Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 12 Sidang


__ADS_3

* Satu Minggu Kemudian*


Satu Minggu telah berlalu dari ulang tahun andin yang di rayakan oleh Gabriel, sahabat dan teman temannya. Gabriel yang biasa di sapa Andin dengan sebutan beruang kutub masih di Indonesia tepatnya di daerah yang sama dengan Andin, namun cuma beda tempat tinggal saja. Andin tinggal di kosnya, sedangkan beruang kutub menginap di hotel B semenjak awal dia di Indonesia kemarin. Satu Minggu ini Andin dan beruang kutub selalu bersama menikmati hari hari yang selama ini mereka nantikan,


mereka sangat bahagia, apalagi Andin yang sudah lama menginginkan hari hari ini layaknya seperti pasangan lainnya. kebersamaan seperti ini terakhir kali mereka rasakan disaat beruang kutub mulai bekerja sebagai seorang pelaut di jazirah arab tepatnya di Qatar pada 3 tahun yang lalu. Sebenernya Beruang kutub adalah seorang anak pengusaha yang kaya di daerah tempat tinggalnya, kelurga Gabriel Batistuta ini mempunyai beberapa perusahaan yang di tangani sendiri oleh papanya dan dibantu mama Gabriel yang tak lain adalah sekretaris pribadi papanya dulu. Papanya sudah sering kali menyuruh Gabriel untuk mengambil alih perusahaan, namun selalu di tolak Gabriel karena dia tidak suka bisnis perusahaan nya. Gabriel lebih mencintai pekerjaan nya sebagai pelaut di luar negeri.


Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi beruang kutub karena dia sudah lama berjanji dengan Andin untuk menghadiri sidang kompre jika Andin sidang, begitu juga dengan Andin yang sudah menanti nanti hari yang penting ini karena sebentar lagi dia akan meraih gelar sarjananya.


sejak tadi pagi beruang kutub selalu menemani Andin di ruang perpustakaan milik fakultas yang berada di sebelah ruang sidang tempat Andin sidang nanti. Andin sangat gugup dan cemas cemas panik namun beruang kutub dapat merasakannya, dia selalu menguatkan menyemangati kekasihnya itu. Andin sengaja menunggu di ruang perpustakaan agar tidak jauh jauh dari ruangan sidang, apalagi dia sudah berjanji dengan Febby untuk menunggunya disini.


Tidak terlalu lama mereka menunggu Febby, Febby pun datang bersamaan dengan teman teman mereka yang lain untuk mensuport 2 wanita yang ingin di sidang ini.


"Semangat manteman yang mau disidang, jangan gugup ih" ucap salah teman Andin dan Febby sambil merangkul mereka berdua.


"Gugup tau, kuatin kita ya" ucap Andin yang mulai panik genggam tangan temannya yang lain.


"Kalian berdua saling pegang tangan dulu biar saling menguatkan dalam fisik dan mental" ucap beruang kutub yang tertawa sengaja untuk mencairkan suasana, namun tatap sinis yang ia dapat dari Andin dan Febby.


"Hay guysssss, selamat pagi! maaf baru datang yak!" suara Fira yang terburu buru karena nafas yang tidak teratur habis berlarian dari parkir menuju ruangan perpustakaan.


"tenang sahabat ku, aku sudah merasakan yang kalian rasakan. pokoknya bawa santai saja" sambung Fira yang mendekap kedua sahabat nya itu.

__ADS_1


Fira memang sudah sidang 5 hari yang lalu, tepat nya setelah hari Andin berulang tahun. pada sidangnya itu kedua sahabat nya juga datang untuk menyemangati dan mensupport Fira.


mereka selalu ada dari awal mulai sidang sampai selesai sidang, membuat Fira lebih nyaman dan alhamdulilah Fira sudah lulus !!! kini ia sudah mempunyai gelar sarjana.


Ditengah percakapan mereka yang saling menguatkan satu sama lain, kini tiba saatnya Andin dan Febby masuk ruangan sidang bersama karena waktu sedikit lagi menunjukan jam 10.00 WIB untuk memulai sidang yang akan mereka jalani


Diruang sidang itu sudah terpasang dua buah unit laptop yang menyambung kemasing masing infokus. Andin dan Febby pun mulai duduk di tempatnya masing masing namun masih berdekatan, sambil menunggu dua orang dosen penguji dan 2 orang dosen pembimbing mereka pun mempersiapkan keperluan yang lain jika nanti dibutuhkan. Tidak lama setelah itu, dosen dosen yang diharapkan datang menuju tempat duduk mereka.


"ndin, gua gugup banget nih" bisik Febby sambil meraih tangan Andin untuk di genggam yang berada di paha Andin yang tidak kelihatan oleh dosen karena dibatasi oleh meja.


"sama By, aku juga" balas Andin singkat


Sementara di depan pintu ruangan sidang sudah terdapat Gabriel yang melihat Andin dari tadi dengan penuh senyuman semangat yang menyemangati Andin. Gabriel mengangkat tangan dan mengepalkan tangannya seraya memberi semangat, tentu saja dilihat oleh Andin yang begitu antusias untuk berusaha melengo Gabriel yang hanya mengintip melalui cela pintu.


"Maaf Bu" ucap Andin singkat


"ya sudah, lansung saja! bawakan presentasi anda terlebih dahulu saudari Andin" ucap buk lora meyilahkan.


Andin menarik nafas dalam untuk merilekskan pikiran nya agar santai dalam menampilkan presentasi yang akan dibawakan olehnya.


Andin pun mempresentasikan powerpoint nya perlahan yang di anggukan oleh semua dosen yang ada di sana. andin melalui point perpoint hingga tampilan powerpoint nya mengeluarkan tulisan terimakasih.

__ADS_1


setelah itu mulailah sesi tanyaan dan jawab yang dibuka terlebih dahulu oleh dosen pembimbingnya, Andin menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang datang menyudutkannya dengan tegas dan lancar namun santai. Pertanyaan yang di berikan masih selingkup presentasi yang ditampilkan oleh Andin.


hingga tibalah pertanyaan dari dosen penguji yang bertubi tubi padanya nya yang ia jawab dengan baik.


"baiklah, saya rasa sudah cukup ! silahkan duduk" ucap dosen penguji Dengan datar nya


"silahkan saudari Febby memulai presentasinya" ucap pak pandu yang sebagiai dosen pembimbing 2.


Febby melakukan presentasi dari powerpoint yang ia tampilkan di depan layar infokus, dia melalui point perpoint dengan baik. setelah selesai menampilkan presentasi tersebut, pertanyaan pun mulai membuatnya pusing namun dibawa tenang agar mudah menjawabnya. semua pertanyaan yang diberikan pada Andin dan Febby di jawab dengan baik hingga dosen dosen itu mengangguk mengerti dari jawaban yang diberikan.


"Silahkan ananda berdua keluar, kami ingin berdiskusi dulu" ucap dosen penguji datar.


Andin dan Febby pun keluar dengan perasaan yang penuh campur aduk, mereka tidak bisa mengekspresikan perasaannya itu. teman teman dan termasuk Gabriel yang melihat mereka keluar pun lansung menghampiri yang mendapati banyak pertanyaan dari mereka. Andin dan Febby pun bercerita, apa saja yang mereka lalui di ruangan sidang itu. Gabriel yang mendengar nya itu hanya senyum sambil mengelus punggung tangan Andin lembut.


"kamu pasti lulus sayank" bisik Gabriel sambil tersenyum yang dibalas senyum juga oleh Andin.


"pacarannya nanti aja kalau udah tau hasilnya" celetuk Fira sambil melepaskan tangan Andin dari Gabriel.


"Cemburu, bilang bos!!!!" sorak teman temannya yang sambil tertawa bersama agar tidak tegang.


"Andin Febby mari masuk" ajak buk lora yang membuat mereka berhenti tertawa.

__ADS_1


"fighting" ucap semua teman teman nya.


__ADS_2