
Namun Disatu sisi terdapat sepasang mata yang memperhatikan gerak gerik mereka yang begitu romatisnya. dia sudah melihat semua sejak Andin datang bersama Fira di parkiran, sebenernya dia tidak ingin memperdulikan adegan romantis itu, namun hatinya selalu menggerakkan bola matanya mengarah ke pada mereka berdua.
Ntah apa yang di rasakannya kali ini, mengapa hatinya bingung melihat kemesraan Andin bersama kekasihnya itu. Dia sengaja berdiri di depan jendela di dalam gedung sebelah parkiran tempat Andin yang sedang merayakan ulang tahunnya tadi agar mudah mendengar percakapan mereka.
"aneh, kenapa aku merasa cemburu melihatnya.'hei hati yang maha lembut Jagan buat perasaan ku bingung' dia bukan siapa siapa bagi ku!! " ucap penguntit itu yang berbicara sendiri pada dirinya yang begitu pelan, penguntit itu tak lain adalah Aldi Hersadinata.
entah mengapa Aldi mulai merasakan kecemburuan pada dirinya ketika melihat Andin yang bermanja manja dengan kekasihnya si beruang kutub.
"mengapa kalian masih disini, pergilah!!" ucap Aldi pelan sambil melayangkan tayangnya seolah menyuruh pergi dari hadapannya.
Aldi sibuk memperhatikan adegan romantis itu sampai dia melupakan janjinya dengan sang mama yang sudah menunggu di parkiran bagian kanan yang agak jauh dari tempat Fira memakirkan mobil nya tadi.
buk lora terus menghubungi Aldi yang tidak menggubris panggilan nya itu karena ponsel Aldi hanya bergetar, sontak Aldi kaget karena di tegur oleh Fira yang memperhatikan nya dari.
"mas? mas yang nabrak Angga tadi kan?? kenapa melihat Andin terus dari tadi?
kayak orang bingung aja" tanya Fira memasang muka datarnya.
"aku ti... tidak memperhatikan Andin, hanya saja aku melihat mereka berdua tampak serasi" ucap Aldi gugup namun secepatnya alasan muncul dibenaknya, Firapun tidak mencurigai Aldi.
"Owh.. Emang mereka serasi banget mas, mereka Uda 5 tahun berhubungan dan terlihat harmonis namun, sering diterjang badai" jelas Fira yang berlalu pergi meninggalkan Aldi
"Diterjang badai?" ucap Aldi pelan, tiba tiba saja ia merasakan getar ponsel pada kantong celananya dan segera ia ambil untuk mengetahui siapa penelpon itu.
"mama? ya ampun aku lupa kalau udah janji" dalam hatinya
"hallo ma"
__ADS_1
"kamu ngapain di Jen..." ucap buk lora terhenti karena Aldi lansung berbicara yang tidak memberi kesempatan pada mamanya.
"maaf Aldi lupa!!! Aldi udah jalan ke parkiran kok" ucap Aldi dan memutuskan panggilan dari mama nya
Buk lora yang sedang menunggu Aldi di parkiran masih melihat mahasiswa bimbingan nya itu menikmati hari bahagianya karena telah bertambah nya usia.
"Selamat ulang tahun andin, doa yang terbaik untuk mu" ucap buk lora dalam hati.
tidak lama setelah itu aldi pun datang dari arah kiri parkiran karena harus memutar jalan menuju ke parkiran tempat mamanya berada, ia tidak ingin melewati parkiran tempat andin merayakan kebahagiaan nya. ia sangat malu jika bertemu dengan Andin yang ternyata sudah mempunyai kekasih. aldi melihat buk lora menunggu di depan mobilnya, iapun segera menghampiri.
"maaf banget ma, lupa" ucap Aldi sambil membukakan pintu untuk mamanya yang segera masuk.
"Alasan, lupa atau pandangi si Andin?" ucap mama yang menatap Aldi penuh pertanyaan
"Apaan sih ma, mana mungkin aku ngelirik pacar orang!! kayak enggak punya kerjaan aku" ucap Aldi yang lansung menoleh keluar mobil untuk menghindari tatapan mamanya.
"Enggak usah ngeles deh, mama tau!!! kamu dari tadi liatin Andin di jendela loby Pascasarjana" ucap buk lora
"Aku mama kamu, batin seorang ibu itu kuat. kamu sukakan sama Andin?
sampe sampe mutar jalan segala mau keparkiran buat hindari Andin sama kekasihnya" celutuk buk lora yg membuat Aldi terdiam
"wah, ini baru emak emak yang pengertian sama anak nya" batin Aldi
"kalau suka, kalau cinta ya harus usaha buat dapetinnya. jadi cowo jangan lemah, beda jauh dari papa mu!" tambah buk lora.
"Bukannjya aku enggak mau usaha, tapi aku takut kecewa mah, aku takut dia tidak bisa menerima ku karena status ku yang sekarang" ucap Aldi dengan lirih
"Iya, mamah tau. tapi kamu jangan nyerah dulu. siapa tau emang jodoh. Usaha niat doa itu penting nak" ucap buk lora
__ADS_1
"Akan aku usahakan ma, Semoga tidak kecewa" ucap Aldi yang kini mulai memberhentikan mobilnya di depan Andin dan segera keluar, buk lora hanya memandang anaknya yang terlihat keren dengan pakaian putranya dan menghampiri Andin.
"Hay... Happy Birthday Andin, mungkin Kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkan betapa bahagianya aku mengetahui hari istimewa mu. Harapan ku untuk mu di hari ulang tahun ini adalah semoga kamu akan selalu bahagia dan sehat selamanya" ucap Aldi sambil bersalaman tangan dengan Andin dan menatap Andin begitu dalam membuat Gabriel bertanya tanya siapa pria ini apa lagi kalimat nya yang mengucapkan ulang tahun membuat Gabriel bingung
'mungkin Kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkan betapa bahagianya aku mengetahui hari istimewa mu' " apa maksud pria ini?" batin Gabriel yang merasa cemburu.
"Terimakasih mas Aldi doanya" ucap Andin terseyum yang begitu indah membuat siapa yang melihat akan merasa luluh.
"owh iya mas, kenalin ini pacar aku, beruang kutub" sambung andin
"beruang kutub?" ucap aldi
"sebenernya Gabriel Batistuta, tapi Andin lebih senang memanggil ku dengan sebutan beruang kutub karena panggilan untuk ku" jawab Gabriel cepat dan terseyum sinis untuk memanaskan hati Aldi, yang membuat Aldi malu hati hingga pamit untuk duluan.
"Ya udah, karena kalian semua udah capek kerjain aku kayak gini. sekarang aku bakal traktir kalian semua, tapi tidak dengan munya beruang kutub!!! kamu bayar sendiri" ajak Andin yang membuat semua orang disana tertawa olehnya.
Sementara di jalan raya Aldi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena kesal oleh kejadian tadi sehingga membuat dia begitu kesal dengan sikap Gabriel.
buk lora yang pulang bersama Aldi hanya diam melihat Aldi yang begitu kesal dengan muka yang tampak memerah. tidak lama di perjalan mereka pun sampai di pekarangan kompleks perumahan elit miliknya.
Mobil sport mewah milik Aldi pun masuk kedalam begasi yang luas, terlihat beberap mobil mewah disana. sementara dari dalam rumah seseorang berlari menuju pintu depan karena mendengar suara mobil yang dia kenal, dengan sangat bahagia dia berteriak sambil membuka tangan lebar yang siapa untuk di peluk.
"papaaaaaaaa"
***Hay teman teman yang udah nyempatin mampir di Demi Malaikat Kecil, Author butuh dukungannya biar bisa berkarya terus. biar author semangat nulisnya.
mikirin ceritanya enggak semudah baca guys,
__ADS_1
jangan lupa like komen and vote !!!!!! 😘😘***