
Selesai meeting dengan beberapa klaen luar negri, Edward kembali keruangannya dan langsung terduduk sambil memijat-mijat kepalanya yang sedikit pusing karena sangat lelah.
"Apa masih ada yang harus aku tanda tangani?" tanyanya pada sekretaris Hans yang barusaja masuk kedalam ruangannya.
"Tidak, Pak."
"Baiklah, Kalau begitu saya akan pulang saja." Katanya sambil bangkit dari duduknya.
Edwardpun melangkah pergi menjauh dari ruangannya itu, saat ia berada diparkiran, Ia seperti melihat ada seseorang yang sedang duduk di dalam mobilnya, karena penasaran siapa itu Edward membuka pintu mobilnya dan ternyata…
"Hai, Sayang…" sapa Luna tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Apa yang kau lakukan dimobilku?"
"Tidak ada, Aku hanya menunggumu!!"
"KELUAR DARI MOBILKU!!"
"Tidak mau!"
"JANGAN SAMPAI KESABARANKU HABIS!!"
"Ssst, jangan marah-marah dong sayang. Aku hanya ingin menumpang, jika kau terus memaksa ku untuk turun, akan ku buat kau malu di depan semua karyawanmu."
Mendengar akan hal itu, Edward tersentak dan ia langsung melihat kiri kanan, yang dimana disana sangat banyak karyawannya yang sedang berlalu lalang. Mau tidak mau Edwardpun masuk kedalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya menjauh dari kantor.
"Hufft, sudah lama rasanya tidak seperti ini." Kata Luna sembari mengeluarkan ponselnya dan memfoto dirinya dan Edward.
"Turunlah!!" seketika Edward langsung menghentikan mobilnya.
"Tidak mau!"
"Aishh," Edward menghela nafasnya sangat kasar dan ia beranjak keluar dari mobil, dan membuka pintu mobil sebelahnya.
"Bahkan mobilku tak pantas untuk kau duduki!!" katanya sambil menarik kasar tangan Luna.
"Apa-apaan kau!!"
"Sudah berapa kali kukatakan padamu!! JANGAN PERNAH MENGUSIK KEHIDUPANKU LAGI!!" katanya emosi dan langsung pergi meninggalkan Luna di tepi jalan.
"AAAAKHHHH, SIALANNN!! LIHAT SAJA, PERMAINAN AKAN SEGERA KU MULAI!!"
📞📞 "Lakukanlah sekarang!!" Luna menghubungi seseorang.
Saat hampir tiba di jalanan rumahnya, tiba-tiba ada dua orang memakai topeng dan menggunakan sepeda motor memukul-mukul kaca mobil Edward. Edward pun sontak berhenti, dan dua orang bertopeng itu langsung membuka paksa pintu mobil dan langsung memukuli Edward.
"Siapa kalian??" teriaknya sambil mengerang kesakitan.
"Jangan banyak tanya… Ikat saja dia!" kata salah satu dari mereka, dan yang satu lagi langsung mengikat tangan Edward dan menutup mata Edward dengan kain.
"Apa-apaan kalian ini!! lepaskan aku!!" teriaknya melawan.
Mereka membawa Edward pergi ke salah satu hotel yang cukup terkenal di kota itu.
"Bukalah ikatannya!!" kata seseorang yang sangat tak asing baginya.
Merekapun membuka ikatakan serta penutup mata Edward.
"Hei, Sayang. Kita bertemu lagi!" katanya yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Pergilah!!" perintahnya mengusir dua orang suruhannya.
"Cih, sudah ku duga!"
"Hahahaha, sudah ku katakan aku akan mendapatkanmu bagaimanapun caranya!"
__ADS_1
"Kau membuang-buang waktu ku saja!!" katanya sambil berdiri dan hendak berjalan keluar.
"Hei, jangan terburu-buru dong, mari kita bersenang-senang dulu."
"Aku akan memberimu pilihan, meminum wine ini bersama ku atau istrimu saat ini akan kumusnahkan? pilihlah, Sayang." katanya penuh penekanan.
"Aishh, Aku akan meminum wine ini…"
"Segitu cintanya kah kau dengan istrimu? Hahahaha, baiklah mari kita bersulang."
Edward melangkah kembali dan duduk di kursi sambil mengangkat gelasnya dan…
"Cherss…" Merekapun bersulang.
"Apa kau sudah puas?? Aku akan pergi sekarang."
Edward beranjak dari tempat duduknya, saat ia akan berjalan tiba-tiba ia merasa sangat pusing, badannya terasa sangat panas sekali.
"Akkh, s-ialan! A-pa yang sudah kau campurkan diminumanku!"
"Mmm, hanya obat perangsang!" jawabnya Luna tersenyum sambil berdiri dan mendekat ke Edward.
"Menjauhlah dariku!!" katanya mencoba mundur sambil menahan sakit dan panas.
"Tidak apa-apa sayang. Aku bisa memuaskanmu!" jawabnya semakin mendekat dan Luna membuka kemeja Edward.
🌻🌻🌻🌻
Sedangkan Alice yang berada dirumah, sudah berdiri di halaman rumahnya untuk menunggu kepulangan Edward. Sudah pukul 19:00 Edward tak kunjung pulang, membuatnya sedikit khawatir.
"Kenapa dia belum pulang juga?" fikirnya sambil terus menunggu.
"Apa aku telvon sekretaris Hans aja kali ya," katanya sambil memencet nomor yang ada di ponselnya.
Alice pun menghubungi sekretaris Hans, dan ia menanyakan apa Edward masih di kantor atau sudah pulang, Sekretaris Hans mengatakan bahwa Edward sudah pulang sejak dua jam yang lalu, mendengar jawaban Hans membuat Alice sedikit terkejut.
Alice mencoba untuk menghubungi Edward, sayangnya nomor Edward saat ini tidak bisa dihubungi. Alice semakin khawatir akan terjadi sesuatu pada Edward, Ia pun memutuskan menghubungi Rian untuk membantunya menyari Edward.
🌻🌻🌻🌻
Edward terus menghindar dari Luna, meskipun saat ini ia sedang dikuasai obat perangsang, tak membuatnya berhenti untuk terus menghindar dari Luna.
"Kenapa kau malah menghindar dariku!!"
"Dasar bodoh!! meskipun saat ini aku sedang dikuasai obat sialanmu itu, takkan kubiarkan kau menyentuh tubuhku!! dasar ******!!!" katanya terus menghindar.
Edward mencoba untuk meraih ponselnya, saat ia hendak menelvon orang suruhannya, Ia malah dikecewakan dengan menemukan ponselnya dalam keadaan mati.
"Aishh, sialan!!" katanya sambil melempar ponselnya.
Luna terus melangkah mendekati Edward, dan pada Akhirnya Edward benar-benar sangat lemah dan terduduk dilantai. Luna langsung mengangkat tubuh Edward dan meletakkannya di atas kasur.
"Alice, Alice…" gumam Edward yang sudah setengah sadar.
"Kau jangan membuatku kesal!!" kata Luna sambil melihat wajah Edward.
Edward yang sudah tidak sadar lagi, Ia melihat wajah Luna seperti wajah Alice.
"Apa aku sudah dirumah?" tanyanya kacau.
"Yaa…" bohong Luna.
"Apa ini kau?" tanya Edward lagi sambil memandang Luna sangat lama.
"Aaah, haha, iya… Untung saja wanita ****** itu sudah pergi!! kemarilah, Alice. Aku sudah tak tahan lagi!" katanya menarik tubuh Luna yang ia kira adalah Alice.
__ADS_1
Merekapun melakukannya, Edward yang sudah tak sadar terus menganggap Luna adalah Alice, sedangkan Luna hanya terus menikmati permainan itu. Setelah mereka selesai melakukannya, Edwardpun tertidur disamping Luna sambil memeluknya, dan Luna mangambil ponselnya dan memfoto dirinya dan Edward yang sedang tertidur di atas kasur.
🌻🌻🌻
Alice dan Rian terus mencari keberadaan Edward yang ntah dimana keberadaanya. Saat ia terus mencoba untuk menghubungi Edward, tiba-tiba ia menerima satu pesan dari nomor yang tidak dikenal.
📩📩 "Suamimu sedang bersamaku! Jangan khawatir kami sedang bersenang-senang!" isi pesan yang ternyata dari Luna.
Alice yang membaca pesan dari Luna, Ia begitu kaget.
"Apa kini mimpi ku menjadi nyata?" fikirnya sambil terus menatap layar ponselnya.
"Ada apa?" tanya Rian. Alice tak menjawabnya, Ia hanya memberikan ponselnya ke Rian dan Rian sangat kaget ketika membaca pesan dan melihat foto Luna dan Edward.
"Aish, dasar ******!!" teriaknya kesal.
"Aku yakin, saat ini Edward sedang dijebak!!" katanya lagi.
"Bagaimana jika itu bukan jebakan?" tanya Alice dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Tidak, percayalah!! Wanita itu sangat gila, dia akan terobsesi dengan apa yang ingin dia dapatkan! Aku tau itu dimana, ayo kita susul mereka!" katanya lagi sambil melajukan mobilnya.
🌻🌻🌻
"Auu, dimana aku?" bingung Edward yang sudah sadar.
"Kau masih disini bersamaku," jawab Luna yang masih berada di pelukan Edward.
"Aakhh, apa yang kau lakukan?" kagetnya langsung mendorong tubuh Luna.
"Apa kau sudah lupa apa yang sudah kita lakukan, Sayang?" ucapnya sambil menarik selimut sampai ke wajahnya.
Edward yang tersadar langsung melihat dirinya yang sudah tidak memakai sehelai kain pun.
"T-idak, ini tidak mungkin!!" Katanya sedikit tidak percaya.
"Kau bermain sangat kasar!" bisik Luna sambil tersenyum.
"Dasar wanita ******!!"
"Plakk…" Edward menampar Luna sekeras mungkin dan ia bangkit sambil memunguti kainnya satu persatu dan memakainya.
"KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB EDWARD!!"
"CIH… JANGAN HARAP AKU AKAN BERTANGGUNG JAWAB PADAMU!! ****** SEPERTIMU SANGAT TIDAK PANTAS UNTUKKU!!"
Tak lama, Tiba-tiba Alice membuka paksa pintu kamar, dan Edward terperanjat kaget melihat Alice yang berada di depan matanya saat ini. Alice hanya meliriknya selayang lalu ia berjalan ke arah Luna dan…
"Plakkk…" Alice menampar Luna.
"Beraninya kau menganggu suamiku!" katanya marah sambil menjambak rambut Luna dan menariknya keluar.
"Apa-apaan kau! aakhh." Luna kesakitan.
Alice terus menjambak rambut Luna dan menarik tubuh yang masih keadaan tidak memakai apapun ke luar kamar hotel.
"Wanita tak ada harga diri!! ****** sepertimu lebih baik dipertontonkan seperti ini kepada semua orang!!" teriaknya sambil terus membawa Luna keluar.
Edward dan Rian yang berada dikamar hotel itu hanya bisa terkejut melihat aksi nekat Alice yang sangat luar biasa menurut mereka. Semua orang yang ada di hotel sangat kaget melihat Alice yang menarik tubuh Luna yang tak memakai apapun.
"SEKALI LAGI KAU MENGANGGU KEHIDUPANKU DAN SUAMIKU, AKAN KU BUAT KAU LEBIH MALU DARI INI!! AAHHH, BUKANNYA KAU SEORANG MODEL INTERNASIONAL?? AKAN SANGAT MUDAH BAGIKU KU UNTUK MENJATUHKAN ****** SEPERTI MU! MMM, ATAU JANGAN-JANGAN KAU MENJADI MODEL KARENA JUAL DIRI!!"
"BERANINYA KAU!!" teriak Luna marah.
"JANGAN FIKIR AKU AKAN MEMBIARKAN SUAMIKU TERJEBAK OLEH ULAHMU!!" katanya lagi sambil membawa masuk Luna kedalam kamar dan menghempaskan tubuh Luna ke atas kasur.
__ADS_1
"AYO KITA PULANG!!" Alice menarik tangan Edward dan membawanya menjauh dari hotel tersebut.