meja makan, Mereka mendapatkan pandangan sinis dari Alisa, ntah apa yang ada didalam fikiran gadis itu, Ia terus memandangi mereka berdua dengan sangat sinis.


"Kenapa kau memandangi kami seperti itu?" tanya Alice sambil duduk di sebelah Edward.


"Kenapa kalian lama sekali? Aku sudah sangat lapar!!" protesnya.


"Aiissh, Alisa ingat umurmu berapa? jangan seperti anak kecil yaaa, nak." Kata Maya penuh penekanan dan membelalakkan matanya ke arah Alisa.


Merekapun menyantap makanan yang ada di meja makan. Edward yang tanpa ada rasa malu dan canggung di depan sahabat Alice dengan sangat manisnya ia menyuapi Alice makan.


"Biar aku saja yang menyuapimu!" katanya sambil menyendokkan nasi yang ada di piringnya.


"Aah, tidak usah… Aku bisa makan sendiri." Jawabnya sedikit malu dan segan dengan temannya.


Dengan terpaksa Alice pun sedikit lebih dekat dengan Edward. Edward pun menyuapinya dengan sangat manis, setelah satu suapan masuk kedalam mulut Alice, kemudian dia pun menyuapi satu sendok juga kemulutnya, begitu seterusnya.


Bagi mereka momen ini sangatlah moment yang sangat indah, namun lain halnya dengan empat mata yang sedang memandangi mereka dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak.


"Aku menyesal menyetujui saranmu untuk bermalam disini!" celetuk Alisa sambil terus menatap Alice dan Edward.


"Aku juga…." jawab Maya.


"Kenapa kalian tidak makan?" tanya Alice memandangi kedua temannya itu.


"Apa kalian harus seperti ini didepan para jomblo?" protes Alisa.


"Deritamu!! Siapa suruh kau jomblo!!" jawab Edward santai.


"Hahahaha… Mamposs dikatain kau kan sama lakinya Alice." Kata Maya terkekeh.


"Diam kau!!" kesal Alisa.


"Makanya cepatan cari jodoh sana, biar bisa seperti ini." Jawab Alice ikut terkekeh.


"Dah lah… SEKIPPP!!" Alisa semakin kesal.


"HAHAHAHAHAHA…" tawa Alice dan Maya.


"AKU MAU PULANG!!"

__ADS_1


"Ololo, Anak mamak merajuk… Ututututu." Rayu Maya semakin terkekeh.


"Pulanglah!! tak ada juga yang melarangmu!" jawab Edward dingin.


"Aishhh… Apa kau pernah di smackdown!!" katanya kesal dengan jawaban Edward.


"Berani kau menyentuhnya, akan ku bunuh kau!" jawab Alice. Edward yang melihat dua wanita itu sedikit bergedik ngeri.


"Sebelum kau bunuh aku, Aku akan membunuhmu!!" jawab Alisa menantang.


Maya yang sadar dengan ekspresi Edward seperti orang kebingungan pun menjelaskan kebiasaan mereka dulunya.


"Kakak nggak perlu kaget begitu, Mereka emang seperti itu. Yang satu jago taekondo, yang satu jago karate. Hahaha… Sepertinya di antara kami hanya aku yang bisa dikatakan wanita tulen, hahaha… Baku hantam mereka sangat berbeda dengan wanita yang lainnya, harap maklum mereka betina jadi-jadian hahahaha." Jelas Maya.


"Aishhh, kenapa jaman sekarang wanita semakin gila begini." Protesnya sambil geleng-geleng kepala.


Setelah asik berargumen, Merekapun melanjutkan makan dan Edward masih terus menyuapi Alice hingga pada suapan yang terakhir.


Setelah selesai makan, lagi-lagi Alisa begitu emosi (Maklum jomblo kurang kasih sayang 😂😂) melihat Edward memberikan Alice minum lalu ia meminum di gelas bekas Alice.


"Aishhh, Kalian benar-benar membuat suasana rumah ini menjadi panasss!!" katanya sambil menyibak rambutnya.


"Si jomblo baperan, hahahaha…" kata Alice sambil tertawa.


"Maklum jomblo kurang kasih sayang begitu," sambung Maya.


"Heii, ingat kau juga jomblo!" protesnya.


"Sudahlah sesama jomblo jangan baku hantam, ingat kalian belum menikah… Hahaha," kata Alice lagi dan berdiri dari kursi. Sedangkan Edward terus terdiam sambil memainkan ponselnya.


Setelah semuanya selesai, Edward pun berdiri disamping Alice dan merangkul pinggang Alice.


"Apa kau sudah selesai?" tanyanya.


"Sudah," jawabnya.


"Ayo kita tidur!! Aku sangat mengantuk."


"Aishhh, Aku sangat muak melihat adegan ini, lebih baik aku tidur duluan saja… Byee!!" Kata Alisa dan pergi meninggalkan mereka duluan.


"HAAHAHA, si jomblo makin panas," teriak Maya sambil tertawa terbahak-bahak.


Maya berlari kecil mengejar Alisa yang sudah duluan menuju kamar, sedangkan Alice terus tertawa melihat tingkah temannya yang satu.


"Kenapa kau tiba-tiba bersikap manis begitu?" tanya Alice.


"Tidak ada, apa salahnya aku bersikap manis padamu?"


"Kau sudah membuatku malu di depan kedua temanku."


"Loh, kenapa? Kita kan sudah menikah, sah sah saja kan jika aku memperlakukanmu seperti itu?"


"Iya, tapi kan jadi nggak enak dengan mereka."


"Biarlah mereka, dasar jomblo!! dikit-dikir baper!"

__ADS_1


Tanpa mengucapkan kata lagi, Alice beranjak pergi meninggalkan Edward ke kamarnya, Edward yang melihat Alice semakin menjauh darinya langsung mempercepat langkahnya dan masuk kekamar Alice. Meskipun mereka sudah saling memiliki rasa, namun sampai saat ini Alice masih enggan untuk pindah tidur ke kamarnya Edward, sehingga mau tidak mau Edwardlah yang akan selalu tidur dikamar Alice.


__ADS_2