DELET

DELET
Kembalinya Luna Membuat Cemburu (2).


__ADS_3

"Kau katakan bahwa hubungan kalian sudah berakhir, namun saat ini aku sedang menonton sebuah drama yang begitu menyakitkan." Batinnya semakin sakit saat melihat dua insan itu saling tersenyum dan tertawa begitu bahagia.


"Akan ku buat kau cemburu," Luna tersenyum licik ke arah Alice yang sedari tadi memperhatikan mereka.


"Sini aku suapin kau lagi," kata Luna sambil mengambil sendok di tangan Edward.


"Tidak usah, Aku sudah makan." Edward menolak karena ia sadar sedari tadi Alice menatapi mereka berdua.


"Apa kau tidak menyukai jika aku menyuapimu?" tanya nya dengan wajah pura-pura bersedih.


"Aishhh, baiklah baiklah kau boleh menyuapiku," katanya pasrah.


Luna yang mendengar jawaban Edward langsung bersemangat dan kembali memandang Alice sambil memberikan senyum liciknya.


"Aishhh, lebih baik aku pergi saja daripada harus menonton mereka yang tengah memadu kasih," batinnya sambil berjalan keluar dengan wajah begitu sendu.


"M-mau kemana kau?" tanya Edward kaget melihat Alice keluar.


"Mmm aku hanya ingin keluar sebentar, nikmatilah waktu kalian," kata Alice berpura-pura tegar nyatanya hatinya begitu remuk disaat melihat suaminya yang sedang bermesraan dengan wanita lain.


"Maafkan aku, Kau pasti sangat kecewa dengan apa yang kau lihat saat ini." Batin Edward yang merasa bersalah dengan Alice karena ulahnya.


Sejujurnya ia ingin sekali menolak segala permintaan Luna yang membuat Alice cemburu, namun disisi lain ia seperti di hipnotis dan disaat Luna memintanya untuk melakukan sesuatu tanpa waktu lama ia langsung mengiyakan segalanya.


"Kenapa kau diam saja? Anturannya kau bahagia dong sayang karena akhirnya wanita itu sadar bahwa kita butuh waktu untuk berdua," kata Luna bahagia.


"Mmm, Apa kau sudah selesai makannya? Aku ingin kekamar sebentar," kata Edward sambil berdiri.


"Kenapa? Apa kau sudah memiliki perasaan padanya?" tanya Luna kesal melihat Edward yang tiba-tiba murung.


Ia tak menjawab pertanyaan Luna dan terus berjalan menuju lantai atas.


"Jawab, Edward!!!" suara Luna meninggi dan menarik tangan Edward.


"IYAAAA!!! BENAR, AKU SUDAH MEMILIKI PERASAAN PADANYA," jawab Edward dengan suara tinggi. Luna yang mendengar jawaban Edward terkejut dan menangis.

__ADS_1


"M-aafkan aku," Edward langsung memeluk Luna.


"Sejak kapan kau menyukainya? hikks…" tanyanya sambil menangis.


"Aku juga tidak tau, namun nyatanya begitu, disaat berada didekatnya aku benar-benar merasakan sesuatu yang belum pernah ku rasakan sebelumnya," jawab Edward begitu jujur.


"Kenapa kau mengkhinatiku Edward hikss hikss," tangisnya semakin pecah dan memukul-mukul dada Edward.


"Pukul aku Luna pukul!! mungkin dengan pukulan ini dapat membuatmu sedikit lega. Nyatanya seperti itu, Aku mencintaimu, namun aku juga tak ingin kehilangannya," kata Edward.


Tak lama kemudian…


"Stopp, Luna!!" teriaknya sambil memegang tangan Luna.


"Mari kita hentikan sampai disini," kata Edward yang semakin membuat Luna begitu sakit.


"Apa maksudmu, Edward?" tanyanya kesal.


"Yaa, mari kita akhiri hubungan ini, Aku tak ingin membuat mu ataupun dia semakin sakit hati, memang aku masih mencintaimu, tapi dengan perlahan aku akan melupakanmu dan masa lalu kita, dan mulai sekarang aku hanya ingin memiliki nya seutuhnya," jelas Edward yang semakin membuat Luna hancur.


Tangisnya semakin pecah dan terduduk dilantai karena mendengar kenyataan yang begitu pahit ia rasakan, sedangkan Edward hanya bisa terdiam sambil memandang Luna.


"Ini salahku, anturannya sejak awal aku melepaskanmu, nyatanya aku malah menyembunyikan semuanya dan disaat kau sudah mengetahuinya aku malah mencoba untuk mempertahankanmu, maafkan aku," kata Edward sambil meninggalkan Luna.


"AAAAKHHH SIALAN KAU EDWARD!!! LIHAT AJA AKU AKAN MEMBALASMU," teriak Luna sambil melihat kepergian Edward ke kamarnya, lalu ia pergi meninggalkan rumah itu.


*****


Sedangkan wanita yang sedari tadi berjalan tanpa memikirkan arah dan tujuan…


"Jika ia tak mencintaiku, apa maksud dari perhatiannya dan ciuman malam itu?" hatinya begitu miris melihat apa yang ia lihat tadi.


"Kemana aku harus pergi? Kemana aku harus mengadu, hikss hikss." Tangisnya pecah.


"KENAPA DIA BERBOHONG PADAKU? KENAPA KENAPA KENAPAA??? AAAAKHHHH," teriaknya.

__ADS_1


Tak lama, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.


"Apa semudah itu mempermainkanku? Apa ini hanya sebuah fatamorgana yang ia ciptakan agar aku tidak menyadari akan kebohongan yang ia lakukan," gumamnya sambil menangis di guyuran ribuan air hujan.


Tak lama ia berhujan-hujanan, tiba-tiba seseorang dari belakang memayunginya sehingga membuat Alice terdiam dari tangisnya dan membalikkan tubuhnya.


"Kak, Edward!" katanya kaget setelah melihat Edward lah yang memayunginya.


"Kenapa kau malah hujan-hujanan diluar sini?" Edward sedikit memarahinya.


"Jadi, kemana aku harus pergi? Apa kau bahagia melihatkan kemesraanmu dengan wanita itu didepanku? Apakah itu tujuanmu?" ntah kenapa air matanya terjatuh lagi.


"Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, maaf kan aku," katanya sambil mentap Alice dengan rasa bersalah dan langsung memeluk Alice.


"Maafkan aku sudah berbohong padamu dan menyakiti perasaanmu," katanya sambil memeluk Alice.


"Aku akui aku masih mencintainya, dan aku juga mencintaimu, namun saat ini aku sudah benar-benar mengakhiri semuanya padanya, dan aku ingin tetap bersamamu, Aku mohon maafkanlah aku," katanya penuh penyesalan.


Alice yang mendengar pernyataan Edward langsung melepaskan pelukannya dan memandang wajah Edward begitu dalam.


"Bagaimana bisa aku mempercayaimu setelah kepercayaanku kau permainkan begitu saja," katanya.


"Aku tau aku salah, tapi aku mohon percayalah kali ini dan aku takkan menyakitimu lagi, Aku mohon," jawab Edward tulus dari dalam hatinya.


Karena tak tega dan juga sejujurnya ia sangat takut akan kehilangan Edward, tanpa menunggu waktu lama lagi Alice pun mengangguk dan tersenyum sambil memeluk Edward.


"Aku mohon jangan membuatku kecewa lagi," katanya sambil memeluk Edward.


"Yeahhh, tentu saja," jawab Edward sambil memeluk Alice begitu erat.


*Author.*


Hai gaes, maaf ya kalau ceritanya Author percepat 😅😅, dan juga sorry ya gaes jika ceritanya juga kurang menarik.


Author hanya ingin bilang, terimakasih buat kalian yang masih setia dengan cerita ini, dan juga jangan lupa jika kalian suka dengan ceritanya like, komen and vote yaa. Jangan lupa selalu dukung Author ya gaes, thanks youuu.

__ADS_1


Kecupan manis dari Author "Mmmuuuuacchh 😘😘😘"


__ADS_2